Anda di halaman 1dari 29

Laporan Kasus

MORBILI
AYU INDAH LESTARI

Pembimbing:
dr. Novita Dewi, Sp. A

Identitas Pasien
Nama : An. E
Umur
: 3 tahun 8 bulan
Jenis kelamin
: laki - laki
Nama orang tua
Ayah : Tn. S
Ibu : Ny. A
Pekerjaan orang tua
Ayah : karyawan swasta
Ibu : ibu rumah tangga
Alamat : Kp. Dewa Ruci Semper Barat Cilincing
Tgl masuk RS : 28 November 2014 (10.35 wib)
No RM : 199053

Anamnesis (Allo Anamnesis dari Ibu Pasien


pada jumat, 28 November 2014)

Keluhan utama
Demam sejak 3 hari SMRS
Riwayat penyakit sekarang
Ibu pasien mengeluh anaknya sudah demam sejak tanggal 25
november 2014 tepatnya 3 hari SMRS. Panas yang
dirasakan cenderung meninggi pada malam hari, setiap
hari bertambah panas dan turun ketika diberikan
paracetamol. Pada saat datang ke RS demam tinggi di hari
ke 4, setelah demam tersebut muncul bintik-bintik merah
dikulitnya. Semula bintik merah muncul di wajah lalu ke
seluruh bagian tubuh. disertai mata yang merah. Os
mengeluh sakit saat menelan, batuk berdahak berwarna
kuning, dan pilek dengan mukus berwarna kuning sejak 3
hari SMRS. Sariawan (+), nafsu makan berkurang sejak
sakit. Sakit kepala (+), fotofobia (+), muntah (-), sesak (-).
BAB dalam batas normal, BAK sedikit berwarna kuning.
Kejang disangkal, sakit perut tidak dirasakan, mimisan disangkal,
gusi berdarah disangkal.

Riwayat Pengobatan
Sudah diobati dengan paracetamol, obat batuk dan
antibiotik. Jenis antibiotik tidak tahu.
Riwayat Penyakit Dahulu
Sebelumnya belum pernah mengalami hal yang
sama seperti yang dirasakan sekarang. Riwayat
kejang disangkal
Kesan
dalam batas normal
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang menderita gejala seperti
ini
Riwayat epilepsi atau kejang di keluarga
disangkal
Riwayat alergi, asma, TBC dikeluarga disangkal
Kesan
normal, tidak ada penyakit yang
berpengaruh

Riwayat Kehamilan :
Ibu pasien rajin periksa kehamilan ke dokter spesialis kandungan hampir setiap bulan,
hipertensi (-), bengkak (-), rutin minum vitamin asam folat.
Riwayat Persalinan :
Anak kedua lahir pervaginam dibantu oleh dokter spesialis kandungan BB = 3100 gr, PB = 50
cm, tidak ada KPD, anak tidak terlilit tali pusat, tidak ada perdarahan selama hamil. Anak
menangis ketika lahir.
Kesan : Kehamilan & persalinan baik
Riwayat Imunisasi :
BCG = 1x
Hep B = 3x
Polio = 4x
DPT = 4x
Campak = 1 x umur 10 bulan
Kesan : Imunisasi dasar sudah lengkap, Imunisasi tambahan tidak dilakukan
Riwayat Perkembangan
Motorik Kasar
: Berlari-lari kecil
Motorik Halus
: Menggambar Lingkaran
Bicara : Dapat menyusun kata sederhana, mama papa,
mamam, minum
Sosial : Suka bermain-main dengan anak anak lainnya
Kesan : tumbuh kembang sesuai usia

Riwayat makanan
ASI eksklusif sampai usia 9 bulan
Diberikan makanan tambahan seperti nasi tim dan susu formula
di usia 7 bulan
Sekarang os diberi makan 3x sehari : nasi + sayur +
ikan/daging/ayam
Diberikan pula makanan tambahan seperti buah, roti, dan biskuit.
kesan : kuantitas : cukup, kualitas : cukup memenuhi
kebutuhan
Riwayat psikososial
Os sudah dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Os adalah
pribadi yang aktif dan gemar bermain baik di dalam maupun di
luar rumah. Os juga suka jajan di luar rumah.
Kesan : normal, tidak memiliki kelainan sosial
Riwayat alergi
Alergi obat, makanan, dan udara disangkal
Kesan : tidak ada alergi apapun

Pemeriksaan Fisik pada tanggal 28


November 2014

Keadaan umum : tampak sakit sedang


Kesadaran
: compos mentis
Tanda-tanda vital
Nadi
: 120 x / menit
Nafas
: 50 x/ menit
Suhu
: 39,5o C
BB
: 18 kg
TB
: 105 cm

ANTROPOMETRI
BB x 100% = 18 x 100% = 112 % (over weight)
U
16
TB x 100% = 105 x 100% = 105 % (gizi baik)
U 102
Pengukuran yang digunakan :
BB x 100% = 18 x 100% = 105 % (gizi baik)
TB
17
Kesan : gizi anak baik

Status Generalis
Kulit : kemerahan
Kepala :
Bentuk Normocephal, warna rambut hitam, distribusi rambut merata dan lurus,
tidak mudah rontok, ruam makulopapular, batas tidak tegas di seluruh wajah

Mata :
mata cekung (+/+), konjungtiva hiperemis dan berair , reflek pupil (+/+)
,isokhor, sklera Ikterik (-/-), Konjungtiva anemis (-/-), fotofobia (+/+)

Telinga :
Normotia, membran timfani intak, sekret (-/-)

Hidung :
Deviasi septum (-), sekret (+/+), darah (-/-)

Mulut :
Sariawan (+), faring hiperemis (+), lidah kotor (-)

Leher
Pembesaran KGB regional mandibula (+), ruam
makulopapular, batas tidak tegas
Thorax
Inspeksi
: dada simetris (+) , retraksi dinding dada (-) ,
bagian dada yang tertinggal saat inspirasi (-), ruam
makulopapular, batas tidak tegas (+)
Palpasi : tidak dilakukan
Perkusi
: tidak dilakukan
Auskultasi : vesikuler (+/+), ronkhi (+/-), wheezing ( -/- )
Jantung
Inspeksi
: Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi
: Tidak dilakukan
Auskultasi : BJ I & II normal (+), regular ( + ), murmur (-),
gallop (-)

Abdomen
Inspeksi
: kontur abdomen supel, datar, ruam makulapapular (+)
Auskultasi : bising usus ( + ) normal (+)
Palpasi : abdomen supel, turgor normal, nyeri tekan (-),
Perkusi
: timpani di semua 4 kuadran abdomen
Ekstremitas Atas
Akral
: hangat/hangat
CRT : 2 s/ 2 s
Edema : -/ ruam makulapapular (+)
Ekstremitas Bawah
Akral
: hangat/hangat
CRT : 2 s/ 2 s
Edema : -/ ruam makulapapular (+)
Inguinal : pembesaran kelenjar inguinal (-)
Genitalia : Laki-laki, tidak ada kelainan

Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin:
28 November 2014
Ht
= 35,7% (42,0 50)
Hb
= 12,5 g/dl (13,8-17)
Leukosit = 13000 sel/ mm3 (4,510,8)
Trombosit = 213 ribu/mm3 (185 402)

RESUME & ANALISIS KASUS

An.laki-laki usia 3 tahun 8 bulan, demam hari ke 4, tinggi,


terus menerus. Timbul bercak kemerahan di wajah, leher,
lalu ke seluruh bagian tubuh. Mata merah, batuk pilek sejak
3 hari SMRS berwarna kuning, sulit menelan, sariawan,
nafsu makan berkurang. Sakit kepala, fotofobia dan BAK
sedikit berwarna kuning.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan :
S : 39,20C, N : 120x/mnt, RR : 50x/mnt, kulit kemerahan,
konjungtiva hiperemis (+), fotofobia(+), faring hiperemis
(+), ronkhi (+/-), ruam makulopapular batas tidak tegas di
wajah, leher, dada dan ekstremitas, sariawan pada mukosa
bibir, pembesaran KGB regional mandibular

Diagnosis kerja
: Morbili
Diagnosis banding: Rubella, Eksantema Subitum
Rencana diagnosis : Pemeriksaan DPL (HHTL)
Tes serologis
Isolasi dan identifikasi virus

Morbili

Rubella

Eksantema Subitum

Inkubasi (10-12 hari)


Prodormal (3-5 hari)
Batuk pilek Bercak koplik
warna putih keabuan di
mukosa bukal
Konjungtivitis dan fotofobia
Fase prodormal dpt
berat:Demam tinggi
mendadak, kejang +
Ruam : makula pada atas
lateral leher, belakang telinga
makuolpapular leher muka,
badan lengan atas, punggung,
abdomen, seluruh lengan dan
paha.
Limfadenopati, diare dan
muntah

Masa inkubasi 14-21 hari


masa prodormal:
Demam ringan, sakit kepala,
nyeri tenggorok,
konjungtivitis, rinitis, batuk
limfadenopati
Adenopati retroaurikuler,
servikal posterior, belakang
oksipital
Limfadenopati 24 jam sebelum
ruam
Entanem sebelum timbulnya
ruam kulit Froschheimer spot
pada palatum molle, sampai ke
faucia
Eksantema pada muka hilang
terus ke badan
Makulopapular menyebar ke
badan
Gatal ringan

Demam 39-40C 3-4


Hari, rewel
Ruam muncul hari ke 3-5
sesudah demam turun
Muncul 3-4 hari
Makulo papular di leher
perut, badan punggung,
tungkai
Tanda-tanda gejala
terkait:
Adenopati
oksipital/servikal
Diare ringan
Palpebra edema
Faringitis papuler

Rencana Pemeriksaan
Penunjang

DPL

Peningkatan sel plasma 5-20 % rubella


Leukopenia rubella
Penurunan ringan jumlah trombosit rubella
Leukositosis 16000-20000/mm3 eksantema subitum
Neutrofil eksantema subitum
Leukositosis pada hari ke 2 eksantema subitum

Serologi : Ig M spesifik untuk


morbili/rubella/eksantema subitum

Rencana Penatalaksanaan
Tirah baring
Paracetamol syr (10-15mg/kgBB/kali(3x)) dengan sediaan (120mg/5ml)
18 x 10 = 180 : 120 = 1,5 -> 3 x 1,5 cth
Ambroxol syr (1,2 1,6mg/kg/hr) dengan sediaan (15mg/5ml)
18 x 1,2 = 21,6 : 15 = 1,44/hari : 3 = 0.48 -> 3 x 0,5 cth
Vitamin A 100.000 IU peroral/hari, jika dengan malnutrisi dilanjutkan
1500 IU
Gentamicin (6 7,5 mg/kg/hr; 3x) sediaan Amp 40mg/2mL
18 x 6 = 108/hari : 3 = 36 mg -> 3 x 1 ampul / 3x2cc IM/IV
Kebutuhan cairan : 11-20kg -> 1000 + 50cc/kg/day
18 kg = 1000 + (50x8) = 1000+400 = 1400/hari = 58 cc/jam =
58 : 60 x 15 = 14 tpm
Edukasi
Minum banyak air putih dan makan makanan yang bergizi

Penatalaksanaan oleh dokter


Rawat inap
Cairan Kaen3B + 35g lameson + 4mg
vometro 15 tpm makro
Amiosin 3x125 mg
Sanmol drip 6x250 mg
Cendoxitrol 6x2 tetes
Alerfed 3 dalam Vectrin 3x1 cth

TINJAUAN PUSTAKA

CAMPAK
DEFINISI

Campak adalah suatu penyakit infeksi virus aktif


menular, ditandai oleh tiga stadium, yaitu 1) stadium
inkubasi atau kataral sekitar 10-12 hari dengan sedikit,
jika ada, tanda-tanda atau gejala-gejala, 2) stadium
prodromal dengan enantem (bercak koplik) pada
mukosa bukal dan faring, demam ringan sampai
sedang, konjungtivitis ringan, koryza, dan batuk yang
semakin berat, dan 3) stadium akhir atau konvalesen
dengan ruam makuler yang muncul berturut-turut
pada leher dan muka, tubuh, lengan dan kaki dan
disertai oleh demam tinggi.

Epidemiologi
Campak merupakan urutan ke 5 dalam 10 urutan penyakit
utama pada bayi
Studi kasus campak selama kurun 5 tahun peningkatan
kasus pada bulan Maret puncaknya bulan Mei, Agustus,
September, dan Oktober
Menurut kelompok umur kasus campak yang dirawat inap
di rumah sakit balita :17,6 %, kurang dari 1 tahun,15,2 %
berumur 1 tahun, 20,3% berumur 2 tahun, 12,3% berumur
3 tahun, 8,2% nerumur 4 tahun
Daerah urban yang padat dan kumuh rawan terhadap
penyakit menular seperti campak

Etiologi
Virus RNA famili Paramixovidae, genus Morbillivirus
Memiliki satu tipe antigen
Selama masa prodormal dan selama waktu singkat
sesudah ruam tampak, virus ditemukan dalam sekresi
nasofaring, darah, dan urin
Virus dapat tetap aktif selama 34 jam dalam suhu
kamar

Patogenesis
Stadium kataral
(prodromal)
Stadium erupsi
Stadium konvalesen

Gejala klinis
- Demam
- 3 C : Cough, Coryza, Conjungtivitis
- Batuk
- Malaise
- Fotopobia
- Eritema timbul dari belakang telinga, tengkuk,
sepanjang rambut dan bagian belakang bawah
- Bercak koplik

Pemeriksaan penunjang
leukosit normal atau meningkat infeksi bakteri
Sitologik : ditemukan sel raksasa pada lapisan
mukosa hidung dan pipi.
Serologi : IgM spesifik

Penatalaksanaan
Cukup cairan dan kalori
Pengobatan simtomatik antipiretik, antitusif,
ekspektoran, dan antikonvulsan
Campak dengan penyulit : rawat inap + perbaiki
keadaan umum dengan memperbaiki kebutuhan
cairan dan diet yang memadai
Vit A 100.000 IU per oral 1 x jika terdapat malnutrisi
1500 IU perhari

Jika terdapat penyulit obati penyulit :


Bronkopneumoni
Deiberikan antibiotik ampisilin 100 mg/kgBB/ hari
dibagi 4 dosis IV dg kombinasi kloramfenikol 75
mg/kgBB/hari IV dlm 4 dosis.
Otitis Media
kotrimoksazol-sulfametoksazol (TMP 4 mg/kgBB
/hari dibagi dalam 2 dosis)
Ensefalopati
Reduksi jumlah pemberian cairan hingga kebutuhan
untuk mengurangi edema otak, disamping pemberian
kortikosteroid.

Komplikasi
Laringitis Akut
Ensefalitis
Bronkopneumonia
Kejang Demam
Otitis Media

PROGNOSIS
Jika penatalaksanaan diberikan secara
cepat maka komplikasipun dapat
teratasi dan prognosaakan menjadi
baik ad vitam baik, ad sanam baik, ad
fungsional baik.

DAFTAR PUSTAKA
Diagnosis Fisik pada Anak. CV Sagung Seto. Jakarta :
2003.
MIMS. BIP. Jakarta : 2012
Nelson. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Vol. 1. Jakarta :
EGC.
Nelson. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 vol 2. Jakarta :
EGC
Soedarmo s Pooewo Sumarmo, dkk. Buku Ajar Infeksi
dan Pediatri Tropis. IDAI. 2005.