Anda di halaman 1dari 10

Nama: Ischa Cynthia M.

S (125060707111047)
Erna siti rochanah(125060700111101)

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN INDONESIA MELALUI


PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA
1. Pendahuluan
Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi
heboh, bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi
lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan
pendidikan masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi dan perubahan
yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia berada di
tengah-tengah dunia yang baru dan terbuka. Teknologi merupakan produk
kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif.
Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang
pesat dan telah membawa perubahan yang luar biasa pada segala aspek
kehidupan manusia. Internet telah mempengaruhi pola berkomunikasi
antar manusia, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkan
fasilitas ini.
Meningkatkan mutu pendidikan Indonesia pada era globalisasi
haruslah secara komprehensif atau menyeluruh, dengan menitik beratkan
pelaksanaan pada otonomi pengelolaan pendidikan, dengan memikirkan
serta melakukan berbagai cara agar tercapainya tujuan pendidikan
nasional secara utuh dan untuk secepatnya mengejar ketertinggalan dari
negara lain. Untuk melihat keberhasilan pembelajaran, komponen
pembelajaran yang diperlukan adalah alat penilaian. Alat penilaian yang
dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa meraih standar
kompetensi yang sangat beragam. Guru yang inovatif dapat memilih alat
penilaian yang cocok dengan pokok pembelajarannya.
Dua aspek yang penting dalam pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia yaitu aspek hiburan dan kebermanfaatan. Metodologi mengajar

bahasa dan sastra Indonesia harus terus-menerus diperbarui melalui


kegiatan kreasi dan inovasi guru. Pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia tidak lepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, dan
berbicara. Kemampuan berbahasa juga dapat menghasilkan tuturan yang
bermakna dalam bentuk lisan dan tulisan. Siswa dapat menyampaikan
pendapatnya baik lisan atau tulisan dengan bahasa yang logis dan santun
serta dapat mengaktualisasikan setiap realitas yang terlihat dalam bentuk
komunikasi dengan orang lain.
Media massa adalah sarana informasi dan komunikasi untuk umum dalam
bentuk cetak, elektronik, atau bentuk lain. Media massa merupakan sarana
publikasi berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, media massa akan cukup
mempengaruhi pengembangan kepribadian seseorang.. Media massa sering
dijadikan sebagai barometer dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar oleh masyarakat. Namun, pada kenyataannya belum seluruh media massa
dapat dijadikan sebagai contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Rumusan Masalah
1. Melalui apa saja pengembangan kepribadian Indonesia melalui
penggunaan Bahasa Indonesia
2. Bagaimana peran media massa dalam perkembangan mutu penggunaan
bahasa Indonesia

Tujuan
1. Untuk mengetahui seberapa besar peran media masa dalam
perkembangan mutu penggunaan bahasa Indonesia
2. Untuk mengetahui bagaimana pembinaan mutu penggunaan bahasa
indonesia dalam kepribadian masyarakat Indonesia

3. Bahasa Indonesia
Indonesia merupakan negara meiliki keragaman budaya dari beberapa
daerah yang dimiliki. Setiap budaya memiliki keunikan masing-masing
yang berbeda. Membahas budaya memang tidak akan terlepas dari cara
dan media komunikasi. Berbicara mengenai media komunikasi maka hal
pokok yang harus ditinjau adalah bahasa . Melalui bahasa, manusia dapat
menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama

masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala


bentuk masyarakat .
Bangsa Indonesia dipersatukan oleh satu bahasa yaitu bahasa
Indonesia. Sebagian besar bangsa dari berbagai suku di Indonesia
mengerti Bahasa Indonesia. Oleh karena itu bahasa Indonesia sangat
penting di pahami untuk berkomunikasi dengan seluruh bangsa di negara
kita. (Widyastuti)
4. Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kepribadian
Menurut (Keraf, 1993) secara umum, bahasa itu mempunyai suatu
fungsi tertentu, yaitu:
1. Alat untuk menyatakan ekspresi diri, menyatakan secara terbuka
segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita.
2. Alat komunikasi, merupakan saluran perumusan maksud kita yang
memungkinkan kita menciptakan kerja sama.
3. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, bahasa merupakan
alat yang memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat
dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan
semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh
mungkin bentrokan bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang
setinggi-tingginya.
4. Alat mengadakan kontrol sosial
Dari keempat point diatas maka dapat kami simpulkan bahwa peran
bahasa sangatlah penting untuk bersosialisasi dengan orang lain.Oleh
karena itulah dengan kemampuan bahasa yang baik kepribadian diri kita
akan meningkat karena cara bicara kita yang dapat diterima banyak
orang. Semakin kita diterima oleh banyak orang maka kepribadian kita
akan berkembang karena bertambahnya teman (Mularsih, 2010).
5. Peran Tenaga Pengajar Untuk Meningkatkan Kepribadian
Pelajar Dengan Menggunakan Bahasa.
Meningkatkan kepribadian pelajar Indonesia pada era globalisasi
haruslah secara komprehensif atau menyeluruh, dengan memikirkan serta
melakukan berbagai cara agar tercapainya tujuan pendidikan nasional
secara utuh dan untuk secepatnya mengejar ketertinggalan dari negara
lain.

Dua aspek yang penting dalam pembelajaran bahasa dan sastra


Indonesia yaitu aspek hiburan dan kebermanfaatan. Metodologi mengajar
bahasa dan sastra Indonesia harus terus menerus diperbarui melalui
kegiatan kreasi dan inovasi guru. Pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia tidak lepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, dan
berbicara. Kemampuan berbahasa juga dapat menghasilkan tuturan yang
bermakna dalam bentuk lisan dan tulisan.
Siswa dapat menyampaikan pendapatnya baik lisan atau tulisan dengan
bahasa yang logis dan santun serta dapat mengaktualisasikan setiap
realitas yang terlihat dalam bentuk komunikasi dengan orang lain.
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sangat dibutuhkan agar
siswa kelak dapat;
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang
berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai
bahasa persatuan dan bahasa negara.
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan
kreatif untuk berbagai tujuan.
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas
wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah
budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Menurut (Maryani Hadiriyanto, 2012) Guru bahasa dan sastra
Indonesia juga harus menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan
kegiatan pembelajaran, mengevaluasi, menganalisis hasil evaluasi, dan
melakukan tindak lanjut karena pada era globalisasi guru menjadi penentu
keberhasilan siswa didik dalam mengadopsi dan menumbuhkembangkan
nilai-nilai kehidupan yang hakiki.
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diperlukan sentuhan hati
seorang guru yang selalu dapat melakukan dengan orientasi pencapaian
kompetensi peserta didik yang muara akhir hasil pembelajaran
meningkat, kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam sikap,

pengetahuan dan keterampilan dalam berbahasa Indonesia yang baik,


benar dan sopan.
Maka diperlukan seorang guru bidang studi bahasa dan sastra
Indonesia yang professional harus memiliki;
1. Kompetensi pedagogik: kemampuan mengelola pembelajaran peserta
didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan
dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensi yang dimilikinya.
2. Kompetensi sosial: kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan
peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali
peserta didik, dan masyarakat sekitar.
3. Kompetensi kepribadian: kemampuan kepribadian yang mantap stabil,
dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan
berakhlak mulia.
4. Kompetensi profesional: kemampuan penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya
membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.
Dengan pembelajaran dan atau pendidikan bahasa Indonesia sedini
mungkin, berkelanjutan dan inovatif, bukan tidak mungkin, menjadikan
bahasa Indonesia sebagai bahasa anak bangsa untuk berkomunikasi
dengan komunitas bangsa-bangsa lain baik pada tatanan politik, ilmiah,
teknologi dan lain-lain dimasa depan
5. PERAN PELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEPRIBADIAN
DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA.
Tidak hanya peran dari tenaga pengajar saja untuk meningkatkan
kepribadian dengan menggunakan bahasa namun peran pelajar juga
sangat dibutuhkan untuk menngkatkan kepibadiannya,perannya antara
lain: (Maryani Hadiriyanto, 2012)
1. Para peserta didik perlu lebih banyak untuk berdiskusi, dengan
sesama peserta didik, berinteraksi, dan berdialog sehingga mereka
mampu mengkonstruksi konsep dan kaidah-kaidah keilmuan sendiri.

2. Para peserta juga perlu dibiasakan untuk berbeda pendapat


sehingga mereka menjadi sosok yang cerdas dan kritis. Tentu saja,
secara demokratis, tanpa melupakan kaidah-kaidah keilmuan, sang
guru perlu memberikan penguatan-penguatan sehingga tidak terjadi
salah konsep yang akan berbenturan dengan nilai-nilai kebenaran
itu sendiri.
3. Peserta didik harus menghormati pendapat temannya,misalnya
boleh berbeda pendapat namun harus memiliki alasan yang kuat
dan tidak menjatuhkan pendapat temannya jika memang itu
salah.Jadi temannya tidak akan malu untuk berpendapat.
Tidak ada satu model pembelajaran yang paling sempurna yang ada
adalah satu kekurangan model pembelajaran dapat ditutupi oleh satu
model pembelajaran yang lain. Oleh karena itu, perlu adanya upaya
pemaduan beberapa model pembelajaran demi terciptanya tujuan
pembelajaran yang lebih baik dan optimal. Salah satu model
pembelajaran bahasa dan sastra dengan pendekatan proses yang
dipadukan dengan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif,
menyenangkan, gembira dan berbobot kehadirannya sangat diperlukan
untuk mendukung keberhasilan pembelajaran, terutama pembelajaran
bahasa Indonesia.
6. MENINGKATKAN KEPRIBADIAN PELAJAR DENGAN
MENGGUNAKAN BAHASA DI LUAR BANGKU SEKOLAH
Saat ini banyak istilah-istilah asing yang masuk ke Indonesia.
Sayangnya istilah-istilah asing tidak menambah keragaman kebudayaan
Indonesia tapi malah melunturkan kepribadian Bangsa Indonesia

Sulit

dipungkiri memang, bahasa asing kini telah menjamur penggunaannya.


Mulai dari judul film, judul buku, judul lagu, sampai pemberian nama merk
produk dalam negeri. Kita pun merasa lebih bangga jika lancar dalam
berbicara bahasa asing. Namun, apapun alasannya, entah itu menjaga
prestise,

mengikuti

perkembangan

zaman,

ataupun

untuk

meraup

keuntungan, tanpa kita sadari secara perlahan kita telah ikut andil dalam
mengikis kepribadian dan jati diri bangsa kita sendiri. Seharusnya kita
meningkatkan kepribadian kita dan bangsa menggunakan bahasa kita

sendiri.Penggunaan istilah asing

yang tidak tepat pun ikut merusak

tatana bahasa yang telah diatur sedemikian rupa. Tidak tepat maksudnya
tidak sesuai dalam hal ejaan, struktur, maupun konteks kalimat.
Menilik kesuksesan negara-negara besar yang bangga akan bahasa
nasional mereka sendiri, sudah sepatutnya kita meniru salah satu sifat
mulia tersebut. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki
kepribadian. Di mana letak kepribadian bangsa Indonesia jika masyarakat
sendiri

lebih

Globalisasi

bangga
memang

menggunakan

tidak

dapat dihindari.

bahasa
Akulturasi

asing?
bahasa

nasional dengan bahasa dunia pun menjadi lebih terasa perannya. Namun
sangat disayangkan jika masyarakat menelan mentah-mentah setiap
istilah-istilah

asing

yang

masuk

dalam

Bahasa

Indonesia.Untuk

meningkatkan kepribadian bangsa perlu dilakukan hal sebegai berikut ini:


(:), 2009)
1.

Ada baiknya jika dipikirkan dulu penggunaannya yang tepat dalam


setiap konteks kalimat. Sehingga penyusupan istilah-istilah tersebut
tidak terlalu merusak tatanan bahasa nasional.

2. Penanaman rasa cinta tanah air yang dimulai sejak dini bisa menjadi
salah satu solusi menghadapi krisis bahasa saat ini. Dari sekian
banyaknya hal yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia, bahasa
nasional adalah salah satunya. Kita merasa dipersatukan oleh bahasa
yang sama, Bahasa Indonesia. Kita sangat perlu

menjunjung tinggi

bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, seperti yang tertuang dalam


Sumpah Pemuda.
3. Meningkatkan rasa cinta pada Bahasa Indonesia secara otomatis
meningkatkan rasa cinta tanah air. Kebanggaan menggunakan bahasa
nasional melebihi bahasa internasional akan meningkatkan rasa
nasionalisme. Sehingga tidak berlebihan jika bahasa diharapkan
sebagai salah satu media untuk meningkatkan rasa nasionalisme.

Karya-karya sastra yang dilahirkan oleh sastrawan Indonesia


hendaknya tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi semata atau
sekedar konsumsi yang menarik bagi pembaca, namun sebaiknya juga
memikirkan dampaknya bagi masyarakat terutama dalam penggunaan
bahasanya yang tepat. Karya sastra yang beredar sedapat mungkin
dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa cinta pada Bahasa Indonesia
serta membenahi penggunaan istilah-istilah yang kurang tepat, bukan
menjadi media yang memberi kontribusi dalam perusakan tatanan
bahasa.
7. Peranan Media Massa dalam Pengembangan Kepribadian
Seseorang

media massa memiliki fungsi yang amat strategis dalam upaya

pengembangan ataupun pembinaan bahasa Indonesia. Bahkan, sering


terjadi media massa dijadikan acuan dalam penggunaan bahasa
Indonesia. Mengingat fungsi yang begitu strategis, pengembangan dan
pembinaan bahasa Indonesia perlu memanfaatkan media massa, baik
cetak maupun elektronik.
Baik buruknya bahasa media massa sangat berpengaruh terhadap
bahasa masyarakat. Selain itu media massa juga berperan sebagai
guru karena beritanya dipercaya dan bahasanya ditiru atau dicontoh
oleh masyarakat. Dengan kata lain, media massa memiliki peran yang
amat penting dalam pengayaan kosakata bahasa Indonesia
Media massa menyampaikan berita, informasi, opini, artikel, dan
sebagainya ke masyarakat pembaca atau pemirsanya dengan
menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarananya. Secara tidak
langsung media massa merupakan media pendidikan bagi warga
masyarakat dalam berbahasa Indonesia. Di lingkungan pendidikan
persekolahan media massa memiliki peran yang strategis pula dalam
pengungkapan berita hangat, opini masyarakat, informasi, dan artikel
yang akan memperkaya wawasan peserta didik. Melalui pemuatan halhal tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia, peserta didik
secara tidak langsung memiliki wawasan bahasa media massa yang
memiliki kekhasan tersendiri. Hal itu akan ikut membentuk kepribadian
peserta didik dalam berpikir, berekspresi, dan berkomunikasi secara

efektif dan efisien yang akan menuntun mereka bertindak dengan


jujur, sopan, dan sportif.
Kesimpulan
Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri, ia
membutuhkan bantuan dari makhluk lainnya bahkan dari manusia lainnya
(saling membutuhkan). Maka dari itu, manusia dituntut untuk dapat saling
bekerja sama, berkomunikasi dengan baik antar sesamanya. Disinilah fungsi
bahasa dibutuhkan.
Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah
kaidah bahasa. Kaidah ini meliputi aspek:
(1) tata bunyi (fonologi)
(2)tata bahasa (kata dan kalimat)
(3) kosa kata (termasuk istilah)
(4), ejaan, dan
(5) makna.
Media massa memainkan peran dalam pencerdasan kehidupan bangsa
Indonesia. Mengingat peran yang strategis itu, media massa diharapkan
menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan kekhasan laras bahasa
media massa.
Penggunaan bahasa yang tertata dengan baik mencerminkan pola pikir
masyarakat yang baik pula. Bahasa Indonesia adalah karakter & identitas
bangsa.
Saran
kita tidak usah takut jika kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar dalam pergaulan kita, maka kita akan terkesan aneh bahkan mungkin
ditertawakan oleh mereka. Justru, dari sinilah kita mulai mengajarkan kepada
mereka bahwa kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia, seperti
negara-negara lainnya. Sehingga nantinya akan terbentuk komunikasi yang
ilmiah.
Dalam peningkaan mutu penggunaan bahasa Indonesia dalam media massa
yang harus diperhatikan oleh para penulis baik itu jurlanis/wartawan/pers dan
semua pihak yang turut terlibat dalam penggarapan sebuah karya tulis adalah
struktur dan kosa kata bahasa Indonesia dalam penggunaannya yang sesuai
dengan kaidah yang berlaku pada KBBI agar ketika sebuah karya tulis yang
disajikan kepada pembaca atau penonton tidak mengalami kerancuan sehingga
membuat para pembaca atau penonton tidak mengalami kesulitan dalam
mencerna dan memahami berita atau karya tulis yang disajikan kepada khalayak
umum. Peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia dalam media massa
selain memberi keterangan yang jelas kepada masyarakat luas tentang struktur
dan kosa kata bahasa Indonesia juga bisa meningkatkan bahasa Indonesia itu

sendiri baik dari segi kosa katanya yang akan terus bertambah seiring
perkembangan media massa yang sudah begitu pesat

DAFTAR PUSTAKA

:), k. n. (2009, - 01). Dipetik 09 19, 2012, dari Sebuah catatan tentang perjalanan
hidup: http://wearesister.blogspot.com/2009/01/eksistensi-bahasa-indonesiauntuk.html
Keraf, G. (1993). Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah.
Maryani Hadiriyanto, S. (2012, 09 06). GURU BAHASA INDONESIA MENJADI
AKTOR PENENTU KEBERHASILAN SISWA DIDIK DALAM
MENUMBUHKEMBANGKAN NILAI-NILAI KEHIDUPAN BANGSA DAN NEGARA. Dipetik
September 2012, 2012, dari kompasiana edukasi:
http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/06/guru-bahasa-indonesia-menjadi%E2%80%9Caktor%E2%80%9D-penentu-keberhasilan-siswa-didik-dalammenumbuhkembangkan-nilai-nilai-kehidupan-bangsa-dan-negara/
Mularsih, H. (2010). STRATEGI PEMBELAJARAN, TIPE KEPRIBADIAN DAN HASIL
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIAPADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.
SOSIAL HUMANIORA , 14, 65-74.
Widyastuti, S. (t.thn.). PERIBAHASA: CERMINAN KEPRIBADIAN BUDAYA LOKAL
DAN PENERAPANNYA DI MASA KINI. humanities , 1-10.