Anda di halaman 1dari 19

KARYA TULIS ILMIAH

MEMBUKA RAHASIA KHASIAT


BELIMBING WULUH

Disusun untuk mengikuti Seleksi Siswa Berprestasi SMA


Tingkat Kabupaten OKU
Tahun 2011
Oleh:
Anna Supriadi
NISN: 9958456476
SMA PLUS NEGERI 4 OKU
Tahun Pelajaran 2011/2012
Jln Padat Karya Air Paoh Baturaja Timur Telp. (0735)325700

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan petunjuk, bimbingan, taufik
dan hidayah-Nya sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga

selalu dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Tidak lupa penulis ucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil
sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul Membuka Rahasia Khasiat
Belimbing Wuluh.
Dalam penulisan Karya Tulis ini penulis banyak mendapatkan dukungan dari berbagai
pihak, ucapan terima kasihpun di haturkan kepada:
1. Kepala SMA PLUS NEGERI 4 OKU
2. Guru-guru pembimbing
3. Orang Tua
4. Teman-teman di SMA PLUS NEGERI 4 OKU, khususnya kelas XI IPA2
Karya Tulis ini di ajukan untuk mengikuti Seleksi Siswa Berprestasi Tingkat SMA
Kabupaten OKU Tahun 2011. Karya Tulis ini di harapkan dapat bermanfaat bagi penulis sendiri
maupun pembaca untuk meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan.
Dalam penulisan Karya Tulis ini penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat dibutuhkan dari
berbagai pihak.

Baturaja, 18 Juli 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................iv
ABSTRAK.....................................................................................................................v

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................6
B. Rumusan Masalah........................................................................................7
C. Tujuan..........................................................................................................7
D. Manfaat........................................................................................................7
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengenalan Belimbing Wuluh......................................................................8
B. Pembudidayaan Belimbing Wuluh.............................................................10
BAB III. METODOLOGI PENULISAN
A. Metode Penulisan.......................................................................................13
B. Prosedur......................................................................................................13
C. Teknik Penganalisisan Data.......................................................................13
BAB IV. PEMBAHASAN
A. Kandungan dan Khasiat Belimbing Wuluh................................................14
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................18
B. Saran...........................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................19
BIODATA PENULIS................................................................................................20

DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 2.1 Tanaman Belimbing Wuluh.......................................................................7
Gambar 2.5 Buah Belimbing Wuluh..............................................................................8

ABSTRAK
Anna Supriadi. 2011. Membuka Rahasia Khasiat Belimbing Wuluh.
Dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang sangat pesat seperti sekarang
ini, manusia mulai lupa akan hubungannya dengan lingkungan. Dan ternyata kemajuan tersebut
belum bisa dinikmati oleh semua kalangan, contohnya di dunia pengobatan, rakyat miskin
banyak yang mengalami cacat fisik maupun mental. Hal itu di karenakan mahalnya biaya yang

digunakan untuk membeli obat, dengan melihat keadaan yang demikian tentunya harus ada
solusi yang bisa membantu permasalahan tersebut.
Salah satu cara yang tepat yaitu perlu adanya inovasi baru tentang dunia pengobatan
dengan memanfaatkan apa yang tersedia di alam. Salah satunya yaitu tanaman obat Belimbing
Wuluh, yang bisa di jadikan alternatif di dunia pengobatan yang sederhana, ekonomis, aman dan
banyak sekali khasiatnya.

BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Di zaman sekarang ini dunia pengobatan semakin mengalami kemajuan karena teknologi
yang di pakai pun sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sehingga segala kemajuan
yang ada membuat manusia lupa akan satu komponen kehidupan yang sebenarnya faktor yang
sangat penting bagi kehidupan manusia yaitu lingkungan. Lingkungan di sekitar kita adalah
faktor yang sangat membantu kehidupan kita. Lingkungan terdiri dari dua faktor yaitu faktor
biotik dan faktor abiotik dan faktor yang sangat berperan adalah faktor biotik seperti tumbuhan
dan hewan. Tumbuhan dapat kita manfaatkan dalam berbagai macam hal seperti, sebagai bahan
makanan, bahan obat-obatan, pupuk alami, tekstil dan lain sebagainya. Selain tumbuhan hewan
juga bermanfaat bagi kehidupan kita seperti, bahan makanan, membantu pekerjaan, tekstil dan
lain-lain.Sehingga apabila faktor biotik tersebut tidak di manfaatkan dengan maksimal pasti
terjadi ketidakseimbangan kehidupan.
Namun sekarang manusia lebih senang kepada sesuatu yang di buat oleh manusia karena
di anggap praktis. Padahal secara tidak langsung penggunaan teknologi zaman sekarang banyak
yang tidak ramah lingkungan, sehingga dapat merusak atau mencemari lingkungan tempat
tinggal kita yang akan membuat kita merasa tidak nyaman. Oleh karenanya manusia harus
memanfaatkan alam untuk mengurangi hal tersebut. Faktor yang menyebabkan itu semua yang
pertama yaitu karena manusia sekarang malas untuk mengolah sesuatu untuk dirinya, manusia
hanya mau dengan sesuatu yang praktis dan instant. Faktor yang kedua adalah karena kurangnya
pengetahuan tentang tata cara memanfaatkan alam dengan baik dan benar, sehingga mereka

hanya bisa menggunakan apa yang dia butuhkan tanpa berfikir untuk menjaga dan melestarikan
alam.
Hal tersebut diatas banyak terjadi di dunia pengobatan, mereka lebih suka pada obat yang
mahal tanpa memperhatikan efek samping dari obat tersebut. Karena obat zaman sekarang
banyak yang menggunakan bahan-bahan yang merusak tubuh manusia. Sedangakan obat herbal
yang murah dan aman dianggap ketingalan zaman, padahal obat herbal sangat berperan penting
dalam dunia pengobatan. Selain murah dan aman obat herbal juga bisa kita olah sendiri dengan
cara yang sederhana, walaupun caranya sederhana secara kualitas obat herbal mampu
mengungguli kualitas obat modern.
Salah satu tanaman obat yang banyak manfaatnya adalah belimbing wuluh, tanaman ini
bisa kita temukan di daerah yang subur dengan sinar matahari cukup dan terjaga kelembabannya.
Dan bahkan banyak di tanam di sekitar pekarangan, namun karena kurangnya pengetahuan
belimbing tersebut hanya di gunakan sebagai sayur, manisan dan sambal. Secara tidak sadar itu
sudah mengonsumsi tanaman obat yang sangat berguna bagi kesehatan.
Dari tanaman obat ini kita bisa memanfaatkannya untuk mengobati berbagai macam
penyakit, baik itu penyakit dalam ataupun penyakit luar. Penyakit yang bisa di obati dengan
beilimbing wuluh yaitu gusi berdarah, gondongan, rematik, sariawan, sakit gigi, pegel linu, panu,
tekanan darah tinggi, batuk, diabetes dan jerawat . Namun semua itu pasti membutuhkan teknik
untuk mengolahnya walaupun tidak terlalu rumit, semuanya sama seperti resep dokter harus
sesuai dengan kebutuhan.
Sumber: penyakit yang bisa di obati dengan belimbing wuluh
http://www.roasehat.com/Tanaman-Obat/Tanaman-Obat-A-B/Belimbing-Wuluh.html.
B.RUMUSAN MASALAH
Setelah menjelaskan latar belakang masalah mengenai peranan tanaman di dunia pengobatan
yaitu belimbing wuluh, sekarang timbul pertanyaan apa manfaat yang bisa kita ambil dari
tanaman ini dan bagaimana cara mengolahnya?Pertanyaan ini yang perlu kita pecahkan.
Namun tidak akan bisa suatu masalah diselesaikan tanpa adanya usaha kita untuk
menyelesaikannya.
C.TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan Karya Ilmiah mengenai Membuka Rahasia Khasiat
Belimbing Wuluh adalah mendiskripsikan apa itu belimbing wuluh, manfaat bagi dunia
pengobatan, kandungan gizi, morfologi tanaman dan cara mengolahnya menjadi obat. Dengan
demikian kita menjadi sadar bahwa kita harus memanfaat kan bahan-bahan alami yang telah
tersedia di alam.
D.MANFAAT
Manfaat dari Membuka Rahasia Khasiat Belimbing Wuluh adalah dapat mengetahui
potensi Belimbing Wuluh di dunia pengobatan, menambah wawasan tentang dunia pengobatan
tradisional.Dan menerapkan pentingnya menjaga kesahatan tubuh, tanpa harus mengorbankan
kelestarian alam kita.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGENALAN BELIMBING WULUH
1. Klasifikasi
Menurut Alamendah dalam blog : alamendah.wordpress.com yang di akses pada tanggal
15 Agustus 2010, Belimbing Wuluh atau disebut juga belimbing sayur, belimbing asam atau
belimbing buluh dengan nama latin Averrhoa bilimbi merupakan tanaman yang mempunyai buah
berasa asam yang kaya khasiat sering digunakan sebagai bumbu sayuran atau campuran jamu.
Adapun klasifikasi ilmiah dari tanaman belimbing wuluh ini yaitu :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Geraniales
Famili : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus : Averrhoa
Spesies : Averrhoa bilimbi
Referensi : www.iptek.net.id

Gambar 2.1 tanaman belimbing wuluh


Sumber : commons.wikimedia.org/tanaman belimbing wuluh.

Selain dari nama ilmiah di atas belimbing wuluh juga memiliki nama lokal yang biasa di kenal di
berbagai daerah seperti:
Aceh: Limeng ungkot, selimeng,
Gayo: selemeng
Batak: asom, belimbing, balimbingan
Nias: malimbi,
Minangkabau: balimbieng,

Melayu: belimbing asam,

Lampung: balimbing,

Sunda: calincing, balingbing,

Jawa: blimbing wuluh,

Madura: bhalingbhing bulu,

Bali: blingbing buloh,

Bima: limbi,

Flores: balimbeng,

Sawu: libi,

Sangir: belerang,

Banjarmasin: Belimbing tunj

2. Buah Belimbing Wuluh


Meskipun rasanya masam, belimbing wuluh ampuh mengatasi berbagai penyakit ringan
dan penyakit degenerative serta bisa digunakan sebagai obat luar.
Kebanyakan orang mengenal belimbing wuluh hanya sebagai tanaman pekarangan. Padahal,
tanaman tropis ini juga dapat digunakan untuk mengobati beragam penyakit.

Melihat sosoknya tanaman ini kurang menarik. Namun dibalik sosoknya yang kurang
menonjol, Belimbing Wuluh merupakan tanaman yang berkhasiat untuk mengatasi batuk,
rematik, hingga tekanan darah tinggi. Selama ini orang mengambil manfaat Belimbing Wuluh
hanya sebagai sirup, manisan, atau bumbu masak. Padahal secara tradisional tanaman ini banyak
dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, diabetes, rematik, gondongan,
sariawan, sakit gigi, gusi berdarah, sampai tekanan darah tinggi
3. Morfologi Belimbing Wuluh
Tanaman Belimbing Wuluh diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan
dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan
Malaysia. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang
memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan
jamu.Pohon tahunan dengan tinggi dapat mencapai 5-10m. Batang utamanya pendek dan
cabangnya rendah. Batangnya bergelombang (tidak rata). Daunnya majemuk, berselang-seling,
panjang 30-60 cm dan berkelompok di ujung cabang. Pada setiap daun terdapat 11 sampai 37
anak daun yang berselang-seling atau setengah berpasangan. Anak daun berbentuk
oval.Bunganya kecil, muncul langsung dari batang dengan tangkai bunga berambut. Mahkota
bunga lima, berwarna putih, kuning atau lila.Buahnya elips hingga seperti torpedo, panjangnya
4-10cm. Warna buah ketika muda hijau, dengan sisa kelopak bunga menempel di ujungnya. Jika
buah masak berwarna kuning atau kuning pucat. Daging buahnya berair dan sangat asam
(bervariasi hingga manis sebetulnya). Kulit buah berkilap dan tipis.
B. PEMBUDIDAYAAN BELIMBING WULUH
1. Penyiapan Tanah Untuk Penanaman Belimbing Wuluh
Penanaman belimbing wuluh di daerah pegunungan tidak akan menghasilkan buah yang
bagus, karena suhu yang rendah akan menghambat pembentukan buah, sehingga tidak dapat
masak pada waktunya, dan ukurannya akan tetap kecil saja serta rasanya tidak enak. Belimbing
Wuluh minta tanah yang gembur dan subur. Bibit-bibit Belimbing Wuluh harus ditanam dalam
lubang tanaman berukuran 1 x 1 meter yang berkedalaman setengah meter. Pada waktu menggali
lubang tanaman, lapisan tanah yang tadinya terletak di bagian atas harus ditumpuk di suatu
tempat tersendiri, sedangkan lapisan tanah yang terletak di bawahnya ditumpuk di tempat lain

yang tersendiri pula. Kemudian biarkanlah semuanya berangin-angin begitu saja selama tiga
minggu.
Lubang tanaman harus digali kira-kira satu bulan sebelum bertanam. Begitu lubang
selesai digali, cobalah menuangkan air, sampai penuh ke dalam lubang tadi.
Apabila sesaat kemudian air hilang merembes ke bawah, maka ini berarti suatu tanda bahwa
tanah tadi memang sudah bagus. Namun apabila sampai lama sekali tergenang dalam kubangan,
maka tempat itu tidak bagus untuk menanam belimbing wuluh, karena pembentukan akar akan
terhambat sirkulasi udaranya (air conditioning) macet, dan daun belimbing wuluh akan kuningkuning rontok, nanti kesulitan ini dapat

diatasi dengan menggali selokan pengeringan

buntu.
Namun, apabila tanahnya memang bagus, maka lubang tadi tetap harus betul-betul
dibiarkan berangin dulu selama tiga minggu. Setelah itu, tanah galian yang tadinya ditumpuk,
dikembalikan lagi ke dalam lubang menurut susunan semula, yang bawah kembali ke bawah
yang atas kembali ke atas. Tanah atas ini dicampur terlebih dahulu dengan pupuk kandang kering
yang sudah dingin, sebanyak dua kaleng minyak tanah, sebelum dimasukkan ke dalam lubang
lagi. Dan memang nantinya bakal penuh sampai melending ke atas. Tunggulah dua minggu lagi
Tunggu ambles lagi. Barulah bibit Belimbing Wuluh boleh ditanam.
Referensi : Laely-widjajati.blogspot.com
2. Penyiapan Bibit Belimbing Wuluh
Bibit Belimbing Wuluh biasanya diperoleh dengan jalan mencangkok, menempel atau
mengokulasi. Waktu penanaman bibit Belimbing Wuluh yang tepat adalah pada permulaan
musim hujan, supaya nanti pada akhir musim kalau sudah kekurangan air, bibit itu sudah kuat
dan tahan menghadapi kekeringan musim kemarau, karena saat-saat ini sudah banyak
membentuk

3.

Pemindahan

akar.

Bibit

Bibit Belimbing Wuluh

Belimbing

Wuluh

ke

Tempat

Penanaman.

yang biasanya berupa puteran dalam keranjang yang tidak

dipotong daun-daun dan ujung akarnya, ditanam dengan menggali lubang dulu di atas gundukan

tanah melending yang agak ambles tadi yang besarnya harus sesuai dengan lingkaran keliling
yang ditempati akar-akar samping dari bibit tadi.
Menanam bibit Belimbing Wuluh tidak boleh terlalu dalam. Tempatkan batang tanaman itu
persis di tengah-tengah lubang supaya akar-akarnya mengembang ke daerah seputarnya dapat
sama rata menemukan tanah gembur yang sudah diberi pupuk kandang tempo hari.
Mengisikan tanah diantara susunan akar-akar tadi harus hati-hati dan sedikit-sedikit.
Apabila sudah tertimbun sebagian tekanlah sedikit dengan tangan, sebelum ditimbuni tanah lebih
lanjut sampai penuh. Apabila sudah penuh, barulah boleh diinjak-injak dengan kaki supaya bibit
itu

lebih

kuat

menancap

di

atas

tanah.

Apabila ingin menanam Belimbing Wuluh lebih dari satu batang di pekarangan yang agak luas,
jarak

tanam

antara

yang

satu

dengan

yang

lain

minimal

meter.

4. Pemeliharaan Tanaman Belimbing Wuluh


Pada hari-hari pertama sesudah ditanamkan, bibit tadi harus dilindungi dengan atap
rumbia atau daun kelapa. Belimbing Wuluh yang ditanam demikian sudah dapat berbunga dan
berbuah setelah berumur tiga sampai empat tahun dan berbuahnya tidak terikat kepada sesuatu
musim tetapi setiap waktu sepanjang tahun dapat saja berbunga dan berbuah. Namun, sejak
berumur satu tahun, harus diberi pupuk tambahan yang banyaknya sesuai dengan kebutuhan.
Terutama umur satu sampai sepuluh tahun pertama, pohon Belimbing Wuluh harus mendapat
pupuk yang cukup, supaya di kemudian hari tidak terlanjur menderita kekurangan makanan.
Semakin cukup mendapat makanan pada masa pertumbuhan, maka makin besarlah daya
tahan

pohon

Belimbing

Wuluh

terhadap

serangan

hama

penyakit.

Hama Belimbing Wuluh yang terkenal adalah lalat buah Dacus pedestris (Docus dorsalis) yang
suka menyerang buah-buah di waktu muda. Hama ini menyerang dan menghabiskan pucukpucuk daun sehingga pohon itu dapat gundul. Apabila hama merajalela, dan daun-daun jadi
gundul semua, pembentukan buah dapat terganggu karena buah yang menempel pada batang dan
cabang memerlukan naungan. Ulat-ulat harus diberantas dengan semprotan larutan 0,2 % tepung
DDT.

Gambar 2.5 pohon belimbing wuluh


Sumber : www.google.com/pohon belimbing wuluh.

BAB III
METODOLOGI PENULISAN
A.

METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif. Metode deskriptif
adalah metode yang membicarakan beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah yang
aktual dengan cara mengumpulkan data, menyusun, mengklasifikasi, menganalisis, dan
menginterpretasikannya.(Surakhmad, 1985:131)
Metode deskriptif ini di gunakan untuk menelaah lebih jauh mengenai tanaman Belimbing
Wuluh terutama manfaatnya di dalam dunia pengobatan.

B.

PROSEDUR

Prosedur pengolahan data yang digunakan dalam penulisan inidalah telaah pustaka. Baik
dengan mengunjungi perpustakaan, mencari informasi dari media cetak maupun pencarian
informasi lewat internet. Dari literatur yang ada, maka di carilah beberapa solusi yang bisa
menjawab mengenai topik yang di pilih.
Beberapa langkah pengumpulan datanya sebagai berikut :
1. Menentukan topik sebagai objek kajian,
2. Mengumpulkan literatur berupa buku-buku, catatan, maupun sumber lain yang
mendukung pengkajian terhadap permasalahan,
3. Membaca buku, catatan dan sumber-sumber lainnya yang mendukung solusi
permasalahan.

C.

TEKNIK PENGANALISISAN DATA


Langkah-langkah dalam menganalisis datanya sebagai berikut:
1. Membaca referensi sesuai dengan topik permasalahan,
2. Membuat kerangka pikiran tentang topik permasalahan,
3. Menganalisis dan membahas topik permasalahan, dan
4. Menarik kesimpulan dan memberikan solusi terhadap permasalahan.

BAB IV
PEMBAHASAN
A. Kandungan dan khasiat Belimbing Wuluh
Belimbing Wuluh bermanfaat sebagai anti radang karena mengandung flavon. Selain itu,

kaliumnya melancarkan keluarnya air seni (diuretik) sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Belimbing Wuluh juga mampu mengeluarkan dahak dan menurunkan panas. Buahnya
mengandandung zat : asam-kalium-akolat. Kandungan Gizi Belimbing sayur, belimbing wuluh,
belimbing buluh, atau belimbing asam per 100 g bagian yang bisa dimakan :
1. Kelembaban: 94,2-94,7 g

7. Besi: 1,01 mg

2. Protein: 0,61 g

8. Thiamine: 0,010 mg

3. Ash: 0,31-0,40 g

9. Riboflavin: 0,026 mg

4. Fiber: 0,6g

10. Karoten: 0,035 mg

5. Fosfor: 11,1 mg

11. Ascorbic Acid: 15,5 mg

6. Kalsium: 3,4 mg

12. Niacin: 0,302 mg

sumber nilai gizi belimbih wuluh :


http://www.museumstuff.com/learn/topics/Averrhoa_bilimbi::sub::Nutritional_Value_For_100_
G_Of_Edible_Portion .
1. Khasiat Belimbing Wuluh Berdasarkan Anggota Tubuh Tumbuhan :
a. Sari daun Belimbing Wuluh dapat dimanfaatkan sebagai obat demam.
b. Sari bunga Belimbing Wuluh yang direbus dapat diminum sebagai obat batuk asalkan
merebusnya dengan santen dan diminum waktu masih hangat-hangat kuku.
c. Ranting-rantingnya yang mudah dilumat dengan bawang merah boleh dipakai sebagai tapel.
d. Buah Belimbing Wuluh dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masak, sambal, dan bahkan dapat
dimanfaatkan sebagai manisan yang rasanya sangat enak dan segar. Buah Belimbing Wuluh juga
dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan noda dan dapat juga untuk mencuci tangan yang kotor.

2. Khasiat Belimbing Wuluh Berdasarkan Penyakit Yang Bisa Disembuhkan :


(Udechi.blogspot.com)
a. Belimbing Wuluh menyembuhkan Gusi berdarah
1) Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisan secara rutin tiap hari
2)

Dua buah belimbing wuluh dimakan tiap hari

b. Belimbing Wuluh sebagai Obat Gondongan


1) 1/2 genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dgn 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yg
gondongan.
2) 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih
lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yg sakit.
c. Belimbing Wuluh sebagai Obat Rematik
1)

Segenggam daun Belimbing Wuluh dicuci tumbuk sampai halus tambahkan kapur sirih
gosokkan ke bagian yg sakit.

2) 100 gr daun muda Belimbing Wuluh 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus
tambahkan cuka secukup sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi
ketempat yg sakit.
3) Buah belimbing wuluh 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.) 15 biji cengkeh 15 butir
lada hitam dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok
makan minyak kayu putih. Dipakai utk menggosok dan mengurut bagian tubuh yg sakit.
Lakukan 2-3 kali sehari.
d. Belimbing Wuluh sebagai Obat Sariawan
1) 10 kuntum bunga Belimbing Wuluh, asam jawa gula aren direbus dengan 3

gelas air sampai

air tinggal 3/4 saring minum 2 kali sehari.


2) Segenggarn bunga Belimbing Wuluh gula jawa secukup dan 1 cangkir air direbus sampai kental.
Setelah dingin disaring dipakai utk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
3) 2/3 genggam bunga Belimbing Wuluh dicuci lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2
1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sehari 3 kali 3/4 gelas. 3 buah Belimbing Wuluh
3 butir bawang merah 1 buah pala yg muda 10 lembar daun seriawan 3/4 sendok teh adas 3/4 jari
pulosari dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 3 sendok makan minyak kelapa diperas lalu
disaring. Dipakai utk mengoles luka-luka akibat sariawan 6-7 kali sehari.
e. Belimbing Wuluh sebagai Obat Sakit gigi

1) Lima buah Belimbing Wuluh setelah dicuci bersih dikunyah dgn garam. Ulangi beberapa kali
sampai hilang rasa sakitnya.
f. Belimbing Wuluh sebagai Obat Pegal linu
1) Satu genggam daun Belimbing Wuluh yg masih muda 10 biji cengkeh 15 biji lada digiling halus
lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yg sakit.
g. Belimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Panu
1)

Sepuluh buah Belimbing Wuluh dicuci lalu digiling halus tambahkan kapur sirih sebesar biji
asam diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai utk menggosok kulit yg terserang panu. Lakukan
2 kali sehari.
h. Belimbing Wuluh sebagai Obat Sakit Gigi Berlubang

1)

5 buah Belimbing Wuluh dicuci bersih makan dgn sedikit garam kunyah ditempat gigi yg
berlubang.
i. Belimbing Wuluh sebagai Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi

1) Siapkan 3 buah Belimbing Wuluh dan biji srigading 25 gr yg sudah dicuci bersih. Biji srigading
ditumbuk halus. Masukkan ke dalam panci berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama Belimbing
Wuluh. Dinginkan lalu saring sebelum diminum. Cukup diminum 1 gelas sehari.
2) Buah yang besar dan berwarna hijau diparut ambil air dan diminum.
3) 3 buah belimbing diparut peras air diminum sekali sehari.
4)

3 buah Belimbing Wuluh dicuci lalu dipotong-potong seperlu direbus dgn 3 gelas air bersih
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring minum setelah makan pagi.

5) 10 buah Belimbing Wuluh 1 jari rimpang kunyit 1/4 genggam daun meniran 3 jari labu air 3 jari
gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlu lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2
1/4 gelas. Setelah dingin disaring minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
j. Belimbing Wuluh sebagai Obat Batuk
1) Daun bunga buah yg masing-masing sama banyak direbus dalam air yg mendidih selama 1/2
jam dan minum airnya.

2) Segenggam daun Belimbing Wuluh segenggam bunga dan 2 buah belimbing gula batu rebus dgn
2 gelas air sampai air tinggal setengah saring minum 2 kali sehari.
3) Segenggam bunga Belimbing Wuluh beberapa butir adas gula secukup dan air 1 cangkir ditim
selama beberapa jam.
4)

25 kuntum bunga Belimbing Wuluh 1 jari rimpang temu-giring 1 jari kulit kayu manis 1 jari
rimpang kencur 2 butir bawang merah 1/4 genggam pegagan 1/4 genggam daun saga 1/4
genggam daun inggu 1/4 genggam daun sendok dicuci dan dipotong-potong seperlu direbus dgn
5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring diminum dgn madu
seperlunya. Sehari 3 kali 3/4 gelas.

5) Buah Belimbing Wuluh dibuat manisan sehari makan 3 x 6-8 buah.


k. Belimbing Wuluh sebagai Obat Diabetes
1) Enam buah Belimbing Wuluh dilumatkan direbus dgn 1 gelas air sampai air tinggal setengah
saring minum 2 kali sehari.
l. Belimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Jerawat
1) Siapkan 3 buah Belimbing Wuluh segar. Cuci hingga bersih. Buah diparut dan diberi sedikit
garam. Tempelkan pada kulit yg berjerawat. Lakukan 2 kali sehari.
2) Buah Belimbing Wuluh secukup dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn air garam seperlu untuk
menggosok muka yg berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari uraian tersebut adalah belimbing wuluh
merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kita baik bagi kesehatan dan keseimbangan
lingkungan. Ini juga bisa menjadi obat alternatif, sederhana, ekonomis, mujarab yang bisa kita
gunakan di saat kiat sedang membutuhkannya. Tentunya ini menjadi kabar baik buat kita karena
selain itu juga lingkngan kita akan terlindungi dari zat-zat yang membahayakan kesehatan kita.
Dan agar speciesnya terjaga perlu adanya kesadran dari kita untuk menjaga dan melestarikan
tanaman ini khususnya dan hutan Indonesia umumnya.
B. SARAN
Berdasarkan uraian dalam kesimpulan maka saya menyarankan kepada pemerintah untuk
mengajak dan menetapkan peraturan-peraturan yang baik bagi lingkungan. Namun pemerintah

tidak dapat melakukan semua itu tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu masyarakat pun
harus selalu menjaga kelestarian alam terutama tanaman obat-obatan.
Kepada para pembaca, saya pun menyadari masih banyak kesalahan dan tidak
kesempurnaan yang terdapat dalam dalam karya tulis ini dan masih banyak pihak yang belum
mengetahuinya. Oleh karena itu, saya mohon untuk mengembangkan lebih lanjut dan
menyebarluaskan gagasan pokok dalam karya tulis ini kepada semua pihak dan masyarakat.
Semoga dengan gagasan yang saya sampaikan pada Karya Tulis ini dapat memberikan dampak
positif bagi lingkungan dan dunia kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
alamendah.wordpress.com yang di akses pada tanggal 15 Agustus 2010.
commons.wikimedia.org/gambar/tanaman belimbing wuluh.
http://www.museumstuff.com/learn/topics/Averrhoa_bilimbi::sub::Nutritional_Value_For_100_
G_Of_Edible_Portion .
http://www.roasehat.com/Tanaman-Obat/Tanaman-Obat-A-B/Belimbing-Wuluh.html.
widjajati.blogspot.com/pembudidayaan belimbing wuluh.

Laely-

Udechi.blogspot.com/khasiat belimbing wuluh/penyakit yang bisa di sembuhkan belimbing


wuluh.
www.google.com/gambar/tanaman obat/pohon belimbing wuluh.
www.iptek.net.id/tanaman obat/klasifikasi belimbing wuluh