Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.

A.H.Z GIIIP2002 35 MINGGU


DENGAN
PLASENTA PREVIA

DEFINISI
PLASENTA PREVIA:
Plasenta yang berimplantasi pada segmen
bawah rahim yang sedemikian rupa sehingga
menutupi seluruh bagian dari ostium uteri
internum.

KLASIFIKASI
1. Plasenta Previa Totalis
Bila seluruh ostium uteri internum tertutup oleh jaringan plasenta.
2. Plasenta Previa Parsialis
Bila sebagian ostium uteri internum tertutup oleh jaringan plasenta.
3. Plasenta Previa Marginalis
Bila pinggiran plasenta tepat ada pada pinggir ostium uteri internum.
4. Plasenta Letak Rendah
Bila letaknya abnormal pada segmen bawah rahim, akan tetapi belum sampai menutupi
ostium uteri internum. Pinggir plasenta berada kira-kira 3 atau 4 cm diatas pinggir ostium uteri
internum, sehingga tidak akan teraba pada ostium uteri internum.

ETIOLOGI
1. Secara kebetulan blastokista menimpa desidua di daerah segmen
bawah rahim tanpa latar belakang lain.
2. Vaskularisasi desidua yang tidak memadai, yang disebabkan oleh
peradangan atau atrofi karena paritas yang tinggi, usia lanjut,
kecacatan pada rahim seperti bekas bedah sesar, miomektomi.
3. Perempuan perokok.
4. Kehamilan ganda dan eritroblastosis fetalis dengan plasenta yang
terlalu besar dapat menyebabkan pertumbuhan plasenta melebar
ke segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh
ostium uteri internum

PREDIPOSISI

1.
2.
3.

1.
2.
3.
4.
5.

Vaskularisasi desidua berkurang


Umur tua
Multiparitas terutama kalau jarak antara kehamilan pendek
Anemia.
Kerusakan endometrium/ miometrium
Riwayat SC
Riwayat curetage
Kecurigaan plasenta akreta
Myoma uteri
Atrofi endometrium
Plasenta besar
Hamil kembar
Eritroblastosis petalis
Merokok : menurunkan kadar O2 janin plasenta membesar.

1.
2.
3.
Sebab sebab lain
1. Riwayat plasenta previa.

GEJALA KLINIS
1. Perdarahan tanpa nyeri, usia gestasi >22minggu
2. Darah segar atau kehitaman dengan bekuan
3. Perdarahan dapat terjadi setelah miksi atau defekasi, aktivitas fisik,
kontraksi Braxton hiks atau koitus
4. Pada palpasi abdomen, sering ditemui bagian terbawah janin
masih tinggi di atas simpisis dengan letak janin tidak dalam letak
memanjang. Palpasi abdomen tidak membuat ibu hamil merasa
nyeri dan perut tidak tegang.

DIAGNOSIS
1. Anamnesa Perdarahan jalan lahir pada UK > 22 minggu berlangsung
tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigravida.
2. Pemeriksaan umum Jika perdarahan yang terjadi hanya sedikit, tekanan
darah, frekuensi nafas, dan frekuensi nadi ibu dapat tetap normal.
3. Pemeriksaan luar Bagian terendah janin biasanya belum masuk PAP.
4. Pemeriksaan inspekulo bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan
berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks dan vagina.
Apabila perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum, adanya plasenta
previa harus dicurigai.
5. Penentuan letak plasenta tidak langsung dapat dilakukan dengan
radiografi, dan ultrasonografi.
6. Penentuan letak plasenta secara langsung Untuk menegakkan diagnosa
yang tepat tentang plasenta previa adalah dengan meraba plasenta melalui
canalis servikalis secara langsung. Pemeriksaan ini dilakukan ditempat dan
kondisi siap operasi.

KOMPLIKASI
1.
2.
3.
4.
5.

Anemia
Retensio plasenta
Robekan uteri
Kelainan letak
Kelahiran premature dan gawat janin

Tanggal Pengkajian
No. Reg
Pukul
Tempat

: 17 September 2012
: 11-008-20-12
: 10.30 WIB
: Poli Hamil I RSUD dr. Soetomo Surabaya

1. Identitas
Nama Pasien
Umur
Suku bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Status kawin

: Ny. A.H.Z.
Nama Suami
: 25 Tahun
Umur
: Jawa
Suku
: Islam
Agama
: SMA
Pendidikan
: Buruh Pabrik
Pekerjaan
: Jl. Dharma Husada, Surabaya
: Menikah 1x, usia 18 tahun, lama 7 tahun

: Tn. F.R.A.
: 33 Tahun
: Batak
: Islam
: SMA
: Wiraswasta

2. Keluhan Utama
Keluar darah merah segar yang banyak dari vagina pukul 10.00 WIB,
perut tidak nyeri.

3. Riwayat Menstruasi
Siklus

: teratur, 28 hari

Banyaknya

: 2-3 kali ganti pembalut

Lamanya

: 5-6 hari

Sifat darah

: merah, encer

Dismenorea

: pernah, jarang

HPHT

: 02 Januari 2012

4. Riwayat Obstetrik Lalu


Kehamilan

Persalinan

Anak

Nifas
KB

Ket.

Suntik
3 bln

Suntik
3 bln

Suami
ke-

Hamil
ke-

UK

Penyu
lit

Peno
long

Jenis
partus

Penyu
lit

Tem
pat

Seks

BB/
PB

H/M

Umur
skrg

Penyu
lit

ASI

40
mg

Taa

Bidan

Spt.B

Taa

BPM

2900
gr

7 th

Taa

41
mg

Letsu

Dokter

SC

Taa

RS

3000
gr

3 th

Taa

5. Riwayat Kehamilan Ini


ANC di Bidan sampai UK 7 bulan sebanyak 4x, namun hasil USG diketahui plasenta
menutupi jalan lahir, ibu kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Pada awal kehamilan ibu merasakan mual dan pusing, tapi sekarang
ibu tidak pernah.
Penyuluhan yang pernah didapatkan: nutrisi selama kehamilan, kebersihan diri,
pola istirahat dan aktivitas, aktivitas seksual, tanda bahaya kehamilan, dan obat-obatan
dalam kehamilan, serta tablet Fe
Obat-obatan yang diberikan pada kontrol sebelumnya sudah habis.
Status imunisasi TT 2x saat pranikah dan saat hamil pertama.
Quickening dirasakan ibu pada UK 4 bulan. Saat ini ibu merasakan gerakan janin
dalam kandungannya aktif
Sudah dilakukan pemeriksaan:
Hb (tanggal 10-3-2012) : 11,5 gr%
USG (tanggal 7-10-2012) : tampak implantasi plasenta menutupi ostium uteri internum.

5. Riwayat Penyakit Ibu


Ibu tidak sedang dan tidak pernah menderita penyakit jantung,
darah tinggi, kencing manis, asma, TBC, penyakit kuning, epilepsi,
TORCH, IMS, HIV/AIDS.

6. Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga tidak ada yang menderita penyakit jantung, hipertensi, asma,
DM, hepatitis, TBC dan tidak ada riwayat gemelli.

7. Pola Fungsi
Nutrisi

Ibu tidak mengalami gangguan pola makan


selama hamil ini, makan 3x sehari dengan porsi
normal, ibu juga banyak minum

Eliminasi

Ibu mengeluarkan sedikit darah saat BAK

Istirahat

Ibu sering bekerja lembur dan istirahat kurang

Seksual

Memasuki hamil tua ibu jarang berhubungan


seksual dengan suaminya

Kebiasaan

Ibu tidak mengonsumsi alkohol, narkoba, jamu,


obat-obat tanpa resep dokter, tidak merokok, dan
tidak memiliki hewan peliharaan di rumah.

1. Keadaan Umum: Baik


2. Kesadaran: Compos Mentis
3. Tanda-tanda vital:
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Pernapasan
Tinggi badan
BB sebelum hamil
BB sekarang
LLA

= 110/70 mmHg
= 82x/menit
= 37oC
= 20x/menit
= 160 cm
= 54 kg
= 76 kg
= 29 cm

4. Pemeriksaan fisik
Muka: tidak pucat, tidak oedem
Mata: konjungtiva merah muda, sklera putih
Leher: pembesaran kelenjar tiroid tidak ada, bendungan vena jugularis
tidak ada, pembesaran kelenjar limfe tidak ada.
Abdomen: ada bekas SC, nyeri tekan kuadran bawah tidak ada,
kontraksi uterus tidak ada
Genitalia: tampak perdarahan merah segar pervaginam 150cc
Ekstremitas:
Atas: tidak oedem
Bawah: varises tidak ada, tidak oedem, refleks patella kanan +/kiri+

5. Pemeriksaan kebidanan
Palpasi Leopold
Leopold I : TFU pertengahan prosesus xifoid-pusat, teraba bagian
bulat, keras, melenting (kepala)
Leopold II: Teraba bagian keras, datar, memanjang di sebelah kanan
ibu (punggung kanan) dan teraba bagian-bagian kecil di
sebelah kiri ibu
Leopold III: Teraba bagian kurang bundar, lunak, dan tidak melenting
(bokong), belum masuk PAP
TFU McDonald = 30 cm
TBJ = 2970 gram
Auskultasi DJJ =126 kali permenit

Diagnosis:
GIIIP2002 UK 35 minggu, tunggal, hidup, letak sungsang, intrauterin,
jalan lahir kesan normal, keadaan ibu dan janin baik, dengan
plasenta previa.
Masalah:
1. Perdarahan pervaginam tanpa disertai nyeri perut.

1. Menjelaskan hasil pemeriksaan dan asuhan yang akan diberikan, ibu dan
keluarga memahami.
2. Mengkonsultasikan kepada dokter Sp.OG, advise:
Observasi selama 24 jam di Kamar Bersalin
Keadaan umum penderita diperbaiki
Diberikan kortikosteroid untuk maturitas paru janin,
menjaga kemungkinan perawatan konservatif gagal.
Suntikan diberikan 2x 24 jam dengan dosis:
Dexamethasone 16 mg IM atau Betamethasone 12 mg IV.
Bila perdarahan berhenti, penderita pindah ke Ruang Bersalin
tirah baring selama 2 hari kemudian mobilisasi.

3. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga bahwa ibu harus dirawat inap,
ibu bersedia dirawat inap
4. Merujuk pasien ke Kamar Bersalin, ibu sudah diantar ke Kamar
Bersalin

TERIMA
KASIH