Anda di halaman 1dari 12

TUGAS UTS MULTIMEDIA

MAKALAH
Pembelajaran Berbantuan Konten Gambar dan Suara Untuk Pendidikan Usia Dini
Disusun untuk Memenuhi Matakuliah Multimedia
Yang Dibimbing oleh Bapak I Made Wirawan, S.T., S.S.T.

PUTRI RIZKY RAHMANIA


130533608286
OFF-A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
Maret, 2015

BAB
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah hak warga negara, tidak terkecuali pendidikan di usia dini
merupakan hak warga negara dalam mengembangkan potensinya sejak dini.
Berdasarkan berbagai penelitian bahwa usia dini merupakan pondasi terbaik dalam
mengembangkan kehidupannya di masa depan. Selain itu pendidikan di usia dini
dapat mengoptimalkan kemampuan dasar anak dalam menerima proses pendidikan di
usia-usia berikutnya.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum
jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan
bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Dapat dilakukan melalui
pemberian rangsangan

pendidikan

untuk

membantu pertumbuhan

dan

perkembangan jasmani dan rohani. Agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan
informal (Depdiknas, 2009). Tujuan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini
yaitu tujuan utama untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu
anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya
sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar
serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa. Anak usia dini menurut Sujiono
(2009) adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses pertumbuhan
dan perkembangan yang pesat. Pada masa usia dini anak mengalami masa
keemasan

(the golden

years) yang

merupakan

masa dimana

anak

mulai

peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masingmasing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak
secara

individual. (Depdiknas, 2009). Masa

peka adalah

masa

terjadinya

kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan
oleh

lingkungan.

Masa

ini

juga

merupakan masa peletak dasar untuk

mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan


moral.
Pada proses pembelajaran, setiap guru atau siswa menemukan kendala dengan
hal itu menyebabkan pemahaman materi oleh siswa yang tidak maksimal, selain itu
media pembelajaran juga harus diperhatikan ole guru . Saat ini penguasaanpenguasaan media pembelajaran berbasis computer sudah seharusnya dimiliki oleh

seorang guru , setiap guru juga sudah seharusnya menciptakan media pembelajaran
yang berbantuan konten suara dan gambar , terlebih media pembelajaran yang
berorientasi gambar dan suara sangat menunjang pembelajaran anak usia dini. Mereka
akan mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Anak usia dini
dimana mereka masih suka berimajinasi , dengan konten gambar dan suara mereka
juga belajar berpikir melalui dengan apa yang mereka lihat dan dengar karena dunia
pendidikan di era globalisasi saat ini dituntut untuk mempersiapkan peserta didik
menampilkan keunggulan dirinya yang cerdas, kreatif serta mandiri. Pendidkan yang
bermutu harus mencakup dua dimensi yakni orientasi akademis dan orientasi
keterampilan yang esensial. Orientasi akademis menitik beratkan pada peserta didik,
sedang orientasi keterampilan hidup memberi bekal kepada peserta didik untuk dapat
bertahan di kehidupan nyata. Sistem pembelajaran di sekolah harus mampu
memberikan

kesempatan

kepada

peserta

didik

untuk

meningkatkan

dan

mengembangkan potensinya secara optimal. Yang juga penting diperhatikan adalah


metode yang yang digunakan dapat menstimulan potensi dan bakat peserta
didik,sehingga dapat mengcover kebutuhan siswa dan tantangan perkembangan
teknologi.
Oleh karena itu pembelajaran dengan berbantuan konten gambar dan suara
memudahkan pemahaman yang disampaikan guru dan

dapat mendorong

perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik maupun emosionalnya.


B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada
Pendidikan Usia Dini ?
2. Bagaimana keefektifan pembelajaran berbantuan konten gambar dan suara untuk
Pendidikan Usia Dini?
3. Bagaimana kegunaan pembelajaran berbantuan konten gambar dan suara untuk
Pendidikan Usia Dini?
C. Tujuan
1. Mengetahui karakteristik model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada
Pendidikan Usia Dini
2. Menjelaskan keefektifan pembelajaran berbantuan konten gambar dan suara untuk
Pendidikan Usia Dini
3. Mengetahui kegunaan pembelajaran berbantuan konten gambar dan suara untuk
Pendidikan Usia Dini
BAB

PEMBAHASAN
A. Karakteristik Model Pembelajaran Pendidikan Usia Dini
Menurut Conny (2002) Behaviorisme adalah aliran psikologi yang memandang
bahwa manusia belajar dipengaruhi oleh lingkungan.Belajar menurut teori ini merupakan
perubahan perilaku yang terjadi melalui proses stimulus dan respon yang bersifat
mekanis.
Menurut Pieget penganut faham konstruktifistik, menyatakan bahwa proses belajar
sebenarnya terdiri dari tiga tahap, yakni (1) asimilasi, adalah proses penyatuan informasi
baru ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak anak.(2) akomodasi adalah
penyusunan struktur konkrit dalam situasi yang baru, dan (3) equilibrasi, adalah
penyesuaian antara asimilasi dan akomodasi. Anak memiliki karakteristik yang berbeda
dengan orang dewasa dalam berperilaku. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga
memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. Karakteristik cara
belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam
merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. Adapun
karakterisktik cara belajar anak adalah :
a.
b.
c.
d.

Anak belajar melalui bermain.


Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya.
Anak belajar secara alamiah.
Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan
keseluruhan aspek pengembangan, bermakna, menarik, dan fungsional.
Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini pada dasarnya adalah pengembangan

kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah


pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan
potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian
kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. Atas dasar pendapat di atas dapat
dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai
berikut :
a. Belajar, bermain, dan bernyanyi

Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain, dan
bernyanyi. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga
dapat membuat anak aktif, senang, bebas memilih. Anak-anak belajar melalui
interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. Anak belajar
dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. Hasil belajar anak menjadi lebih
baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. Dalam belajar, anak
menggunakan seluruh alat inderanya.
b. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan
Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal
penting, yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat, 2) berorientasi pada individu
yang tepat, dan 3) berorientasi pada konteks social budaya. Pembelajaran yang
berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak, artinya
pembelajaran harus diminati, kemampuan yang diharapkan dapat dicapai, serta
kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. Manusia
merupakan makhluk individu. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan
guru dalam merancang, menerapkan, mengevaluasi kegiatan, berinteraksi, dan
memenuhi harapan anak. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat,
pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial
budaya anak. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna,
guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga, masyarakat, faktor budaya
yang melingkupinya.
Ketika akan melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode
pembelajaran pada anak usia dini ada beberapa prinsip metode pembelajaran untuk anak
usia dini yang harus diperhatikan antara lain :
a. Berpusat pada anak
Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan dan kondisi anak, bukan
berdasarkan keinginan dan kemampuan pendidik.
b.

Partisipasi aktif
Maksudnya penerapan metode pembelajaran ditujukan untuk membangkitkan anak
untuk membangkitkan anak untuk turut berpartisipasi aktif dalam proses

pembelajaran.
c. Bersifat holistik dan integratif

Artinya kegiatan yang diberikan kepada anak tidak terpisah menjadi bagian-bagian
seperti pembidangan dalam pembelajaran,melainkan terpadu dan menyeluruh, terkait
d.

antara satu bidang dengan bidang lain.


Fleksibel
Artinya metode pembelajaran yang diterapkan pada anak usia dini bersifat dinamis,
tidak terstruktur dan disesuaikan dengan kondisi dan cara belajar anak yang memang

tidak terstruktur.Anak belajar dengan cara belajar yang dia suka.


e. Perbedaan individu
Pendidik dituntut untuk merancang dan menyediakan alternatif kegiatan belajar guna
memberi kesempatan kepada anak untuk memilih aktifitas belajar yang sesuai dengan
minat dan kemampuan masing-masing anak.
Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAUD
antara lain :
a. Metode bermain
Belajar sambil bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan buwat
anak.Bermain merupakan bermacam bentuk kegiatan yang memberikan kepuasan
pada diri anak yang bersifat nonserius, lentur, dan bahan mainan terkandung dalam
kegiatan yang secara imajinatif.permainan yang dipilih tidak membahayakan anak dan
penuh dengan unsur pendidikan didalamnya.
b. Metode karyawisata
Berkaryawisata mempunyai makna penting bagi perkembangan anak karena
dapat membangkitkan minat anak kepada sesuatu hal, memperluas informasi.
c. Metode bercakap-cakap
Bercakap-cakap berarti saling mengkomunikasikan pikiran dan perasaan
secara verbal atau mewujudkan kemampuan bahasa represif dan bahasa ekspresif.
d. Metode bercerita
Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang
berlaku di masyarakat.Keterlibatan anak dalam cerita akan memberikan suasana yang
segar, menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak.
e. Metode demonstrasi
Demonstrasi berarti menunjukkan, mengerjakan, dan menjelaskan.Jadi dalam
demonstrasi kita menunjukkan dan menjelaskan cara-cara mengerjakan sesuatu.
f. Metode Proyek
Metode proyek adalah satu metode yang digunakan untuk melatih kemampuan
anak memecahkan masalah yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari.Cara ini
juga dapat menggerakkan anak untuk melakukan kerjasama sepenuh hati.

B. Karakteristik-Karakteristik dari Pembelajaran Berbantuan Komputer (AudioVisual) yang Efektif :


1. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran
Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang hanya
menampilkan tampilan yang bagus saja tidak efektif bila tidak sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
2. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif menyesuaikan dengan karakteristik
siswa.
Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif harus sesuai dengan karakteristik
siswa, misalnya bila Pembelajaran Berbantuan Komputer itu akan digunakan untuk siswa
SD, maka dalam Pembelajaran Berbantuan Komputer itu harus menampilkan warnawarni yang cerah, kata-kata yang sederhana dan suara yang dapat menarik perhatian
siswa.
3. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif memaksimalkan interaksi.
Mungkin keuntungan yang paling besar dalam pembeelajaran yang dikomputerisasi
daripada pembelajaran berdasarkan buku teks dan media lainnya adalah potensi untuk
melakukan interaksi selama pelajaran berlangsung. Hal ini dikarenakan kemampuan
komputer dalam menampilkan gambar-gambar, animasi serta suara yang dapat menarik
perhatian siswa sehingga interaksi antara siswa dengan pelajaran dapat maksimal.
4. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif diindividualisasikan.
Beberapa program memperbolehkan murid untuk mengawasi suatu pelajaran seperti
tingkat kesulitan, kapan harus beralih pada bahasan selanjutnya atau ketika bantuan
diberikan program tertentu bahkan memperbolehkan untuk memberikan komentarnya
yang nantinya akan direview kembali oleh perancang pembelajaran.
5. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif menarik minat siswa.
Jangan mengasumsikan bahwa belajar dengan menggunakan komputer maka akan
memotivasi siswa. Walaupun beberapa siswa lebih suka bentuk pembelajaran dengan
komputer, tetapi hal itu tidak akan berlangsung lama apabila isi dari komputer itu tidak
menarik minat mereka. Pelajaran yang tidak menarik minat siswa tidak hanya gagal

secara instruksional tetapi juga akan mengurangi antusiasme siswa pada pelajaran
berikutnya. Oleh karena itu Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif adalah
Pembelajaran Berbantuan Komputer yang dapat menarik minat siswa dari awal pelajaran
sampai akhir.
6. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif melakukan pendekatan yang positif
kepada siswa.
Sifat dari Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif harus menyerupai seperti
antara guru dengan murid pada pertemuan tatap muka. Hindari pemberian hukuman
kepada siswa yang masih anak-anak. Satu alasan yang membuat siswa senang dengan
Pembelajaran Berbantuan Komputer yaitu mereka merasa nyaman dan merasa bahwa
Pembelajaran Berbantuan Komputer merupakan media yang tidak mengancam. Seorang
perancang Pembelajaran Berbantuan Komputer harus bisa membuat komputer tidak
menghukum siswa ketika mereka berbuat kesalahan.
7. Pembelajaran Berbantuan Komputer yang efektif menyediakan feedback yang
beragam.
Siswa yang masih anak-anak senang atau bahkan membutuhkan umpan balik yang
positif yang menunjukkan bahwa mereka telah melakukan sesuatu dengan baik. Dengan
kata lain, mereka akan merasa senang apabila mereka diberikan suatu pujian apabila
mereka melakukan pekerjaannya dengan baik. Sebaliknya, siswa dewasa lebih memilih
untuk menyingkirkan umpan balik yang positif dengan alasan agar proses belajar lebih
efisien. Selanjutnya, perancang haurs bisa memvariasikan bentuk pelajaran yang dapat
menghasilkan umpan balik yang positif. Misalnya jika siswa menjawab soal salah, maka
feedback yang akan muncul di layar yaitu kapal yang tenggelam atau pesawat meledak di
udara.
C. Kegunaan dan Implementasi Pembelajaran Berbantuan Konten Gambar dan
Suara Untuk Pendidikan Usia Dini
Sesuai Zaman Badru (2005:4.8) mengungkapkan beberapa manfaat media
pembelajaran

diantaranya

mengkongkritkan

konsep-konsep

yang

abstrak.

Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat di dalam


lingkungan belajar.Menampilkan objek yang terlalu besar. Memperlihatkan gerakan
yang terlalu cepat.Selain itu, masih ada manfaat media pembelajaran lainnya seperti

memungkinkan

anak

berinteraksi

secara

langsung

dengan

lingkungannya.

Memungkinkan adanya keragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masingmasing anak.Membangkitkan motivasi belajar anak.Menyajikan informasi belajar
secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.Menyajikan
pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh anak.Mengatasi
keterbatasan waktu dan ruang.Mengontrol arah dan kecepatan belajar anak.
Jenis-jenis media berdasarkan cara penyampaian dan penerimaannya terbagi
menjadi tiga klasifikasi besar meliputi media visual, media audio dan media audio
visual. Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui pengelihatan
pemirsa atau media yang hanya dapat dilihat.Jenis media ini paling sering digunakan
di TK dalam menyampaikan isi dan tema pembelajaran yang sedang dipelajari.Media
audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat
didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan anak untuk
mempelajari isi tema. Media audiovisual merupakan kombinasi dari media audio dan
media visual (media pandang-dengar). Dengan menggunakan media audiovisual ini
maka penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap.
Media gambar merupakan gambar-gambar yang disajikan secara fotografik
yang ada kaitannya dengan bahan/isi tema yangdiajarkan.Kegiatan bercerita dengan
menggunakan media gambar dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan pembelajaran
dengan menggunakan suatu yang menarik bagi anak dalam menyampaikan pesan
kepada peserta didik melalui sebuah cerita.Gambar hendaknya aman, menarik dapat
dimainkan oleh guru maupun anak dan juga sesuai tahap perkembangan anak.Media
gambar yang digunakan juga tersirat pesan-pesan moral dan nilai-nilai yang bisa
mengubah anak untuk berperilaku positif.
Gambar yang disajikan sebagai pendukung cerita untuk bisa membantu
imajinasi anak untuk memahami isi cerita. Bagi anak, sebuah cerita akan menarik
untuk didengarkan dan diperhatikan apabila menggunakan alat peraga, sedangkan
fungsi guru akan merasa lebih ringan karena terbantu oleh 6 peran alat atau media
yang digunakan(Nurbiana, 2005:24).
Media gambar merupakan gambargambar yang disajikan secara fotografik
yang ada kaitannya dengan bahan/isi tema yangdiajarkan.Kegiatan bercerita dengan
menggunakan media gambar dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan pembelajaran
dengan menggunakan suatu yang menarik bagi anak dalam menyampaikan pesan
kepada peserta didik melalui sebuah cerita.Gambar hendaknya aman, menarik dapat
dimainkan oleh guru maupun anak dan juga sesuai tahap perkembangan anak.

Media gambar yang digunakan juga tersirat pesan-pesan moral dan nilai-nilai
yang bisa mengubah anak untuk berperilaku positif.Gambar yang disajikan sebagai
pendukung cerita untuk bisa membantu imajinasi anak untuk memahami isi
cerita.Bagi anak, sebuah cerita akan menarik untuk didengarkan dan diperhatikan
apabila menggunakan alat peraga, sedangkan fungsi guru akan merasa lebih ringan
karena terbantu oleh peran alat atau media yang digunakan(Nurbiana, 2005:24).
Menurut Arsyad (2006), hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih suatu gambar
yaitu gambar hendaknya aman, menarik dapat dimainkan oleh guru maupun anak dan
juga sesuai tahap perkembangan anak.
Dalam hal ini, dijelaskan juga oleh Arsyad (2006), gambar sebagai alat peraga
atau media mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan tentang
media gambar yaitu gambar bersifat kongkrit, nyata terlihat.Gambar dapat mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan kemampuan indra manusia.Gambar merupakan media
yang mudah didapat dan murah.Gambar bisa digunakan menjelaskan suatu masalah
baik kongkrit maupun abstrak.Gambar mudah digunakan baik secara individual,
kelompok, seluruh kelas atau sekolah. Kekurangan media gambar yaitu terlalu
menekankan pada persepsi mata dan jika terlalu sering memakai gambar, maka kelas
banyak

atau

penuh

dengan

gambar

sebagai

media

hendaknya

tidak

hanyaartistik,tetapiyang dipentingkan bukan sekedar indahnya saja melainkan makna


terkandung didalamnya dan mudah dimengerti. Penggunaan gambar dalam kelas atau
kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan dengan anak (besar gambar/ukuran,
detail, warna, latar belakang).
Penggunaan gambar digunakan dengan berbagai metode salah satunya metode
bercerita. Implementasi metode bercerita dengan media gambar bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia.Penerapan metode bercerita dengan
menceritakan suatu gambar mendoronganak untuk dapat menjawab pertanyaan yang
berkisar diantara cerita yang sudah diceritakan oleh guru(Musfiroh, dkk. 2005). Hal
itu sangat membantu anak untuk berbicara dalam mengembangkan kemampuan
berbahasanya.Kemudian mereka juga mampu bercerita tentang kejadian disekitarnya
secara sederhana. Hal tersebut sangat mempengaruhi kemampuan berbahasa anak
untuk lebih baik, lancar dan jelas. Cerita gambar diharapkan mampu menjelaskan
gambar tersebut.Pada tahap anak TK diharapkan memiliki kemampuan melanjutkan
cerita sederhana yang sudah dimulai oleh guru.Setelah tahapan itu telah dilalui
diharapkan mereka memiliki kemampuan menceritakan gambar yang telah disediakan

oleh guru dan berkomunikasi secara efektif dan efisien.Melalui metode bercerita
anak-anak TK terlatih untuk mendengar yang baik.
Di samping itu, kemampuan menggunakan dan menjawab pertanyaan dengan
mengapa, apa, dimana, bagaimana, berapa secara sederhana dapat dilatih dalam
kegiatan bercerita. Dengan menunjuk, menyebut dan memperagakan gerakan-gerakan
sederhana seperti lari, jongkok, menangis, 7 tertawa, dan sebagainya, itu akan
berkembang pada saat mereka diberikan kesempatan mendemonstrasikan cerita yang
dibawakan. Mengingat dalam sebuah cerita termasuk sebagai aktivitas berberbahasa,
diupayakan mengacu mereka mampu membayangkan akibat dari suatu kejadian yang
belum tentu terjadi.Benda-benda yang ada pada pangkalan cerita, diupayakan
dieksplorasi manfaat dan kegunaan bagi kehidupannya (Mustakim,2005).

BAB
PENUTUP
Kesimpulan
Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat
(visual), sehingga dapat mendeskripsikan masalah, suatu konsep, suatu proses atau
prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lebih jelas dan lebih lengkap.
Melalui media audio-visual ini guru bisa mengembangkan pengetahuan anak. Disini anak
sangat terbantu dalam membangun pemahamannya, menemukan sesuatu yang baru
dengan melihat dan mendengarkan secara bersamaan. Dan anak bisa mengekspresikannya
dengan menirukan suara binatang yang di dengarnya tersebut, serta anak bisa
mencocokan gambar binatang dari suara yang telah diperdengarkan
Daftar Pustaka
http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPAUD/article/view/1081/945
http://www.smeru.or.id/report/workshop/pendidikananak/pendidikananak.pdf