Anda di halaman 1dari 24

Anatomi dan

Fisiologi
Puerperium
Kelompok 6

Members Name:
Dini Hayati
(1210321006)
Rahmayuni
(1210321010)
Marissa Hanum
(1210322018)
Anisah Abram
(1210322020)

Anfis Pueperium
Pengantar

Masa nifas (postpartum/puerperium)berasal


dari bahasa latin yaitu dari kata Puer yang
artinya bayi dan Parous yang berarti
melahirkan. Masa ini dimulai setelah plasenta
lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan
kembali seperti keadaan sebelum hamil,
biasanya berlangsung selama 6 minggu atau
42 hari, namun secara keseluruhan akan pulih
dalam waktu 3 bulan.

Vagina, ostium vagina

Estrogen
pascapartum
yang
menurun
berperan dalam penipisan mukos vagina dan
hilangnya rugae. Vagina akan kembali secara
bertahap ke ukuran sebelum hamil, enam
sampai 8 minggu setelah bayi lahir. Rugae
akan kembali terlihat pada sekitar minggu
keempat, walaupun tidak akan semenonjol
pada wanita nulipara.

Uterus
Pembuluh darah

Pembuluh darah yang melebar akibat


peredaran
darah
yang
masif
selama
kehamilan
secara
perlahan
terarbsorpsi
kembali dan digantikan oleh yang lebih kecil.
Akan tetapi sedikit sisa sisa dari pembuluh
darah yang lebih besar tersebut tetap
bertahan selama beberapa tahun.

-Serviks dan uterus bagian bawah


1. Serviks menjadi lunak segera setelah ibu
melahirkan. Delapan belas jam pascapartum,
serviks memendek dan konsistensinya menjadi
lebih padat dan kembali ke bentuk semula.
Ektoserviks ( bagian serviks yang menonjol ke
vagina) terlihat memar dan ada sedikit laserasi
kecil-kondisi yang optimal untuk perkembangan
infeksi.Muara serviks yang berdilatasi 10 cm
sewaktu melahirkan, menutup secara bertahap

2. Segmen uterus bagian bawah yang menipis


mengalami kontraksi dan retraksi, namun
tidak sekuat pada corpus uteri.Selama
beberapa minggu berikutnya segmen bawah
yang sebelumnya merupakan substruktur
tersendiri
yang
cukup
besar
untuk
mengakomodasi kepala bayi, berubah menjadi
isthmus uteri yang hamper tidak terlihat

Afterpains

Pada
primipar,
uterus
cenderung
tetap
berkontraksi secara tonik setelah pelahiran.
Akan tetapi, pada multipara, uterus sering
berkontraksi dengan kuat pada interval tertentu
dan menimbulkan nyeri setelah melahirkan.
Nyeri ini semakin terasa sesuai dengan
meningkatnya paritas dan menjadi lebih buruk
ketika bayi menyususi, kemungkinan besar
karena pelepasan oksitosin (Holdcroft, dkk.,
2003).

Lokia

Rabas uterus yang keluar setelah bayi lahir seringkali


disebut lokia, mula-mula berwarna merah, kemudian
berubah menjadi merah tua atau merah coklat. Lokia
rubra terutama mengandung darah dan debris
desidua serta debris trofoblastik, setelah 3 sampai 4
hari menjadi lokia serosa yang terdiri dari darah
lama (old blood ), serum, leukosit, dan debris jaringan
yang setelah 10 hari kelahiran bayi warnanya menjadi
kuning sampai putih (lokia alba) yang mengandung
leukosit, desidua,sel epitel,mucus,serum,dan bakteri.
Lokia alba bisa bertahan selama dua sampai enam
minggu setelah bayi lahir.

Regenerasi endometrium

2 atau 3 hari setelah pelahiran, desidua yang


tersisa berdiferensiasi menjadi 2 lapisan.
Lapisan superfisial menjadi nekrotik dan
meluruh masuk ke dalam lokia, lapisan basal
tetap
utuh
dan
merupakan
sumber
endometrium baru. Endometrium dapat
kembali sempurna pada hari ke 16

Involusi tempat perlekatan plasenta

Involusi merupakan kembalinya uterus ke


keadaan sebelum hamil setelah melahirkan.
Pengeluaran lengkap tempat perlengketan
plasenta memerlukan waktu sampai 6 minggu
(Williams, 1931).

Uretra dan kantong kemih

Trauma kandung kemih sangat berhubungan


erat dengan lamanya persalinan pada tahap
tertentu merupakan akibat normal dari
perlahiran per vagina, Funnel, dkk., (1954).
Kombinasi
trauma
akibat
kelahiran,
penigkatan kapasitas kandung kemih
setelah bayi lahir, dan efek konduksi
anastesi menyebabkan keinginan untuk
berkemih menurun.

Abdomen

Beberapa minggu dibutuhkan agar struktur


tersebut dapat kembali normal. Ligamentum
latum dan rotundum memerlukan waktu yang
cukup lama untuk pulih dari peregangan dan
pelonggaran yang terjadi selama kehamilan.

Komposisi darah dan cairan

Leukositosis dan trombositosis yang bermakna


dapat terjadi selama dan setelah persalinan.
Hitung se darah putih kadang mencapai
30.000/ uL, jika jumlahnya turun di bawah
level tepat sebelum persalinan, maka telah
terjadi kehilangan darah dalam jumlah yang
cukup banyak.

Payudara dan laktasi

Dengan
terjadinya
perlahiran,
terdapat
penurunan yang besar dan tiba tiba kdar
progesterone
dan
estrogen
sehingga
menyebabkan efek prolactin tidak terhambat
terhadap stimulasi produksi alfa-laktalbumin
sehingga menstimulasi lactose sintase untuk
meningkatkan laktosa susu.

Sistem endokrin
Hormon plasenta

Pengeluaran
plasenta
menyebabkan
penurunan signifikan hormon hormone yang
diproduksi oleh organ tersebut seperti
hormone human placental lactogen (hPL),
estrogen, dan kortisol,serta placental enzyme
insulinase
sehingga
membalik
efek
diabetogenik
kehamilan
pada
masa
puerperium.

Hormon hipofisis dan fungsi ovarium

Kadar prolaktin menigkat secara progresif sepanjang


masa hamil. Pada wanita menyusi, kadar prolaktin
tetap meningkat sampai minggu ke enam setelah
melahirkan ( Bowes, 1991). Kadar ini dipengaruhi
oleh kekerapan menyusui,lama setiap kali menyusui,
dan banyak makanan tambahan yang diberikan.
Pada wanita tidak menyusui, ovulasi terjadi dini,
yakni dalam 27 hari hari setelah melahirkan,
sementara pada wanita menyusui, waktu rata-rata
terjadinya ovulasi sekitar 190 hari (bowes, 1991).

Sistem cerna

Ibu biasanya lapar segera setelah melahirkan


sehingga ia boleh mengonsumsi makan
ringan. Setelah benar-benar pulih dari efek
analgesia,anesthesia,dan
keletihan,
kebanyakan ibu mersa sangat lapar.

Kardiovaskuler

Denyut jantung, volume sekuncup, dan curah


jantung meningkat sepanjang masa hamil.
Segera setelah melahirakan , keadaan ini
akan meningkat bahkan lebih tinggi selama
30 sampai 60 menit karena darah yang
biasanya melintasi sirkuit uteroplasenta tibatiba kembali ke sirkulasi umum. Nilai
meningkat pada semua jenis kelahiran atau
semua pemakaian konduksi anastesia (Bowes,
1991).

TTV

Peningkatan TD sementara, baik peningkatan


sistol maupun distol dapat timbul dan
berlangsung selama sekitar empat hari
setelah wanita melahirkan (Bowes, 1991).
Fungsi pernapasan kembali ke fungsi saat
wanita tidak hamil pada bulan keenam
setelah wanita melahirkan. Setelah rahim
kosong, diafragma menurun, aksis jantung
kembali normal, dan impuls titik maksimum
(point of maximum impulse [PMI] dan EKG
kembali normal.

Neurologi

Rasa tidak nyaman neurologis yang diinduksi


kehamilan akan menghilang setelah wanita
melahirkan.Eliminasi Edema fisiologis melaui
dieresis setelah bayi lahir menghilangkan
sindrom carpal tunel dengan mengurangi
kompresi saraf median.

Sistem Muskuloskletal

Stabilisasi sendi lengkap pada minggu


keenam sampai 8 setelah wanita melahirkan.

Sistem Integumen

Hiperpigmentasi di areola dan linea nigra


tidak menghilang seluruhnya setelah bayi
lahir. Pada beberapa wanita, pigemntasi pada
daerah tersebut akan menetap. Kulit yang
meregang pada payudara, abdomen,paha dan
panggul mungkin memudar, tetapi tidak
menghilang.
Sistem kekebalan
Kebutuhan ibu untuk mendapat vaksinasi
rubella atau untuk mencegah isoimunisasi Rh

Thank
to
You