Anda di halaman 1dari 14

Laju Reaksi

Kelompok Karbon:
Siti Suwansih (C)
Meri Wulandari (Si)
Daniel Pracoyo (Ge)
Chomsyatun Aisah N. (Sn)
Jauhar Farasyah (Pb)

Pengertian Laju Reaksi


Laju reaksi adalah perbandingan perubahan
konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi terhadap
perubahan waktu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju


Reaksi
1. Konsentrasi pereaksi
2. Suhu
3. Tekanan
4. Katalis
5. Luas permukaan sentuh

1. Konsentrasi Pereaksi
Semakin besar konsentrasi pereaksi, laju reaksi semakin cepat.
Semakin kecil konsentrasi pereaksi, laju reaksi semakin lamabat

2. Suhu
Apabila suhu suatu reaksi dinaikan, laju reaksi semakin besar.
Apabila
kecil.

suhu suatu reaksi diturunkan, laju reaksi semakin

3. Tekanan
Penambahan

tekanan

dengan

memperkecil

volume

akan

memperbesar konsentrasi, dengan demikian dapat memperbesar


laju reaksi.

4. Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia
pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai
oleh reaksi itu sendiri.

5. Luas Permukaan Sentuh


Semakin besar luas permukaan bidang sentuh, laju reaksi
semakin cepat.
Semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, laju reaksi
semakin kecil.

Mengukur Laju
Dapat diukur dengan menggunakan zat dalam
reaksi.
Satuan : M/s
Diukur dalam tiga cara:
Laju sesaat
Laju rata-rata
Laju awal

Laju Reaksi Sesaat


Laju sesaat adalah laju pada saat tertentu. Pada umumnya, laju reaksi
makin kecil seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. oleh karena itu,
plot konsentrasi terhadap waktu berbentuk garis lengkung. Laju sesaat
pada waktu t dapat ditentukan dari kemiringan (gradien) tangen pada
saat t tersebut.

Laju Reaksi Rata-rata


Laju rata-rata adalah rata-rata laju untuk selang waktu tertentu.
Laju = [reaktan]
waktu

Hukum Laju Reaksi


Hukum laju reaksi menunjukkan korelasi antara laju reaksi
(v) terhadap konstanta laju reaksi (k) dan konsentrasi reaktan
yang dipangkatkan dengan bilangan tertentu (orde reaksi).
Hukum laju reaksi dapat dinyatakan dalam persamaan
berikut :
aA + bB -> cC + dD
v = k [A]x [B]y
x dan y adalah bilangan perpangkatan (orde reaksi) yang hanya
dapat ditentukan melalui eksperimen. Nilai x maupun y tidak
sama dengan koefisien reaksi a dan b.

Orde reaksi (m) = 0


Laju reaksi tidak tergantung pada konsentrasi reaktan:
AB
- d[A]/dt = k [A]0 = k
[A] = -kt + C
Umumnya terjadi pada dekomposisi termal.
Contoh:
Dekomposisi HI menjadi H2 dan I2 merupakan reaksi orde
0 terhadap HI.

Orde reaksi (m) = 1


Laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi reaktan:

AB
- d[A]/dt = k [A]1 = k [A]
ln [A] = -kt + C
Contoh:

Pembentukan butil alkohol dari butil klorida dan air


merupakan reaksi orde 1 terhadap butil klorida.
C4H9Cl + H2O -> C4H9OH + HCl

Orde reaksi (m) = 2


Laju reaksi berbanding lurus dengan pangkat dua
konsentrasi reaktan:
AB
- d[A]/dt = k [A]2
1 / [A] = kt
Contoh:
Dekomposisi NO2 merupakan reaksi orde dua terhadap NO 2.
2 NO2 (g) 2 NO (g) + O2 (g)

Teori Tumbukan Reaksi


Tumbukan antara pereaksi ada yang menghasilkan reaksi dan tidak,
sebagai contoh reaksi antara hidrogen dan iodium.
1. Tumbukan dengan engeri yang tidak cukup

2. Molekul terpisah kembali tumbukan tidak


berhasil

1. Tumbukan dan energi yang cukup. Ikatanikatan akan putus dan terbentuk ikatan
baru.

2. Molekul HI terbentuk. Tumbukan berhasil.