Anda di halaman 1dari 3

Panduan

Penggunaan Obat Efektif

Rumah Sakit Harapan Bunda


Jl. Raya Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Gunung Sugih
Lampung Tengah I N D O N E S I A
Telp. (0725) 26766. Fax. (0725) 25091
http://www.rshb-lampung.co.id
1

Lampiran
Peraturan Direktur RS Harapan Bunda
Nomor
: 06/PER/DIR/VII/2012
Tanggal : 11 Juli 2012

PENGGUNAAN OBAT EFEKTIF

DEFINISI
Penggunaan obat efektif merupakan suatu syarat untuk tercapainya tujuan terapi pengobatan pada
pasien, terdapat 7 (tujuh) tepat yang harus dipenuhi tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi
pemberian, tepat jalur pemberian, tepat waktu pemberian dan tepat administrasi pemberian. Hal ini
merupakan proses yang penting untuk menghindari terjadi Medication Error (ME).
TUJUAN
1. Menyediakan panduan untuk rumah sakit / fasilitas kesehatan lainnya mengenai kebijakan
manajemen mengenai penggunaan obat efektif
2. Menghindari terjadinya Medication Error (ME).
3. Memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas tinggi dan meminimalisasi terjadinya kesalahankesalahan medis dan menurunkan potensi risiko terhadap pasien.
KEBIJAKAN
1. Peran Serta Apoteker dalam pengawasan penggunaan obat, seperti :
a. Pemberian konseling, informasi dan edukasi kepada pasien dan atau keluarga pasien serta tenaga
kesehatan lain
b. Manajemen mengenai pemberian obat kepada pasien maupun tenaga kesehatan
3. Obat-obatan jenis baru dan informasi keselamatan tambahan lainnya akan ditinjau ulang
PRINSIP
1. Setiap peresepan yang diberikan untuk pasien dikaji terlebih dahulu oleh petugas farmasi atau
Apoteker
2. Lakukan pengecekan ganda
3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan obat bagi pasien khusus (kronik, pasien yang
dirawat oleh lebih dari 1 dokter, penggunaan obat di ruang ICU, NICU, PICU, ICCU)
PROSEDUR
Lakukan prosedur skrinning kinis peresepan.
1. Peresepan
a. Skrinning administrasi, farmasetis dan klinis harus dilakukan untuk setiap resep yang diterima
b. Skrinning dilakukan oleh petugas farmasi dan Apoteker

2. Persiapan
a. Setiap obat yang disiapkan setelah dilakukan skrinning
b. Membuat catatan dan laporkan setiap resep yang memungkinkan terjadinya keselahan
berdasarkan proses skrining
3. Melakukan proses konseling kepada pasien dan atau keluarga pasien serta tenaga kesehatan lainnya
untuk dapat melaksanakan 7 tepat dan 1 waspada :
A. Tepat Obat
Memastikan setiap obat yang diterima pasien sudah tepat dan benar sesuai dengan keluhan dan
kondisi klinis pasien
B. Tepat Pasien
Setiap obat yang akan diserahkan kepada pasien dan atau keluarga pasien harus dilakukan
konfirmasi kebenaran nama pasien.
C. Tepat Dosis
Penentuan dosis dilakukan dengan cara menyesuaikan dengan usia, kondisi klinis pasien, berat
badan (untuk anak-anak), tinggi badan, serta riwayat penyakit pasien.
D. Tepat Waktu Pemberian
Khusus untuk antibiotik yang pemberian waktunya harus berdasarkan interval waktu.
E. Tepat Frekuensi Pemberian
Obat yang diberikan kepada pasien sesuai dengan frekuensi obat, seperti pemberian antibiotik
digunakan sampai habis, kemudian pemberian obat sitostatika sesuai dengan protokol dan
cycle obat.
F. Tepat Jalur Pemberian
Pemberian obat dapat melalui bermacam jalur pemberian seperti oral, IV, IM, SC. Penyesuaian
jalur pemberian harus menyesuaikan kondisi pasien serta efektifitas dari obat.
G. Tepat Administrasi Obat
Maksud dari tepat administrasi adalah di utamakan untuk obat-obat sitostatika yang harus
sesuai dengan apakah hasil data lab dari pasien memungkinkan untuk diberikan obat tersebut,
kemudian sesuai protokol dan cycle obat.
H. Waspada Efek Samping
Saat 7 tepat sudah dilakukan selanjutnya tenaga kesehatan wajib mewaspadai bahay efek
samping, karena efek samping dapat timbul saat pemberian obat atau bahkan setelah lebih dari
24 jam pemberian obat. Efek samping yang wajib diwaspadai seperti reaksi alergi obat yang
dapat menyebabkan kematian. Sebelum melakukan pemberian obat setiap tenaga kesehatan
wajib menanyakan mengenai riwayat penyakit pasien, riwayat penggunaan obat dahulu dan
sekarang, serta kebiasaan dari pasien.