Anda di halaman 1dari 23

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
A. Fluida
Fluida Statis
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat
mengalir dan memberikan sedikit hambatan
terhadap bentuk ketika ditekan, misalnya zat cair
dan gas. Fluida dapat digolongkan dalam dua
macam, yaitu fluida statis dan fluida dinamis.
Fluida statis adalah fluida yang tidak
bergerak atau dalam keadaan diam, misalnya air
dalam gelas. Dalam fluida statis kita mempelajari
hukum-hukum dasar yang dapat menjelaskan
antara lain mengapa makin dalam kita menyelam
makin besar tekanan yang kita alami, mengapa
kapal laut yang terbuat dari besi dapat mengapung
di permukaan air laut.
(http://bodaesmunti.wordpress.com/2009/03/30/flui
da-statis/)
Persamaan umum Bernoulli

Gambar II.1. Aplikasi hukum Bernoulii


Di mana:
v = Kecepatan fluida (m/s)
g = Percepatan gravitasi bumi (m/s2)
II-1

Karakteristik Pompa

h = Ketinggian relatif terhadap suatu


referensi (m)
P = Tekanan fluida (atm)
= Densitas fluida (kg/m3)
Persamaan umum di atas berlaku untuk aliran
tak termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai
berikut:
Aliran bersifat steady state
Tidak terdapat gesekan (inviscid)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_Bernoulli)

Fluida Dinamis
Fluida Dinamis adalah fluida yang mengalir
(bergerak) di sebut fluida dinamis.
1. Ciri-Ciri Umum Fuida Ideal meliputi :
a. Aliran fluida dapat merupakan aliran tunak
(steady) atau tak tunak (non-steady).Jika
kecepatan v di suatu titik adalah konstan
terhadap waktu, aliran fluida di katakan
tunak.
Contoh:
Arus air yang mengalir dengan
tenang (kelajuan aliran rendah)
b. Jika kecepatan di suatu titik tidak konstan
terhadap waktu maka dikatakan aliran tak
tunak.
Contoh: Gelombang pasang air laut.
c. Aliran
fluida
dapat
termampatkan
(compressible)
atau
tak
termampatkan
(incompressible). Jika fluida yang mengalir
tidak mengalami perubahan volum (massa
jenis) maka aliran fluida tak termampatkan.
Contoh: gerak relatif udara terhadap sayapsayap pesawat.
II-2

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

d. Aliran fluida dapat merupakan aliran kental


(viscous) atau tak kental (non-viscous)
Contoh: Pelumasan pada mesin mobil
e. Aliran fluida dapat merupakan aliran garis
arus (streamline) atau aliran turbulen.
Aliran compressible
Aliran compressible adalah aliran fluida yang
dicirikan dengan perubahan besarnya massa jenis
(densitas) dari fluida di aliran tersebut. Contoh
fluida compressible adalah: udara, gas alam, dll.
Persamaan Bernoulli untuk aliran compressible
adalah sebagai berikut:

Dimana:
= energi potensial gravitasi per satuan massa.
Jika gravitasi konstan maka :
= entalpi fluida per satuan massa
Catatan:
Dengan
adalah energi termodinamika per satuan
massa, juga disebut sebagai energi internal spesifik.
Aliran incompressible
Aliran incompressible adalah aliran fluida yang
ditandai dengan tidak berubahnya besarnya massa
jenis (densitas) dari fluida di aliran tersebut. Contoh
fluida incompressible adalah: air, berbagai jenis
II-3

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

minyak, emulsi, dll. Bentuk Persamaan Bernoulli


untuk aliran incompressible adalah sebagai berikut:
+ gh +

= konstans

Dimana :
v = kecepatan fluida
g = percepatan gravitasi bumi
h = ketinggian relatif terhadap suatu referensi
p = tekanan fluida
= densitas fluida
(http://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_Bernoulli)

B. Pompa
Klasifikasi Pompa
Pompa diklasifikasikan berdasarkan kegunaan
yang
disediakan,
dari
bahan-bahan
yang
pembentuknya, cairan fluida yang dialirkan dan
bahkan orientasi ruang.
Ditinjau berdasarkan sistemnya, pompa
dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Dinamis/Kinetik
Dimana
energi
secara
terus-menerus
ditingkatkan untuk menaikkan kecepatan cairan
dalam mesin dan untuk menilai seberapa baik
dari yang terjadi pada discharge seperti
penurunan kecepatan di dalam atau di luar
pompa yang menghasilkan tekanan bertambah.
II-4
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

2. Positive Displacement
Dimana energi secara berkala ditambahkan oleh
penerapan gaya ke satu atau lebih ruang batas
yang diinginkan secara tertutup, cairan yang
mempunyai
volume,
mengakibatkan
peningkatan tekanan secara langsung yang
diperlukan untuk memindahkan cairan melalui
valve atau bagian di dalam jalur discharge.
(Igor J. Karassik, Pump Handbook, 2008)

Klasifikasi pompa :
1) Pompa Sentrifugal
Pompa Sentrifugal merupakan salah satu
jenis pompa pemindah non positip dimana prinsip
kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan)
cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui
suatu impeller yang berputar dalam casing.
Pompa
sentrifugal
modern
mampu
mengirimkan hingga 1,000,000, (gl/min) dengan
head hingga 300 feet yang biasanya dipakai pada
industri tenaga nuklir. Dan boiler feed pump telah
dikembangkan sehingga dapat mengirimkan 300
(gl/min) dengan head lebih dari 1800 feet.
Gaya sentrifugal adalah sebuah gaya yang
timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau
partikel
membentuk
lintasan
melingkar.
(http://slideshare.net/PurwantoMagl/teoridasarpomp
asentrifugal)
Perbedaan dasar antara pompa sentrifugal
dan pompa positive displacement terletak pada laju
alir discharge yang dihasilkan oleh pompa. Laju alir
discharge sebuah pompa sentrifugal bervariasi
bergantung pada besarnya head atau tekanan
sedangkan laju alir discharge pompa positive
II-5

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

displacement adalah tetap dan tidak bergantung


pada headnya.

Gambar II.2 Pompa sentrifugal

Bagian pompa yang tidak bergerak :


1. Base Plate
Berfungsi untuk mendukung seluruh bagian
pompa dan tempat kedudukan pompa terhadap
pondasi.
2. Casing ( rumah pompa )
II-6

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Casing adalah bagian terluar dari rumah pompa


yang berfungsi sebagai :
Pelindung semua elemen yang berputar
Tempat kedudukan diffuser guide vane, inlet dan
outlet nozzle
Tempat yang memberikan arah aliran dari
impeller
Tempat
mengkonversikan
energy
kinetic
menjadi energy tekan.
3. Wadah
Fungsi utama wadah adalah menutup impeler
pada penghisapan dan pengiriman pada ujung
dan sehingga berbentuk tangki tekanan.
4. Difuser guide vane
Bagian ini biasanya dipasang pada casing dengan
cara dibaut. Bagian ini berfungsi untuk
mengarahkan aliran fluida menuju volute atau
menuju stage berikutnya dan merubah energy
kinetic fluida menjadi energy tekanan.
5. Stuffing box
Fungsi utama stuffing box adalah untuk
mencegah terjadinya kebocoran pada daerah
dimana pompa menembus casing.
6. Wearing ring ( Cincin penahan arus )
Adalah ring yang dipasang pada casing (tidak
berputar) sebagai wearing ring casing dan
dipasang pada impeler (berputar) sebagai
wearing ring impeler. Fungsi utama wearing ring
adalah untuk memperkecil kebocoran cairan dari
impeler yang masuk kembali ke bagian eye of
impeler.
7. Discharge nozzle
adalah saluran cairan keluar dari pompa dan
berfungsi juga untuk meningkatkan energi tekanan
II-7

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

keluar

pompa.

Bagian pompa yang bergerak :


1. Shaft (poros)
Shaft berfungsi untuk meneruskan momen puntir
dari penggerak selama pompa beroperasi, dan
merupakan tempat kedudukan impeler dan
bagian yang berputar lainnya.
2. Shaft sleeve ( selongsong poros )
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi shaft
dari erosi, korosi dan keausan khususnya bila
poros itu melewati stuffing box.
3. Wearing ring
Adalah ring yang dipasang pada casing (tidak
berputar) sebagai wearing ring casing dan
dipasang pada impeler (berputar) sebagai
wearing ring impeler. Fungsi utama wearing ring
adalah untuk memperkecil kebocoran cairan dari
impeler yang masuk kembali ke bagian eye of
impeler.
4. Impeler
Impeler berfungsi untuk mengubah energi
mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan
pada cairan yang di pompakan secara kontinyu,
sehingga cairan pada sisi hisap secara terus
menerus pula akan mengisi kekosongan akibat
perpindahan dari cairan sebelumnya.
II-8

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

(http://awan05.blogspot.com/2009/12/pompasentrifugal.html)
Prinsip kerja pada pompa sentrifugal
Casing pompa sentrifugal menuntun aliran
suatu cairan dari saluran suction menuju mata
(eye ) impeller. Vanes daripada impeller yang
berputar meneruskan dan memberikan gaya putar
sentrifugal kepada cairan ini sehingga cairan
bergerak menuju keluar impeller dengan kecepatan
tinggi. Cairan tersebut kemudian sampai dan
mengumpul pada bagian terluar casing yaitu volute.
Volute ini merupakan area atau saluran melengkung
yang semakin lama semakin membesar ukurannya,
dan seperti halnya diffusor, volute berperan besar
dalam hal peningkatan tekanan cairan saat keluar
dari pompa, merubah energi kecepatan menjadi
tekanan. Setelah itu liquid keluar dari pompa
melalui saluran discharge.
(http://baiuanggara.wordpress.com/2009/01/04/prinsipkerja-pompa-sentrifugal/

Kelebihan dan kekurangan pompa sentrifugal


Kelebihan pompa sentrifugal antara lain :
1. Harga yang lebih murah
2. Konstruksi pompa sederhana
3. Mudah pemasangan maupun perawatan
4. Kapasitas dan tinggi tekan (head) yang tinggi
5. Kehandalan dan ketahanan yang tinggi
Kekurangan pompa sentrifugal antara lain :
1. Terbatasnya tekanan pengembus (delivery
pressure)
2. Tidak mampu memancing fluida sendiri.
Sehingga digunakan multingkat yang biasanya
bersumbu sama serta digerakkan oleh motor.
II-9

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

(http://repository.USU.ac.id/bitstream/120027/5/Cha
pter I.pdf)
Penggunaan pompa sentrifugal dalam industri
Pada industry minyak bumi, sebagian besar pompa
yang digunakan dalam fasilitas gathering station,
suatu unit pengumpul fluida dari sumur
produksi sebelum di olah dan dipasarkan, ialah pompa
bertipe sentrifugal.
Pada industri perkapalan pompa sentrifugal banyak
digunakan untuk memeperlancar proses kerja di kapal.
(http://www.scribd.com/Prinsip-Kerja-Pompa-Sentrifugal)

Pompa pheriperal
Pompa periferal atau pompa regeneratif
merupakan
pompa
sentrifugal
dengan
roda
bergerak
sehingga
disebut
sebagai
bentuk
peripheral. Hampir semua karakteristik roda
periferal berbeda sangat jauh dengan roda radial.
Pada tekanan tertinggi dan terendah laju tertinggi
dibutuhkan
energi
yang
tinggi.
(http://www.staff.ui.ac.id/internal/PTKSesi1PompaPer
iferal.pptx)

II-10

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Gambar II.3 Pompa pheriperal

Keterangan :
1. Pump Body
5. Motor Shaft
2. Pump Body Back-Plate 6. Mechanical Seal
3. Motor Bracket
7. Bearing
4. Impeller
8. Capacitor
(Pedrollo, - )
Cara kerja pompa pheriperal
Cairan masuk dan keluar pompa selama
beberapa periode. Peningkatan kecepatan dan
tekanan cairan berangsur-angsur meningkat jika
dibandingkan dengan dengan pompa sentrifugal.
(http://www.staff.ui.ac.id/internal/PTKSesi1PompaPer
iferal.pptx)

II-11

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Gambar II.4 Kurva pompa sentrifugal dan pompa


pheriperal

Kelebihan dan kekurangan pompa pheriperal


Kelebihan pompa pheriperal :
Ekonomis karena energi yang digunakan lebih
sedikit daripada pompa sentrifugal.
Mudah Digunakan karena memiliki design yang
lebih sederhana daripada pompa sentrifugal.
Cocok untuk digunakan untuk rumah tangga
dan industri.
Kekurangan pompa pheriperal :
Biaya perawatan yang tidak murah.
Perbandingan Antara Pompa Periferal dan
Pompa Sentrifugal
Pompa periferal dapat mengendalikan cairan
dengan kandungan 20% gas. Pada kondisi
yang sama, pompa sentrifugal akan terbentuk
rongga udara
Jika sumber fluida mengering, rongga pompa
periferal mempertahankan isinya yang berupa
fluida, tidak seperti pompa sentrifugal
(http://www.staff.ui.ac.id/internal/PTKSesi1PompaPe
riferal.pptx
II-12

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

C. Karakteristik Sistim Perpompaan


1. Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara
sumber dan tujuan dari cairan yang dipompakan.
Head Statik terdiri dari:
Static Suction Head (Hs): static suction head
adalah jarak vertikal yang diukur dari permukaan
sumber fluida (cairan) ke garis referen pompa .
Static Discharge Head (Hd): static discharge
head adalah jarak vertikal yang diukur dari
permukaan fluida (cairan) yang diterima ke garis
referen pompa
(Robert H. Perry, Perrys Chemical Engineers
Handbook, 2008)

Gambar II.5 Static suction head & Discharge


suction head
2. Head Loss atau Friksi
Head
Loss
merupakan
kehilangan
yang
diperlukan untuk mengatasi tahanan yang mengalir
dalam pipa dan sambungan-sambungan. Head Loss
ini tergantung pada ukuran, kondisi dan jenis pipa,
jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat
dari cairan.
II-13

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

a. Faktor Friksi
Dalam mencari sebuah friksi atau head loss
pada pipa lurus, faktor friksi dibutuhkan. Salah satu
contoh faktor friksi, yaitu :
Faktor Friksi Persamaan Chen (pada kondisi
faktor friksi darcy)

/ D 5,0452

f 1 / 2 log 10

. log 10 A4

3,7065 N Re

Jika, pada kondisi faktor friksi fanning maka faktor


friksi persamaan Chen yaitu :
Faktor Friksi Persamaan Chen (pada kondisi
faktor friksi fanning)

f 1 /

/ D 5,0452

4 log 10

. log 10 A4

3,7065 N Re

Dimana :
f = Faktor friksi persamaan Chen
= Kekasaran Pipa (ft)
D = Diameter dalam Pipa (ft)
A4 =
(http://www.fekete.com/software/cbm/media/webhelp)

b. Friksi Pipa Lurus


Kehilangan friksi dikarenakan gesekan
dialami oleh gerakan fluida dalam pipa
II-14

yang
yang

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

biasanya
dapat
dihitung
melalui
hubungan
persamaan Darcy-Weisbach sebagai berikut :

Dimana :
F = Friksi pada pipa lurus (ft)
f = Faktor friksi Darcy
L = Panjang Pipa Lurus (ft)
D= Diameter Pipa dalam (ft)
V = Kecepatan Linier Fluida (ft/s)
g = Percepatan Gravitasi (ft/s2)
(http://eprints.iisc.ernet.in/9587/1/Friction_Factor_for_Tur
bulent_Pipe_Flow.pdf)

c. Friksi Pada Valve dan Fitting


Valve dan Fitting mempunyai pengaruh
kehilangan friksi pada suatu aliran sistem
perpompaan dengan masing-masing koefisien friksi
yang dimiliki, biasanya dapat dihitung melalui
persamaan :

Dimana :
Hf = Head loss atau friksi pada fitting (ft)
Kf = Koefisien friksi
v = Kecepatan linier (ft/s)
g = Percepatan gravitasi (ft/s2)
= Velocity head (ft)
(Hydraulic Institute Standard Book, - )

d. Friksi Pada Perbedaan Pipa


Perbedaan pipa terbagi menjadi 2, yaitu
sudden enlargement dan sudden contraction.
II-15

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Sudden Enlargement

A2

A1

(Perbedaan pipa dari pipa berdiameter kecil


ke besar)

Sudden Contraction

A2

A3

(Perbedaan pipa dari pipa berdiameter besar


ke kecil)
Dimana :
A = Luas Penampang (ft2)
(Christie J. Geankoplis, Transpot Processes and Unit
Operation, 1997)

Kecepatan Alir Fluida


Ada 2 macam kecepatan alir fluida:
- Kecepatan Linier
Merupakan jarak yang ditempuh oleh fluida yang
mengalir tiap satuan waktu tertentu dan tidak
dipengaruhi oleh faktor luas penampang. Satuan v
adalah (m/sec) dan (cm/sec)
Keterangan :
v = Kecepatan Linier (m/s)
Q = Kecepatan Volumetrik (m3/s)
II-16

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

A = Luas Penampang (m2)


(Christie J. Geankoplis, Transpot Processes and Unit
Operation, 1997)

Kecepatan Volumetrik (debit)


Merupakan ukuran banyaknya volume air yang
mengalir yang dapat ditampung selama waktu
tertentu dan dipengaruhi oleh faktor geometris, luas
penampang dari tempat fluida mengalir.
Debit direpresentasikan oleh persamaan berikut:
Keterangan :
V = Volume (m3/s)
t = Waktu (s)
(Christie J. Geankoplis, Transpot Processes and Unit
Operation, 1997)

Bilangan Reynould

Dimana :
D = Diameter Pipa (ft)
= Densitas (lbm/ft3)
v = Kecepatan Linier (ft/s)
= Viskositas (lbm/ft.s)
(Christie J. Geankoplis, Transpot Processes and Unit
Operation, 1997)

Horse Power (hp)


Suatu kerja yang dilakukan oleh pompa saat
memindahkan sejumlah fluida pada tekanan yang
diberikan disebut horse power (hp).
Dalam sistem perpompaan horse power dibagi
menjadi 2 yaitu :
Water Horse Power (WHP)
II-17

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Brake Horse Power (BHP)

(Uno Wahren, Practical


Technology, 1997)

Introduction

to

Pumping

Efisiensi
Efisiensi dinyatakan sebagai persentase yang
mana WHP (output) dibagi dengan BHP (input).
Dimana :
WHP = Water Horse Power (hp)
BHP = Brake Horse Power (hp)
(Uno Wahren, Practical
Technology, 1997)

Introduction

to

Pumping

Barometer Bourdon Pressure Gauge


Bourdon pressure gauge adalah suatu tipe alat
yang berfungsi untuk mengukur suatu tekanan
dalam sistem.

Gauge Pressure (psig)


Sesuai dengan namanya, tekanan gauge
dinamakan gauge pressure (psig). Tekanan ini
bekerja pada suatu permukaan dikurangi dengan
tekanan absolut.

Absolut Pressure (psia)


Tekanan absolut adalah tekanan atmosfir
yang bekerja pada permukaan, apabila pada
II-18
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

permukaan laut tekanan gauge sama dengan nol,


maka tekanan absolut sama dengan tekanan
atmosfir. Sehingga :

D. Valve dan Fitting


1. Valve
Valve tidak hanya digunakan untuk mengatur
aliran fluida dalam sistem perpipaan namun juga
untuk meng-isolasi suatu pipa atau peralatan
lainnya
untuk
perbaikan
tanpa
mengganggu/membongkar sambungan lainnya.
a) Gate Valve
Gate valve mudah dikenali karena mempunyai
body dan stem yang panjang. Kegunaan utama dari
gate valve adalah hanya untuk menutup dan
membuka aliran (fully closed & fully opened
position), on/off control dan isolation equipment.
Gate valve tidak bisa digunakan untuk
mengatur besar kecilnya aliran (regulate atau
trotthling). Karena akan merusak posisi disc nya dan
mengakibatkan valve bisa passing pada saat valve
ditutup (passing = aliran tetap akan lewat,
walaupun valve sudah menutup), disc tidak
menekan seat dengan baik yang diakibatkan karena
posisi disc sudah berubah (tidak rata lagi).

II-19

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Gambar II.6 Gate valve

b) Globe valve
Globe valve merupakan salah satu jenis valve
yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya
aliran fluida (regulate atau trotthling). Pada
dasarnya bagian utama dari Globe valve ini sama
saja dengan Gate valve. Yaitu terdiri dari body, seat,
disc, bonnet, stem, packing dan gland.

Gambar II.7 Globe valve


c) Angle valve
Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk
mengubah aliran sebesar 90 derajat. Valve ini bisa
digunakan
juga
sebagai pengganti
elbow.

II-20

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Gambar II.8 Angle valve


d) Needle valve
Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk
mengatur secara lebih akurat aliran yang pressure
rendah. Bentuk disc nya panjang dan kecil seperti
paku.

Gambar II.9 Needle valve


Dll.
2. Fitting
Fitting yang biasanya disebut sambungan
merupakan suatu pipa yang mempunyai fungsi
tersendiri.
Beberapa contoh jenis fitting :
Elbow
Aliran suatu fluida saat di elbow menjadi lebih
turbulen, karena hal itu akan cepat terjadi korosi
dan erosi.
II-21

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

Gambar II.10 Elbow


Tee
Jenis ini memiliki aliran line dan branch. Pada
aliran branch sering dijumpai ukuran mengecil saat
keluar ataupun sama dengan ukuran masuk. Jenis
ini banyak dijumpai dan tidak susah unuk dicari,
selain mudah jenis ini ekonomis dan tidak mudah
terkikis.

Gambar II.11 Tee

Reducer
Jenis ini memiliki sudut kemiringan yang
membentuk aliran semakin horizontal, karena itu
jenis ini untuk mengalirkan fluida secara horizontal
dan menghilangkan aliran bebas dari suatu gas.

Gambar II.12.Reducer
(Robert
H.
Perry,
Handbook, 2008)

II-22

Perrys

Chemical

Engineers

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

Karakteristik Pompa

II-23

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS