Anda di halaman 1dari 20

DASAR DASAR POWER AMP By : RIZAL HIDAYAT dkk PECINTA AUDIO

coba kita bahas dari awal, sambil belajar desain amplifier, basic skemanya seperti ini:

penguat diferensial adalah Q1 & Q2.


Dengan adanya penguat diferensial, Amplifier diatas mempunyai G= 1 (R3/R4).
Penguat diferensial dapat digunakan untuk negatif feedback hingga amplifier bisa lebih linear dan low distorsi.
Arus I1 yang dibutuhkan untuk mencatu penguat diferensial sekitar 1mA -3mA.
sekarang kita coba rancang PA dengan Vcc +/- 35V. kita kasih nilai tiap komponen diatas sbb :
- Untuk arus diferensial kita kasih 1,5mA hingga nilai R9 diatas sekitar (35-0,7)/1,5m =23K kita pakai R=22K.
- Arus diferensial tersebut akan tebagi 2 hingga di kolektor Q1 & Q2 masing2 mengalir 0,75mA, dari situ bisa dihitung
nilai R2 butuh sekitar 820 Ohm.
- Gain karena pake Vcc 35V, sebaiknya sekitar 35x. bisa digunakan R=1K dan R=33K. jadi gainnya = 1 + (33K/1K) =34x
... dst..dst... jadinya seperti ini.

ita simulasikan PA diatas dengan LT spice dengan input 0,9 Volt didapat Output sbb:
* sisi rail positif masih terclip

kalo untuk menggeser clip peak gimana ya pak rizal . Masalahnya pa ku tak kasih input cd di 20ac dah clip
Agar sisi positip tidak clip bisa ditambahakan Capasitor bootstrap, yaitu capasitor kecil sekitar 22u-100uF yg berfungsi
untuk mempertinggi impedansi VAS sbb:
* R 5K6 dibagi 2 menjadi 2K2 & 3K3, kemudian ditambah capasitor bootstrap.

Setelah dikasih bootstrap cap, tidak clip lagi. ini merupakan basic amplifier seperti OCL150W, safari dll. asalnya dari
konfigurasi basic seperti ini

untuk mengatasi clip ya harus tau penyebanya, umumnya karena VASnya lemah. hingga kurang arus ke driver & final.
arus VAS baiknya sekitar 5-10mA.
kemudian kita perbaiki rangkaian diatas. saya tambahkan C7 untuk memfilter DC (mengurangi noise hum). C3 & C6
untuk menjaga stabilitas PA agar tidak terjadi osilator.
ini merupakan PA yg simple Vcc +/-35 v

kita coba periksa response frekuensinya,cukup bagus untuk Frekuensi audio antara 20-20Khz sangat linear.

Rangkaian diatas untuk Vcc +/-35V.


Jika Vcc dirubah terlalu jauh menjadi +/- 25V atau +/-45Volt nanti arus yang mengalir ke LTP (input diferensial) dan VAS
akan berubah. PA tetap jalan tetapi mungkin DC ofset akan bergeser.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut harus kita gunakan CCS (Constant current Source) bhs indonesiannya sumber
arus tetap, jadi walaupun Vcc berubah arus ke LTP & VAS tetapi nilainya.
basic CCS sebagai berikut,
Arus yang mengalir ke R2= Vz/R2
karena Vz konstan otomatis arus yang mengalir ke R2 juga konstan (tetap).

kalo kita terapkan CCS pada rangkaian diatas jadinya sbb:


* Arus ke diferensial sekarang tetap sekitar 1,5mA walaupun Vcc dirubah menjadi +/-25V atau +/-45Volt.
kegunaan Vas sebagai penyetabil tegangan sekaligus mengurangi ripple DC hingga berfungsi juga mengurangi hum
noise. R bias 330 ohm diganti dengan 3 buah dioda.

diatas CCS menggunakan Zener, dengan arus konstan = Vz/R9. agar arus mengalir 1,5mA bisa gunakan Zener
15V dan R10k.
CCS juga bisa menggunakan Transistor dan dioda, seperti pada OCL150W. agar arus menggalir sekitar 1,5 mA
skemanya sbb:

ini skema LTP & VAS dicatu oleh CCS. I1 sekitar 1,5mA & I2 sekitar 6mA

DC Ofset sulit dihitung karena harus menghitung semua arus dan tegangan di tiap titik dan harus
memperhitungkan hfe tiap transistor.
Dengan Simulasi hal tersebut jadi mudah, tinggal klik maka muncul nilai DC ofsetnya.
Dari simulasi didapat DCO = 4,9xxx mV = 5mV.
praktisnya mungkin lebih besar atau lebih kecil. tapi ga akan jauh-jauh.

gain boleh dirubah boleh tidak.


tergantung volume aja, kalo misal volume baru jam 11 output udah maksimal gain bisa diturunkan. tapi kalo pada posisi
volume full masih belum mencapai maksimal gain bisa diperbesar.

Current mirror seperti ini, agar arus Q1 dan Q2 sama besar masing-masing 1/2 arus dari CCS.
untuk gain tinggal merubah nilai R4

kestabilan amplifier terhadap perubahan Vcc sangat tergantung CCS, tanpa CCS jika Vcc berubah maka arus yg mengalir
ditiap komponen berubah.
contoh yg mudah seperti gbr pertama:
jika dikasih Vcc +/-35 V maka arus diferensial = (35-0,7)/22K = 1,5mA
kalo Vcc dirubah jadi +/-45V maka arus diferensial = (45-0,7)/22K = 2mA.
perubahan arus tersebut tentunnya efeknya beruntun, merubah bias VAS, DC ofset, bias TR final.
ujung2nya ke suara bisa berubah.
Desain amplifier yg bagus selalu menggunakan CCS.

step berikutnya kita tambahkan VR1 untuk setting DC ofset, Q14 (beta enhancer) untuk meningkatkan slewrate dan
mengurangi distorsi, kemudian Q15 (Vbe multiplier) untuk setting arus bias. Rangakaian seperti ini dikenal dgn Blamless
Amplifier.
kalo final diganti tr yg lebih besar MJ15003/4 tegangan bisa dinaikan jadi +/-45Vdc

CCS = constant current source (sumber arus konstan, tanpa terpengaruh tegangan masukan)
CM = current mirror (cermin arus)
VAS = voltage amplifier stage
VBe = bias sensor
next step, dgn simulsasi test rangkaian diatas, meliputi :
- Frekuensi response.
- Stability
- Slew rate
- Distrosi harmonik.
Response frekuensi linear (flat) cuma turun 0,1 dB dari 20-20Khz

Rangkaian diatas cukup stabil, phase margin=150 derajat, slewrate sekitar 11V/uS & distorsi harmonik di 1Khz juga
rendah sekitar 0,004 %.

Vas umumya single ended lass A seperti gbr saya diatas. tapi bisa juga dibuat pushpull, cascode atau diferensial.
tujuannya biasanya agar distorsi lebih rendah atau slewrate lebih tinggi.
contoh Symetrical - Diferesial-Cascode VAS.
The image part with relationship ID rId20 was not found in the file.

uma gambaran saja VAS bisa dibuat diferensial, symetric dan cascode. gbr diatas adalah skema Headphone amplifier
Beta 22.
alo mau bikin ya silahkan saja skema diatas dibuat pcbnya, untuk rumahan itu udah cukup memadai, kalo ingin lebih
besar final pake 2SC5200/A1943 dgn trafo 10A/32V.
dari simulasi Vcc sampai +/-100V sinyal 20Khz masih mulus. jadi punya potensi yg bagus juga kalo mau dibuat power
lapangan.

SLEW RATE & CARA HITUNG ,, PENGARUH PADA POWER AMP


SLEWRATE itu kecepatan output maksimum amplifier, gambarannya seperrti ini:
*jika Amplifier diberi sinyal kotak idealnya sinyal yg keluar kotak juga. kenyataanya amplifier butuh waktu untuk
menaikan tegangan dari status 0 ke V dan menurunkan tegangan dari V ke 0. jadinya sinyal output tidak kotak lagi.

Slewrate = tinggi tegangan dibagi waktu yg dibutuhkan mencapai tegangan tersebut. pada gbr dibawah ini misal dV = 50
volt, dt = 2uS maka Slewrate = 50V/2uS = 25V/uS.

pada sinyal sinusoida seperti sinyal Audio, Slewrate yg rendah menyebabkan catat (distorsi) di frekuensi tinggi.
menyebabkan suara high frekuensi tidak jernih. digbr bawah ini terlihat Vout sinusnya sudah tidak halus lagi.

makin tinggi tegangan dan makin tinggi frekuensi gelombang yg keluar bentuknya makin mendekati gelombang segi tiga
(gigi gergaji).
1 (kuning)= Vin
2 (biru)= Vout.

biar jelas saya simulasikan saja dengan rangkaian OCL150W seperti ini:
* saya tunjukan slewrate dominan dipengaruhi VAS+Miller capasitor dan arus yg menyupply LTP (diferensial).

saya coba kasih sinyal 20Khz, didapat output sbb:


sampai Vpeak 35Volt bentuk sinyal sinus masih lumayan bagus

kalo V output ditingkatkan lagi, di V=40 Volt peak, sinyal output sudah mulai cacat (tidak mulus lagi) dan di 45 volt peak,
sinyal output sudah jadi gelombang segitiga

kalau ditingkatkan lagi Voutputnya maka kemampuan frekuensinya makin menurun, contoh Vout =60Volt Peak, di
frekuensi 15Khz sudah jadi sinyal segitiga.

Untuk memperbaikinya bisa dgn memperkecil nilai kapasitor miller yg nempel di VAS, contoh C100pF diganti jadi 56pF
sekarang 46 volt Peak, f20Khz masih mulus

dengan memperkecil nilai C miller menjadi 56pF batas signal mulai terdistorsi naik menjadi sekitar 55Volt.

Masalahnya ketika memperkecil C miller maka ada resiko terhadap ke stabilan power amplifier. jika nilai C miller terlalu
kecil bisa timbul gejala osilator yg membikin suara tidak jernih juga.
selain itu untuk VAS biasanya digunakan TR yang mempuyai Cob (collector-base capacitance) yang rendah.
Arus yg menyupply LTP (penguat diferensial) juga pengaruh terhadap slewrate, makin rendah arus diferensial tersebut
slewrate makin rendah.
Saya coba turunkan I diferensial dari 1,3mA menjadi 0,75mA hasilnya Slewrate turun drastis, sinyal 25 volt f=20Khz
sudah jadi gelombang segitiga.
alasan inilah saya tidak menganjurkan yg punya namec mengganti R15K menjadi 47K, memang dc ofset menurun tapi
slew rate turun drastis.

untuk Blazer arus diferensialnya sekitar (18V-Vbe)/18K = sekitrar 1mA, itu nilai minimal untuk diferensial, tapi blazzer
menggunakan pushpull VAS jadi slewratenya lumayan tinggi.

PA yang menggunakan pushpull VAS & PA symetric umumnya slewratenya tinggi, lebih tinggi dibanding VA yg desainnya
seperti OCL, Namec, Safari dsb.
Slew Rate = 2 x x Frequency x Peak Voltage
untuk OpAmp misal Vout =15Volt, f=20Khz butuh SR minimal:
= 2 x 3,14 x 20.000 x 15 = 1884000 V/S
slewrate biasanya dlm Volt/micro second
1884000 V/S = 1,88 V/uS
Itu alasanya saya sering menganjurkan jauhi IC 741 karena selain noise tinggi SR juga rendah, hanya 0,5V/uS.
sebaliknya tidak harus juga tinggi-tinggi, 2V/uS sampai 10V/uS sebenarnya sudah memadai.
untuk yg males ngitung bisa pake kalkulator:
http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/.../elec.../a741p3.html
untuk high PA atau class H, umpama V=150 Volt, f = 20Khz maka SRnya minimal :
2 x 3,14 x 20.000 x 150 = 18840000 V/S = 19V/uS
anjuran saya sih IC op amp pake TL072, LF353, LM833, NE5532.
OCL150W diberi input sinyal kotak
Outputnya sperti gbr saya sebelumnya ada raise time (waktu naik) dan waktu turun.

kalo saya Zoom sinyal outputnya didapat:


Slope itu = dV/dT dengan kata lain Slope = Slewrate.
jadi Slewratenya cuma 4,4 V/uS

kalo dihitung manual dengan menghitung selisih nilai titik A dan titik B hasilnya sama

kalo kita balikan 4,404 V/uS itu berapa batas tegangan VPeak tanpa cacat?
Slew Rate = 4,404 V/uS = 4,404 * 10^6 V/S
Slew Rate = 2 x phi x Frequency x Vpeak
Vpeak = Slewrate / ( 2 x phi x Frequency)
untuk f=20Khz
Vpeak = 4,404 * 10^6 / (2*3,14*20.000) = 35 Volt.
jadi sebenarnya diatas 35V akan terdistorsi.
untuk F= 15Khz
Vpeak = 4,404 * 10^6 / (2*3,14*20.000) = 47 Volt

ngukur slewrate mesti pake osiloskop.


menurutku tidak ada hubungan antara slew rate dengan nada rendah. Nada rendah itu hubungannya dengan system
response seperti damping factor, selain itu speed speaker.

Rekomendasi elektro
BY : NAF

Symasym (Mike Bittner),


Honeybadger(Pete aka Ostripper),
Modus dan StudioSE (DR. Bora Jagodic),
SSA/VSSA (Andrej Lakner aka LazyCat),
Apex Ax-17S (Mile Slavkovic aka Apex)
semua ada di diyAudio dan semuanya klas AB
coba cari buku:
BY : RIZAL HIDAYAT
- Small Signal Audio Design - Douglass Self
- Audio Power Amplifier Design - Douglass Self
- Design AudioAmplifiers - Bob Cordell
- OP AMP for Everyone - TI (materi OpAmp

Anda mungkin juga menyukai