Anda di halaman 1dari 4

PERDAGANGAN BESAR AGRIBISNIS

Perdagangan besar adalah suatu proses untuk memfasilitasi proses pengangkutan


barang ke pasar eceran (ritel)
Pedagang besar adalah operator agribisnis dalam hal pembelian, perakitan,
perpindahan, penyimpanan, dan pendistribusian bahan pangan dan produk
makanan untuk dijual ke pengecer, industri dan konsumen yang bertujuan untuk
memperoleh laba
Alasan Adanya Perdagangan Besar
Pedagang besar sangat berperan dalam agrimarketing food channel disebabkan mereka
mampu memberikan pedagang ritel service yang meliputi kredit, simpanan, dan variasi
Kredit
pedagang besar mampu memberikan pedagang ritel bermacam-macam produk
dan terkadang memberikan kredit jangka pendek
Simpanan
dengan membeli barang yang cukup besar untuk satu produk, pedagang besar
mendapatkan potongan harga (yang disebut price saving)
Variasi
pedagang besar mampu mempertahankan keanekaragaman produk dan
meninventarisir suatu tingkatan yang tidak dapat dilakukan oleh pedagang ritel
TIPE PERDAGANGAN BESAR
MERCHANT WHOLESALERS
Pedagang yang membawa barang yang dikuasai dan dimilikinya, membeli
kemudian menjualnya
MANUFACTURERS SALES BRANCHES
Sebuah operasi perdagangan yang terintegrasi dengan industri atau sebuah proses.
Mereka memiliki dan menoperasikan industri makanan dan mereka memberikan berbagai
service yang luas
AGENTS AND BROKERS
Pedagang yang membawa barang yang tidak dimiliki dan dikuasainya, namun
mereka hanya berperan sebagai perantara.

STRATEGI PEDAGANG BESAR DISTRIBUTOR


BERKINERJA TINGGI

Dalam suatu survey penelitian yang dilakukan Mc Cammon, Lusch dan rekan-rekan
mereka mensurvey 97 pedagang besar distributor berkinerja tinggi untuk
mengungkapkan strategi inti mereka untuk memperoleh keunggulan kompetitif yang
berkesinambungan. Hasil dari penelitian tersebut diidentifikasikan 12 strategi inti sebagai

berikut:
1. Merger dan akuisisi. Setidaknya sepertiga dari pedagang besar yang menjadi
sampel melakukan akuisisi baru yang bertujuan untuk memasuki pasar baru,
memperkuat posisi mereka pada pasar yang sekarang, dan/atau mendiversifikasi
atau melakukan integrasi vertikal
2. Penggunaan kembali aktiva. Setidaknya 20 dari 97 pedagang besar menjual atau
melikuidasi satu atau beberapa operasi marginal untuk memperkuat bisnis inti
mereka.
3. Diversifikasi perusahaan. Beberapa pedagang besar mendiversifikasi portofolio
bisnis mereka untuk mengurangi pengaruh siklus bisnis pada perusahaan mereka.
4. Integrasi vertikal. Beberapa pedagang besar meningkatkan integrasi vertikal untuk
meningkatkan margin mereka.
5. Merek sendiri. Sepertiga perusahaan meningkatkan program merek-merek pribadi
mereka.
6. Perluasan kepasaran internasional. Setidaknya 26 pedagang besar beroperasi
secara multinasional dan merencanakan untuk meningkatkan penetrasi ke pasar
eropa barat dan asia timur.
7. Pelayanan bernilai tambah. Sebagian pedagang besar meningkatkan pelayanan
bernilai tambah dengan menambahkan pelayanan seperti pengiriman darurat,
pengemasan sesuai permintaan dan sistem informasi manajemen yang
terkomputerisasi.
8. Penjualan sistem. Semakin banyak pedagang besar yang menawarkan program
perdagangan lengkap (turnkey merchadising program) bagi para pembeli,
sehingga menimbulkan ancaman bagi para pedagang besar yang tetap menjadi
pemasok barang konvensional dan penyedia sedikit pelayanan. Dalam program
turnkey, segala sesuatu diatur untuk memudahkan penyalur pada intinya, yang
penyalur perlu lakukan adalah memutar kunci dan membuka pintu bisnisnya.
9. Strategi untuk menarik pelanggan baru. Beberapa pedagang besar menemukan
kelompok pelangga baru dan menciptakan program perdagangan lengkap yang
baru bagi mereka.
10.
Pemasaran celah pasar (niche): untuk memuaskan pasar-pasar khusus yang
diabaikan pesaing yang lebih besar, beberapa pedagang besar telah
mengkhususkan diri dalam satu atau sedikit kategori produk, menyimpan
persediaan yang lengkap, mempertahankan pelayanan yang tinggi dan
menjanjikan pengiriman yang cepat.
11.Pemasaran multipleks. Pemasaran multipleks terjadi jika perusahaan dapat
melayani secara bersama beberapa segmen pasar dengan cara efektif-biaya dan
unggul secara kompetitif. Beberapa pedagang besar telah menambahkan segmen
pasar baru dalam segemen inti mereka, berharap untuk mencapai skala ekonomis
yang lebih besar dan kekuatan persaingan.
12.
Teknologi distribusi baru. Pedagang besar berkinerja tinggi telah
memperbaiki sistem mereka untuk penerimaan pesanan terkomputerisasi,
pengendalian persediaan dan otomatisasi gudang. Selain itu mereka juga semakin
banyak menggunakan pemasaran tanggap langsung dan pemasaran jarak jauh

PERDAGANGAN RITEL AGRIBISNIS


Pedagang ritel merupakan pelaku terakhir dalam saluran pemasaran. Pada dasarnya
pedagang ritel bertugas untuk memberikan pelayanan.
Perdagangan ritel tediri dari 3 perkembangan utama
Toko ritel bahan pangan
Konsep Supermarket
Superstore
Tipe Perdagangan ritel
Supermarkets
nilai penjualannya melebihi $500,000 per tahun
Superetters
nilai penjualannya diantara $150,000 - $500,000 per tahun
Small Stores
nilai penjualannya kurang dari $150,000 per tahun
Tipe Lain dari Perdagangan ritel
Saat ini sudah berkembang beberapa tipe lain dari perdagangan ritel, beberapanya yaitu:
Convenience Food Stores
Jenis seperti ini merupakan toko kecil yang biasanya sebagai pengganti pada saat
supermarket sudah tutup. Biasanya konsumen membeli kebutuhan mingguannya di toko
seperti ini.
cnt: Alfa mart, Indomart, dll
Specialty Food Stores
Toko ritel yang mengkhususkan produknya ke dalam satu atau beberapa jenis saja
seperti toko daging, toko buah-buahan, toko sayuran, toko permen, dll.
cnt: Total (mengkhususkan pada produk buah-buahan
Discount Food Stores
Toko ritel yang memberikan diskon khusus untuk pembelian makanan
Automatic Merchandisers
Penjualan dengan menggunakan mesin
cnt: Mesin penjual permen, dll.
Eating Places
cnt: restoran, cafetaria, toko ice cream, dll.
Institutional Food Facilities
cnt: toko khusus karyawan, kantin sekolah, kantin rumah sakit, business offices,
golf and country clubs, dll.

Perlu diingat bahwa perdagangan ritel dalam agribisnis tidak hanya meliputi penjualan
makanan, namun juga meliputi hasil industri dari produk agro seperti: produk rokok,
pakaian, sepatu, furnitur, dll.