Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara tertinggi dalam pertumbuhan penduduk lanjut usia yaitu
sebesar 414% dalam kurun waktu 1990-2010. Hal tersebut menghantarkan Indonesia
menjadi negara keempat negara berpenduduk lanjut usia terbanyak di dunia setelah
China, India, dan Amerika Serikat.1 Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia
diperkirakan akan diikuti dengan meningkatnya permasalahan kesehatan terutama
kesehatan lanjut usia3. Penurunan fungsi kognitif pada awal demensia sering dianggap
wajar karena proses penuaan. Sebagai akibatnya, penurunan fungsi kognitif terus
berlanjut hingga mempengaruhi status fungsional pasien. Bila gejala penurunan
kognitif dapat dikenali lebih awal maka dapat dilakukan upaya-upaya peningkatan
ataupaling tidak mempertahankan fungsi kognitif agar tak jatuh dalam keadaan
demensia5.
Data WHO menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit pembuluh darah lebih
banyak dibanding penyakit lain, yaitu sekitar 15 juta tiap tahunnya atau 30% dari
kematian total pertahunnya7. Mekanisme dibagi antara penyakit serebrovaskular dan
demensia

mungkin

berkontribusi

penurunan

kognitif

vaskular.

Penyakit

serebrovaskular dan faktor risiko demensia serta neuropati. Faktor risiko vaskular
(hipertensi, hiperlipidemia, diabetes) dan faktor perilaku (obesitas, aktivitas fisik)
yang terkait dengan penyakit serebrovaskular dan, terutama ketika pada mid-life
dementia. Demikian pula, observasional studi pada orang dewasa setengah baya atau
lebih tua telah menemukan assosinegosiasi antara penurunan kognitif vascular dan
hipertensi, hyperlipidemia, diabetes, obesitas dan aktivitas fisik aktif.
Penyempitan pembuluh darah arteri otak yang disebut aterosklerosis, salah satu
penyebabnya adalah dyslipidemia, yaitu kelainan metabolism lipid yang ditandai
dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi

lipid yang utama adalah kenaikan kolesterol total, LDL- kolesterol, dan trigliserida,
serta penurunan kadar HDL- kolesterol9,10.
Penelitian Wiebrs et al., (1997) menyatakan bahwa abnormalitas lipid berperan dalam
proses aterosklerosis kranioserebral. Moroney et al; 1999, dalam penelitian prospektif
longitudinal community-based berbasis komunitas tentang LDL- kolesterol dan risiko
demensia dengan stroke, menyimpulkan bahwa peningkatan LDL- kolesterol secara
signifikan berhubungan dengan risiko demensia dengan stroke pada usia tua.
Penelitian Zuliani et al., 2001, suatu penelitian cross-sectional potong lintang lainnya
tentang profil lipoprotein pasien usia tua dengan demensia vaskuler dan Alzheimers
disease, disimpulkan bahwa kadar LDL- kolesterol yang tinggi berhubungan dengan
demensia vaskuler11.
Di Indonesia prevalensi dislipidemia semakin meningkat. Penelitian MONICA
(Multinational Monitoring of Trends Determinants in Cardiovascular Disease) di
Jakarta 1988 menunjukkan bahwa kadar rata-rata kolesterol total pada wanita adalah
206,6mg/dl dan pria 199,8mg/dl, tahun 1993 meningkat menjadi 213,0mg/dl pada
wanita dan 204,8mg/dl pada pria. Dibeberapa daerah nilai kolesterol yang sama yaitu
Surabaya (1985): 195mg/dl, Ujung Pandang (1990): 219mg/dl dan Malang 206mg/dl.
Apabila

dipakai

batas

kadar

kolesterol

>250mg/dl

sebagai

batasan

hiperkolesterolemia maka pada MONICA I didapatkan hiperkolesterolemia 13,4%


untuk wanita dan 11,4% untuk pria. Pada MONICA II hiperkolesterolemia terdapat
16,2% untuk wanita dan 14% pria.
Pada penelitian yang dilakukan olehSudijanto Kamso dkk. (2004) terhadap 656
responden diempat kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan
Padang) didapatkan keadaan dislipidemia berat pada orang berusia diatas 55 tahun
paling banyak di Padang dan Jakarta (>56%), diikuti oleh mereka yang tinggal di
Bandung (52,2%) dan Yogyakarta (27,7%). Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa
prevalensi dyslipidemia lebih banyak didapatkan pada wanita (56,2%) dibandingkan
pada pria (47%). Dari keseluruhan wanita yang mengidap dyslipidemia tersebut
ditemukan prevalensi dyslipidemia terbesar pada rentang usia 55-59 tahun (62,1%)
dibandingkan yang berada pada rentang usia 60-69 tahun (52,3%) dan berusia diatas
70 tahun (52,6%).12
Studi dari de Frias dkk (2007) menilai memori episodik dan memori semantik

pada 524 orang dewasa berusia 55 80 tahun kemudian menghubungkannya dengan


kolesterol total dan trigliserida darah, dan hasilnya terdapat hubungan antara kadar
trigliserida yang tinggi dengan gangguan pada memori semantik dan kadar kolesterol
tinggi dengan gangguan pada memori episodik13.
Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Henderson dkk (2003) yang melakukan
penelitian pada 326 orang wanita usia paruh baya dan hasilnya diperoleh hubungan
protektif dari kadar kolesterol total dan LDL (Low Density Lipoprotein) yang tinggi
terhadap fungsi memori14.
Studi dari West (2008) juga menunjukkan hubungan antara kadar kolesterol
total dan LDL yang tinggi dengan fungsi memori yang lebih baik15.
Hasil yang berbeda ditunjukkan pula oleh Reitz dkk (2005) yang tidak berhasil
menemukan adanya hubungan antara profil lipid darah dengan gangguan memori.
Penelitian ini juga menyebutkan bahwa wanita cenderung memiliki kadar kolesterol
total, trigliserida, HDL dan LDL yang tinggi dibandingkan pria16.
Tes yang sering digunakan untuk skrining fungsi kognitif adalah Mini Mental
State Evaluation (MMSE). Tes yang dapat juga dipakai adalah Montreal Cognitive
Assesment (MoCA). Penelitian Nasreddin, dkk, menyatakan bahwa tes MoCA
mempunyai sensitivitas 90% dan spesifikasi 87% untuk mendeteksi Mild Cognitive
Impairment (MCI)17,18. Husein N dkk, menghasilkan instrument MoCA dalam bahasa
Indonesia (MocA-Ina) yang sudah valid menurut kaidah validasi transcultural dan
reliable. Tes MoCA-Ina dapat digunakan dalam penilaian fungsi kognitif bagi pasienpasien di Indonesia19.

1.2 Rumusan Masalah


Dengan latar belakang diatas, dilakukan evaluasi untuk rumusan masalah pada
penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara gangguan kognitif dengan
dislipidemia pada pasien diatas usia 40 tahun.
1.3 Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum
Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan kognitif
dengan dislipidemia pada pasien diatas usia 40 tahun.
2. Tujuan Khusus
a) Diketahui gambaran gangguan kognitif pada pasien dengan usia diatas 40
tahun.
b) Diketahui gambaran dislipidemia pada pasien dengan usia diatas 40 tahun
c) Diketahuinya prevalensi dislipidemia pada kelompok usia diatas 40 tahun
d) Dikeahui sebaran dengan gangguan kognitif dengan dislipidemia
e) Diketahuinya faktor lain yang berhubungan dengan dislipidemia dengan
gangguan kognitif

1.4 Ruang Lingkup Penelitian


Ruang lingkup dari penelitian ini yaitu orang tua yang berusia diatas 40 tahun
dan memiliki risiko vaskular di masyarakat. Penelitian ini dilakukan mulai bulan
Agustus sampai dengan November 2013.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi bagi mahasiswa
Melatih dalam menggunakan tools untuk mendeteksi gangguan
kognitif dengan menggunakan Moca-Ina dan Mini Cog. Mempelajari
lebih jauh mengenai gangguan kognitif.
2. Manfaat bagi penelitian
Data yang didapatkan dapat dijadikan data dasar untuk penelitian
selanjutnya.

3. Manfaat masyarakat
Data ini dapat disumbangkan ke Puskesmas sebagai data untuk
program kerja. Sebagai pertimbangan dalam upaya deteksi dini
gangguan kognitif secara klinis pada orang dengan risiko atau dengan
dislipidemia.

Orang dengan usia lanjut dapat termotivasi untuk

meningkatkan pengetahuan yang positif mengenai gangguan kognitif


sehingga dapat menekan angka gangguan kognitif serta meningkatkan
kualitas hidup. Sebagai sarana edukasi yang dapat mempengaruhi
masyarakat untuk mempraktekkan pola hidup sehat dalam rangka
pencegahan gangguan kognitif.