Anda di halaman 1dari 7

NEFRITIS

Julfriniko Lumban Tobing


Nefrites merupakan istilah dalam peradangan ginjal. Semua atau sebagian nefron, jaringan pengikat atau pembuluh renal dapat dipengaruhi.
( Frandson, 1992 ).
Macam-macam nefritis :
No.
1.

Penyakit
Etiologi
Nefritis Interstitialis radang akut pada ginjal.
Akut
Dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri E.coli,
Staphylococcus aureus,
Proteus, Klebsiella yang
menyerang saluran urinaria.

Gejala klinis

Depresi, nafsu makan

2.

Nefritis Interstitial
Kronis

menurun / hilang,
minum meningkat,
kadang muntah.
Suhu meningkat.
Punggung melengkung,
cara berjalan kaku,
palpasi lumbal dan regio
abdominal bagian atas
sakit.
Jumlah urine sedikit,
pulses teraba penuh.
Kongesti membrana
mukosa, dehidrasi
(turgor kulit menurun).

Kebanyakan pada anjing

Hewan pucat, nafsu

lebih dari 8 tahun.


Kebanyakan akibat infeksi
leptospira.
Dapat disebabkan juga oleh

makan dan minum


meningkat.
Emasiasi, kadang
muntah.

Diagnosa dan Prognosa

Berdasarkan gejala klinis yang tampak.


Pemeriksaan laboratoris :
Berat jenis urin cukup tinggi (1,030

1,050), bila melanjut (1,010-1,0120).


Albumin positif
Pemeriksaan darah terjadi leukositosis.
Kadar kreatinin dalam darah normal.
Prognosa fausta, kecuali apabila sudah
melanjut.

Terapi

Pemulihan keseimbangan

Berdasarkan atas gejala-gejala yang

tersifat seperti polidipsi, poliuri, analisis


urin dan uremia.
Kadar kreatinin dalam darah naik.
Tanda-tanda uremia :

cairan dan elektrolit (IV


atau SC).
Fruktosa 5% atau
dekstrosa 5%.
Larutan ringer.
Protein hidrosilat.
Vitamin B kompleks.
Antibiotika (streptomisin,
penisilin, penstrep).
Chlorpromazine.
Diet kalori tinggi dan
protein kualitas tinggi.
Oatmeal, sirup jagung,
telur, susu, keju.
Fluid terapi
Diberi tambahan asam
amino dan alumunium
hidrosida sebagai
pengganti protein dan

bahan-bahan toksik.

Rambut kasar, dehidrasi. Muntah


Diare, poliuria, BJ urine Suhu tubuh sub normal / rendah
rendah.
Konjungtiva kongesti, depresi,
Ginjal bila dipalpasi
kelemahan umum, nafas bau busuk,
asimetris
Palpasi punggung tidak
sakit
Anemia (karena
eritropoetin menurun,
tidak dapat menstimulasi
sumsum tulang untuk
menghasilkan eritrosit)

3.

Glomerulonefritis

Dapat disebabkan oleh


infeksi bakteri E.coli,
Staphylococcus aureus,
Proteus, Klebsiella yang
menyerang saluran urinaria.

4.

Pyelonefritis

Keradangan pad pelvis

Tidak menunjukkan

stomatitis dan glossitis


Lidah dan gigi kecoklatan / merah
tembaga
Konstipasi, diare (mungkin bernanah,
emasiasi)
Dehidrasi berat dan toksemia
Prognosa : ada kemungkinan baik, tapi
prognosa akan menjadi jelek bila
progresif dan dekompensasi.

Berdasarkan gejala klinis yang tampak.

gejala sampai terjadi


proteinuria atau
melanjut menjadi gagal
ginjal.
Gejala klasik : edema,
acites, anoreksia,
proteinuria,
hipoalbuminemia,
lipemia dan anemia.
Stadium akhir gejalanya
sama dengan gagal
ginjal kronis.
BJ normal pada stadium
awal rendah pada
stadium akhir.

Bersifat sub klinis.

mineral dalam tubuh.


Vitamin larut air
Antibiotika sebagai
pencegahan untuk infeksi
sekunder.

Koreksi keseimbangan
cairan.

Meningkatnya konsentrasi
protein plasma.

Diet rendah garam.


Diuretik.

Berdasarkan gejala klinis yang tampak.

Amonium klorida

5.

Hidronefrosis

renalis dan parenkim bisa


akut/kronis, fokal/difus,
statis/aktif.
Bakteri yang biasa
menyebabkan pyelonefritis
adalah Staphylococcus,
E.coli, Proteus.
Biasanya bersifat ascenden
bersama dengan : obstruksi
kronis, kalkuli, cystitis, dan
defek kongenital.

Kasus kalkuli atau

dilatasi pelvis renalis.


Bakteri yang biasa

Muntah, anoreksia
Palpasi ada rasa sakit
Pembesaran ginjal dapat

menyebabkan pyelonefritis
adalah Staphylococcus,
E.coli, Proteus.
Obstruksi:
Kalkuli
Tumor
Tekanan eksternal ureter,
urethra atau vesica urinaria
oleh tumor abdominal.
6.

Cystitis

infeksi saluran
perkencingan bawah.
Obstruksi, depresi,
anoreksia, polidipsi,
poliuria.
Ginjal sakit, demam
intermiten, muntah
(kasus kalkuli).

Pemeriksaan laboratoris :
Sedimern urin : WBC, bakteri,
mikroskopis hematuria, seluler casts.
Isolasi dan uji sensitivitas.

Berdasarkan gejala klinis yang tampak.


Pemeriksaan urin yang sedikit dan
kandungannya yang tidak normal.

Antiseptika urin
Antibiotika untuk
mencegah infeksi
sekunder.

Menghilangkan obstruksi
sehingga aliran urin
menjadi lancar.

dipalpasi melalui
dinding abdomen.
Urinasi sedikit dan tidak
lancar.

Radang vesica urinaria,

Urinasi frekuen,

biasanya karena infeksi


bakteri E.coli,
Staphylococcus aureus,
Proteus, Klebsiella yang
menyerang saluran urinaria.
Predisposisi : stasis urin,
kerusakan syaraf, defek

hematuria.
Dysuria, usaha urinasi
Pada cystitis kronis :
dinding vesica urinaria
menebal.
Pada cystitis akut :

Sejarah penyakit yang diderita.


Pemeriksaan klinis, radiograf dengan
rontgen dan pemeriksaan laboratoris.
Ditemukan epitel transisional pada
pemeriksaan urine.
Cara pengambilan urine: Cystocentesis

Ascorbic acid
Ammonium chloride
Ethylene diamine
dihydrochloride tablet
DL-methionine
Streptomisin,
klortetrasiklin,

kongenital.

7.

Prostatitis

Radang pada prostat.


prostatitis yang paling
umum disebabkan oleh
infeksi/peradangan dari
saluran kencing dan
sperma. E.coli adalah
bakteri yang paling umum
menyebabkan infeksi.
Prostatitis sering terjadi
pada anjing yang sudah
tua daripada yang masih

dinding vesica urinaria


tipis dan teraba sakit.

Demam
Noda darah atau
berawal dari penis
Darah di dalam air
seni
Kegelisahan
abdominal
Gaya berjalan kaku
Lemah
lesu

kloramfenikol, ampisilin

Uji Sejarah dan secara fisik yang


termasuk uji rektal digital
Analisa air kencing mendeteksi
perubahan-perubahan atau darah
yang menyebabkan radang di dalam
air seni, dan secara umum pertama
mencoba jalan ketika mengevaluasi
untuk prostatitis. Air seni itu harus
diperoleh secara langsung untuk
penafsiran yang akurat.
Sel darah putih dan bakteri yang

Prostatitis kronis sulit


disembuhkan.
Perawatan spesifik
a. Zat pembunuh kuman
pada umumnya diberi
minimal 4 minggu
Antibiotik. Diperlukan
pengobatan antibiotik
panjang. Zat pembunuh
kuman yang dilanjutkan
seumur hidup biasanya

muda. Dapat terjadi


secara akut atau kronis.

kesulitan untuk buang


air kecil atau
membuang air besar
Anoreksia
muntah
Kehilangan bobot
Infeksi peradangan
saluran air kencing
Ketidaksuburan
/kemandulan pada
jantan

ditingkatkan) di dalam air seni.

dapat digunakan pada


suatu dosis yang lebih
rendah.
b. memasukkan Cairancairan tubuh kedalam
pembuluh darah bisa
diperlukan di dalam
prostatitis yang akut.
Cairan-cairan dalam
pembuluh darah
kadang-kadang
diperlukan pada
binatang-binatang
dengan prostatitis akut
manapun yang
dikeringkan, di dalam
goncangan, atau busuk
(infeksi/peradangan
darah hasil bakteri).

DAFTAR PUSTAKA
Bistner and Kirk., 1985, Handbook of Veterinary Procedures and Emergency Treatment, Fourth edition, WB. Saunders Co, Philadelphia.
Dharmojono, H., 2001, Kapita Selecta Kedokteran Veteriner, Edisi I, Pustaka Popular Obor, Jakarta.
Ettinger, S. J., 1989, Text Book of Veterinary Internal Medicine Disease of The Dog and Cat, W. B. Saunders Company, California.
Fenner, F. J., Gibbs, E. P. J., Murphy,F. A, Rott, R., Studdert, M. J., White, D. O., 1995, Virologi Veteriner, Edisi kedua, Academic Press, inc.,
Harcourt Brace Jovanovich, Publishers, San Diego New York Boston London Sidney Tokyo Toronto.
Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak edisi keempat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Lane, D.R., Cooper, B.C., 2003, Veterinary Nursing, 3rd.ed, Butterworth Heinemann.
Merck and Co., 1986, The Merck Veterinary Manual, Eight Edition, A Merck and Rhone-Poutene Company.
Nelson R.W and Couto C.G., 2003, Small Animal Internal Medicine, Third Edition, Mosby.
Plumb, D.C., 1999, Veterinary Drugs Handbook, Third Edition, Iowa State University Press, Ames.
Schaer, M., 2003, Clinical Medicine of The Dog and Cat, Manson Publising.
Tilley L.P and Smith F.W.K., 2000, The 5 Minute Veterinary Consult, LEA and Febiger Book, New York.