Anda di halaman 1dari 30

TUGAS PEREKAYASAAN PRODUK KIMIA

POLISTIRENA

Disusun Oleh :
Andi Setyawan (2012250
Arif Andriyanto (201225010)
Nico Agung Nugraha (2012250

UNIVERSITAS
JURUSAN
FAKULTAS
2013
TEKNIK
DIPONEGORO
TEKNIK
KIMIA

KATA
DAFTAR
PENGANTAR
ISI

HALAMAN
...........................................................................................
Puji syukur
JUDUL
dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha i
rahmat,
KATA
...........................................................................................
PENGANTAR
hidayat, karunia-Nya
sehingga
ii
Esa, atas.....
limpahan(kelompok 7)

dapatProses
menyelesaikan
..
DAFTAR
pembuatan
...........................................................................................
ISI Makalah
Industri
Kimia yang
iii
3.1.
.................
dengan
BAB
I PENDAHULUAN
baik.berjudul POLISTIRENA
Kes
1.1.Latar
1
impSedang proses studi pustaka dan penyusunan makalah
1.2.Rumusan
1
Bela pihak. Untuk itu diucapkan terima kasih
dariula
berbagai
ini, didapat bantuan
Masalah
kang
1.3.
Tujuan
................................................................................
1
kepada :
n
...
Sifat
1. Ir. Slamet Priyanto, MS selaku dosen Proses Industri
..............
........
...........................
......
Polis
BAB IITeknik
TINJAUAN
PUSTAKA
Kimia
Jurusan
Kimia Fakultas
Teknik
Universitas Diponegoro
..............
........
......telah
tire memberikan bimbingan dan pengarahan dalam2
2.1.Definisi
Semarang yang
..............
........
......na
..
Polistir
2.2.Sejarah
2
pembuatan makalah
ini.
..............
........
.............
ena.....
Polistirtua yang telah memberikan dorongan,
2.3.
3
2. Orang
..............
........
......ena
.......
...........
..... untuk
2.4.Kebutuhan
Polistirena
di
4
memadai
menyelesaikan
ini.
semangat,
fasilitas makalah
yang
..............
........
......Indonesia
.......
...........pihak
............
......................
2.5.Kapasitas
Pabrik
yang
Telah
5
3.Semua
yang
telah
membantu secara langsung
.....
........
......Manfaat
.......
...........
............
......................................
Ada ....................................
2.6.Peluang
Produk
6
maupundi tidak
langsung
selamaPolistirena
penyusunan
makalah ini.
........
..................
.......
Polistire
...........
..
.............................
Indonesia
.............................
2.7.Lokasi
Pendirian
Pabrik
7
........ penyusunan makalah ini, disadari masih banyak
Dalam
..................
.......
na .......
...........
.........................
2.8.
8
Polistirena
..................
sebab ........
itu saran dan kritik
yang membangun
dari
kekurangan.
Oleh
..................
.......
............
...........
....................................
2.9.Reaksi
Pembentukan
10
para
pembaca
sangat
........
berguna
bagi
perbaikan
dan akan
penyempurnaan
makalah
......
2.10.
2.12.
2.13.
.......
............
Produksi
Tinjauan
...........
............
........
Polistirena
...............
11
.....
ini.
......
Polistirena
Termodinamik
Kinetika.........
.......
............
.....
......
...........
.................................
2.11.
Flowsheet Produksi
16
......
......................
a ...................
.......
............
...................
Polistirena
......................
17
......
......................
.......
............
.......................................
20
......
......................
...........................................................................................
.......
............
......
BAB
DAFTAR
......
3.2.
III
.............
.......
Saran
PENUTUP
........
PUSTAKA
...................
Semarang,
....
16 September
Kelompok
2013
26
27
7ii
iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Polistirena pertama kali diperkenalkan oleh
dari saat yang hampir
Naugatuck Chemical
pada Ostromislensky
tahun
Company
1925. Pada
bersamaanI.C. Farbenindustrie
juga mengembangkan polistirena yang
berhasil dikomersialkan di Eropa. Pengembangan
polistirena jugaproduk
dikembangkan
Dow
olehChemical
danCompany
pertama
dan proses
kali dikomersialkan di Amerika Serikat pada tahun 1944.
Produk polistirena yang pertama kali diproduksi untuk
adalah homopolimer stirena
yang juga dikenal
dikomersialkan
polistirena
kristal.
Polistirena sebagai
kristal ini
juga General
dikenal
sebagai
Purpose Polystyrene
(GPP)
, yang lebih tahan panas daripada produk polimer
lainnya. Perkembanganthermoplastik
lebih lanjut dari polistirena
Expanable
ini
Polystyrene
). Produk
(EP
polistirena adalah
lain yang tak kalah pentingnya
adalah
polistirena dengan modifikasi
karet
High Impact
atau
Polystyrene
(HIP).
Produk HIP ini bersifat tidak tembus cahaya, lebih
dalam pembuatannya
dibandingkan
keras dan
lebih mudahdengan produk
lainnya.

polimer thermoplastik

Polystyrene
( IUPAC Poly (1-phenylethanedisingkat
1,2-diyl))
, berikut
ISO Standard
adalah PS
sebuah
,
aromatik polimer yang dibuat dari
aromatik monomer styrene, cairan hidrokarbon yang
secarabumi
komersial
diproduksi dari minyak
oleh di industri kimia.
satu
dari
banyak
digunakan
sebagian
besar
jenis
plastic
Polistirena
adalah
bahan
untuk
Karena
,Kegunaan
mainan
mengaji
pembuat
pelapis
penggunaan
anak-anak,
tentang
dari
pada
kontainer,
polistirena
kawat/kabel,
karakteristik,
polistirena
bagian
tempat
ini salah
cukup
baterai
dari
peralatan
sangat
cara
refrigerasi,
luas,
pembuatan,
dan
luas,
antara
rumah
maka
radio,
lain .

furniture
pasar
dari produk
tangga
kebutuhan,
sebagainya.
disusunlah
polistirena.
dari
untuk
televisi,
plastik,
dan
isolasi
makalah
( potensi
botol,
AC,
atau
ini U.S. Patent, 1983
)1.

1.2.Rumusan Masalah
1. Apa rumus molekul dan rumus bangun polistirena?
2. Bagaimana sifat fisika dan kimia polistirena?
3. Berapa kebutuhan polistirena di pasar?
4. Bagaimana peluang pasar polistirena?
5. Apa manfaat polistirena?
6. Bagaimana reaksi pembentukan polistirena?
7. Bagaimana proses produksi polistirena?
1.3.Tujuan Penulisan
1. Mengetahui karakteristik dari polistirena
2. Mengetahui cara pembuatan dan reaksi pembentukan
3. Mengetahui potensi pasar
dari polistirena
polistirena
4. Mengetahui kondisi operasi optimal dan konversi
polistirena

maksimal pembuatan

5. Mengetahui reaktor dan diagram alir pembentukan


BAB II
polistirena
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Definisi Polistirena
Polistirena
adalah sebuah polimer dengan monomer stirena,
hidrokarbon cair yang dibuatsebuah
secara komersial dari
merupakan
plastik
yang
kuatdan
murah,
yang
minyak
bumi.
Polimer
ini Secara
mencair
rantai
Polistirena
panjanghidrokarbon
padasuhu
biasanya
yang
bersifat
lebih
dengan
tinggi.
termoplastik
gugus
fenil
padat
yang
struktur,
pada
merupakan
salah
satu
polimer
golongan
vinil
(Storbl
2007).
atom karbon
berdekatan
(Storbl2007).
polistirena
suhu
dengan
ruang,
merupakan
setiap
dan
2

2.2.Sifat Polistirena
a. Rumus Molekul
Susunan kimiawi dari polistiren adalah hidrokarbon
dengan setiap karbonrantai
lain yang
terhubung ke kelompok
panjang
(nama
yang benzena , ketika
diberikan kepada fenil
cincin
aromatik

terikat untuk
substituen karbon kompleks).
Rumus kimia Polystyrene
(C
H)n8,
adalah
itu berisi unsur-unsur kimia
karbon dan hidrogen
b. Rumus Bangun

c. Sifat Fisik
Sifat Fisis Polistirena
Kepadatan

3
1,05 g / cm

Kepadatan EPS 16-640 kg / m


Konstanta dielektrik
Listrik konduktivitas (s) 10

2.4-2.7
-16 S

/m

Thermal konduktivitas (k) 0,08 W / (m K)


Youngs modulus
(E)3000-3600 Mpa
Kekuatan tarik46-60
Mpa
(t)
Perpanjangan putus 3-4%
NotchB
Suhu
Melting
Vicat
Koefisien
transisi
test
point
ekspansi
2-5
gelas
240
Kj / linear
m
95
C C
(a)

9010
8
C-5
[6]/ K
2

Panas spesifik
(c)1,3 Kj / (kg K )
Penyerapan air (ASTM) 0.03-0.1
http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/polistirena.html)
(
d. Sifat Kimia
Inert : tidak ber eaksi dengan kebanyakan substans
Larut dalam beberapa pelarut organic, terutama
aseton

yang mengandung

Perubahan ikatan rangkap karbon ke ikatan tunggal


kurangdengan
reaktif bara api berwarna
Sangat mudah terbakar
kuningmenghasilkan karbon
Pada oksidasi sempurna, hanya
uap air.

dioksida dan

Fleksibel dan mudah dibentuk padatan karena


kekuatan
Van der
Waal yang kuat, yang
ada antara
rantai hidrokarbon
yang panjang.
2.3.Kebutuhan Polistirena di Indonesia
Perkembangan akan kebutuhan polistirena di Indonesia
untuk beberapa
tahun mendatang, diperkirakan
akan mengalami
dilihat padapeningkatan.
tabel 1.4.1. Hal
Datainikebutuhan
monomer dan
dapat
berikut ini.

polimer di Indonesia

Tabel 1.4.1. Kebutuhan monomer dan polimer di


(1000
Ton/Thn)
No Produk Indonesia
2003 2004
2005
2006 2011* 2015*
1. Ethylene 1197 1314 1432 1561 2147 2609
2. Propylene 750 818 892 972 1337 1625
3. Poly
4.
5.
6.
7.
8.
VinylChlorideMonomer
Polyethylene
Polypropylene
Styrene
Polystyrene
Vinyl Monomer
Chloride
783
128
720861
375
792
141
220
348
947
413
871
155
242
376
1023
454
958
170
265
406
499
1378
1421
246
302
438
745
1703
1795
305
443
572
1024722
5814

(Ministry of Industry Republic of Indonesia, 2007)


Tingginya kebutuhan polistirena di Indonesia
berdampak
pada
jumlahtiap tahunnya.
impor polistirena
yang terus
meningkat
Tabel 1.4.2. Data Impor Polistirena di Indonesia
Tahun Kapasitas(Ton)
2002

6.182,44

2003

6.928,98

2004

7.393,503

2005

6.446,801

2006

5.532,667
(Sumber BPS Import tahun 2002-2006)

2.4.Kapasitas Pabrik yang Telah Ada


Dari produksi pabrik polistiren yang telah berdiri di
yaitu
PT
Polychem Lindo Inc,Indonesia
PT Pasific
Indomas
Plastik, dan
perusahaan ini mulai
berproduksi
pada tahun 1985
PT Royal
Chemical,
dengan
kapasitas
produksi
21.500 ton per
tahun.
PT Pacific
Indomas Plastic
Indonesia,
mulai beroperasi
pada tahun
1993 berlokasi
di Merak, memiliki kapasitas
per tahun.

produksi 30.000 ton


(www.businessenvironment.wordpress.com)

Tabel 1.5.1. Data Produksi Polistirena di Dunia


No Perusahaan Lokasi Kapasitas(Ton/th)
1.

American Polymer

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Chevron
USA
Dow Chemical
Huntsman
BASF
NOVA
BP
chemical
Chemical China
USA

USA

48.081
21.724
171.458
181.437
572.000
413.000
150.000

8.

Eni Chemical

China

126.000

9.

Taiwan Heqiao

China

448.000

http://etd.eprints.ums.ac.id/3456/1/D500040017.pdf
2.5.Peluang Produk Polistirena di Indonesia
Dari data permintaan salah satu industri pembuatan
masa
untuk ketiga produk sterofoam
merupakan
datalalu
yang akan
digunakan untuk
jumlah permintaan
pada meramalkan
masa yang akan datang.
permintaan
B-foam
diperoleh dariData
laporan
bulananan
hasil penjualan dari
sampai dengan Desember
2010. Untuk
bulan Januari
2010 lebih jelas
datanya
tabel di bawah
ini. dapat dilihat pada
Tabel 1.6.1. Data Permintaan B-foam Periode Januari
2010PT.
Desember
2010
Beton Elemenindo
Putra
No Periode

WEB

WES

WEP

(Balok) (Lembaran) (Pipa)


1 Januari 2010 527 19060 240
2 Februari 2010 318 24509 300
3 Maret 2010 388 23272 185
4 April 2010 321 27985 30
5 Mei 2010 367 25515 100
6 Juni 2010 432 30121 571
7 Juli 2010 382 34628 0
8 Agustus 2010 354 29628 15
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/532/jbptunikompp-gdl9 September 2010 244 32569 1132
10 Desember
11
12
Total4959
Oktober345275
November
2010
2010
rizkyrachm-26569574
2830
543
50929057
33286
35645200
237
6-babiv.pdf6

Dari data di atas menunjukan bahwa jumlah permintaan


sterofoam
setiap bulan semakin untuk
meningkat.
Hal tersebut
meramalkan
bahwa
kebutuhan
sterofoam
pada masa
yang
akan datang akan
menunjukansemakin
masih ada
peluang untuk
meningkat
dan mendirikan pabrik
polistirena.
2.6.Lokasi Pendirian Pabrik Polistirena
Pemilihan lokasi pabrik merupakan hal yang sangat
perancangan suatu pabrik,
kar ena
hal ini
penting
dalam
menyangkutbaik
kelangsungan
dan
keberhasilannya,
dari segi ekonomi
maupun segi
teknisnya.
Pabrik
polistirena ini direncanakan
akan
dibangun di daerah
pertimbangan-pertimbangan
Merak, Jawa Bar di
at bawah
denganini :
1. Bahan Baku.
Bahan baku Ethylbenzene tersedia di daerah Merak,
dekat dengan sumber
bahan
sehingga
jarakbaku
yangakan menekan
biaya transportasi dan
memudahkan penyediaannya.
2. Pasar
Pabrik yang mempergunakan styrene sebagai bahan
pusat pasar jaraknya
cukup
dekat
dengan Merak. Hal ini
baku dan
Jakarta
sebagai
akan memudahkan
dalam pemasaran produk
styrene maupun polistirena.
3. Utilitas
Air sebagai salah satu kebutuhan proses tersedia dalam
memadai
di daerah Merakjumlah
yang yang
cukup
dekat dengan pantai.
Juga kebutuhan
energi
listrik tersedia dengan
cukup dengan
dibangunnya PLTU
ini
akan menunjang
kelancaran
di
Jawa
Barat.
Hal untuk
Tersedianya
melancarkan
jalan
pemasaran
tol
Jakarta
produk
operasional
baik
Merak
danpabrik
pasar
pelabuhan
dalam
sehari-hari.
4. orientasi
Transportasi
ekspor. negeri
Tanjung
maupun
Priok untuk
akan
7

5. Tenaga Kerja
Kebutuhan tenaga kerja baik tenaga maupun pekerja
biasa
akan
terpenuhi
dengan banyaknya
tenaga
kerja
di sekitar Merak
6. Proses Produksi
maupun kota Jakarta.
Dalam proses produksi polistirena terjadi kehilangan
berat
bahan,
karena kehilangan
berat
relatiftetapi
kecil maka Merak
dekat menguntungkan
pasar dan
sumber bahanyang
baku tetap
secara
7. Limbah dan Pengembangan
Pabrik
ekonomis.
Letak pabrik yang tidak berada di kota besar akan
memudahkan
pengolahan limbahnya
maupundalam
dalam usaha
dalam penyediaan
lokasi.
perluasan tanah
pabrik
khususnya
8. Pemerintah
Kebijakan pemerintah untuk menjadikan Merak, dan
kawasan industri akan
memudahkan
sekitarnya
sebagaidalam hal perijinan
pabrik.

dan pengembangan

2.7.Manfaat Polistirena
Polystyrene merupakan senyawa berbentuk Kristal
bening
mempunyai sifat elektris
yangyang
baik, derajat
kekerasan
yang tinggi,
terhadap
panas, mudah
dalam tahan
pewarnaan,
toxity.permukaan yang halus dan low
Karena sifat-sifat seperti di atas maka polystyrene
sebagai:

banyak digunakan

a. Sebagai bungkus makanan

b. Sebagai bahan isolator

c. Sebagai furniture

d. Sebagai bahan pengepakan

e. Peralatan rumah tangga, dll


2.8.Reaksi Pembentukan Polistirena

1. Tahap Inisiasi
Proses inisiasi adalah proses pembentukan radikal
bebasReaksi
dari inisiasi dipicu oleh
inisiator. (Billmayer, 1970).
0
yang ketika dipanaskan
akanpada
terpecah
suhu
menjadi
90
radikal
Benzoyl
peroxide

carboxyl yang seger a ter dekomposisi menjadi radikal


phenyl

Sebuah Radikal Phenyl akan masuk pada Styrene


membentuk radikal Benzylic.
Reaksi ini memulai
yang akan
polimer

pertumbuhan rantai

2. Tahap Propagansi
Proses propagasi adalah proses pertumbuhan
akibat dari penggabungan
ke
polimer monomer-monomer
sebagai
aktif (Billmayer, dalam
1970).rantai radikal
3. Tahap Terminasi

10

Proses

propagasi dilanjutkan dengan proses

terminasi yang
merupakan proses penghentian
propagasi (Billmayer,
1970).
Rantai ini akan terus
memanjang dengan adisi
puluhan ribu unit styrene.
ratusanReaksi
hinggaberantai iniakan
monomer habis.

berhenti ketika

2.9.Produksi Polistirena
1. Polimerisasi bulk (larutan)
Dalam industri umunya, polimerisasi
(larutan)
bulk disebut
polimerisasi massa. Sebagian besar polistirena yang
sekarang
ini menggunakandiproduksi
proses ini.
Pada proses ini
menggunakan
sejumlah stirena itu sendiri
solvent
yang biasanya
adalah monomer
Benzena. Ada 2 jenis polimerisasi
dan bulk
Etil, yaitu :
Polimerisasi
bulk batch
Beberapa produsen polistirena masih menggunakan
ini, dimana proses ini proses
terdiri dari unit polimerisasi
yang
didalamnya terdapat tangki
polimerisasi berpengaduk
dengan
konversi di atas 80%.
Larutan polimer kemudian
bagian finishing untukdipompa
devolatilisasi
ataupun proses
ke
akhir dan
grinding
.polimerisasi
(U.S. Patent, 1983
)
Polimerisasi
bulk continuous
Proses ini merupakan proses pembuatan polistirena
yang
paling
banyak
digunakan.
Ada
beberapa
jenis
desain
yang
tinggi).
proses
menggunakan
beberapa
(CSTR).
didesain
Reaktor
ini terdiri
CSTR
diantaranya
untuk
proses
ini ini
dari
didesain
menangani
biasanya
ini,
satu
sudah
konversi
untuk
atau
diikuti
mendapatkan
memindahkan
lebih
larutan
monomer
oleh
reaktor
yang
satu
stirena
lisensi.
tangki
kental
panas
atau
dimana
langsung melalui koil berpengaduk
maupun
Secara
baik
(viskositas
lebih
menjadi
secara
reaktor
umum
pendingin uap. Dengan
11

polistirena dapat mencapai lebih dari 85% berat.


Polimerisasiyang terus menerus.
diikuti terjadinya devolatilisasi

ini dapat terjadiDevolatilisasi


melalui
preheating
vacuumdan
flash chambers,
devoitizing
atau peralatan
extruders
yang sesuai. Tingkat volatilitas
dari 500 ppm stirena atau kurang dapat tercapai
dengan
peralatan
khusus, meskipun
polistirena
yang umum

dikomersialkan
mempunyai tingkat
volatilitas sekitar 2000 ppm
U.S..(
Patent, 1983
)

stirena

2. Polimerisasi Suspensi
Polimerisasi suspensi adalah
yang
sistem
batch
sangat popular
untuk tahapan khusus pembuatan polistirena. Proses ini
dapat
digunakan
untuk memproduksi
kristal
maupun HIP. Untuk
memperoduksi
HIP, bulk
stirena dan larutan
karet diolah
dengan
polymerized
melalui fase
inverse
. Kemudian disuspensikan ke dalam air untuk
mendapatkan
suspense
air dan minyak dengan
menggunakan sabun atau zat
pesuspensi.
Kemudian ini
butiran
dipolimerisasi
suspense
lagi sampai selesai dengan
menggunakan inisiator dan pemanasan bertahap.
dan
sebagai
media
heat perpindahan
sinkFase air digunakan
panas terhadap jaket yang
dikontrol suhunya.
3. Polimerisasi Emulsi
Polimerisasi emulsi biasanya digunakan pada proses
kopolimerisasi stirena dengan monomer atau polimer
Prosesyang
ini jarang digunakan
merupakan metodelain.
komersial
polistirena
kristal
ataukecil
HIP. dan
Proses
ini
untuk
memproduksi
digunakan
partikel yang
dalam
sangat
polimerisasi
emulsi
aktalis
ini mempunyai
dalam
untuk ukuran
persamaan
dengan
proses
polimerisasi
kecuali
suspense
bahwa
butiran
monomer
yang
Jenis
digunakan
reaksi.(Meyer,1984).
Produksi
dengan
mempercepat
sebagai
Kelebihan
agen
carrier
mikroskopis.
pengemulsi
Kekurangan
kecepatan
Airuntuk
memberikan
12

1. Polimerisasi bulk
-bulk batch

Prosesnya mudah.
Sangat eksotermis.
Kemurnian Produk.
Waktu pengerjaan
lama.

Alat-alat sederhana.
Produk yang dihasilkan
lebih seragam.

Kemurnian produkMembutuhkan
tinggi.
-bulk continous

pengadukan
dan
Pengontrolan suhu
lebih
recycle.
alat

mudah.
2. Polimerisasi
Suspensi

Tidak ada kesulitan


Dimungkinkan
dengan panas
polimerisasi.

adanya
kontaminasi dari

air dengan agen


Ketel untuk proses
penstabil.
polimerisasi sederhana.
Volatilitas dapat
dikurangi sampai pada
tingkat yang rendah
dengan pemilihan katalis
dan suhu yang tepat.
3. Polimerisasi
Emulsi

Prosesnya cepat dan


Dimungkinkan
tidak
ada kesulitan dengan terjadinya
panas polimeriasi. kontaminasi
polimer dengan air
Beberapa proses
polimerisasi yang tidakdan agen
mungkin
dengan
Dapat
polimeriasi
diterapkan
teknik
mudah
proses
dilakukan
secara
pembentukan
lain
ini.
dilakukan
Berat
polimer
untuk
cepat
untuk
tapi
pengemulsi.
molekul
dengan
proses
tinggi
yang
13

kontinyu. menggunakan
injeksi.
Berdasarkan hasil pengamatan kelebihan dan
pembuatan
High Impact
diatas,
Polystyrene
maka padaproses
pra r ancangan pembuatan
kekurangan
High Impact Polystyrene
ini digunakan proses
bulk continuous
.
Proses pembuatanHigh Impact Polystyrene
secara berkelanjutan
dilakukan dengan beberapa tahap proses, yaitu :
1. Tahap penyiapan bahan baku
a. Stirena
Stirena monomer sebagai bahan baku utama
bentuk cair dalamdisimpan
tangki penyimpan
(T-01) pada
dalam
suhu 30Oc
dan mixer 1 (M-01)
tekanan 1 atm, dialirkan
ke dalam
dengan
dengan
arus
menggunakan
recycleuntuk dicampur
pompa sentrifugal P-01 dan
selanjutnya dialirkan ke mixer 2 (M-02) yang sebelumnya
dipanaskan
terlebih dahulu oleh
pemanas HE-01.
b. Etil Benzena
Etil Benzena sebagai pelarut disimpan dalam bentuk
tangki penyimpan (T-02)
pada
suhu 30Oc dan tekanan 1
cair
dalam
atm, dialirkan
1(M-01)
ke mixer
dengan menggunakan
pompa sentrifugal P-02
dan
selanjutnya bersama stirena
dan
recycle
arus dialirkan mixer
ke
2 (M02) yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu oleh
pemanas HE-01.
c. Cis 1-4 polibutadiena
Cis 1-4 polibutadiena yang disimpan dalam bentuk
gudang
(G-01)
pada
suhu
30Oc
dan
atm,
diangkut
padat
dalam
sedangkan
untuk
polibutadiena
02) yang
direduksi
dilengkapi
yang
yang
melebihi
ukurannya
tidak
dengan
ukuran
memenuhi
dari
pengaduk,
akan
2,5 1
syarat
cm
menjadi
polibutadiena
menjadi
dan
limbah.
yang
10

dengan
menggunakan
bucket
elevator
BE-01
Hammer
HM-01
mill
dipisahkan
dikirim
SC-01.
ke mixer
di
screner
Polibutadiena
2melebihi
dicampur
m,
Di
(M-02)
mixer
kemudian
dengan
2
ukuran
dengan
yang
(M- menuju
menggunakan
memenuhi
belt
conveyor
BC-01,
syarat
14

bahan baku lainnya. Supaya polibutadiena terlarut


sempurna, pada
maka suhu 105Oc dan
mixer 2 (M-02) dioperasikan
tekanan
1 atm
dengan waktu tinggal
4,5 jam.
US
Patent
( ,1983)
2. Tahap reaksi
Campuran stirena monomer, Etil Benzena,
Polibutadiena
dan
inisiator Benzoil Peroksida
dimasukkan
ke dalam
berupa tangki berpengaduk.
reaktor (R-01)Reaksi
yangyang terjadi adalah
reaksi
eksotermis
sehingga diperlukan
pendingin
dengan menggunakan
o
jaket pendingin.
Sebagai pendingin digunakan
air yang masuk
C dan
padakeluar
suhu

pada
C. Kondisi
suhu o45
operasi dalam30reaktor dipertahankan pada
suhu 7,6 jam untuk mencapai
137
Co dan tekanan 1 atm selama
konversi sebesar
85% (US Patent,1976).
3. Tahap akhir
Produk yang keluar dari reaktor berbentuk
dengan
slurry

menggunakan pompa sentrifugal P-05 dialirkan


devolatilizer
yang
ke
o 150 vacuum 0,5 atm untuk
dioperasikan C
pada
dansuhu
tekanan

memisahkan sisa pereaktan High


dengan
Impact
produk
Polystyrene
berdasarkan titik didihnya. Sisa pereaktan yang berupa
Etil Benzena dikondensasikan
di kondensor (C-01) dan
Stirena monomer,
hasil kondensasi
direcyclekembali sebagai
bahan baku.
Produk High Impact
yang
Polystyrene
telah terpisah dari sisa
o C150
pereaktan
dengan
suhu
didinginkan
terlebihukuran
dahulu
cooler
(C-02)
di
HIP
(SC-02)
akan dimasukkan
untuk
mendapatkan
ke
dalam
keseragaman
unit pengantongan
pada
dan
o C.
sampai
suhu
30menjadi
Kemudian
dimasukkan
Rotary
keteruskan
(RD)
Dryer
untuk
2.10.dikeringkan
strand dipotong
screner
Flowsheet
dengan
gudang
,efisiensi
kemudian
selanjutnya
bentuk
pellet
(G03).
72%.
HIP akan
Selanjutnya
di
pellet
dalam
(PM)
mill
ke
15

a. GPPS Flowsheet

b. EPS Flowsheet

c. HIPS Flowsheet

2.12. Tinjauan Termodinamika

16

Untuk menentukan sifat reaksi apakah berjalan secara


eksotermis
atau endotermis, maka
perlu pembuktian dengan
menggunakan
panas
pembentukan standar
( Hf) pada
tekanan 1 atm dan
reaktan dan produk.
suhu 298,15 K dari
C6 H5 CH2 CH3 C6Fe2O3
H5 CHCH2 +H2
EtilBenzen -69.87 Stirena
H f reaksi = H f produk - H
reaktor
f
H

C 6 H5 CHCH2

f H2

f 6

= -69.87 kJ/mol

= 0 kJ/mol

C H5 CH2 CH3 = -12.5 kJ/mol

H f reaksi = H f produk - H
f reaktor
= (-69.87+0) (-12.5)
H

reaksi = -57.37 kJ/mol

Dari perhitungan
reaksi di atas,
fHmaka dapat disimpulkan bahwa
reaksi pembentukan stirena bersifat eksotermis.
Reaksi bersifat dapat balik (reversibel) atau searah
dapat
ditentukan secara(irreversibel)
termodinamika,
yaitu berdasarkan
=

persamaanVant Hof
(2.1)

Dengan,
= -RT ln K
(2.2)
Jika
diasumsikan
H merupakan
konstan
perubahan
terhadapenthalpy
suhu, maka
standar (panas
Sehingga,
(2.3)
diintegralkan
ln
data
=data
- (energi
persamaan
- menjadi
)=Gibbs
reaksi)
(2.4)
:(2.3)
(Gibbs
dan
dapat
heat
dapatof formation)
17

G f C6 H5 CHCH2 = -67.4 kJ/mol


G f H2

=0 kJ/mol

G f C6 H5 CH2 CH3

= 130.7 kJ/mol

= G 298produk - G 298reaktan

Reaksi

G f total

=(-67.4+0) (130.7)

= -198.1 kJ/mol
Konstanta kesetimbangan reaksi standart pada suhu
dengan:
K

exp

exp

298,15 K dapat dihitung,


G
RT
198.1kJ

8.314kJ

molo K

exp0.0799

1.0832

mol
298,15o K

Harga K yang sangat besar menunjukkan


menunjukkan
bahwa
reaksi
pembentukan
polistirena
bersifat
searah (irreversibel).
Berikut ini grafik hubungan suhu vs % konversi yang
tinjauan termodinamika:
diperoleh dalam
Grafik keseimbangan konversi pada tinjauan
didapat
dari persamaanthermodinamika
berikut :

(Reff : Levenspiel, 1999)


18

Contoh Perhitungan Tinjauan Termodinamika :


Rumus G = -RT ln K
lnK=
x=

1. ln K =
K = 1.1265
x=
= 0.53
2. ln K=
K = 1.0827
x =
= 0.52
3. ln K=
K = 1.0613
x=
= 0.515
Grafik II.1. Grafik Hubungan Suhu dan % Konversi
(Termodinamika)
Suhu %konversi
200 53
300 51
400
500
600
52
51.5
51.2

19

700 50.8
800 50.7
900 50.6

53.5
53
52.5
52
51.5

Tinjauan
Thermodinamika

51
50.5
50
49.5
49
200 300 400 500 600 700 800 900

Suhu K

Grafik II.1. Grafik Hubungan Suhu dan % Konversi


(Termodinamika)
2.13. Tinjauan Kinetika
Tinjauan Kinetika Reaksi
Secara
Persamaan
kecepatan
umum
reaksi
kecepatan
derajat
(k), orde
kelangsungan
reaksi
reaksi
pembentukan
dan reaksi
konsentrasi
ditentukan
polistirena
berikut
Pada
kc
= konstanta
T=
: 137Ckecepatan
oleh
adalah
reaktan.
(ref.
konstanta
reaksi
Westerterp)
sebagai

20

kb = konstanta Boltzman = 2,04666 kal/mol


h = konstanta Planck = 9,8204391 x kal.s /gmol
K = probabilitas reaksi, asumsi =1
G = ener gi bebas Gibbs = -42750 kkal/mol
k = 3,126 x 10
10m3 /kgmol.detik
untuk reaksi yang bersifat eksotermis, maka
kenaikan suhu
menaikkan kecepatan
reaksi.akan
Dari segi
termodinamika,
temperatur
tertinggi
yang dipilih mempertimbangkan
yang terjadi.
pembentukan produk kristal
Dengan menggunakan persamaan Arhenius :

Dimana :
k = konstanta kecepatan reaksi
A = factor frekuensi gas ideal
R = konstanta gas ideal
T = suhu absolute
Dalam hubungan ini:
= 6189.9
T = 410K
k = konstanta kecepatan reaksi (lt/kmol dt)
dilakukan
Dari persamaan
usaha-usaha
di atas,
untuk
maka
memperbesar
untuk mempercepat
harga
k,
-4 dt
k pada temperature operasi 410K adalah sebesar
lt/kmol
9.3.10
memperbesar hargayaitu
A dan
reaksi
dengan
T, serta
perlu
jalan
memperkecil harga 21
E.

Reaksi pembentukan polistirena adalah reaksi reversibel


orde satu,untuk mencari konversi
jadi persamaan yang digunakan
adalah:

(Reff: Levenspiel, 1999)


Contoh Perhitungan Grafik Tinjauan Kinetika :
Dari rumus
k=A
-ln(1-X
t = 27360 detik

)=kt

-6189/200
1. k = 0.122444
e

k = 4.433 x-15
10
-ln(1-X
(1-X
X

)=kt

)=0.999

= 1.213 x -10
10

-6189/300
2. k = 0.122444
e
-10
k = 1.34 x 10

-ln(1-X A )=kt
(1-X
X

)=0.999963

= 3.67 x -6
10

-6189/400
3. k = 0.122444
e

k = 2.329 x-810
Berikut-ln(1-X
ini grafik hubungan
suhu vs % konversi yang
A )=kt
)=0.99936
Tabel(1-X
dalam
XII.2.
tinjauan
6.37
kinetika:
x -4
10Suhu
Suhu
diperoleh
%Konversi
dan % Konversi (Kinetika) 22
AHubungan
A=

200 0.00000001213
300 0.000367
400 0.0637
500 1.398
600 10.5
700 38.35
800 76.8
900 96.8

Grafik Hubungan Suhu Vs %


%

120

Konversi

100
K
o

80

n
v

60
Tinjauan Kinetika

e
r
s

40

20

i
0
200 300 400 500 600 700 800 900

Suhu K

Grafik
BilaII.2.
suhu
Grafik
dinaikkan
Hubungan
maka
Suhu
kecepatan
dan % Konversi
reaksi akan
Faktor
1.
2.
Suhu
Katalis
Akibatnya
yang mempengaruhi
reaksi(Kinetika)
akan
meningkat.
berjalan
kecepatan
dengan
reaksi
cepat.
:

23

Katalis dapat menurunkan energy aktivasi (E). Dengan


berkurangnya
energy aktivasi maka
harga K akan naik sehingga
laju kecepatan
reaksi akan bertambah
cepat pula.
Tjukup Marnoto dan Endang Sulistyowati
Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan
Teknik
Kimia,
Teknologi
Industri, UPN Veteran
Sumber
DayaFak
Alam
Indonesia
Yogyakarta.
Grafik Konversi VS Suhu
untuk Kondisi Optimum
Pada saat komposisi keseimbangan, perubahan
terhadaptemperatur pada konversi
suatu reaksi dapat ditinjau
secara
dua aspek, yaitu
melalui tinjauan
thermodinamika
dan tinjauan kinetika.
temperatur dan konversi
dalam
reaksi pembentukan
Hubungan
antara
polistirena
dalam ditunjukkan pada
tinjauan thermodinamika
dan kinetika
data berikut :

Grafik Hubungan Suhu Vs %


100

Konversi

90
80
70

Tinjauan Kinetika

60
50

Tinjauan
Thermodinamika

40
30
20
10

dan
Grafik
kinetika
Dari
II.3.
hasil
diperoleh
Grafik
perhitungan
Hubungan
titik suhu
yang
Suhu
optimum,
ditinjau
dandari
yaitu
% tinjauan
Konversi
pada
0
200 300
400thermodinamika
500
600
700 800 900
Optimum)
suhu
720
(Kondisi
K dengan

24

konversi 50.78%. sedangkan produksi polistiren pada


suhu yang
dibutuhkan hanyapabrik
410 K dengan
konversi 85%.
Penyimpangan terjadi karena proses produksi hanya
waktu 1 jam. Seharusnya
produksi polistirena
membutuhkan
membutuhkan
waktu
yang mengingat agar
maksimal agar
terjadi reaksi
sempurna,
cepat
produk polistirena
danmendapatkan
segera dipasarkan. Apabila
menunggu
sampai waktu yang
waktu maksimum,
maka dibutuhkan
reaksi pembentukan
polistirena
merupakan
eksotermis
sangat lama.
Selain
itu,
yang menghasilkan
panas. Reaksi ini terjadi
pada suhu 410 K. Apabila reaksi
terjadi
pada
suhu berbahaya dan
yang sangat tinggi
maka,
sangat
kurang maksimal.
produk yang dihasilkan
Untuk meningkatkan konversi bisa diatasi dengan
menggunakan
katalis
. Katalis
FeO
akan mengurangi energi aktivasi dan
2 3 ini
meningkatkan kecepatan reaksi pembentukan
polistirena.
http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/polistirena.html

25

BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Polystyrene adalah sebuah aromatik polimer yang
dari hidrokarbon yang
aromatik monomer styrdibuat
ene, cairan
secara
komersial
diproduksi dari minyak
bumi
oleh di industri kimia.
Polystyrene merupakan senyawa berbentuk Kristal
mempunyai sifat elektris
yangyang
baik, derajat
bening
yang tinggi,
tahan
terhadapkekerasan
panas, mudah
dalam pewarnaan,
permukaan
yang halus dan low

toxity.

Polystyrene dibuat melalui beberapa tahapan reaksi,


yaitu tahapan
inisiasi, tahapan propagasi,
dan tahapan terminasi.
contoh proses
produksinya Sedangkan
adalah bulk-batch,
bulk-continuous,
polimerisasipolimerisasi
eemulsi. suspensi, dan
Berdasarkan analisa data yang telah diperoleh, maka
disimpulkan
bahwa potensi pasar dari
produk polistrena di Indonesia
masih produk
luas karena
setiap tahun permintaan
polistirena semakin
3.2.Saran

meningkat.

a. Saran Untuk Produsen


Pendirian pabrik polistirena semakin cepat semakin baik,
ke
kebutuhan dalam negerikarena
akan polystirena
semakin tahun
tinggi

semakin

b. Saran Untuk Konsumen


Hindari
pengunaan
polistirena
berlebih
karena
dapat
Hindari
Diharapkan
yang
suhu
penggunaan
lebih
tinggi
ditemukannya
ramah
karena
polistirena
lingkungan
dapat
bahan
sebagai
terjadi
dan
baku
lebih
kontaminasi
tempat
pengganti
mudah
makanan
terurai
untuk
pada
mencemari
lingkungan
c. Saran
polistirena.
Untuk bidang IPTEK
sterofoam
makanan
dengan
oleh
alam.
oleh

26

DAFTAR PUSTAKA
Levenspiel, O. 1957. Chemical Reaction Engineering.
Hill Book Co.New York: Mc Graw
Perry, R.H. and Green, D.W., 1997, Perrys Chemical
Engineers
7th New York.
ed., Mc.
Graw-Hill Handbook,
Book Company,
Smith,J.M., H.C.Van Ness., M.M.Abbott. 2001.
Engineering
Thermodynamics
Introduction
to Chemical sixth ed. Singapore : Mc
Graw Hill Book
http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/polistirena.html
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/532/jbptunikompp-gdlbabiv.pdf

rizkyrachm-26569-6

http://serbamurni.blogspot.com/2012/02/contoh-laporanstirred.html

cstr-continuous-

selvyfransisca.files.wordpress.com/2011/07/makalahasam-asetat.docx
Wikipedia.com/polystyrene.html

27