Anda di halaman 1dari 8

MATERIAL KAYU

Struktur kayu merupakan suatu struktur yang elemen susunannya adalah kayu.
Dalam perkembangannya, struktur kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam
perencanaan pekerjaan-pekerjaan sipil, diantaranya adalah : rangka kuda-kuda, rangka
dan gelagar jembatan, struktur perancah, kolom, dan balok lantai bangunan.

BENTUK DAN KEGUNAAN KAYU.


Sebagai bahan struktur kayu mempunyai berbagai kekuatan, khususnya dalam :
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN KAYU.
Kelebihan Kayu :
1. Berkekuatan tinggi dengan berat jenis rendah
2. Relatif mudah dikerjakan dan diganti.
3 Mudah didapatkan, relatif murah.
4. Pengaruh temperatur terhadap perubahan bentuk dapat diabaikan.
5. Pada kayu kering memiliki daya hantar panas dan listrik yang rendah, sehingga
baik untuk partisi.
Kekurangan Kayu :
1. Adanya sifat-sifat kayu yang kurang homogen (ketidak seragaman), cacat kayu
(mata kayu, retak, dll.).
2. Beberapa jenis kayu kurang awet.
3. Kekuatannya sangat dipengaruhi oleh jenis kayu, mutu, kelembaban dan pengaruh
waktu pembebanan.
4. Keterbatasan ukuran khususnya untuk memenuhi kebutuhan struktur bangunan
yang makin beskala besar dan tinggi.

Karakteristik alami kayu


Keterangan :
A = Kulit luar (outer bark)
B = Kulit dalam (inner bark)
C = Kayu Gubal
D = Kayu Teras

E = Lapisan Kambium (lingkaran tahun)


F = Jari-jari teras
G = Kayu Hati (heartwood)

a. Kulit luar (outer bark), yang merupakan kulit mati, kering dan berfingsi sebagai
pelindung bagian dalam kayu.
b. Kulit dalam (bast), kulit hidup, lunak basah, yang berfungsi mengangkut bahan
makanan dari daun kebagian lain.
c. Kambium (cambium), berada disebelah dalam kulit dalam, berupa lapisan sangat tipis
(tebalnya hanya berukuran mikroskopik). Bagian inilah yang memproduksi sel-sel kulit
dan sel-sel kayu.
d. Kayu gubal (sap wood), tebalnya bervariasi antara 1 - 20 cm tergantung jenis kayunya,
berwarna keputih-putihan, berfungsi sebagai pengangkut air (berikut zat-zat) dari tanah
ke daun. Untuk keperluan struktur umumnya kayu perlu diawetkan dengan memasukan
bahan-bahan kimia kedalam lapisan kayu gubal ini.
e. Kayu teras atau galih (heart wood), lebih tebal dari kayu gubal yang tidak bekerja lagi.
Kayu teras terjadi dari perubahan kayu gubal secara perlahan-lahan. Kayu teras
merupakan bagian utama pada struktur kayu yang biasanya lebih awet (terhadap
serangan serangga, bubuk, jamur) dari pada kayu gubal.
f. Hati (puh).
g. Jari-jari teras (Rays) yang menghubungkan berbagai bagian dari pohon untuk
penyimpanan dan peralihan bahan makanan.

Sifat sifat kayu


1. Sifat fisik
Berat jenis

Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda, berkisar 0,20 sampai 1,28. Berat jenis merupakan petunjuk penting bagi aneka
sifat kayu. Makin berat kayu itu, umumnya makin kuat pula kayunya. Semakin ringan suatu jenis kayu, akan berkurang pula
kekuatannya. Berat jenis kayu diperoleh dari perbandingan antara berat suatu volume kayu tertentu dengan volume air yang
sama pada suhu standar.
Warna Kayu
Kayu mempunyai warna yang bermacam-macam. Kayu yang berwarna putih misalnya kayu jelutung, kayu kempas
dan renghas bewarna merah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi warna kayu, antara lain: tempat didalam
batang, umur pohon dan kelembaban udara.. Kayu yang umurnya lebih tua umumnya berwarna lebih gelap daripada
kayu yang muda dari jenis yang sama.
Higroskopik
Kayu mempunyai sifat higroskopik, yaitu suatu sifat yang dapat menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. masuk dan
keluarnya air dari kayu menyebabkan kayu itu basah atau kering. Akibatnya kayu itu akan mengembang atau menyusut.
Tekstur
tekstur ialah ukuran relative serat-serat kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu dapat digolongkan ke dalam :
Kayu bertekstur halus, contoh : giam, lara, kulim dll
Kayu bertekstur sedang, contoh : jati, sonokeling dll
Kayu bertekstur kasar, contoh : meranti, kempas dll

Serat
Arah serat dapat ditentukan oleh alur-alur yang terdapat pada permukaan kayu. Kayu dikatakan berserat lurus, jika arah sel-sel
kayunya sejajar dengan sumbu batang.
Kekerasan
-kayu yang keras juga temasuk kayu-kayu yang berat. Sebaliknya kayu ringan adalah juga kayu yang lunak. Berdasarkan
kekerasannya, jenis-jenis kayu digolongkan sebagai berikut:

Kayu sangat keras, contoh: balau,giam, dan lain-lain.


Kayu keras, contoh: kulim, pilang dan lain-lain.
Kayu sedang kekerasannya, contoh: mahoni, meranti, dan lain-lain.
Kayu lunak, contoh: pinus, balsa, dan lain-lain.
Kadar air kayu
Penyusutan kayu

Sifat Mekanik Kayu


sifat-sifat mekanik atau kekuatan kayu ialah kemampuan kayu untuk menahan muatan dari luar.

1. Menahan Tarikan.
Kekuatan terbesar yang dapat ditahan oleh kayu adalah sejajar arah serat, sedangkan
kekuatan tarikan tegak lurus arah serat lebih kecil dari pada sejajar serat.
2. Menahan Tekanan (Desak).
Kayu juga dapat menahan beban desak, baik tekanan sejajar serat maupun tegak lurus
serat, misalnya sebagai bantalan kereta api. Daya tahan desak tegak lurus serat lebih
kecil bila dibandingkan dengan sejajar serat.
3. Menahan Lenturan.
Besarnya daya tahan kayu terhadap lenturan tergantung pada jenis kayu, besarnya
peampang kayu, berat badan, lebar bentangan, sehingga dengan dapatnya kayu menaan
lenturan maka dapat menahan beban tetap meupun beban kejut/pukulan.
Keteguhan geser
keteguhan geser ialah suatu ukuran kekuatan kayu dalam hal kemampuanya menahan gaya-gaya, yang membuat suatu bagian kayu
tersebut bergeser. Dalam hubungan ini dibedakan 3 macam keteguhan geser sejajar arah serat, keteguhan geser tegaklurus arah serat
dan keteguhan geser miring. Pada keteguhan geser tegaklurus arah serat jauh lebih besar daripada keteguhan geser sejajar arah serat

PENGGOLONGAN KAYU

klasifikasi Produk Kayu


1. Kayu mutu A

Kering udara
Besar mata kayu maksimum 1/6 lebar kecil tampang / 3,5 cm
Tak boleh mengandung kayu gubal lebih dari 1/10 tinggi balok
Miring arah serat maksimum adalah 1/7

Retak arah radial maksimum 1/3 tebal dan arah lingkaran tumbuh tebal kayu
2. Kayu mutu B

Kering udara 15%-30%


Besar mata kayu maksimum 1/4 lebar kecil tampang / 5 cm
Tak boleh mengandung kayu gubal lebih dari 1/10 tinggi balok
Miring arah serat maksimum adalah 1/10
Retak arah radial maksimum tebal dan arah

Tingkat keawetan kayu

Keawetan kayu adalah daya tahan suatu jenis kayu terhadap faktor-faktor perusak yang datang dari luar kayu itu sendiri. Keawetan kayu
biasanya Pembagian keawetan kayu
Kelas awet I :
Jika kayu yang dipakai selalu berhubungan dengan tanah basah, daya tahan kayu minimum 8 tahun. Terbuka terhadap angin dan iklim
tetapi dilindungi terhadap permukaan air dan kelemasan tahannya paling sedikit 20 tahun, kayu tersebut jarang dimakan rayap.
Kelas awet II :
Selalu berhubungan dengan tanah lembab paling sedikit 3 tahun, terbuka terhadap angin dan iklim tetapi dilindungi terhadap pemasukan
air dan kelemasan paling sedikit 15 tahun.
Kelas awet III :
BEerhubungan dengan tanah lembab paling sedikit 3 tahun. Terbuka terhadap angin dan iklim tetapi dilindungi oleh pemasukan air dan
kelemasan paling sedikit 10 tahun.
Kelas awet IV :
Selalu berhubungan dengan tanah lembab, kayu ini lekas lapuk terbuka terhadap angin ,dan iklim tetapi dilindungi oleh permukaan air
dan kelemasan hanya bertahan beberapa tahun saja, tetapi kalau dipelihara dengan baik sekurang-kurangnya 10 tahun.
Kelas awet V :
Kumpulan jenis-jenis kayu yang lekas sekali lapuk atau rusak karena serangan bubuk maupun rayap.
ditentukan oleh adanya zat ekstraktif yang terkandung di dalam kayu tersebut.

Tingkat kekuatan kayu

kayu akan lebih kuat jika menerima beban sejajar dengan arah serat dari pada menerima beban tegak lurus serat. Angka kekuatan
kayu dinyatakan dapan besaran tegangan, gaya yang dapat diterima per satuan luas.

Tingkat pemakaian kayu


buku

D. MODULUS ELASTIS KAYU.


Pada perencanaan perhitungan batang desak dan batang terlentur beberapa rumus
membutuhkan Modulus Elastis Kayu (dilambangkan dengan huruf E). Modulus Elastis
diperlukan untuk menghitung perubahan bentuk elastis, besarnya berbeda-beda menurut
kelas kuat kayunya, sebagaimana tersaji pada Tabel 2.1. pkki lama
Tabel 2.1. Besaran Modulus Elastis (E) Kayu Sejajar Serat

Stuktur kayu libre slide

SNI KAYU 2002

TEGANGAN IJIN KAYU.


Tegangan kayu yang diijinkan (atau sering disebut tegangan ijin) merupakan

besaran (dalam satuan kg/cm2) yang menyatakan tegangan kayu yang diperkenankan
dipakai dalam perhitungan-perhitungan. Tegangan ijin dibedakan menurut gaya yang
bekerja dan arah bekerjanya gaya, yaitu :
lt = Tegangan ijin lentur.
ds // = Tegangan ijin desak sejajar serat.
tr // = Tegangan ijin tarik sejajar serat.
ds = Tegangan ijin desak tegak lurus serat.
// = Tegangan ijin geser sejajar serat.
Besarnya tegangan ijin tergantung dengan kelas kuat kayu.
F. LANGKAH PERHITUNGAN TEGANGAN IJIN.
Ada beberapa langkah umum dalam menghitung tegangan ijin kayu, adalah sebagai
berikut :
1. Tentukan jenis kayu yang akan digunakan.
Jenis kayu yang akan dipakai dalam perencanaan dapat diambil dari tabel yang
terdapat pada Lampiran I. Dari tabel tersebut akan diketahui kelas kuatnya dan berat
jenisnya (=g). Apabila terdiri dari beberapa kelas kekuatan, pilih yang terendah (agar
lebih aman).
2. Tentukan Tegangan ijinnya.

Kayu libre hal 12