Anda di halaman 1dari 9

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

INTRODUCTION TO QUANTUM CHEMISTRY


Basic Competence : Understanding the principle of quantum chemistry
Indicator

: 1. To explain the importance of using quantum


mechanics
particles.

to

the

behaviour

of

elementary

2. To distinguish the time-dependent with time


independent Schrodinger equation

================================================
==================================
WORKSHEET 001
1. In the space below, please draw an atomic model of Dalton, Thompson,
Rutherford, and Bohr.

Dalton Atomic Model


Model atom John Dalton digambarkan seperti bola pejal sesuai
dengan postulat Dalton yang menyatakan bahwa atom tidak bisa dibagibagi lagi.

Thompson Atomic Model


Dalam penelitiannya Thompson mempelajari bahwa tabung katoda
pada kondisi vakum parsial (hampir vakum) yang diberi tegangan tinggi
akan mengeluarkan berkas sinar dimana Thompson menyebut sinar ini
sebagai berkas sinar katoda disebabkan berkas sinar ini berasal dari
katoda (elektroda negative). Berkas sinar katoda ini apabila didekatkan
dengan medan listrik negative maka akan dibelokan (berkas sinar katoda
ini tertolak oleh medan negative), berdasarkan hal ini maka Thomson
menyatakan bahwa berkas sinar katoda itu adalah partikel-partikel yang
bermuatan negative yang ia sebut sebagai corpuscle.
Dia juga meyakini bahwa corpuscle itu berasal dari atom-atom
logam yang dipakai sebagai elektroda pada tabung katoda. Dengan
menggunakan jenis logam yang berbeda-beda sebagai elektroda yang dia
gunakan pada tabung katoda maka percobaan Thomson tetap
menghasilkan berkas sinar katoda yang sama. Akhirnya Thomson

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

menyimpulkan bahwa setiap atom pasti tersusun atas corpuscle.


Corpuscle yang ditemukan oleh Thomson ini kemudian disebut sebagai
electron oleh G. Johnstone Stoney.
Dari asumsi tersebut dia akhirnya meyakini bahwa atom
sebenarnya tidak berbentuk masiv (berbentuk bulatan yang pejal) akan
tetapi tersusun atas komponen-komponen penyususn atom.
Di alam atom berada dalam keadaan yang stabil dan memiliki
muatan yang netral, dengan demikian Thomson lebih lanjut
mengasumsikan bahwa didalam atom itu sendiri pasti terdapat bagian
yang bermuatan positif. Dari asumsi tersebut maka Thomson mengajukan
struktur atom sebagai bulatan awan bermuatan posistif dengan elektron
yang terdistribusi random di dalamnya. Model atom Thompson ini dapat
diibaratkan seperti roti kismis.

Rutherford Atomic Model


Eksperimen ini melibatkan penambakan partikel alfa (inti atom
helium atau ion helium dengan muatan positip) yang diemisikan oleh
unsur Radium pada lempengan logam emas tipis dan kemudian
mendeteksi partikel alfa yang telah melewati lempengan logam emas
tersebut dengan menggunakan layar yang dilapisi seng sulfida (ZnS)
sebagai detektor.
Dari percobaan penembakan lempengan emas menggunakan sinar alfa
ternyata sebagian besar sinar alfa diteruskan atau menembus lempengan
logam tanpa penyimpangan, sebagian kecil sinar alfa dipantulkan dan
sebagian lagi dibelokan.
Rutherford mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar ruang dalam
atom adalah ruang kosong dan terdapat massa yang terkonsentrasi
pada pusat atom yang bermuatan positif dimana ukurannya 10.000 kali
lebih kecil dibanding ukuran keseluruhan bagian atom, dan elektron
mengelilingi inti atom tersebut seperti planet-planet kita mengelilingi
matahari. Rutherford menyimpulkan struktur atom tersebut berlandaskan
eksperimennya sebagai berikut:
1. Sebagian besar berkas partikel alfa yang dapat melewati
lempengan logam emas menunjukan bahwa partikel alfa ini
melewati ruang kosong yang ada di dalam atom sehingga dengan
mudah partikel alfa ini melewati ruang kosong tersebut tanpa
hambatan yang berarti.
2. Berkas partikel alfa yang didefleksi menunjukan bahwa partikel alfa
tersebut berada pada posisi yang dekat dengan inti atom yang
bermuatan positif. Muatan positif dengan muatan positif akan saling
tolak menolak, hal inilah yang menyebabkan partikel alfa dibelokan
dengan sudut yang besar.

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

3. Berkas partikel alfa yang direfleksi kembali (dipantulkan kembali)


menunjukan bahwa partikel alfa tersebut bertumbukkan dengan inti
atom yang bermuatan positif. Inti atom emas mempunyai massa
dan muatan positif yang lebih besar dibanding dengan massa dan
muatan partikel alfa, hal inilah yang membuat partikel alfa di
pantulkan kembali.

Bohr Atomic Model


Niels Bohr mengajukan sebuah model atom (model atom hidrogen)
berdasarkan analisisnya menggunakan teori kuantum dan spektrum atom
yang dikemukakan oleh Planck. Bentuk yang dinyatakan ini memiliki
kemiripan dengan Sistem Tata Surya.
Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron
antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi
tertentu. Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan
mengajukan bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang
terkuantisasi dan dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya. Elektron
hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke
lintasan stasioner yang lebih tinggi jika elektron menyerap sejumlah
energi. Perpindahan elektron ini terjadi dari kulit yang lebih rendah ke kulit
yang lebih tinggi disebut eksitasi elektron. Sebaliknya, elektron yang telah
tereksitasi dapat kembali lintasan stasioner yang lebih rendah maka akan
disertai pelepasan sejumlah energi. Energi yang dilepaskan dalam bentuk
gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang tertentu yang
dapat diamati dalam bentuk sinar tampak. Pada peralihan elektron ini
energi yang terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck.
2. Analysis of the advantages and disadvantages of each model of the atom.
N
o.
1.

Model
Atom
Dalton

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

Advantages
a) Dapat
menerangkan
hukum
kekekalan
massa
(Hukum
Lavoisier).
b) Dapat
menerangkan
hukum
perbandingan tetap

Disadvantages
a) Tidak
dapat
menerangkan sifat
listrik atom. Jika
atom
berbentuk
seperti bola pejal
bagaimana
dapat
menghantarkan
arus listrik, padahal
listrik
adalah

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

Hukum

Proust).
b)

c)

d)

2.

Thompson

a) Dapat
menerangkan
adanya
partikel
yang lebih kecil
dari
atom
yang
disebut
partikel
subatomik.
b) Dapat
menerangkan sifat
listrik atom.

a)

b)

c)

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

elektron
yang
bergerak.
Pada kenyataannya
atom dapat dibagi
lagi
menjadi
partikel lebih kecil
yang
disebut
partikel subatomik.
Pada kenyataannya
dengan
penembakan atom
dengan
partikel
subatomik
dalam
reaksi
fisi
atau
pembelahan
inti,
suatu atom unsur
dapat
dapat
dipecah, diciptakan
dan dimusnahkan.
Tidak
dapat
menjelaskan
perbedaaan antara
atom suatu unsur
dengan
unsur
lainnya.
Karena
atom unsur yang
sama
ternyata
dapat mempunyai
massa
yang
berbeda
yang
disebut isotop.
Tidak
dapat
menerangkan
fenomena
penghamburan
partikel alfa oleh
selaput tipis emas
yang dikemukakan
oleh Rutherford.
Tidak
dapat
menjelaskan
susunan
muatan
positif dan negatif
dalam bola atom
tersebut.
Tidak
dapat
menjelaskan
adanya inti atom.

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

3.

Rutherford

a) Dapat
menerangkan
fenomena
penghamburan
partikel alfa oleh
selaput tpis emas.
b) Mengemukakan
keberadaan
inti
atom
yang
bermuatan positif
dan
merupakan
pusat massa atom.
c) Ditemukannya
lintasan
atau
kedudukan elektron
yang
nantinya
disebut
dengan
kulit.

4.

Bohr

a) Menerangkan
dengan jelas garis
spektrum pancaran
(emisi)
atau
serapan (absorpsi)
dari atom hidrogen.
b) Dapat menjelaskan
berpindahnya
elektron pada kulit
dan
atom
membentuk suatu
orbit dimana inti
atom
merupakan
positif
dan
disekelilingnya

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

a) Bertentangan
dengan
teori
elektron dinamika
klasik,
dimana
suatu
partikel
bermuatan
listrik
apabila
bergerak
akan memancarkan
energi.
b) Elektron bermuatan
negatif
yang
beredar
mengelilingi
inti
akan
kehilangan
energi
terus
menerus sehingga
akhirnya
akan
membentuk
lintasan spiral dan
jatuh ke inti. Pada
kenyataannya hal
ini tidak terjadi,
elektron
tetap
stabil
pada
lintasannya.
c) Model
atom
rutherford
ini
belum
mampu
menjelaskan
dimana
letak
elektron dan cara
rotasinya terhadap
inti atom.
a) Tidak
dapat
menerangkan efek
Zaeman, yaitu bila
suatu
zat
yang
menghasilkan emisi
spektrum
ditempatkan pada
medan
magnet,
maka
garis-garis
spektrum
dipisahkan menjadi
seumlah garis yang
berdekatan.
b) Tidak
dapat
menerangkan efek

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

terdapat elektron.

Stark, yaitu bila


suatu
zat
yang
menghasilkan emisi
spektrum
ditempatkan pada
medan
elektromagnet,
maka
garis-garis
spektrum
dipisahkan menjadi
sejumlah
garisgaris
yang
berdekatan
jaraknya.
c) Lintasan
electron
yg
sebenarnya,
masih mempunyai
sub kulit orbital
bukan
hanya
berupa
lingkaran,
jadi
tidak
sesederhana teori
Bohr.
d) Model atom Bohr
hanya
dapat
menerangkan
model
atom
hydrogen,
belum
dapat
menerangkan
model
atom
berelektron
banyak.

3. Write down and explain the idea of de Broglie on the principle of wavematter!
Newton mengajukan bahwa cahaya mempunyai sifat seperti
sekumpulan partikel, yaitu terdiri dari aliran partikel yang berenergi. Teori
lain dikemukakan oleh Huygens , yang menyatakan bahwa cahaya terdiri
dari gelombang energi. Untuk memilih satu dari kedua teori itu diperlukan
pengukuran yang akurat dari kecepatan cahaya dalam ruang hampa dan
dalam bermacam-macam medium. Berdasarkan teori Newton, cahaya
akan bergerak lebih cepat dalam medium yang lebih rapat, sedangkan
menurut Huygens kecepatan akan lebih lambat. Pengukuran kecepatan
cahaya yang akurat membuktikan bahwa memang kecepatan cahaya
berkurang dalam media yang lebih rapat. Jadi, model gelombang dapat
diterima. Tetapi, untuk menjelaskan efek fotolistrik, Einstein menganggap

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

bahwa foton cahaya bersifat sebagai partikel. Dengan demikian timbullah


gagasan baru bahwa cahaya mempunyai dua sifat, sebagai gelombang
dan sebgai partikel. Pada tahun 1924, de Broglie mengeluarkan
pernyataan mengenai sifat cahaya dan materi: Tidak hanya cahaya yang
memperlihatkan sifat-sifat partikel, tetapi partikel-partikel kecilpun pada
saat tertentu dapat memperlihatkan sifat-sifat gelombang. Hal ini juga
dijelaskan secara matematik. Panjang gelombang de Broglie yang
dikaitkan dengan partikel berhubungan dengan momentum partikel dan
konstanta Planck.

= mv
Suatu partikel memiliki sifat seperti gelombang ketika gelombang
dari dua sumber melewati daerah ruang yang sama, keduanya saling
berinterferensi. Seperti gelombang air, bila dua puncak bertemu, terjadi
interferensi konstruktif dan muncullah puncak yang lebih tinggi (amplitudo
lebih besar), tapi jika puncak dari satu gelombang bertemu dengan palung
dari gelombang lain, terjadilah interferensi destruktif (amplitudo lebih
kecil).
Sifat partikel dan gelombang suatu materi tidak tampak sekaligus,
sifat yang tampak jelas tergantung pada perbandingan panjang
gelombang de Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang
berinteraksi dengannya. Pertikel yang bergerak memiliki sifat gelombang.
Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Kilat akan lebih dulu
terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat gelombang berbentuk
cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara.
Untuk mencari bukti dari hipotesis de Broglie itu tidaklah sulit.
Apakah Anda pernah mendengan istilah mikroskop elektron? Ya, mikroskop
yang mampu melakukan perbesaran hingga berjuta-juta kali lipat.
Mikroskop tersebut tidak menggunakan cahaya (karena terbatasnya
resolusi cahaya) dalam melakukan pengamatan, melainkan elektron.
4. Draw a model of atom of de Broglie when an electron around the nucleus
by 1, 2, 3, and 4 wavelengths.
h
n
n
n

/ = n
=1,
= 2,
= 3,

h / 2r so
1 = 2r1
22 = 2r2
33 = 2r3

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

n = 2r

n = 1, 2, 3, 4

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

One wavelength around nucleus


nucleus

Two

wavelengths

around

Three wavelengths around nucleus


nucleus.

Four

wavelengths

around

5. Please explain whether there is a match between the model of the atom of
de Broglie and Heisenbergs uncertainty principle underlying principles of
quantum chemistry!
Jawab:
Iya, dimana de Broglie mengungkapkan bahwa pada kondisi
tertentu, materi juga berperilaku seperti gelombang, Hipotesis tersebut
terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron.
Gelombang tidak bergerak melalui suatu garis, melainkan menyebar pada
daerah tertentu. Sehingga menurut Prinsip Ketidakpastian Heisenberg,
tidak mungkin menentukan kecepatan sekaligus posisi yang pasti dari
elektron dalam ruang, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian
menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti.
6. Summarize the importance of quantum mechanics to explain the
properties of the atom!
Orbital" beserta tingkat energinya merupakan pusat perhatian
untuk menentukan sifat suatu atom atau suatu molekul dalam teori
kuantum yang baru. Orbital merupakan suatu ruang, tempat keboleh
jadian terdapatnya elektron.
Setiap kombinasi bilangan kuantum n, l, danm berkaitan dengan
orbital elektron ayng berbeda-beda. Semua orbital yang mempunyai
bilangan kuantum n yang sama, berada dalam kulit elektron utama yang

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA

STUDENT WRKSHEET OF PHYSICAL CHEMISTRY I: CHEMICAL STRUCTURE & BONDING

sama. Kulit utama dinomori sesuai dengan nilai n, tetapi dapat pula
ditunjukkan dengan huruf. Kulit elektron yang pertama atau kuli K terdiri
dari orbotal-orbital dengan n=1, kulit utama kedua atau kulit L diisi oleh
orbital dengan n=2, dan seterusnya. Nilai bilangan kuantum n
berhubungan dengan enrgi dan kemungkinan jaraknya dari inti.
Nilai bilangan kuantum l menunjukkan bentuk geometris dari awan
elektron atau penyebaran peluang elektron.
Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n -1).
n = 1 ; l = 0 ; sesuai kulit K
n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L
n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M
n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N dan seterusnya
Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus :
l = 0 ; sesuai sub kulit s (s = sharp)
l = 1 ; sesuai sub kulit p (p = principle)
l = 2 ; sesuai sub kulit d (d = diffuse)
l = 3 ; sesuai sub kulit f (f = fundamental)
dan semua orbital yang mempunyai nilai l yang sama dikatakan berada
dalam subkulit yang sama.
Bilangan kuantum magnetik ( m ) : mewujudkan adanya satu atau
beberapa tingkatan energi di dalam satu sub kulit. Bilangan kuantum
magnetik ( m ) mempunyai harga ( -1 ) sampai harga ( +1 ).
Untuk :
l = 0 ( sub kulit s ), harga m = 0 ( mempunyai 1 orbital ).
l = 1 ( sub kulit p ), harga m = -1, O, +1 ( mempunyai 3 orbital ).
l = 2 ( sub kulit d ), harga m = -2, -1, O, +1, +2 ( mempunyai 5 orbital ).
l = 3 ( sub kulit f ) , harga m = -3, -2, O, +1, +2, +3 ( mempunyai 7
orbital).
Bilangan kuantum spin ( s ) menunjukkan arah perputaran elektron
pada sumbunya. Dalam satu orbital, maksimum dapat berisi 2 elektron
dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang
berlawanan, dan masing-masing diberi harga
s = +1/2 atau s = -1/2.

IGMA SANJAYA & DIAN NOVITA