Anda di halaman 1dari 2

Nama: Ischa Cynthia M.

S
125060707111047

1. Theorm
Teorema adalah suatu pernyataan matematis yang dirumuskan secara logika dan
masih

memerlukan

pembuktian,

serta

pernyataannya

dapat

ditunjukkan

nilai

kebenarannya atau bernilai benar. Suatu teorema terdiri dari beberapa hipotesis dan
kesimpulan yang dapat dibuktikan dengan memanfaatkan istilah dasar, istilah terdefinisi
dan aksioma.
Teorema hampir mirip dengan teori, perbedaannya ialah jika teorema diperoleh
asumsi-asumsi matematis, sedangkan teori diperoleh dari fakta-fakta empiris, dan
perbedaan mendasar ialah teori tidak bisa dibuktikan kebenarannya karena kemungkinan
untuk mendapatkan fakta empiris baru yang dapat merubah suatu teori itu besar
sedangkan mustahil mendapatkan asumsi matematika baru yang bisa merubah suatu
teorema.
Misalnya adalah "Jika dua sudut masing-masing sudut siku-siku maka kedua sudut itu
kongruen", dan "Jika dua sudut masing-masing bersuplemen dengan suatu sudut (yang
sama) maka mereka kongruen". Sedangkan dalam geometri: jika dua buah bidang yang
berbeda beririsan(berpotongan) maka irisannya berupa garis, teorema pythagoras.
2. Lemma
Lemma adalah suatu teorema sederhana yang mana dipergunakan sebagai hasil-antara
dalam pembuktian teorema yang lain. Lemma berguna pada pembuktian proposisi yang
lebih kompleks, yang dalam hal ini pembuktian tersebut dapat lebih mudah dimengerti
bila menggunakan sederetan lemma, setiap lemma dibuktikan dibuktikan secara
individual.
Misalnya: jika n adalah bilangan bulat positif, maka n-1 positif atau n-1=0
3. Proposition
Proposition

adalah

hubungan

yang

logis

antara

dua

konsep. Proposition

merupakan pernyataan yang tidak berhubungan dengan teori particular manapun. Bentuk
ini terkadang juga berarti sebuah pernyataan dengan sebuah pembuktian sederhana atau
konsekuensi dasar dari sebuah pengertian yang harus dinyatakan, tetapi telah cukup jelas
sehingga tidak memerlukan pembuktian lagi. Proposition kadang digunakan sebagai
pernyataan bagian dari sebuah theorm.

Sebuah proposition adalah merupakan sebuah kalimat yang mengekspresikan sesuatu


yang benar (true) atau salah (false) tetapi tidak keduanya. Nama lain proposition adalah
kalimat terbuka. Dalam logika matematika, proposition disebut juga sebagai formula
proposional atau statement forms yaitu pernyataan yang tidak mengandung sifat-sifat
tertentu.
Misalnya:
7 adalah bilangan ganjil
Untuk sembarang bilangan bulat n 0, maka 2n adalah bilangan genap
4. Corollary
Corollary adalah teorema yang dapat dibentuk langsung dari teorema yang telah
dibuktikan, atau dapat juga dikatakan bahwa corollary adalah teorema yang mengikuti
dari teorema lain. Sebuah corollary adalah sebuah pernyataan yang diikuti oleh
pernyataan sebelumnya. Dalam matematika, corollary umumnya diikuti oleh theorm.
Misalnya: jika sebuah segitiga adalah sama sisi, maka segitiga tersebut sama sudut.
Corollary ini mengikuti theorm jika dua sisi dari sebuah segitiga sama panjang, maka
sudut yang berlawanan dengan sisi tersebut sama besar.
5. Conjecture
Conjecture adalah sebuah pernyataan yang mana nilai kebenarannya tidak atau belum
kita ketahui, atau dapat dikatakan juga bahwa conjecture adalah sebuah proposition yang
sebelumnya diasumsikan untuk menjadi nyata, benar, atau asli. Kebanyakan berdasarkan
alasan-alasan yang belum mencapai sebuah kesimpulan. Dan setelah pembuktian berhasil
kita lakukan, maka secara langsung konjektur berubah menjadi sebuah Teorema.
Conjecture berlawanan dengan hipotesis (teori, aksioma, prinsip-prinsip), di mana
pernyataan yang dapat diuji berdasarkan alasan-alasan yang dapat diterima. Dalam
matematika, conjecture adalah sebuah preposition yang merupakan sebuah pembuktian
matematis yang tidak terbukti tetapi tampak benar.
Misalnya: setiap bilangan bulat genap yang lebih besar dari dua dapat ditulis sebagai
jumlah dari dua bilangan prima.