Anda di halaman 1dari 12

Failure Modes an

System
: Material Transportation
Subsystem : Air Slide Conveyor
Part Number : AS Step 1, AS3, AS4
Page
: 1 of 1

Proses Step/ Part Number


1.

2.

3.

Kanvas / Filter

Man Hole

Fan

Potensial Failure Modes

Potensial Failure Effect

Kanvas Tipis

Material yang di transfer akan


jatuh dan menutup aliran udara
dari fan.

Kanvas Sobek

Material yang sedang di


transport tumpah. Air Slide
stop, berhenti jalan.

Man Hole tidak tertutup rapat Menyebabkan material basah,


dan menyebabkan blocking.

Macet, tidak bekerja

Transfer material tidak


maksimal, lambat.

4.

Motor

Motor bekerja lebih


berat/overheat

Kerja motor jadi menurun


performance nya. Kecepatan
operasi air slide berkurang.

5.

Casting

Korosi, berlubang.

Material berhamburan

Failure Modes and Effect Analysis (FMEA)


Revision
:Prepared by
: Planner
MEA Date (orig) : 8 February 2015
Revision Date
:S
E
V

Potensial Causes

O
C
C

Terdapat material yang berat


(outsize), yang ikut terangkut
bersama material lainnya.
6

R
P
N

36

48

36

Langsung terhubung
dengan CCP

Ada karyawan yang tidak rapat


menutupnya, sehingga jika
muncul hujan, material akan
bercampur dengan air
8

D
E
T

None

Air slide beroperasi pada tekanan


(pressure) yang lambat, beban
material yang dibawa penuh.

Langsung terhubung
dengan CCP

Kurangnya maintenance
equipment.
6

Current Control

None

Material mengalami overcapacity


kerja motor lebih berat.
6

None
3

Terkena air hujan, ruangan


lembab
4

108

24

Langsung terhubung
dengan CCP
2

Action Recomended

Resp.

S
E
V

O
C
C

D
E
T

R
P
N

36

16

12

Melakukan inspeksi, jika perlu


Patroller Divisi /
diganti dengan kanvas yang baru. Mekanik Plant

Pada saat sistem shutdown,


Patroller Divisi /
kanvas diganti dengan yang baru. Mekanik Plant

Memperbesar tiupan udara


sehingga material cepat kering

Pengecekan rutin pada fan

Patroller Divisi /
Mekanik Plant

Mekanik Plant

Meng-ajdust gravity take up.


Mekanik Plant
Memasang sensor untuk
mendeteksi tekanan udara air slide

Menempel plat / dilas, sehingga


lubang tertutupi.

36

16

Patroller Divisi /
Mekanik Plant

RAT
Ranking

Likely Failure Rates

10

Very Hard

Hard

Very High

7
High
6

5
Moderate
4

Low

Very Low

Control

RATING
Production/ Severity Effect

Occurances

Produksi stop total

Sangat sering sekali terjadi (< 1 minggu


sekali)

Produksi terganggu, perbaikan mesin


memakan waktu

Sangat sering terjadi (1 minggu sekali)

Produksi stop untuk jangka waktu yang


terkendali
Sering terjadi (1-2 bulan sekali)
Mesin stop tetapi produksi masih berjalan
mengandalkan stock

Mengganggu kerja mesin atau komponen


lain

Cukup sering terjadi (< 8 bulan sekali)

Penurunan performance pada mesin

Jarang terjadi (4-8 bulan sekali)

Ada gangguan kecil pada mesin atau


komponen

Jarang sekali terjadi (> 8 bulan sekali)

Ada bunyi yang berdecit pada mesin atatu


komponen

Terkendali (lebih dari 1 tahun sekali)

Tidak ada efek yg terjadi

Hampir tidak pernah terjadi

Detectability

Tidak ada alat pendeteksi yang mampu


mendeteksi kerusakan

kurang dari seminggu sekali


sekali

Alat pendeteksi sulit mendeteksi


kerusakan tingkat tinggi

seminggu sekali

Alat pendeteksi sulit mendeteksi


kerusakan tingkat tinggi dan tidak dapat
mencegah

1bulan sekali

Alat pendeteksi sulit mendeteksi


kerusakan tinggi tetapi dapat diatasi

2 bulan sekali

Alat pendeteksi sulit mendeteksi


kerusakan sedang tetapi dapat diatasi

kurang dari 8 bulan sekali

Alat pendeteksi mampu mendeteksi


kerusakan tingkat sedang

lebih dari 4 bulan sekali

Alat pendeteksi mampu mendeteksi


kerusakan tingkat rendah

kurang dari 8 bulan sekali

Potensi kerusakan terdeteksi dan dapat


diatasi (terkendali)

lebih dari 8 bulan sekali

Terdapat alat pendeteksi tetapi minim


kerusakan

lebih dari setahun sekali

Tidak ada alat pendeteksi kerusakan

Pemberian pada grease tidak boleh memenuhi permukaan bearing karena dapat membendum panas.
Panas yang terjadi pada bearing biasanya karena bola bola pada bearing menahan bentuk kebundara
Poros selain mentransmisikan putaran dia jga mentransmisikan daya

pat membendum panas.


nahan bentuk kebundaran bearing, pada bearing terjadi defleksi yang menyebabkan bearing panas.

aring panas.