Anda di halaman 1dari 37

GANGGUAN JIWA

Gangguan jiwa- ICD-10/PPDGJ-lll


Defenisi :
Suatu sindroma/pola perilaku/psikologik
yang secara klinis bermakna dan berkaitan
dengan suatu penderitaan (distress) atau
hendaya dalam fungsi manusia (fungsi
pekerjaan dan sosial)

Klasifikasi
- Pendekatan deskriptif, ateoretik.

Gejala Psikotik
Gangguan berat dalam menilai realita
ditandai dengan adanya : waham,
halusinasi, katatonik (stupor/furor),
disorganisasi perilaku, afek, atau pikiran
Tanpa tilikan akan gangguannya
Biasanya datang dibawa orang lain

Gangguan Mental Organik


Gangguan jiwa yang dasarnya adalah
adanya penyakit atau trauma otak yang
mengakibatkan DISFUNGSI OTAK
primer (langsung mengenai otak) atau
sekunder (Akibat penyakit sistemik
yang a.l mempengruhi fisiologis fungsi
otak)

Delirium (F05, F1x.03, F1x.40/1)


Gangguan kesadaran (kesadarn bekabut
koma) dan perhatian (tidak mampu
memusatkan, memoertahankan, dan
mengalihkan perhatian)
Plus: gangguan persepsi, prosespikir, daya
ingat, perilaku psikomotor, emosi dan siklus
tidur-bangun.
Onset cepat, perjalanan penyakitnya hilang
timbul sepanjang hari.
Dapat bertumpang tindih dengan demensia.

Demensia (F00, F01, F02, F03, F1x.73)


Gangguan dalam fungsi kognitif yang
mencakup gangguan daya ingat (dimulai
dengan daya ingat segara dan dalam
jangka pendek)
Dapat disertai: gejala psikotik, depresi,
perubahan kepribadian
Penyebab: Peny. Alzheimer, Vaskular, dll
Bukan sekedar proses penuaan biasa

Intoksikasi (F1x.0)
Kondisi peralihan yang timbul akibat
menggunakan zat psikoaktif sehingga terjadi
gangguan kesadaran, fungsi koknitif, persepsi,
afek, perilaku, atau fungsi dan respons psikologis
lainnya
Intensitas intoksikasi akan berkurang dengan
berlalunya waktu hingga bila tidak
menggunakan lagi
Gejala tidak selalu mencerminkan aksi primer zat

Sindroma ketergantungan (F1x.2)


Keinginan yang amat sangat kuat (konfulsif)
Untuk menggunakan zat
Sulit untuk tidak menggunakan,
menghentikan, atau mengendalikan tingkat
penggunaannya, meskipun tahu akibatnya
merugikan
Keadaan putus zat
Toleransi
Mengakibatkan kenikmatan akibat zat lain
Meningkatkan waktu yang dipakai untuk
mendapatkan, menggunalak, atau pulih dari
pengaruhnya

Keadaan putus zat (F1x.3)


Sekelompok gejala dengan aneka bentuk dan
keparahan yang terjadi pada penghentian zat
sesudah penggunaan zat yang terus
menerus dan dalam jangka panjang dan/atau
dosis tinggi
Pasien akan melaporkan bahwa gejala ini
akan mereda bila meneruskan pemakian
Onset dan perjalanannya terbatas
(waktunya), terkait dengan zat
Dapat dengan komplikasi kejang

Skizofrenia (F20)
Gejala psikotik + kesdaran jernih
Halusinasi auditorik (Commenting,
commanding)
Waham bizarre:
Waham dikendalikan, dipengaruhi, passivity
Thought echo, broadcasting, insertion, withdrawal
Waham kejar, rujukan, kebesaran yang mustahil

Asosiasi yang longgar, inkoherensi, neologisme


Perilaku katatonik
Gejala-gejala negatif: menarik diri, malas, afek
tumpul, hilang minat

Skizofrenia (F20)
Gejala positif berlangsung mininal 1 bulan
Biasany ada fase prodromal
Perjalanan penyakit bisa :
Berlanjut
Episodik dengan kemunduran progresif/stabil
Episodik berulang
Remisi tak sempurna
Remisi sempurna

Jenis Skizofrenia (F20)


Berdasarkan gejala yang menonjol
Skizofrenia Paranoid (F20.0)
Waham (biasanya : paranoid) + halusinasi

Skizofrenia Herbefrenik (F20.1)


Disorganisasi afek, perilaku dan
psikomotor

Skizofrenia Katatinik (F20.2)


Gangguan psikomotor: stupor, gelisah,
rigiditas, negativisme, dll

Gangguan Waham Menetap (F22)


Satu-satunya gejala yang khas dan
menetap atau paling mencolok :
WAHAM
Bersifat pribadi, bukan subkultural
Umumnya menetap, kadang seumur
hidup, minimal berlangsung 3 bulan
Halusinasi mungkin ada tapi hanya
sewaktu-waktu dan sementara

Gangguan Psikotik akut dan


sementara (F23)
Gejala = Skizofrenia
Waktu < 1 bulan
Berkaitan dengan stre akut

Gangangguan Mood (F30-39)


Perubahan suasana perasaan (mood), biasanya
disertai perubahan tingkat aktivitas dan proses
pikir
Cenderung berulang dan bersifat episodik :
Manik
: Meningkat
Depresi
: Menurun
Gangguan Bipolar
dapat dengan ciri psikotik atau tidak
Gangguan Mood Menetap : tanpa gej.Psikotik!
Siklotimia
Distimia

Kelompok Gn. Neurotik


Gangguan dalam perasaan, perilaku
atau proses pikir yang irasional,
egodistonik, namun tidak dapat
dikendalikan oleh pasien
Tilikan (walau terganggu sampai
tertentu) namun masih baik
Pasien biasanya datang berobat atas
keinginan sendiri

Gg Neurotik, tdd:
Gg. Anxietas Menyeluruh
Gg. Panik
Gg. Anxietas Fobik
Gg. Obsesif- Konfulsif
Gg. Somatoform
Gg. Disosiatif

Gg. Panik (F41.0)

Gg. Anxietas
Menyeluruh (F41.1)

Serangan anxietas berat


berulang
Terjadi mendadak,
berlangsung hanya
beberapa menit
Tidak terbatas pada
situasi tertentu
Kmd bisa terjadi
ketakutan akan
terjadinya serangan lagi

Intensitas anxietas lebih


ringan
Anxietas menyeluruh dan
menetap (bertahan lama),
sepanjang hari
Tidak terbatas pada
keadaan tertentu
Anticipatori anxiety,
khawatir akan masa depan
dsb

Gg. Anxietas Fobik (F40)


Kecemasan yang berlebihan dan irasional
terhadap suatu objek/situasi yang
sebenarnya secara umum tidak berbahaya
Karena itu dihindari atau di hadapi dengan
perasaan terancam bisa menjadi panik
Tdd:
Angorafobia (F40.0)
Fobia Sosial (F40.1)
Fobia Khas (F40.2)

Gg. Obsesif-Kompulsif (F42)


Pikiran Obsesif :

Tidakan Konpulsif:

Gagasan, bayangan
pikiran atau implus
yang timbul dalam
bentuk yang sama
Tidak dikehendaki
Mengganggu
Dikenali berasal dari
diri sendiri

Tindakan yang
stereotipik, ritualistik,
diulang-ulang
Mengganggu
Tidak ada tujuan /
manfaatnya
Tak ada kepuasa
Hanya untuk
menghilangkan
anxietasnya

Gangguan Somatoform (F45)


Somato + Form
Gejala somatik tanpa adanya penyakit
medik umum
Tdd:
Gg. Somatisasi (F45.0)
Gg. Hipokondrik (F45.2)
Disfungsi Otonomik Somatoform (F45.3)
Gg. Nyeri Somatoform Menetap (F45.4)

Gangguan Disosiatif (F44)


Kehilangan ( sebagian/seluruh) integrasi normal
antara ingatan masa lalu, kesadaran akan
identitas dan penghayatan, serta kendali
terhadap gerakan tubuh
Pseudo-Neurologic
Tdd: Amnesia disosiatif, fugue disosiatif, stupor
disosiatif, gg. Trans & kesurupan, gg. Motorik
disosiatif, konvulsif disosiatif, anestesia &
kehilangan sensorik disosiatif, gg. Kepribadian
ganda, dll.

Reaksi Stres Akut (F43.0) dan


Gg. Stres Pasca Trauma (F43.1)
Sama-sama merupakan reaksi terhadap
stresor yang bersifat malapetaka,
sangat traumatik, mengancam
keamanan atau keutuhan fisik
seseorang, atau stresor berat yang luar
biasa, dan cenderung menyebabkan
distres pada semua orang yang
mengalaminya

Bedanya
Reaksi Stres Akut (F43.0)
Gangguannya sementara dan biasanya
menghilang dalam beberapa jam atau hari
Gejala permulaan biasanyaterpana
penyempitan perhatian dan lapangan
kesadaran, disorientasi, gejala otonomik

Gangguan Sters Pasca Trauma (F43.1)


Responsnya berkepanjangan atau tertunda
Penghayatan berulang, flsh-backs,
disertai gejala otonomik

Gangguab penyesuaian (F43.2)


Reaksi maladaptif terhadap perubahan atau
stresor kehidupan yang cukup bermakna
Jenis stresor: yang biasa dialami orang pada
umumnya (mis. Pensiun, Pindah)
Gejala timbul dalam waktu 3 bulan setelah
terjadinya stresor dan diharapkan menghilang
setelah 6 bulan atau telah didapatkan taraf
adaptasi yang baru
Gejala: Depresi , campuran anx-depr. Gg.
Emosi, gg. Tingkahlaku

Sindrom Tingkahlaku yang berhub. Dgn


Gg Fisilogis Faktor Fisik (F50-59)
Termasuk dalam kelompok ini :
Gg. Makan (F50)
Anoreksia Nervosa, Bulimia Nervosa

Gg Tidur Non-Organik (F51)


Insomnia, hipersomnia, somnabolisme, night
terror, nightmare

Disfungsi Seksual non-Organik (F52)


Kurang-hilangnya nafsu seksual,
kegagalanrespons genital, ejakulasi dini,
vaginismus, dorongan seksual berlebihan, ddl.

Gangguan Kepribadian (F60)


Pola perilaku yang tertanam dalam,
berlangsung lama, yang muncul
sebagai respons yang KAKU bila
individu dihadapkan kepada situasi
sosial atau personal.
Pola ini menunjukkan deviasi bermakna
di bandingkan dengan umumnya orang.
Seringkali berkaitan dengan
penderitaan dan masalah dalam fungsi
sosial

Gangguan Kepribadian (F60)


GK Paranoid
GK Skizoid
GK Dissosial
GK Emosional tak stabil
GK Histrionik
GK Anankastik
GK Menghindar
GK Dependen

Retardasi Mental (F7)


Perkembangan mental yang terhenti
atau tidak lengkap
Ditandai oleh hendaya keterampilan
selama masa perkembangan
Mempengaruhi semua tingkat
intelegensi, yi. Kemampuan kognitif,
bahasa, motorik, dan sosial
Dapat terjadi dengan/tanpa gg.jiwa atau
gg.fisik lain

Retardasi Mental (F7)


RM Ringan (F70)
IQ 50-69
Edicable, dapat mandiri

RM sedang
IQ 35-49
Lazim ditemui disabilitas fisik
Trainable, dapat melakukan fungsi seharihari namun memerlukan pengawasan

Retardasi Mental (F7)


RM Berat (F72)
IQ 20-34
Disabilitas motorik mencolok
RM Sangat Berat (F73)
IQ <20
Vegetatif
Senantiasa Memerlukan bantuan

Gangguan Perkembangan (F80-90)


Umumnya mempunyai gambaran sbb:
a) Onset bervariasi selama masa bayi/anak
b) Hendaya/kelambatan perkembangan erat
dengan kematangan SSP
c) Berlangsung terus menerus tanpa remisi 7
kekambuhan yang khas untuk banyak
gangguan jiwa
Gangguannya tidak mempengaruhi seluruh
aspek intelegensi
Hendayanya berkurang secara progresif
dengan bertambahnya usia

Gangguan Perkembangan (F80-90)


GP khas berbicara dan berbahasa (F80)
GP belajar khas (F81):
Membaca, mengeja, berhitung

GP motori Khas (F82)


GP Pervasif (F84):
Abnormalitas kualitatif dalam interaksi sosial
& pola komunikasi, minat & gerakan yang
stereotipik, berulang dan terbatas
Tdd. Autisme, Sindrom rett, Sindrom
Asperger, dll

GPE masa Kanak & Remaja (F90-98)


Gg Hiperkinetik (F90)
Kurangnya perhatian serta ketekunan
dalam suatu kegiatan yang menuntut
keterlibatan kognitif
Aktivitas berlebihan: ber-pindah2 kegiatan
tanpa menyesuaikan satu tugas pun,
aktivitas tidak beraturan dan berlebihan
Harusnyata dalam lebih dari satu
situasi(mis. di rumah, sekolah, di klinik
Onset dini (dalam 5 tahun pertama)

Diagnosis Multiaksial
Aksis

Aksis
Aksis
Aksis
Aksis

I : Ganguan klinis
Kondisi lain yang mungkinn
merupakan fokus perhatian
II: Gg. Kepribadian
Retardasi Mental
III: Kondisi medik Umum
IV: Problem psikososial dan
lingkungan dlm 1 thn terakhir
V: Penilaian fungsi secara global (GAF)
(1) Saat ini: (2) Tertinggi dalam 1 thn

INGAT !
Melihat Pasien secara holistik
Dalam mengevaluasi pasien selalu nilai:
Apakah ada penyebab organik?
Apakah psikotik?
Apakah gejala-gejalanya merupakan satu
sindroma/gangguan atau terpisah?
Bagaimana fungsinya sehari-hari

Jangan lupa bahwa lingkungan


mempengaruhi timbulnya, kambuhnya,
atau membaiknya suatu gangguan

SEKIAN
TERMAKASIH
ASSALAMUALAIKUM