Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN SADARI

(PERIKSA PAYUDARA SENDIRI)


Mata kuliah

: Keperawatan Meternitas

Topik

: Periksa Payudara Sendiri

Subtopik

: SADARI

Sasaran

: Remaja Putri

Hari/Tanggal : Rabu, 14 januari 2015


Waktu

: 15.00 wib 15.40 wib

Tempat

: Rumah Susun Blok 08 RT 12 RW 03 Kelurahan 23 Ilir Bukit Kecil


Palembang

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan remaja putri dapat melakukan
deteksi dini kanker payudara degan SADARI .
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali
tentang :
1. Pengertian SADARI
2. Tujuan SADARI
3. Prosedur/Teknik SADARI
C. MATERI
Terlampir
D. MEDIA
1. Flifcart
2. Leaflet

E. METODE
1. Ceramah
2. Peragaan/simulasi

3. Tanya jawab
F. SETTING TEMPAT

Keterangan :
: Penyaji
: Peserta
: Fasilitator

VIII.

KEGIATAN PEYULUHANN

Waktu

o
1.

5 menit

Penyaji

a.
b.
c.
d.
2.

Pembukaan :
Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan penyuluhaan
Menyebut materi/pokok bahasan yang
ingin disampaikan
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara

20 menit

1.
5.
6.

berurutan dan teratur


-. Pengertian SADARI
-. Tujuan SADARI
-. Menjelaskan dan mendemonstrasikan
cara SADARI dengan menggunakan

Peserta
Menjawab salam
Mendengarkan dan
memperhatikan

Mendengarkan
Memperhatikan
Mengikuti demonstrasi

pantom
3.

10 menit

Diskusi
1. Memberikan kesempatan kepada
responden untuk bertanya.
- Memberikan pujian atas keberhasilan
ibu menjelaskan pertanyaan dan

Merespon dan bertanya


Merespon dan
menjelaskan

memperbaiki kesalahan.
4.

5 menit

Penutup :
1. Menyimpulkan materi yang telah di

Menyimak

sampaikan.
2. Mengucapkan terima kasih atas
perhatian dan waktu yang telah
diberikan kepada responden.
3. Mengucapkan salam.

Menjawab salam

IX.

EVALUASI
Metode evaluasi

: Memberikan pertanyaan

Jenis pertanyaan

: Lisan

LAMPIRAN MATERI
SADARI
A. Pengertian
Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah usaha
menemukan adanya kelainan atau tumor pada payudara secara dini, dengan cara
memeriksa payudara sendiri.
Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita semakin
waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan pada payudaranya.
Sehingga ketika didapatkan kelainan pada payudaranya saat pemeriksaan bisa segera
dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat
kesembuhan bisa lebih cepat dicapai.
B. LatarBelakang SADARI di Indonesia
a.

Penderita kanker payudara (CaMammae) di Indonesia

b. Sebagian besar pasien datang pada stadium lanjut.


c.

lebih dari 80% kanker payudara ditemukan sendiri oleh pasien.

d.

SADARI yang dilakukan teratur setiap bulan bisa mempertinggi kewaspadaan


wanita terhadap adanya kelainan pada payudara.

e.

Motto setiap benjolan di payudara di anggap kanker payudara, kecuali bila


kemudian terbutkti bukan kanker.

C. Aturan SADARI
a.

SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari ke 7 sampai 10 setelah
hari pertama menstruasi.

b.

Pada wanita yang tidak menstruasi, SADARI dilakukan pada hari yang sama
setiap bulannya.

c.

ketika melakukan SADARI, focus perhatian adalah ukuran, bentuk, kontur, warna
payudara dan putting, serta deteksi adanya benjolan, retraksi kulit, warna, dan
cairan abnormal pada payudara.

D. Cara SADARI
1.

MengamatiPayudara
a) Berdiri di depan cermin dan lihat kedua payudara sendiri.
b) Perhatikan ukuran, bentuk, kontur, warna, dan arah kedua payudara dan
putting
c) Selanjutnya angkat ke dua tangan lurus keatas, lalu amati apakah ada tarikan
kulit payudara ke arah dalam. Lakukan pengamatan sambil berputar perlahanlahan agar setiap sisi terlihat.

d) Letakkan kedua tangan pada pinggul dan dorong kedua bahu ke belakang.
Perhatikan masing-masing payudara.

2. Meraba dan Merasakan pada saat berdiri


a) Tetap berdiri di depan cermin dan lakukan perabaan pada payudara mulai dari
bawah tulang klavikula.
b) Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payu dara kanan. Olesi telapak 3 jari
dengan body lotion, kemudian rabalah dengan tekanan mantap. Arah gerakan

dari depan kebelakang secara sirkuler melingkupi seluruh payudara termasuk


c)

putting.
Lanjutkan pemeriksaan payudara di daerah bawah lengan (ketiak). Lakukan
dengan tidur berbaring dan angkat salah satu lengan keatas. Periksa payu dara

seperti sebelumnya, termasuk daerah di bawah lengan.


d) Ulangi SADARI pada payudara satunya. Catat hasil pengamatan SADARI
dan tandai tanggal pemeriksaan SADARI.

3. Pemeriksaan raba pada saat berbaring.


a).Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada
payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan.
b).Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala.
c).Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan
gerakan memutar searah jarum jam.
d).Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12),
kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam
12.
e).Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan
gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk
puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.
Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah
Anda, bukan ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan
melingkar dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun
penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan
akan terasa seperti benjolan

E. Pencegahan
1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga
akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker.
Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari.
2. Kurangi berat badan
Kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga
mendatangkan risiko yang sama.
3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus
bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang
kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang
cukup vitamin D.
4. Hindari alcohol
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum
satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32
persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih
dari satu gelas per hari.
5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan
berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan
biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah
benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang
abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.
6. Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium
pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara
sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh
perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter
Daftar pustaka

Manuaba.2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obsetri Genekologi Dan KB.


Jakarta. EGC
Cherette.1999. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi.Jakarta.EGC
http://www.slideshare.net/hatsukhoi/sap-sadari diakses tanggal 12 Januari 2015