Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH FITOTERAPI

AROMATERAPI

OLEH :
Kelompok 2
Lia Puspitasari
Philipus Putra Pradana
Muhammad Akbarul Amri
Widyanita Noviani
Risa Putri Utami
Tina Arselina Intani
Raine Desi Kumamba
Shiera Syabila Maulidya
Marina Marfiyanti
Tissa Rizki Amanda

260112140008
260112140013
260112140018
260112140041
260112140062
260112140084
260112140106
260112140104
260112140109
260112140115

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2014

AROMATERAPI
A. Definisi dan Manfaat Aromaterapi
Aromaterapi didefinisikan dalam dua kata yaitu aroma yang berari wangiwangian (fragrance) dan therapy yang berarti perlakuan pengobatan, jadi secara
ilmiah diartikan sebagai wangi-wangan yang yang memiliki pengaruh terhadap
fisiologis manusia. Buchbauer menetapkan definisi universal untuk aromaterapi,
yaitu terapi menggunakan senyawa aromatik atau senyawa yang mudah menguap
(volatile) untuk mengobati, mengurangi atau mencegah suatu penyakit, infeksi
dan kegelisahan dengan cara menghirupnya (Muchtaridi, 2003).
Buckle (2002) mendefinisikan aromaterapi klinis sebagai pemakaian
minyak esensial untuk hasil tertentu yang dapat diukur. Orang Mesir Kuno
menggunakan aromaterapi untuk meredakan nyeri dan pada abad ke-19, daun
rosemary dibakar di rumah sakit untuk pengasapan. Sekarang, ahli aromaterapi
menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan hasil kesehatan yang positif,
termasuk perbaikan alam perasaan, edema, jerawat, alergi, memar, dan stress.
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan essential oil atau sari
minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan,
membangkitkan

semangat,

menyegarkan

serta

menenangkan

jiwa

dan

raga.Aromaterapi memiliki manfaat yang sangat beragam, mulai dari pertolongan


pertama sampai membangkitkan rasa gembira (Hutasoit, 2002).
Terapi aroma (Aromaterapi) adalah teknik perawatan tubuh dengan
menggunakan/memanfaatkan minyak atsiri (essential oil) yang berkhasiat; dapat
dengan cara penghirupan, pengompresan, pengolesan di kulit, perendaman dan
akan lebih efektif disertai dengan pijatan. Bahan yang digunakan adalah zat aktif
yang diambil dari sari tumbuh tumbuhan aromatik (ekstraksi dari bunga, daun,
akar, batang atau ranting, buah, biji dan lainnya) yang memberikan efek stimulasi
atau relaksasi (Hutasoit, 2002).
Aromaterapi adalah penggunaan minyak essensial konsentrasi tinggi yang
diekstraksi dari tumbuh-tumbuhan dan diberikan melalui massage, inhalasi,
dicampur ke dalam air mandi, untuk kompres melalui membran mukosa dalam

bentuk perisarium atau supositoria dan terkadang dalam bentuk murni. Meskipun
aroma memegang peranan penting dalam mempengaruhi alam perasaan,
sebenarnya zat kimia yang terkandung dalam berbagai jenis minyak yang bekerja
secara farmakologis dan kerjanya dapat ditingkatkan dengan jenis metode
pemberiannya, terutama massage (Andrew, 2009).
Aromaterapi menurut Agusta (2002) adalah salah satu pengobatan
penyakit dengan menggunakan bau-bauan yang umumnya berasal dari tumbuhtumbuhan serta berbau harum, gurih, dan enak yang disebut minyak atsiri.
Pengertian tentang aroma terapi juga dikemukakan oleh beberapa pendapat
di antaranya menurut Roemantyo dan Harini (1999) yang menjelaskan bahwa
aromaterapi merupakan aplikasi terapi yang menggunakan aroma atau wewangian
segar yang diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan. Kemudian Rachmi Primadiati
seorang dokter ahli kecantikan dan aromatologi mengemukakan bahwa aroma
terapi itu satu teknik terapi yang menggunakan minyak atsiri dari tumbuhan
dengan cara dihirup, diminum, dioleskan, atau dipijatkan (Lina, 2010).
Tujuan aromaterapi
Tujuan dari minyak aroma terapi adalah untuk meningkatkan kesehatan
dan kesejahteraan tubuh, pikiran, dan jiwa.Sekarang ini, semakin banyak
digunakan untuk berbagai kebutuhan kesehatan dan kecantikan, dari mulai
perawatan hingga penyembuhan (Jim, 2013).
Manfaat aromaterapi
1

Membantu meringankan Stress

Senyawa aromatik dari berbagai minyak esensial yang berbeda dikenal sebagai
relaksan dan bisa membantu untuk menenangkan pikiran dan menghilangkan
kecemasan.Beberapa minyak esensial terbaik untuk menghilangkan stres adalah
minyak lemon, minyak esensial lavender, bergamot, peppermint, vetiver, dan
ylang.Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minyak lemon bisa meningkatkan
mood dan mengurangi kemarahan (Yuli, 2014).

Antidepresan

Aromaterapi juga sangat umum digunakan untuk menghilangkan perasaan


depresi,

karena

efek

sampingnya

lebih

ringan

daripada

antidepresan

farmasi.Sementara aromaterapi berguna untuk pengobatan, psikiater juga tetap


diperlukan untuk menilai apakah depresi masih berlanjut atau memburuk.Minyak
esensial yang digunakan untuk mengurangi depresi yang banyak disarankan ahli
adalah minyak peppermint, chamomile, lavender, dan melati (Yuli, 2014).
3

Meningkatkan memori

Alzheimer masih dianggap sebagai penyakit yang tak tersembuhkan, namun ada
cara

tertentu

untuk

mengurangi

atau

memperlambat

perkembangannya.

Aromaterapi juga sering menjadi sebagai alternatif untuk pengobatan tambahan


bagi pasien demensia Alzheimer.Studi telah menunjukkan khasiat aromaterapi
pada pasien yang lebih muda dapat meningkatkan kapasitas memori mereka
dalam jangka waktu tertentu setelah perawatan.Minyak Sage adalah minyak yang
paling sering direkomendasikan untuk efek meningkatkan memori (Yuli, 2014).
4

Meningkatkan jumlah Energi

Stimulan seperti kafein, nikotin, pil energi, atau zat lain bisa menmberikan efek
yang sangat merusak pada tubuh, sedangkan diet dan olahraga juga meningkatkan
kesehatan tubuh, namun banyak orang menggunakan aromaterapi untuk
memperoleh sedikit rasa lebih semangat. Banyak minyak esensial yang dikenal
berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan energi, dan
merangsang tubuh dan pikiran tanpa efek samping yang berbahaya. Minyak
esensial yang terbaik untuk mendorong energi termasuk lada hitam, kapulaga,
kayu manis, minyak cengkeh, angelica, melati, pohon teh, dan rosemary (Yuli,
2014).
5

Penyembuhan dan Pemulihan

Banyak minyak esensial yang bermanfaat untuk menstimulasi peningkatan


penyembuhan luka atau penyakit.Hal ini bisa disebabkan oleh karena peningkatan
aliran oksigen dan peredaran darah kepada luka yang perlu disembuhkan.Sifat anti
mikroba dari minyak esensial tertentu juga bisa menjaga tubuh terlindungi selama
tahap penyembuhan. Beberapa minyak esensial yang paling populer untuk

mempercepat proses penyembuhan termasuk lavender, calendula, rosehip,


everlasting, dan minyak buckthorn. Sejumlah orang bahkan menggunakan
aromaterapi lebih dari sekedar menyembuhkan luka, tapi juga untuk mengurangi
tingkat keparahan dan ketidaknyamanan karena masalah kulit seperti psoriasis dan
eksim (Yuli, 2014).
6

Sakit kepala

Aromaterapi bisa menjadi solusi yang bagus untuk menghilangkan sakit kepala,
sekaligus mengurangi stres, kecemasan, atau untuk mencegah sakit kepala.
Beberapa minyak esensial yang terkait dapat mengurangi sakit kepala dan migrain
adalah

peppermint,

eucalyptus, minyak

esensial

cendana,

dan

minyak

rosemary.Pasien juga dapat mencampur minyak ini dengan minyak pembawa dan
menyebarkannya ke kulit, kulit kepala, leher, dan pelipis.Beberapa minyak
pembawa terbaik untuk sakit kepala termasuk minyak almond, alpukat, kelapa,
aprikot, dan minyak wijen (Yuli, 2014).
7

Mengatasi Insomnia

Kurang tidur bisa memperburuk atau menyebabkan sejumlah masalah medis, serta
dapat menyebabkan rasa lelah dan kurang berenergi.Denngan demikian,
aromaterapi bisa membantu untuk mengatasi masalah sulit tidur atau insomnia,
sehingga bisa tidur lelap dan berkualitas.Beberapa minyak esensial terbaik untuk
mengatasi gangguan insomnia termasuk lavender, chamomile, melati, benzoin,
neroli, mawar, cendana, dan minyak esensial ylang ylang (Yuli, 2014).
8

Sistem kekebalan tubuh

Sebagian besar medis mengatakan, aromaterapi bisa memberikan peningkatan


sistem kekebalan tubuh jika digunakan dengan benar.Efek antimikroba, efek anti
jamur atau antibakteri dari minyak esensial aromaterapi dapat melindungi dari
sejumlah penyakit dan infeksi. Beberapa minyak yang paling efektif untuk
meningkatkan sistem kekebalan tubuh termasuk oregano, kemenyan, lemon,
peppermint, kayu manis, dan minyak esensial eucalyptus (Yuli, 2014).
9

Menghilangkan rasa nyeri

Analgesik yang biasa digunakan untuk mengobati rasa nyeri memiliki banyak
efek samping pada tubuh. Nyeri adalah salah satu kondisi umum yang bisadiatasi

dengan aromaterapi. Minyak esensial termasuk lavender, chamomile, clary sage,


juniper, kayu putih, rosemary, dan minyak peppermint bisa digunakan untuk
tujuan menghilangkan rasa nyeri (Yuli, 2014).
10 Pencernaan
Masalah pencernaan tertentu dapat diobati dengan aromaterapi, seperti
meringankan sembelit, gangguan pencernaan, kembung, dan mempercepat
metabolisme sehingga makanan bisa lebih cepat dicerna.Minyak esensial jeruk
biasanya yang terbaik untuk mengobati kondisi pencernaan, termasuk
lemon.Tetapi ada juga beberapa studi yang menyarankan jahe, adas, chamomile,
clary sage, dan lavender (Yuli, 2014).
B. Sumber Minyak Atsiri
Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun,
bunga, buah, biji, batang atau kulit dan akar atau rhizome. Berbagai macam
tanaman yang dibudidayakan atau tumbuh dengan sendirinya di berbagai daerah
di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi minyak atsiri, baik
yang unggulan maupun potensial untuk dikembangkan.

Bunga
Bagian bunga dari tumbuhan merupakan pusat metabolisme yang paling
kuat untuk proses tumbuhnya tumbuhan dan berperan sebagai organogenesis bagi
setiap tumbuhan. Sebagai pusat dari segala aktivitas kerja pada tumbuhan, minyak
esensial yang berasal dari bagian bunga-misalnya bunga mawar dan chamomilemempunyai kekuatan penyembuhan yang berkualitas tinggi.

Daun

Bentuk kekuatan lain dari tanaman berasal dari bagian daun. Daun yang
warnanya hijau mempunyai kekuatan yang lebih baik dibandingkan daun lainnya
yang warnanya bukan hijau. Daun merupakan bagian tumbuhan yang dapat
menjaga keserasian lingkungannya dan mempunyai sumber kekuatan untuk
memekarkan bunga. Bagian daun ini sangan berkaitan erat dengan kepala sebagai
pusat fungsi saraf pada tubuh manusia.

Akar, Kulit, dan Batang


Akar merupakan pusat makanan bagi tumbuhan yang mencerna dan
mengolah sumber-sumber mineral dari lapisan bumi. Sebagaimana usus pada
manusia yang mencerna makanan, akar juga merupakan pusat penyimpanan
energi dari hasil fotosintesa dalam bentuk gula, protein, dan lemak sehingga
tanaman dapat tumbuh dan berkembang. Dengan kata lain akar merupakan pusat
regenerasi suatu tumbuhan. Bagian akar dan kulit kayu dapat menghasilkan
minyak eter yang mempunyai efek kerja simpatikus dan seperti hormon estrogen.
Selain itu, minyak esensial yang berasal dari akar juga mempunyai aktivitas untuk
membantu anabolisme dan merupakan suatu biokatalisator pada lapisan intrasel.
Khususnya di Indonesia telah dikenal sekitar 40 jenis tanaman penghasil
minyak atsiri, namun baru sebagian dari jenis tersebut telah digunakan sebagai
sumber minyak atsiri secara komersil.
Berikut adalah daftar tanaman atsiri penghasil minyak atsiri yang tumbuh di
Indonesia :
1

Akar : Akar Wangi, Kemuning

Daun : Nilam, Cengkeh, Sereh Lemon, Sereh Wangi, Sirih, Mentha, Kayu
Putih, Gandapura, Jeruk Purut, Karmiem, Krangean, Kemuning, Kenikir,
Kunyit, Selasih, Kemangi.

Biji : Pala, Lada, Seledri, Alpukat, Kapulaga, Klausena, Kasturi, Kosambi.

Buah : Adas, Jeruk, Jintan, Kemukus, Anis, Ketumbar.

Bunga : Cengkeh, Kenanga, Ylang-Ylang, Melati, Sedap Malam,


Cempaka Kuning, Daun Seribu, Gandasuli Kuning, Srikanta, Angsana,
Srigading.

Kulit Kayu : Kayu Manis, Akasia, Lawang, Cendana, Masoi, Selasihan,


Sintok

Ranting : Cemara Gimbul, Cemara Kipas

Rimpang : Jahe, Kunyit, Bangel, Baboan, Jeringau, Kencur, Lengkuas,


Lempuyang Sari, Temu Hitam, Temulawak, Temu Putri.

Seluruh bagian : Akar Kucing, Bandaton, Inggu, Salasih, Sudamala,


Trawas.

Minyak atsiri biasanya dinamakan menurut sumber utamanya, seperti :

Minyak adas (fennel/foeniculi oil)


Minyak cendana (sandalwood oil)
Minyak bunga cengkeh (eugenol oil) dan minyak daun cengkeh (leaf clove

oil)
Minyak kayu putih (cajuput oil)
Minyak bunga kenanga (ylang-ylang oil)
Minyak lawang
Minyak mawar
Minyak nilam
Minyak serai

Selain itu dikenal pula beberapa minyak atau berbentuk salep yang merupakan
kombinasi antara beberapa jenis minyak atsiri. Contohnya :

Minyak Telon

Minyak Tawon

Minyak Angin

C. Aspek Kimia Fisika Minyak Atsiri


Parameter yang banyak digunakan untuk melihat mutu minyak atsiri dapat
dilakukan terhadap pemeriksaan sifat fisika-kimia minyak atsiri antaralain:
1

Indeks bias
Indeks bias suatu zat (n) adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam
hampa udara dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Indeks biasa
digunakkan untuk identifikasi zat dan deteksi ketidakmurnian. Harga indeks
bias dalam Farmakope Indonesia dinyatakan untuk ukuran garis (D) cahaya
natrium putih pada gelombang 589,0 nm dan 589,6 nm. Refraktometer Abbe
digunakan untuk mengukur rentang indeks bias. Untuk mencapai ketelitian
teoritis 0,0001, perlu dilakukan kalibrasi alat terhadap bahan baku.
Pengendalian suhu dan kebersihan alat dengan menetapkan indeks bias air,
destilasi yaitu 1,3330 pada suhu 200 dan 1,3325 pada suhu 250 (Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, 1995).
Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan bobot zat terhadap air volume
sama yang ditimbang di udara pada suhu yang sama menggunakan piknometer.
Kecuali dinyatakan lain lain dalam monografi, keduanya ditetapkan pada suhu
250 (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979; Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, 1995; Guenther, 1987 ).
Air murni memiliki bobot jenis 1 g/cm 3 atau 1000 kg/ m3. Bobot jenis
minyak atsiri berkisar antara 0,696-1,119 g/mL, namun pada umumnya minyak
atsiri memiliki bobot jenis lebih kecil dari air (Sastroharmidjojo, 2004).

Putaran Optik
Rotasi optik adalah besar sudut pemutaran bidang polarisasi yang terjadi
jika sinar terpolarisasi dilewatkan melalui cairan. Kecuali dinyatakan lain,

pengukuran dilakukan menggunakan sinar natrium pada lapisa cairan setebal 1


dm pada suhu 200. Senyawa yang memutar bidang cahaya sesuai arah jarum
jam dilihat kearah sumber cahaya, bersifat memutar ke kanan

bidang

terpolarisasi dan rotasi sudutnya diberi tanda (+), zat yang memutar bidang
cahaya berlawanan dengan arah jarum jam bersifar memutar ke kiri dan rotasi
sudutnya diberi tanda (-) (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979;
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995).
3

Kelarutan dalam Alkohol


Kelarutan minyak didalam alkohol dipengruhi kandungan kimia didalam
minyak.Pada

umumnya

minyak

atsiri

mengandung

hidrokarbon

tak

terhidrogenasi.Makin tinggi kandungan hidrokarbon tak terhidrogenasi maka


makin sukar larut, karena senyawa terpen teroksigenasi merupakan senyawa
nonpolar yang tidak mempunyai gugus fungsional.Hal ini dapat disimpulkan
bahwa semakin kecil kelarutan minyak atsiri pada alkohol, maka kualitas
4

minyak atsiri semakin baik (Sastrohamidjojo, 2004).


Bilangan Asam
Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan jumlah mg kalium
hidroksida yang diperlukan untuk menetralkan asam bebas yang terdapat
dalam 1 g zat (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979).Kurang
lebih 4 gram sampel ditimbang, lalu ditambahkan 5 mL etanol netral dan 5
tetes fenolftalein. Kemudian dititrasi dengan alkohol-kalium hidroksida 0,1 N
hingga warna merah jambu. Volume pentiter diukur dan bilangan asam

dihitung (Apriyantono, 1989).


Bilangan Ester
Bilangan ester zat adalah jumlah mg kalium hidroksida yang diperlukan
dalam untuk menyabunkan 1 g zat.Bilangan penyabunan adalah bilangan yang
menunjukkan jumlah mg kalium hidroksida yang diperlukan untuk
menetralkan asam basa dan menyabunkan ester yang terdapat dalam 1 g zat
uji.Bilangan ester dihitung dari mengurangkan nilai penyabunan dengan

bilangan asam (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979).


Kromatografi
Analisis minyak tumbuhan dapat dilakukan dengan cara kromatografi.
Dua cara kromatografi utama yang digunakan ialah KLT untuk uji pemurnian

minyak dan kromatografi gas untuk identifikasi asam lemak yang terkandung
dalam minyak, memisahkan senyawa yang mudah menguap dan tidak terjadi
dekomposisi akibat pemanasan (Harborne, 1987).
a

Kromatografi Lapis Tipis


Kromatografi lapis tipis (KLT) merupakan salah satu analisis
kualitatif dari suatu sampel yang ingin dideteksi berdasarkan perbedaan
kepolaran. Prinsip kerjanya memisahkan sampel berdasarkan perbedaan
kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan. Teknik ini
biasanya menggunakan fase diam dari bentuk plat silika dan fase diamnya
disesuaikan dengan jenis sampel yang ingi dipisahkan. Mekanisme sorpsi
yang utama pada KLT adalah partisi dan adsorpsi. Partisi terjadi pada fasa
gerak dan fasa diam sedangkan proses adsorpsi senyawa dilakukan oleh
adsoben yang bertindak sebagai fasa diam. Larutan atau campuran larutan
yang digunakan dinamakan eluen. Semakin dekat kepolaran antara sampel
dengan eluen maka sampel akan semakin terbawa oleh fase gerak tersebut
(Rohman, 2008).
Penetapan letak bercak dapat dilakukan dengan pengamatan
langsung jika senyawa tampak pada cahaya tampak, ultraviolet gelombang
pendek (254 nm) atau gelombang panjang (366), atau pengamatan dengan
cahaya tampak atau ultraviolet setelah disemprot dengan larutan penampak
bercak (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008).
Derajat retensi pada kromatografi lempeng biasanya dinyatakan sebagai
faktor retensi Rf.
Rf =
Jarak yang ditempuh senyawa terlarut (a)
Jarak yang ditempuh pelarut (S)

b Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa


Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM) merupakan
gabungan antara instrumen kromatografi gas dengan spektrometer massa
yang digunakan untuk pemisahan, identifikasi dan penentuan kadar
minyak atsiri. Komponen dasar dari instrumen KG-SM berupa gas

kromatografi inert, kamar ionisasi, penganalisa massa, detektor, dan


rekorder (Skoog et al., 2004 ; McNair, H and Bonelli E.J., 1988).

Gambar Rangkaian alat GC (McNair, H and Bonelli E.J., 1988)


Pemisahan bobot molekul dan rumus molekul pada kromatografi
gas (KG) umumnya berdasarkan perbedaan tekanan uap dari masingmasing komponen yang akan dipisahkan. Sampel KG dapat berupa gas
atau cairan, yang diinjeksi pada aliran fasa gerak yang berupa gas inert
(gas pembawa) seperti He, N2, Ar, dan H2. Sampel dibawa melalui kolom
kapiler dan komponen sampel akan terpisah berdasarkan kemampuanya
untuk terdistribusi dalam fasa gerak dan fasa diam. Kolom yang digunakan
biasanya terbuat dari kaca, stainless steel, tembaga, atau aluminium dan
mempunyai panjang sekitar 2-6 m, dan diameter 2-4 mm. Kolom diisi
dengan suatu fasa diam dengan kisaran diameter 37-44 m sampai 250354 m, fase diam KG dapat berupa padatan atau cairan. (Harvey, 2000 ;
Skoog et al., 2004).
Spektroskopi Massa (SM) menyediakan informasi struktur lengkap
untuk hampir semua komponen yang dapat diidentifikasi secara tepat,
namun tidak dapat memisahkannya. Senyawa-senyawa yang terpisah dari
analisis KG akan keluar dari kolom dan mengalir secara langsung pada
ruang ionisasi spektrometer massa. Pada ruang ionisasi semua molekul
(termasuk gas pembawa, pelarut, dan solut) akan terionisasi, dan ion
dipisahkan berdasarkan massa dan rasio muatannya. Setiap solut
mengalami fragmentasi yang khas (karakteristik) menjadi ion yang lebih
kecil, sehingga spektra massa yang terbentuk dapat digunakan untuk

mengidentifikasi solut secara kualitatif (Harvey, 2000 ; Skoog et al.,


2004).

D. Proses Isolasi
Pomade
Pomade didapatkan melalui proses enflurasi, yaitu metode ekstraksi
lemak dingin. Lemak disebar pada wadah kaca yang dibingkai kayu, sehingga
ada batas bingkainya.Bingkai tersebut dinamakan chassis.Permukaan absorbsi
dari lemak bisa ditambah dengan membuat cekungan menggunakan spatula
kayu.
Bunga segar disebarkan pada permukaan lemak, dan chassis yang telah
ditaburi bunga ditumpuk dan dibiarkan beberapa hari. Setelah beberapa w,
maka bunga yang telah disebar diambil diambil dari permukaan lemak dan
disebarkan lagi bunga yang baru. Proses ini dilakukan terus sampai lemak
mengandung minyak atsiri yang ditandai dengan adanya bau bunga pada
lemak, maka pomade didapatkan.

Resinoid
Resinoid didapatkan dengan cara ekstraksi bubuk simplisia menggunakan

pelarut nonpolar seperti petroleum eter. Simplisia dimasukkan ke dalam


ekstraktor dan selanjutnya pelarut organik dipompakan ke dalam ekstraktor.
Pelarut organik akan masuk ke dalam ekstraktor. Pelarut organik akan
menembus ke dalam jaringan simplisia dan akan melarutkan minyak. Proses
tersebut diulang sampai bahan kering jenuh. Minyak atsiri yang telah
bercampur dengan pelarut kemudian dipisahkan dengan vakum evaporator.

Concrete dan Absolut


Teknologi minyak atsiri saat ini berkembang pada industri skala kecil

adalah penyaringan.Namun teknologi ini banyak kelemahannya karena minyak


atsiri yang mengandung ester terhidrolisis karena adanya air dan panas.Untuk
mengatasi kedala tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dengan
menggunakan ekstraksi solvent (pelarut menguap). Ada 2 syarat agar pelarut
dapat digunakan di dalam proses ekstraksi, yaitu pelarut tersebut harus
merupakan pelarut terbaik untuk bahan yang akan diekstraksi dan pelarut
tersebut harus dapat terpisah dengan cepat setelah pengocokan. Dalam
pemilihan pelarut yang harus diperhatikan adalah toksisitas, ketersediaan,

harga, sifat tidak mudah terbakar, rendahnya suhu kritis, dan tekanan kritis
untuk meminimalkan biaya reaktivitas (William, 1981).
Pada bahasan berikut akan dijelaskan dengan contoh ekstraksi minyak atsiri
Mawar dengan prosedur sebagai berikut:
1. Ekstraksi bunga mawar dengan menggunakan pelarut organik.
2. Dalam ekstraksi, dilakukan pengadukan 3-4 kali selama 3 menit per jam
secara manual, kemudian ditutup dan dibiarkan selama 12 jam.
3. Kemudian larutan dipisahkan dengan cara penyaringan dan pemerasan,
sehingga diperoleh ampas dan ekstrak bunga mawar.
4. Untuk memperoleh concrete dan absolut mawar, dilakukan penguapan
pelarut kembali menggunakan peralayan evaporator vakum berputar pada
suhu 35-40C dan tekanan 550mmHg (untuk memisahkan minyak mawar
yang bercampur dengan fraksi lilin dan pelarut), dan diperoleh concrete
(produk minyak mawar yang masih bercampur dengan lilin).
5. Concrete diekstraksi dengan penambahan etanol 96% pada suhu 50-60C
dandiaduk selama 20 menit pada kecepatan 500 rpm pada suhu 30C
untuk memisahkan lilin, kemudian disaring (unuk memisahkan fraksi lilin
dengan larutan minyak mawar dalam etanol). Hal ini dilakukan berulangulang hingga larutan mendekati jernih sampai diperoleh minyak mawar
dan etanol.
6. Larutan tersebut dididnginkan pada suhu 0-10C selama 1 hari, agar
larutan minyak mawar dalam etanol bebas fraksi lilin.
7. Kemudian disaring berulang-ulang hingga larutan menjadi jernih sehingga
lilin yang masih tersisa mengendap.
8. Larutan yang diperoleh ini disebut absolut mawar yang berupa minyak
sebagai bahan baku parfum atau kosmetika.

E. Aktivitas Biologis

Sistem Syaraf Pusat


Pemberian

senyawa

aromaterapi

melalui

inhalasi

akan

langsung

memberikan efek terhadap sitem syaraf pusat dan mempengaruhi kesetimbangan


korteks serebri serta syaraf-syaraf yang terdapat pada otak. Fragrance yang
diberikan secara inhalasi akan merangsang sistem olfactory yang dikendalikan
oleh sistem syaraf pada hewan dan manusia, sehingga sistem syaraf memberikan
perintah kepada struktur otak untuk meresponnya. Saat senyawa aroma dihirup,
senyawa tersebut dengan cepat berinteraksi dengan sistem syaraf pusat dan
langsung merangsang syaraf pada sistem olfactory, kemudian sistem ini akan
merangsang syaraf-syaraf pada otak di bawah kesetimbangan korteks serebral
(Buckle, 1999).
Secara sederhana efek farmakologi dan aromaterapi pada sistem syaraf
pusat dapat disimpulkan melalui dua jalur. Jalur yang pertama disebut jalur

langsung dimana senyawa yang terinhalasi dengan segera dibawa oleh darah
untuk disuplai ke otak, sedangkan jalur kedua adalah jalur tidak langsung dimana
senyawa, fragrance yang terhisap dibawa melalui jalur olfactory nervus sebelum
dibawa ke otak (Muchtaridi,2003).
Depresi SSP
Senyawa aromaterapi memberikan mekanisme bahwa molekul-molekul
yang terinhalasi dikirim melalui hidung ke sistem saraf olfactory dalam limbic di
bawah korteks serebral kemudian senyawa ini bekerja pada metabolisme
monoamin dengan cara memblok enzim monoaminooksidase dan meningkatkan
konsentrasi monoamin di sistem sayaraf pusat. Mekanisme lainnya adalah
penghambatan pada pengambilan kembali serotonin yang akan memperbaiki
mood (Muchtaridi, 2003).
Antibakteri
Mekanisme

antibakteri

minyak

atsiri

telah

dijelaskan

oleh

Gattefose.Menurutnya, minyak atsiri memiliki kemampuan untuk membersihkan


udara yang kita hirup. Ketika minyak ini berdifusi di dalam ruangan, senyawa ini
melepaskan molekul oksigen ke atmosfir dimana molekul tersebut tersuspensi
selama beberapa jam untuk membunuh bakteri, jamur, menghilangkan debu, dan
menjadikan udara lebih segar dengan harum alami. Sifat minyak atsiri tersebut
memungkinkan kita untuk menghirup udara yang bersih dari debu, antibakteri,
antijamur, antivirus dan antiseptik.
Antioksidan
Siurin dan Lee et al menelusuri aktivitas antioksidan dari aromaterapi.Siurin
mempelajari aktivitas minyak atsiri seperti lavender, rosemary, basil, eucalyptus.
Hasilnya menunjukkan bahwa minyak lavender memberikan pengaruh positif
dengan mengembalikan tingkat total lipid.dalam menghambat lipid peroksidasi
dengan menggunakan sampel darah 150 pasien penderita bronkritis.

F. Trend Pemanfaatan Produk Aromaterapi


Berikut ini adalah beberapa contoh produk aromaterapi yang banyak terdapat di
masyarakat.
Pengharum Ruangan Otomatis PRIMO REFRESH MATIC

Keterangan
Penyegar udara kesehatan dengan mesin automatic spray :

Menetralisir bau tak sedap, termasuk bau asap rokok


Berbagai pilihan Aromatherapy Essential Oil kesehatan
Ruangan sehat, harum menyegarkan

Keterangan Produk :Juga dapat dipakai secara manual, efektif menghilangkan


bau tak sedap di: ruangan, toilet, tempat sampah, dapur, langit-langit, kain,
selimut, kover, sepatu, sofa.
Untuk pemakaian luas di : rumah, mobil, caf , restoran, kantor, hotel, rumah
sakit, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. REFRESH Matic memberikan
keharuman yang kuat sampai 3400 semprotan terukur pada kamar, toilet, dapur di
perumahan, mobil, caf , restoran, kantor, hotel, rumah sakit, mal dll.
Pilihan Aroma:

Relaxing Green Tea


Soothing Sea Breeze
Soothing Floral
Energizing Lemon

Cara Pemakaian:
Tempatkan REFRESH Matic dalam metered air cabinet. Setel timer sesuai
interval semprotan yang diinginkan. Direkomendasikan untuk menempatkan

metered

air

cabinet

sekitar

2,2

dari

lantai.

Aroma Terapi SafeCare

Keterangan
Isi : 10 ml
Kategori : Aneka Minyak/ Balsem
Perizinan : POM QD 041 603 441
Produsen / Merk : SIP Farma Sidorjo Indonesia
Harga : Rp.22.000
Harga Disc : Rp.17.000
Komposisi : Menthol 20% , Camphor 4% , Essential Oil 5% , Base ad 100%
Beli 2 dapat harga discount @ Rp.16.000
Beli 12 dapat harga discount @ Rp.15.000
1 box isinya 24 btl harga discount spesial @ Rp.13.000
Deskripsi Produk: Minyak angin yang terdiri dari MENTHOL, CAMPHOR &
ESSENTIAL OIL. Menghasilkan aroma unik dan segar yang berbeda dari obatobatan biasa. Minyak Angin Safe Care berkhasiat sebagai aromatherapy yang
memberikan rasa dingin, menyegarkan.
Indikasi: Memberikan rasa dingin yang menyegarkan untuk meringankan pusing,
sakit kepala, kembung, masuk angin, mabuk perjalanan dan mencegah gejala flu,
serta sebagai aromatherapy.

Cara Pemakaian: Gosokkan secukupnya pada tempat yang sakit


MINYAK OLES BOKASHI (BOKASHI RUB OIL)

Komposisi: Oleum Cocos 60%, Oleum Cajuputi 4%, Oleum Cajuputi 4%, Oleum
Citronellae 4%, Oleum Eugenol 4%, Oleum Foeniculum 2%, Oleum Cinnamomi
2%, Oleum Peppermint 2%, dan bahan-bahan lainnya sampai dengan 100%.
Ulasan Produk :Minyak fermentasi dari tanaman rempah dan obat dengan
tekhnologi effective microorganisms (EM).Minyak Oles Bokashi adalah obat
tradisional yang dibuat dari campuran beberapa tanaman berkhasiat obat yang
difermentasi dan diekstraksi dengan Tekhnologi Effective Microorganisms
(EM).Ekstrak tanaman berkhasiat obat tersebut, mengandung berbagai jenis antioksidan dan bahan-bahan yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit kulit, salah
urat, sakit tulang, mengurangi bau, mandi rempah dan beberapa gangguan
penyakit dalam.Diproduksi oleh:Industri Kecil Obat Tradisional Bokashi (G.N.
WIDIDANA). Bali, Indonesia. POM TR 083 677 911, ISI : 12 ML, Harga :
Rp.30.000,Khasiat dan Cara Pemakaian :

Untuk mengobati penyakit pada kulit: bisul, lecet, kurap, kudis, panu, gatal,
koreng, luka bakar, digigit serangga.Oleskan Minyak Oles Bokashi pada

tempat yang sakit secara merata 2 kali sehari.


Untuk mengobati salah urat & sakit tulang: keseleo, pegal linu, otot leher kaku,
sakit

pinggang

dan

punggung,

encok,

kesemutan

bengkak

karena

pukulan.Urutkan Minyak Oles Bokashi pada bagian yang sakit sambil dipijit.
Untuk mengurangi dan menghilangkan Bau: bau pada kaki (terutama pada ibu
jari kaki), pusar, lubang anting-anting di telinga dan ketiak.Oleskan Minyak

Oles Bokashi pada tempat yang berbau sehabis mandi.


Mandi Rempah :Lima tetes atau lebih Minyak Oles Bokashi dituangkan
kedalam satu ember air suam-suam kuku. Bagus digunakan untuk mandi dan

menyegarkan badan.
Untuk beberapa gangguan penyakit dalam: Batuk, sakit perut, sakit ulu hati,
mencret, sesak napas, ambeien (wasir).Minumlah 2-3 tetes Minyak Oles

Bokashi bersama satu gelas air matang / teh hangat.


Melancarkan Peredaran darah:Urutkan Minyak Oles Bokashi pada paha bagian
dalam, penis dan buah zakar sehabis mandi

MINYAK TAWON

Komposisi Minyak Tawon :


1.

Minyak Kelapa. Berguna bagi kelembaban, kelenturan, dan kelembutan


kulit. Hal ini disebabkan karena kandungan vitamin A dan E pada minyak
kelapa. Selain itu 80% asam lemak dalam minyak kelapa adalah asam lemak
rantai pendek dan sedang yang molekulnya berukuran kecil sehingga mudah
meresap ke sel-sel tubuh.

2.

Minyak kayu putih. Mengandung minyak esensial yang dapat mencegah


infeksi kuman yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Juga
bermanfaat untuk menghangatkan tubuh dan meredakan rasa capek.

3.

Cengkeh. Bermanfaat meredakan keluhan nyeri sendi dan bersifat


antiseptik.

4.

Daun lada, jahe, kunyit dan bawang. Mengandung minyak atsiri yang
berkhasiat anti kuman dan melancarkan sirkulasi darah.

Khasiat Manfaat Minyak Tawon :


1.

Mengobati keseleo, badan pegal-pegal, otot leher yang terasa kaku, sakit
pada bagiang pinggang dan punggung

2.

Mempercepat penyembuhan bengkak/lebam karena pukulan atau benturan.

3.

Mengobati luka bakar, luka khitan/sunat, kulit yang terluka/lecet atau kulit
yang terkena pisau.

4.

Meredakan nyeri, sakit kepala, batuk-batuk, gatal akibat gigitan serangga,


sakit gigi dan sariawan

5.

Mengobati sakit urat & tulang, bisul, pusing, kudis, kurap, panu, muntahmuntah, mencret, pegal-pegal, rematik, masuk angin, sakit perut, sesak napas,
ambeien, sakit pada ulu hati dll.

6.

Minyak tawon juga biasa digunakan untuk pemakaian pijat/urut seharihari.

Cara Pemakaian Minyak Tawon :


1.

Untuk penyakit luar, gosoklah sampai terasa panas menggunakan minyak


tawon pada bagian yang sakit dan ulangi beberapa kali dalam sehari

2.

Tempelkan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak tawon pada lukaluka atau bisul

Ulasan Produk :Minyak Tawon terdiri dari 2 macam, ada minyak tawon tutup
putih dan minyak tawon tutup merah. Minyak tawon tutup putih ini adalah yang
lebih berkhasiat dibanding minyak tawon tutup merah.Bedanya cuma pada panas
yang dihasilkan.Minyak tawon tutup putih panasnya sangat terasa, meresap ke
dalam otot kita.Cocok untuk penggunaan pijat urut karena pegal-pegal atau
keseleo.Sedangkan Minyak tawon tutup merah, harganya relatif murah dan
khasiatnya sama saja dengan minyak tawon tutup putih yang berbeda hanya pada
rasa panasnya. Tidak sepanas minyak tawon tutup putih.Untuk pengobatan luka
lecet atau digigit serangga cukup menggunakan minyak tawon tutup merah ini,
pasti hilang tidak berbekas.

DAFTAR PUSTAKA
Agusta, A. 2000.Aromaterapi
PenebarSwadaya, Jakarta.

Cara

Sehat

dengan

Wewangian

Alami.

Amiarsi, D. et al. 2006. Pengaruh jenis dan perbandingan pelarut terhadap hasil
ekstraksi minyak atsiri mawar. J. Hort. 16(4):356-359.
Apriyantono, A., dkk. 1989. Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. Bogor: IPB,
4-5,98,100-104.
Buckle, J. 1999. Use of Aromatherapy as a Complementary Treatment for Chronic
Pain. J. Alternative Therapies, 5: 42-51.
Buckle, J. 2003. Clinical Aromatherapy Essential Oils in Practice.2nd
ed.Churculchilliving Stone. USA.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia Edisi
IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Materia Medika Indonesia.
Jilid II. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 101-103.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Parameter Standar Umum
Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan
Makanan. 13-18.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2008. Farmakope Herbal Indonesia.
Edisi I. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. 11.
Dewi, P.A.P,.2013. Aromaterapi Lavender Sebagai Media Relaksasi.Bagian
Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.Bali.
Gattefose, R. M. 1935. Aromatherapie.Parf Modern.511-529.
Guenther, E. 1987.The Essential Oil. Penerjemah: Ketaren R.S. Minyak Atsiri
Jilid 1. Jakarta: Universitas Indonesia
Handa, Sukhdev Swami et al. 2008.Extraction Technologies for Medicinal and
Aromatic Plants. International Centre for Science and High Technology:
Italia
Harborne J.B. 1987. Metode Fitokimia. Penuntun Cara Modern Menganalisis
Tumbuhan.Terjemahan K. Padmawinata & I. Soediro. Bandung: Penerbit
ITB.

Hutasoit, Aini S. 2002. Panduan Aromatherapy Untuk Pemula. Gramedia


PustakaUtama. Jakarta.
Jim, 2013.Available at http://klinikdrjim.com/2013/08/03/aromaterapi-untukmasalah-penyakit-kulit/[diakses tanggal 17 September 2014].
Koensoemardiyah. 2010. A to Z Minyak Atsiri untuk Industri Makanan,
Kosmetik, dan Aromaterapi. Andi Publisher. Jakarta.
Lina. 2010. Available at http://www.scribd.com/doc/26657906/Manfaat-MinyakAtsiri-Sbg-Aromaterapi [diakses tanggal 17 September 2014].
McNair, H and Bonelli E.J. 1988.Basic Chromatography. Penerjemah: K,
Padmawinata. Dasar Kromatografi Gas. Edisi V. Bandung: ITB.
Muchtaridi. 2003. Tinjauan Aktivitas Farmakologi Aromaterapi. Farmaka. 1(1):6.
Polontalo,

Sahrul. 2009. Minyak Atsiri Indonesia.Available online at


http://minyakatsiriindonesia.com/ [diakses tanggal 9 September 2014].

Rohman, A. dan I. G. Ginanjar. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta:


Pustaka Pelajar.
Satrohamidjojo, H. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press. 13-14.
Siurin, S.A. 1997. Effects of Essential Oil on Lipid Peroxidation and Lipid
Metabolism in Patients with Chronic Broehitis. Min. Med. 75( 10): 43-45.
Tri,

Sandy.
2013.
Aromaterapi.
http://www.academia.edu/6500470/Aromaterapi
September 2014].

Vickers, Andrewet et al. 2001. Massage therapiest.


Medicine.3:202.

Available
[diakses tanggal

at
17

Western Journal of

Williams, D.F. 1981. Extraction with supercritical gases. Chem.Engineering Sci.


36(11):1769-1788
Yuli. 2014. Available at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaataromaterapi-bagi-kesehatan.html#sthash.hCkzQnMU.dpuf
[diakses
tanggal 17 September 2014].