Anda di halaman 1dari 8

BAB III

METODE PENELITIAN
1. Rancang Bangun Penelitian
Jenis Penelitian

: Observational

Desain Penelitian

: Cross sectional (belah lintang)

Rancang Bangun Penelitian


2. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat dilakukan di berbagai Rumah Sakit Swasta di Jakarta yang di
lakukan pada bulan Agustus Oktober Tahun 2013.
3. Populasi Target
-

Orang yang berusia > 56 dengan atau tanpa gangguan vaskuler

Orang yang memiliki faktor risiko atau dengan Diabetes Melitus

4. Cara Pengambilan Subyek Penelitian


Subyek penelitian diambil secara consecutive sampling, semua subjek
yang datang secara berurutan dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukan dalam
penelitian sampai jumlah subyek yang diperlukan terpenuhi. (Sudigdo 2011).

4.1.

Besar Subyek Penelitian


Berdasarkan study kepustakanaan gangguan kognitif pada pasien

Diabetes Mellitus sebesar 6-8%. Besar sampel ditentukan menggunakan


Rumus :
N = (Za2 x p x q)
L2
= 1,962 x 0,08 x 0,92 x 0,12 = 0,0339 = 0,678= 0,68
0,05

0,05

Keterangan:
N= Jumlah sampel
Za = Tingkat batas kepercayaan, dengan Z = 95%
a = 5%. Dari tabel distribusi nilai za = 1,96
p = proporsi DM 6-8% diambil proporsi 8% ( 0,08)
q = 1 p = 1 - 0.08 = 0,92
L = Presisi penelitian 0,05
5.

Kriteria Pemilihan
a. Kriteria inklusi:
-

Pasien yang datang saat pengambilan data

Tingkat kesadaran menurun

Pasien/keluarga setuju sebagai peserta penelitian

Berumur > 56 tahun

Pasien yang memiliki risiko atau dengan Diabetes Melitus

Tamaat Sekolah Dasar, minimal pendidikan terakhir SMP

b. Kriteria ekslusi:
-

Menderita depresi berat, diketahui dari riwayat penderita dan Geriatric


Depresion Scale (GDS)

Pernah mengalami infeksi susunan saraf pusat (SSP), 6 bulan terakhir atau
sedang mengalami

Pernah mengalami trauma kepala dalam 6 bulan terakhir atau sedang


mengalami

Pernah menggunakan narkoba suntik lebih dari 2 tahun yang dibuktikan dari
Anamnesis

Pasien dengan riwayat epilepsy

Pasien dengan riwayat menderita tumor otak

Tidak tamat SD

1. Identifikasi Variablel

Variabel tergantung

: Gangguan fungsi kognitif

Variabel bebas

: Diabetes Melitus

Variabel perancu

: Usia, Hipertensi, Profil Lipid

2. Definisi Operasional

Diabetes Melitus

: Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok

penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi


karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. 15

MoCA INA

: Montreal Cognitive Assessment (MoCA) adalah

alat skrining kognitif singkat yang memberikan indikasi cepat dari


kognitif individu secara global. 43
3. Batasan Operasional
No.
1.

Variabel

Batasan Operasional

Instrumen

Skala

Diabetes

Gejala klasik DM + kadar

Pemeriksaan dengan

Nominal

Melitus

gula darah sewaktu > 200

alat test gula darah

mg/dl (11,1 mmol/L) atau

merek GlucoDr

gejala klasik DM + kadar gula


darah puasa > 126 mg/dl (7
mmlo/dL) atau kadar darah 2
jam pada TTGO > 200 mg/dl
(11,1 mmol/L)
2.

Hiperglikemia

Nilai glukosa Puasa > 126


mg/dl. Nilai glukosa darah 2

Darah plasma

Nominal

jam postprandial: >200 mg/dl


3.

4.

Glukosa darah

Nilai normal gula darah puasa

puasa

<126 mg/dl

Hipertensi

Riwayat

mendapat terapi

hipertensi

Darah plasma

Nominal

Tensimeter merek

JNC VII

Riester

Skala : Interval

Konsumsi OAH

- Hipertensi derajat 1

TD sistolik 140-159 mmHg

TD diastolic 90-99 mmHg

- Hipertensi derajat 2

TD sistolik >160 mmHg

TD diastolic >100 mmHg


5.

Usia Penderita

Usia penderita yang diperoleh


dari

anamnesis

penderita

atau

KTP/ Identitas resmi

Rasio

Kuesioner

dengan

keluarganya

dicocokan dengan kartu tanda


penduduk

(KTP)

/identitas

yang ada)
6.

Pendidikan

Lamanya beljar pada tempat

Dasar

pendidikan formal

Menengah

Dasar: sampai tamat SD

Tinggi

Menengah: SMP dan SMA


Skala Ordinal

Tinggi: Akademi atau lebih


7.

Dislipidemia

Kadar lipid total dalam serum

Alat test Kolesterol

Rasio

darah penderita yang bisa


dikatergorikan

merek Easy Touch

kedalam

kelompok defisien dan normal


dengan menggunakan ambang
batas:

Kolesterol total >200


mg/dl

8.

Gangguan

Suatu kondisi dimana ditandai

Form

Fungsi

dengan abnormalitas hasil Test

Cognitive Assesment

Kognitif

Fungsi

Versi (MoCA-Ina)

Kognitif

MoCA-Ina (skor<26)

4. Alur penelitian

dengan

Monteral

Kognitif terganggu
Kognitif tidak terganggu
Skala: Ordinal

5. Pengumpulan Data
1. Pasien dengan risiko atau dengan Diabetes Melitus yang terdapat di
Rumah sakit Swasta di Jakarta yang memenuhi kriteria Inklusi serta
bersedia untuk di jadikan subyek penelitian.
2. Pemeriksaan fungsi kognitif dengan MoCA INA oleh peneliti
3. Pemerksaan kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial, kolesterol
total dilakukan dengan menggunakan test glukosa darah dan Klesterol
merek GlucoDr dan Easy Touch.
4. Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan tensi air raksa merek
Reister.
6. Prosedur penelitian
Penderita Diabetes Melitus yang berobat atau kontrol yang telah
memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi akan dilakukan anamnesa, pemeriksaan
neurologis, kemudian pemeriksaan fungsi kognitif menggunakan Tes MoCA
INA oleh peneliti.
7. Pengolahan Data
1. Sebelum dia analisis data dikoding, ditabulasi dan dientry kedalam
komputer.
2. Data dengan skala kategorikal seperti jenis kelamin, karakteristik subyek
penelitian, riwayat penyakit, adanya gangguan kognitif dideskripsikan

sebagai distribusi frekuensi dan presentase. Variable yang berskala


kontinyu seperti usia, tekanan darah, hasil pemeriksaan gula darah dan
kolesterol dideskripsikan sebagai rerata dan simpang baku.
3. Pengaruh variable bebas dan perancu terhadap kejadian gangguan
kognitif diuji dengan uji regresi logistik.
4. Uji statistic dilakukan dengan program SPSS for Windows v. 17