Anda di halaman 1dari 28

LIPIDA

Oleh:
1. Arif Novan
KA 2012/12030234001
2. Aulia Cita Siswanti KA2012/12030234222
3. Ruwanti Dewi C. N. KB2012/12030234216

KLASIFIKASI LIPID
Berdasarkan struktur:
1. Lipid sederhana (Lemak, Minyak, Lilin)
2. Lipid kompleks (fosfolipid, spingolipid, glikolipid, liporotein)
3. Prekursor (asam lemak) dan derivat lipid (hormon, vitamin larut lemak)

LIPID SEDERHANA
Lipid sederhana merupakan ester asam lemak dengan berbagai alkohol.
Lipid sederhana bisa mengalami saponifikasi karena mengandung gliserol.
Lipid sederhana diantaranya:
1. Lemak (triasilgliserol atau trigliserida)
2. Lilin (waxes)

LEMAK
Lemak merupakan ester asam lemak dengan gliserol; trigliserida.
Triasilgliserol merupakan ester dari alkohol gliserol dengan 3 molekul
asam lemak.
O
CH2

(CH2)5CH CH(CH2)7CH3

Asam Lemak

CH(CH2)7CH3

GLISEROL Asam Lemak

O
CH

CH2

C (CH2)5CH
O
C

(CH2)5CH CH(CH2)7CH3

Triasilgliserol (Trigliserida)

Asam Lemak

Jenis triasilgliserol: triasilgliserol sederhana dan triasilgliserol campuran.


Triasilgliserol sederhana merupakan senyawa yang mengandung 1 jenis asam lemak
pada ketiga posisi.
Contoh:
Tristeroilgliserol: mengandung asam stearat. Sering disebut tristearin.
Tripalmitoilgliserol: mengandung asam palmitat. Sering disebut tripalmitin.
Trioleilgliserol: mengandung asam oleat. Sering disebut dengan triolein.
Triasilgliserol campuran merupakan triasilgliserol yang mengandung dua atau lebih
asam lemak yang berbeda. Kebanyakan berasal dari lemak alami.
Contoh:
Olive Oil
Mentega
Lemak sapi

Triasilgliserol yang mengandung 3 asam lemak tidak jenuh contohnya


adalah triolein, yang merupakan komponen utama dari olive oil (bersifat
cairan)
Mentega merupakan suatu campuran triasilgliserol, beberapa mempunyai
asam lemak dengan rantai relatif pendek, sehingga titik lelehnya kecil.
Oleh karena itu mentega bersifat lunak pada suhu kamar.

Mentega: padat pada suhu kamar .


Dibuat dari lebih banyak asam lemak jenuh (triasilgliserol jenuh).

Minyak: cair pada suhu kamar.


Dibuat dari lebih banyak asam lemak tak jenuh (triasilgliserol tak jenuh).

Lilin (waxes)
Lilin (waxes) merupakan est ester asam lemak berantai panjang yang jenuh
dan tidak jenuh (14-36 atom C) dengan alkohol berantai panjang (16-22
atom C).
Diperoleh dari lebah madu, bagian kepala ikan paus/lumba-lumba.
Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam lemak.
Lilin pada tumbuhan berfungsi sebagai pelindung terhadap air.
Lilin pada hewan sebagai penahan air (bagi domba, burung, serangga).

asam lemak

rantai panjang alkohol

LIPID KOMPLEKS
Lipid kompleks merupakan ester asam lemak yang mengandung gugus lain
disamping alkohol dan asam lemak.
Tidak bisa mengalami saponifikasi karena tidak mengandung gliserol.
Lipid kompleks diantaranya:
1. Fosfolipid
2. Spingolipid
3. Lipoprotein

FOSFOLIPID

Definisi: lipid yang mengandung gugus ester fosfat, bersifat polar tinggi sehingga
sering disebut lipid polar. Fosfolipid bersifat amfipatik, yaitu memiliki daerah
hidrofobik dan daerah hidrofilik. Fosfolipid merupakan bahan penyusun membran sel.
Sumber: Ada pada semua sel (tumbuhan dan hewan), susu dan kuning telur dalam
bentuk lesitin.
Klasifikasi:
1. Gliserofosfolipid
2. Spingofosfolipid
Struktur: terdiri dari:
1. Asam lemak (asam lemak jenuh ataupun tak jenuh).
2. Basa Nitrogen (kolin, serin, treonin, etanolamin).
3. Asam fosfat.
4. Alkohol (gliserol, inositol atau sphingosin).

GLISEROFOSFOLIPID

Definisi: Gliserofosfolipid disebut juga fosfatidat dan merupakan derivat asam


fosfatidat.

Sumber: terdapat dalam sel tumbuhan (kedelai), hewan dan manusia (telur, otak, hati,
ginjal, pankreas, paru-paru, jantung).

Struktur:

SPINGOLIPID

Definisi: fosfolipid yang memiliki ikatan amida antara asam lemak dengan spingosin
dan memiliki alkohol dengan jumlah atom C18.
Spingosin adalah senyawa induk dari sejumlah alkohol amino berantai panjang yang
ditemukan pada berbagai spingolipid.
Pada spingolipid gugus polar kepala terikat pada gugus hidroksil spingosin, dan
komponen asam lemak nya membentuk suatu ikatan amida dengan gugus amino.
Jenis:
1. Spingomielin
2. Serebrosida
3. Gangliosida

Spingomielin mengandung fosfokolin atau fosfoetanolamin sebagai


golongan polar pada bagian kepalanya dan mengandung fosfat. Terdapat
dalam hampir semua membran sel hewan, yitu pada selubung mielin.
Serebrosida tidak mengandung fosfat dan tidak memiliki muatan listrik
karena gugus polar kepalanya netral. Serebrosida sering disebut
glikospingilipid.
Gangliosida merupakan spingolipid yang paling kompleks, bagian kepala
amat besar dan polar, terbuat dari beberapa unit gula. Satu atau lebih unit
gula terminal pada gangliosida adalah asam N-asetilneuraminat.

LIPOPROTEIN

Lipoprotein merupakan senyawa kompleks yang tersusun dari molekul


lipid (kolesterol, trigliserida, fosfolipid) dan molekul protein (apoprotein)
membentuk molekul lipoprotein ini terjadi dalam epitel usus halus (sel
mukosa).

Triasilgliserol

VLDL: Very Low Density Lipoprotein

Trigliserida dan Kolesterol

LDL: Low Density Lipoprotein (Kolesterol jahat)

Kolesterol

HDL: High Density Lipoprotein (Kolesterol baik)

Kolesterol

Recommended levels are: HDL > 40 mg/dL, LDL < 100 mg/dL, total serum cholesterol < 200 mg/dL.

Siklomikron

Trigliserida dan Kolesterol

GLIKOLIPID
Glikolipid berisi karbohidrat
Salah satunya adalah Serebrosida
- Terdapat pada otak

OH

CH 2 OH
O O
OH
HO

HN
OH

Glukoserebrosida

PREKURSOR DAN DERIVAT LIPID


Prekursor lipid merupakan asam lemak.
Derivat lipid: zat yang diturunkan dari hasil hidrolisis golongan-golongan
lipid. Derivat lipid meliputi : steroid, prostaglandin, terpen, hormon,
vitamin larut lemak.

ASAM LEMAK (fatty acid)


Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang mempunyai atom
C dari 4-24.
Memiliki rumus umum R-(CH2)n-COOH dengan n, jumlah atom karbon
(2-34).
Memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon non polar yang
panjang. Ekor hidrokarbon panjang yang mengandung ikatan tunggal
bersifat jenuh, sedangkan ekor hidrokarbon yang mengandung ikatan
tunggal bersifat tak jenuh.
Pada asam lemak yang mengandung dua atau lebih ikatan ganda, ikatan
ganda tersebut tidak pernah terkonyugasi (-CH=CH-CH=CH-), tetapi
terpisah oleh gugus metilen.
Ada 2 jenis asam lemak:
1. Asam lemak jenuh ( tidak ada ikatan rangkap)
2. Asam lemak tak jenuh (ada ikatan rangkap)

ASAM LEMAK JENUH

Asam lemak jenuh


Tidak memiliki ikatan rangkap with 2-24 or more carbons.
Berbentuk padat pada suhu kamar kecuali bila memiliki rantai pendek.
Memiliki rumus molekul CnH2n+1COOH.
Asam lemak jenuh rantai pendek (2 10 karbon):
1. asam lemak jenuh rantai pendek volatil (2-6 karbon). Contoh:
Asetat F.A. (2C) CH3-COOH.
Butirat F.A.

(4C) CH3-(CH2)2-COOH.

Kaproat F.A. (6C) CH3-(CH2)4-COOH.


2. asam lemak jenuh rantai pendek tidak volatil (7-10 karbon). Contoh:
Kaprilat (8C) CH3-(CH2)6-COOH.
Kaprat

(10C)

CH3-(CH2)8-COOH.

Asam lemak jenuh rantai panjang (>10 karbon). Contoh:


Palmitat (16C)
CH3-(CH2)14-COOH
Stearat

(18 C)

CH3-(CH2)16-COOH

struktur asam
lemak jenuh

struktur asam
lemak tak jenuh

ASAM LEMAK TAK JENUH

Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap.


Jenis asam lemak tak jenuh:
1. Monounsaturated fatty acid (MUFA): memiliki satu ikatan rangkap, (CnH2n1COOH).
2. Polyunsaturated fatty acid (PUFA), asam lemak esensial: memiliki lebih dari
satu ikatan rangkap, (CnH2n-lebih dari 1 COOH).
Kelas -9 : Ikatan rangkap ada pada C9. Contoh: Asam oleat.
Kelas -6 : Ikatan rangkap ada pada C6. Contoh: Asam linoleat, asam arakhidonat
Kelas -3 : Ikatan rangkap ada pada C3. Contoh: Alpha-Linolenic Acid (ALA) atau
asam linolenat, Eicosapentaenoic Acid (EPA), Docosahexaenoic Acid (DHA)
Sumber -3: ALA (minyak kedelai, kacang kenari). EPA dan DHA (Salmon, tuna, dan
minyak ikan).
Sumber -6: asam linoleat (biji-bijian, kacang, minyak sayur), asam arakhidonat
(daging).

Omega 3

Omega 6

Omega 9

MUFA

MUFA atau asam lemak tak jenuh tunggal memiliki satu ikatan rangkap.
Contoh: Asam palmitoleat , Asam oleat, Asam nervoat.
Berupa cair pada suhu kamar.
Sumber: olive oil, canola oil, peanut oil. Sumber lainnya: alpukat, kacang almond.

PUFA

Asam lemak tak jenuh banyak memiliki dua atau lebih ikatan rangkap.
Contoh: Asam linoleat dan Asam linolenat yang merupakan asam lemak esensial.
Sementara asam arakhidonat bukan, karena tidak ditemukan pada tumbuhan dan
dapat disintesis dari asam linoleat.
Sumber: minyak sayur (jagung, bunga matahari).

SFA, MUFA, PUFA

Prostaglandin
Disintesis dari asam arakhidonat.
Merupakan derivat PUFA.
PGE2
Digunakan untuk asma
PGE2
Menyebabkan hipertensi

COOH
CH3
ArachidonicAcid
steps
O
COOH
CH3
HO

OH
PGE2 (aprostaglandin)

STEROID

Definisi: kumpulan senyawa turunan siklo pentano perhidrofenantron (atau inti stiren
cincin).
Tidak dapat diturunkan sebab tidak mengandung asam lemak; dalam bentuk ester
dapat disabunkan.
Contoh: hormon sex, vitamin D dan kolesterol.

18

19

CH 3

2
HO 3

12 CH3
11 13 17

A 5 10 B

8
7

Steroid ring

14

16
15

TERIMA KASIH