Anda di halaman 1dari 6

Kajian Teori

A. Otak
Otak adalah organ yang luar biasa, bekerja mengkoordinasikan seluruh yang terjadi di
dalam tubuh kita, kepribadian, metabolisme, tekanan darah, emosi, hormon, ingatan , bekerja
melebihi komputer manapun didunia ini. Kelainan kecil pada otak akan mempengaruhi
aktifitas tubuh, karenanya kita harus selalu menjaga nutrisinya dan menjaga kesehatannya
dan mengembangkannya (Liza,2007).
Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari
segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang
1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil
(Cerebellum), dan batang otak (Khanifudin,2010).
Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh
homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.
Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran
motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan
neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melingungi neuron, sedangkan neuron
membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka
berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai
macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter . Neurotransmitter ini dikirimkan pada
celah yang di kenal sebagi sinapsis. Neurotransmiter paling mempengaruhi sikap, emosi, dan
perilaku seseorang yang ada antara lain Asetil kolin, dopamin, serotonin, epinefrin,
norepinefrin (Liza,2007).
Fungsi Dopamin sebagai neururotransmiter kerja cepat disekresikan oleh neuronneuron yang berasal dari substansia nigra, neuron-neuron ini terutama berakhir pada regio
striata ganglia basalis. Pengaruh dopamin biasanya sebagai inhibisi. Dopamin bersifat inhibisi
pada beberapa area tapi juga eksitasi pada beberapa area. Sistem norepinefrin yang bersifat
eksitasi menyebar ke setiap area otak, sementara serotonin dan dopamin terutama ke regio
ganglia basalis dan sistem serotonin ke struktur garis tengah (midline) (Euis,2008).
Serotonin disekresikan oleh nukleus yang berasal dari rafe medial batang otak dan
berproyeksi disebahagian besar daerah otak, khususnya yang menuju radiks dorsalis medula
spinalis dan menuju hipotalamus. Serotonin bekerja sebagai bahan penghambat jaras rasa

sakit dalam medula spinalis, dan kerjanya di daerah sistem syaraf yang lebih tinggi diduga
untuk membantu pengaturan kehendak seseorang, bahkan mungkin juga menyebabkan tidur
(Euis,2008).
Sistem respons fisiologik pada stress akut dan kronik, terdapat respon fight and flight
dimana berperan hormon epinefrin, norepinefrin dan dopamin, respon terhadap ancaman
meliputi penyesuaian perpaduan banyak proses kompleks dalam organ-organ vital seperti
otak, sistem kardiovaskular, otot, hati dan terlihat sedikit pada organ kulit,gastrointestinal dan
jaringan limfoid.
Sistem norepinefrn dan sistem serotonin normalnya menimbulkan dorongan bagi
sistem limbik untuk meningkatkan perasaan seseorang terhadap rasa nyaman, menciptakan
rasa bahagia, rasa puas, nafsu makan yang baik, dorongan seksual yang sesuai, dan
keseimbangan psikomotor, tapi bila terlalu banyak akan menyebabkan serangan mania. Yang
mendukung konsep ini adalah kenyataan bahwa pusat-pusat reward dan punishment di otak
pada hipotalamus dan daerah sekitarnya menerima sejumlah besar ujung-ujung saraf dari
sistem norepinefrin dan serotonin (Euis,2008).
B. Struktur Otak
Otak terletak di dalam tengkorak. Secara anatomis terdiri dari otak besar (cerebrum),
otak kecil (cerebellum), dan batang otak. Batang otak terletak di ujung atas medulla
spinalis dan terdiri dari medulla oblongata, pons, otak tengah, talamus, dan hipotalamus.
1. Brain Stem ( Batang Otak )
Batang otak berada di dalam tulang tengkorak atau
rongga kepala bagian dasar, muncul dari tulang
punggung. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar
manusia termasuk pernapasan, denyut jantung dan
insting lain seperti respons fight or flight saat
bahaya mengancam. Otak seperti ini dijumpai juga
pada hewan seperti kadal dan buaya sehingga
sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur perasaan teritorial
sebagai insting primitif. Contohnya anda akan merasa tidak nyaman, terancam dan
bahkan marah ketika seseorang terlalu dekat dengan anda.

2. Cerebellum ( Otak Kecil )


Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi
secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila
ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya
maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin
dilaksanakan.

Otak kecil ini juga menerima

informasi dari sumsum tulang belakang dan bagian


lain

dari

otak.

3. Cerebrum ( Otak Besar ) / Telencephalon


Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang
berkaitan

dengan

kepandaian

(intelegensi),

ingatan

(memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar


merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar
atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga
beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak
besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima
rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang
area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau
merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor
dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat
kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian
yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan
pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat
penglihatan terdapat di bagian belakang.
4. Medulla Spinalis
Medulla spinalis memanjang dalam columna intervertebralis (tulang belakang)
mulai dari leher sampai panggul bawah, panjangnya kira-kira 40-45 cm. Medulla spinalis
merupakan struktur penting dari SSP yang menerima sinyal sensorik dari semua bagian
tubuh (kecuali sebagian besar kepala) dan mengirimkan sinyal motorik ke otot rangka
volunter untuk gerakan tubuh, anggota gerak dan kepala, dan juga sinyal motorik
involunter ke otot polos organ viscera. Melalui fungsi sensorik dan motoriknya, medulla

spinalis melakukan komunikasi antara tubuh dan otak. Medulla spinalis juga bertindak
sebagai pusat integratif mandiri bagi refleks spinal yang bersifat involunter.
5. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas saraf yang bekerja somatik dan otonomik. Saraf tepi
menghubungkan SSP dengan reseptor sensorik dan efektor motorik (Euis,2008).
Saraf Kranialis (Nervus cranialis)
Serabut saraf tepi berhubungan dengan otak dan medulla spinalis. Saraf yang
langsung keluar dari otak disebut saraf cranialis atau saraf otak, dan jumlahnya ada
12 pasang:
o N. I (Nervus Olfactorius)
Merupakan saraf sensorik, berfungsi untuk menerima rangsang dari hidung dan
menghantarkannya ke otak untuk di proses sebagai sensasi bau.
o N.II (Nervus Opticus)
Merupakan saraf sensorik, berfungsi untuk Menerima rangsang dari rmata dan
menghantarkan ke otak untuk diproses sebagai persepsi visual.
o N.III (Nervus Occulomotorius)
Merupakan saraf motorik, berfungsi untuk mempersarafi otot-otot penggerak bola
mata : m. rektus superior/inferior/medialis, m. oblikus inferior, dan m.levator
palpebra
o N.IV (Nervus Trochlearis)
Berfungsi untuk mempersarafi otot penggerak bola mata : m. oblikus superior
o N.V (Nervus Trigeminus)
Merupakan saraf sensorik utama,walaupun memiliki komponen motorik.
Fungsi motorik : mempersarafi otot yang mengatupkan mulut
Fungsi sensorik : -mengurus sensibilitas wajah ( cabang maksilaris) mengurus
sensibilitas kornea ( cabang oftalmikus) mengurus sensibilitas rongga mulut
( cabang mandibularis)
o N.VI (Nervus Abducens)
Berfungsi untuk mempersarafi otot penggerak bola mata : m. rektus lateralis
o N.VII (Nervus Fasialis)
Merupakan saraf motorik utama yang mengurus otot-otot wajah, walaupun
memiliki komponen untuk sensorik.
Fungsi motorik : mengurus otot-otot wajah, mempersarafi glandula lakrimalis,
mempersarafi m. tensor timfani
Fungsi sensorik : mempersarafi 2/3 bagian lidah depan
o N. VIII (Nervus Statoacusticus)
Memiliki dua komponen, yaitu cochlearis untuk saraf pendengaran dan
vestibularis untuk saraf keseimbangan.
o N.IX (Nervus Glossopharingeus)

Komponen motorik berfungsi untuk mempersarafi otot yang menggerakan


stilofaringeus faring ke atas.
Komponen sensorik berfungsi untuk mengurus perasaan bagian belakang mulut,
palatum molle, faring, laring, dan epiglotis. Selain itu menghantarkan rasa kecap
1/3 lidah bagian belakang.
Komponen parasimpatis berfungsi merangsang sekresi kelenjar ludah dan
kelanjar parotis.
o N.X (Nervus Vagus)
Komponen motorik berfungsi untuk mempersarafi otot-otot faring dan otot-otot
yang menggerakan pita suara.
Komponen sensorik berfungsi mengurus perasaan bagian bawah faring.
Komponen parasimpatis mempersarafi sebagian besar organ-organ viscera seperti
paru-paru, jantung, ginjal, hepar, lien dan lain-lain.
o N.XI (Nervus Acessorius)
Merupakan saraf motorik yang mengurus

otot-otot

laring,

otot

sternokleidomastoideus untuk menggerakan kepala menoleh ke kiri atau kanan


dan otot travezius untuk mengangkat bahu.
o N.XII (Nervus Hipoglosus)
Merupakan saraf motorik yang mengurus otot-otot yang menggerakan lidah dan
bagian belakang musculus biventer yang berfungsi untuk membuka mulut.
Saraf Spinal
Saraf spinal adalah saraf yang keluar dari medulla spinalis dan merupakan persatuan
kelompok serabut dari dua akar spinal. Akar dorsal membawa serabut sensorik, akar
ventral membawa serabut motorik (Euis,2008).
Saraf spinal berjumlah 31pasang, terdiri dari:
o
o
o
o
o

8 pasang saraf cervical, mengurus daerah lengan, leher, dan bahu


12 pasang thoracal, menguruh badan
5 pasang lumbal, mengurus tungkai
5 pasang sacral, mengurus daerah pelvis dan sekitar pangkal paha
1 pasang coccigeal, mengurus daerah pelvis dan sekitar pangkal paha

Saraf Otonom
Fungsi utama dari sistem saraf otonom adalah untuk mengatur kerja organ-organ
viscera yang umumnya bersifat involunter. Sistem saraf otonom terdiri dari saraf simpatis
dan parasimpatis. Hipotalamus merupakan pusat kendali dari kedua sistem tersebut,
namun dapat juga diaktifkan oleh pusat-pusat yang terletak di medulla spinalis dan
batang otak.
6. Saraf simpatis
1. Saraf simpatis

Saraf simpatis keluar dari serabut saraf spinal daerah thoracal dan lumbal. Neuron
simpatis postganglionik dikendalikan oleh neuron simpatis preganglionik yang
dibungkus myelin, yang terletak pada cornu lateral medulla spinalis dan mengirimkan
axonnya ke ganglia simpatis. Neuron dari rantai simpatis dihubungkan oleh
interneuron. Ganglia simpatis lainnya terletak di viscera yang berhubungan dengan
nervus splanhnicus yang bersifat otonom. Ganglia simpatis ini mengurus organ target
seperti lambung dan medulla adrenal. Serabut saraf simpatis mengurus hampir semua
organ viscera dan pembuluh darahnya.
2. Saraf parasimpatis
Saraf parasimpatis berhubungan hanya dengan saraf cranial tertentu seperti N.III, V,
X, dan saraf spinal dari sacral. Saraf parasimpatis yang paling menonjol adalah nervus
vagus (N.X). Nervus vagus mengurus organ paru-paru, jantung, dan saluran cerna.
Serabut saraf parasimaptis bersifat preganglionik, badan selnya berada di nuclei
motorik batang otak atau medulla spinalis daerah sacral. Neuron postganglionik
pendek, keluar dari ganglia perifer di dekat organ target.

Daftar Pustaka
Liza. 2007. Otak,fungsi dan Keajaibannya. Program Pascasarjana. Sekolah Tinggi Agama
Islam Negeri: Cirebon
Heryati,Euis, dkk. 2008. Diktat Kuliah Psikologi FAAL. Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung
Williem,Johannes. 2010. Psikologi. Universitas Prima Indonesia. Medan
Khanifudin,Muhamad.2010. Organ Pada Sistem Saraf. Universitas Negeri Semarang:
Semarang