Anda di halaman 1dari 13

Chapter 13

Aggregate Scheduling

The Planning Process


Dalam Bab IV, peramalan permintaan dapat menjawab perencanaan
jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk itu, perencanaan tersebut
berkaitan

dengan

pihak

menejemen

yang

bertanggungjawab

untuk

melaksanakannya. Rencana jangka menengah didesain sehingga konsisten


dengan rencana dan strategi jangka panjang dari manejemen puncak serta
berfungsi dengan sumber daya yang telah ditentukan oleh keputusan strategis
sebelumnya. Jangka waktunya adalah 3 bulan dengan melibatkan bagian
operasi untuk menterjemahkannya ke dalam jadwal mingguan, harian, dan jam,
dan dimulai dengan proses yang disebut perencanaan penjualan dan operasi.
Figure 13.1 Planning Tasks and Responsibilities

Sales and Operations Planning


Perencanaan jangka menengah yang baik membutuhkan koordinasi
ramalan permintaan dengan bidang-bidang fungsional perusahaan serta rantai
pasokannya. Upaya koordinasi ini telah berkembang menjadi suatu proses yang
disebut dengan perencanaan penjualan dan operasi. Hal ini biasanya dilakukan
oleh tim lintas fungsi yang selaras dengan kendala persaingan mengingat
masukannya berasal dari berbagai pihak. Tujuannya ialah menentukan renacana
mana yang layak dalam beberapa bulan mendatang dan rencana mana yang
tidak layak. Tentunya, segala keterbatasan apa pun harus dinyatakan dalam
perencanaan tersebut, dan ketika sumber pada dasarnya bertentangan dengan
harapan pasar, maka suatu peringatan harus diberikan kepada pihak
menejemen. Jika rencana jangka pendek tidak dapat diimplementasikan, maka
latihan tidak berguna; sementara, jika rencana jangka panjang diyakini menemui
kendala, maka perubahan strategis perlu dilakukan. Untuk itulah, agar rencana
dapat terus disesuaikan, perencanaan penjualan dan operasi menggunakan
ramalan bergulir yang sering diperbaharui, entah itu mingguan atau bulanan.
Output dari perencanaan penjualan dan operasi ini disebut dengan
rencana agregat. Rencana ini berkaitan dengan penentuan kuantitas dan waktu
produksi berjangka 3-18 bulan ke depan, dengan menggunakan informasi
mengenai kelompok atau lini produk. Tujuan tercakup dalam 2 hal, yakni:
1. Integrasi dan sumber daya internal dan eksternal yang diperlukan
pada rencana agregat yang sukses
2. Komunikasi rencana kepada orang-orang dibebankan dengan
pelaksanaan.
Selain itu, diperlukan 4 fitur tambahan untuk membuat rencana agregat berguna,
yakni:
1. Unit yang logis untuk mengukur penjualan dan keluaran
2. Ramalan permintaan dari periode jangka menengah yang layak pada
waktu agregat
3. Metode untuk menentukan biaya-biaya yang relevan
4. Model yang menggabungkan ramalan dan biaya sehingga keputusan
penjadwalan perencanaan dapat dibuat untuk periode perencanaan
Figure 13.2 Relationship of S & OP and the Aggregate Plan
2

The Nature of Aggregate Planning


Rencana agregat bertujuan untuk memenuhi permintaan ramalan sementara
pada saat yang sama meminimalkan biaya dalam periode perencanaan. Hal ini
dilakukan dengan mengkombinasikan sumber-sumber yang tepat ke dalam
istilah yang umum dan menjadi bagian dari suatu sistem rencana produksi yang
besar. Proses menguraikan rencana agregat secara lebih terinci disebut dengan
disagregasi, yang kemudian akan menghasilkan jadwal produksi induk, yang
menyediakan masukan untuk sistem perencanaan kebutuhan bahan baku
(MRP).

Aggregate Planning Strategies


Ketika membuat rencana agregat, manajer operasi harus dapat menjawab
beberapa pertanyaan berikut:

1. Perlukah persediaan digunakan untuk dapat mengantisipasi perubahan


permintaan selama periode perencanaan?
2. Perlukah perubahan diakomodasi dengan mengubah-ubah jumlah tenaga
kerja?
3. Perlukah karyawan paruh waktu dipekerjakan, atau perlukah digunakan
waktu lembur atau waktu kosong untuk mengantisipasi fluktuasi?
4. Perlukah subkontraktor digunakan untuk pesanan yang berflutuasi
sehingga tenaga kerja yang stabil dapat terjaga?
5. Perlukah harga atau faktor lain diubah untuk memenngaruhi permintaan?
Lima pilihan pertama disebut pilihan kapasitas, sedanngkan tiga pilihan terakhir
disebut dengan pilihan permintaan.
Pilihan Kapasitas
Terdiri dari bebeapa pilihan berikut, yakni:
1. Mengubah tingkat persediaan
2. Mengubah-ubah jumlah tenaga

kerja

dengan

merenkrut

atau

memberhentikan
3. Mengubah-ubah tingkat produksi melaluiu waktu lembur atau waktu
kosong
4. Subkontrak
5. Penggunaan tenaga kerja paruh waktu
Pilihan permintaan
1. Memengaruhi permintaan
2. Tunggakan pesanan selama periode permintaan tinggi
3. Bauran produk dan jasa yang melawan tren musiman
Pencampuran pilihan untuk mengembangan rencana
Suatu strategi campuran pilihan kapasitas dan pilihan permintaan menjadi suatu
pilihan lebih baik untuk menghasilkan pilihan agregat yang akurat. Strategi ini
terdiri dari 2 kategori, yaitu:
1. Strategi Perburuan: Strategi ini biasanya untuk mencapai tingkat keluaran
dari setiap periode yang mencapai ramalan permintaan pada periode
tersebut:
2. Strategi Tingkat: Suatu strategi di mana tingkat produksi sama dari suatu
periode ke periode berikutnya.

Methods for Aggregate Planning


Berikut adalah metode atau tehnik yang digunakan manejer operasi untuk
membangun rencana agregat.
Metode-metode Grafik

Metode ini sangat popular karena mudah dipahami dan digunakan. Dengan
menggunakan

beberapa

variable

secara

bersamaan,

perencana

dapat

membandingkan proyeksi permintaan dengan kapasitas yang ada.


5 tahap dalam metode ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan permintaan pada setiap periode
2. Menentukan kapasitas untuk setiap waktu biasa, lembur dan subkontrak
pada setiap periode
3. Menghitung biaya tenaga kerja, biaya merekrut dan memberhentikan
tenaga kerja, serta biaya penyimpangan persediaan.
4. Mempertimbangkan kebijakan perusahaan yang dapat diterapkan pada
tenaga kerja atau tingkat persediaan.
5. Mengembangkan rencana alternative dan menelaah total biaya.
Roofing Supplier Example 1

Figure 13.3 Graph of Forecast and Average Forecast Demand

Roofing Supplier Example 2

Comparison of Three Plans


8

Pendekatan Matematis
Pendekatan ini dijelaskan dalam metode transportasi pemograman linear, yaitu
berupa upaya untuk menghasilkan rencana optimal untuk meminimalkan biaya.
Metode ini bersifat fleksibel karena dapat memerinci produksi biasa dan lembur
di setiap periode waktu, jumlah unit yang akan disubkontrakkan, giliran kerja
tambahan, serta persediaan yang dibawa dari suatu periode ke periode
berikutnya.
Transportation Method

Transportation Example

10

Aggregate Planning in Services


Banyak perusahaan jasa menggunakan kombinasi dari strategi yang pilihan
kapasitas dan permintaan serta merumuskan strategi campuran dari rencana
agregat. Hal ini biasanya lebih mudah dilakukan di bidang jasa perbankan,
angkutan dan makanan siap saji, dari pada di bidang perusahaan manufaktur.
Pengendalian biaya tenaga kerja pada bidang jasa sangatlah penting. Tehnik=tehnik yang dapat digunakan untuk makasud tersebut ialah:
1. Penjadwalan jam kerja yang akurat untuk memastikan respon yang cepat
atas permintaan pelanggan.
2. Tenaga kerja siap panggil yang bisa direkrut atau diberhentikan untuk
memenuhi permintaan yang tidak terduga
3. Felksibilitas ketrampilan tenaga kerja individu sehingnga memungkinkan
tenaga kerja yang ada dapat dialokasikan kembali.
4. Fleksibilitas tingkat output atau jam kerja untuk memenuhi permintaan
yang berubah.

Revenue Management
Ini adalah proses perencanaan agregat dalam mangalokasikan sumber daya
langka perusahaan bagi pelanggan pada harga yang akan memaksimalkan
pendapatan. Sistem ini diperkenalkan pada tahun 1980-an ketika sistem
reservasi maskapai penerbangan American Airline dijinkan mengubah harga tiket
pada jalur manapun berdasarkan informasi permintaan.
Beberapa ciri yang perlu diperhatikan untuk manejemen pendapatan:
1.
2.
3.
4.
5.

Jasa atau produk dapat dijual terlebih dahulu sebelum dikonsumsi


Permintaan yang berfluktuasi
Kapasitas secara relative tetap
Permintaan dapat dibagi
Biaya variable rendah, dan biaya tetap tinggi

Agar manajemen pendapat dapat berfungsi, maka perusahaan harus mengatasi


3 hal berikut:
1. Struktur harga majemuk: harga harus layak dan logis bagi pelanggan.
2. Ramalan dan jangka waktu penggunaan
3. Perubahan permintaan
11

Revenue Management Example


Figure 13.5 Hotel Sets Only One Price Level

Figure 13.6 Hotel with Two Price Level

12

13