Anda di halaman 1dari 21

Herpes Zoster

Oftalmika
ALVIAN REZA MUHAMMAD
030.09.009

ILMU PENYAKIT MATA


RUMKITAL DR. MINTOHARDJO
JAKARTA

Pendahuluan

Infeksi virus
herpes
zoster.

Menyerang
bagian
ganglion
gasseriyang
menerima
serabut saraf
dari cabang
oftalmikus
saraf
trigeminus
(N.V)

Ditandai
dengan
erupsi
herpetik
unilateral
pada kulit
dan organ
mata1

Insidensi herpers zoster terjadi pada 20 %


populasi dunia dan 10 % diantaranya
adalah herpes zoster oftalmikus.

Anatomi Nervus
Trigeminus

Definisi
Herpes zoster oftalmikus adalah infeksi virus
herpes zoster yang menyerang bagian
ganglion gasseriyang menerima serabut
saraf dari cabang oftalmikus saraf trigeminus
(N.V) yang ditandai dengan erupsi herpetik
unilateral pada kulit dan organ mata1

Kornea

Badan Siliar

Iris
Nervus Trigeminus
cabang Oftalmika

Glandula Lakrimal

Kulit Palpebra

Alis

Dahi

Etiologi

Varicella Zoster Virus

Epidemiologi
Insidensi herpers zoster terjadi pada 20 %
populasi dunia
dan 10 % diantaranya adalah herpes
zoster oftalmikus.
Banyak kasus subklinis. Saat imun rendah
manifestasi klinis muncul

Faktor Predisposisi
Penurunan imun

Usia tua,
HIV
Kanker dengan penggunaan kemoterapi,
Penggunaan steroid lama.

Reaktivasi

Trauma lokal
Demam,
Sinar UV,
Udara dingin,
Penyakit sistemik,
Stres dan emosi.

Patogenesis
Infeksi Varicella
Zoster
Subklinis
Dorman pada
ganglion saraf
tertentu
Saat Imun turun
atau Faktor
Predisposisi (+)
Reaktivasi
Muncul gejala
klinis
Herpes Zoster

Manifestasi Klinis
Fase Prodromal

Demam
Malaise
Rhinitis
Mata Berair

Fase Erupsi
Muncul erupsi kulit
Nyeri
Timbul Vesikel-vesikel
Manifestasi Pada Mata Dapat Mengenai Seluruh
bagian dari Organ Mata

10

Manifestasi Klinis

Tanda
Hutchison

Ruam di
Mulut

11
Ruam Kulit

Blefaritis
Herpes

12
Ulkus Kornea dengan
Pewarnaan Floresin

Defek Epitel Kornea


Disertai Infeksi

Diagnosis
Riwayat Penyakit
Riwayat Vaksinasi
Anamnesi Riwayat Kontak

Hutchison Sign
Ruam Kulit
Pemeriks Pemeriksaan Oftalmologi

aan Fisik

Pemeriks

aan
Penunjan

Darah Rutin
Pewarnaan Floresin
Kultur Virus (Jarang)
Pemeriksaan Imunologis PCR (Jarang)

13

Penatalaksanaan
Obat antivirus :
Acyclovir. 5x800 mg
perhari selama 7
hari diikuti 2-3
minggu kemudian.
Jika kondisi pasien
berat dianjurkan
dirawat dan
diberikan terapi
asiklovir 5-10
mg/kgBB IV 8 jam
selama 8-10 hari.

14

Penatalaksanaan
Steroid
Prednison 2040mg/hari dengan
dosis terbagi 2-3 kali
per hari.
Untuk mengurangi
inflamasi yang terjadi
pada mata serta
mencegah komplikasi
seperti keratitis,
iridosiklitis, skleritis
15

Juga membantu
mengurangi nyeri

Penatalaksanaan
Obat Tetes Mata
Steroid dan Kombinasi Antibiotik untuk
mencegah infeksi sekunder pada mata,
mengurangi peradangan, mencegah
komplikasi.
Sediaan :
Deksametason 0,1%, Polimiksin B, dan Neomisin
(contoh: Cendo Xitrol)
Tobramisin dan Dexamethason (Contoh :
Tobroson)

Air Mata Buatan


Membantu lubrikasi mata pada saat lapisan
konjungtiva sedang terkena infeksi. Terutama
pada defek epitel konjungtiva dan kornea.

16

Penatalaksanaan

17

Komplikasi
Bila tidak ditangani dengan tepat
maka dapat menyebabkan :
Kemosis Konjungtiva
Defek Kornea Permanen yang
mengganggu visus
Iridosiklitis
Hipopion
Pada kasus parah bisa terjadi atrofi iris
masif
Skleritis
Ocular palsy Kelumpuhan N. III, N.IV,
dan N.VI
Retinal Vasculitis (jarang)

18

Prognosis
Gejala
Sisa : Postherpetic
neuralgia
bisa
bertahan
hingga 2
tahun
Prognosis
ad
Cosmeticu
m:
umumnya
baik
kadang ada
sikatriks

Umumnya
baik apabila
ditangani
dengan
cepat dan
tepat.

Jika sudah
terjadi
defek
kornea
permanen

Penurunan
visus
Jika terjadi
defek
kornea
berat
Keratoplast
y

19

Daftar Pustaka
American Academy of Ophtalmology. External cornea and
disease. Section 8. 2005-2006.
Voughan D, Tailor A. Penyakit virus : ophtalmologi umum. Edisi
14. Widya Medika. 1995 : 112, 336.
Suwarji H. Infeksi viral dan strategi pengobatan anti viral pada
penyakit mata. Diakses dari
http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08InfeksiViral087.pdf.
Oktober 2006.
Moses S. Herpes zoster ophtalmicus. Diakses dari
www.fpnotebook.com. January 13, 2008.
Gurwood AS. Herpes zoster ophthalmicus. Diakses dari
www.optometry.co.uk. November 16, 2001.
Maria M Diaz. Herpes zoster ophthalmicus. Diakses dari
http://emedicine.medscape.com/article. Desember 10, 2009.
Web MD. Herpes of the eye. Diakses dari
http://www.medicinenet.com/herpeseye/. November 2009.
Shaikh S. Evaluation and management of herpes zoster.
Diakses dari: www.aafp.org. November 1, 2002.

20

Terimakasih
alvian.reza@gmail.com 3/16/15