Anda di halaman 1dari 5

TEMA AYUNAN

Setelah membaca berbagai referensi tentang aplikasi ayunan dalam kehidupan sehari-hari
saya akan menyampaikan gejala alam dan keberaturannya dalam konsep ayunan.

Kita sudah mengenal kata ayunan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebuah
bandul, bandul tersebut adalah benda yang terikat pada sebuah tali yang dimana benda
tersebut dapat berayun secara bebas akan kembali ketempat semula. Dan sebuah pegas
yang didantungi beban pada ujungnya, akan kembali kepanjang semula jika beban
diambil kembali. Sifat benda yang dapat kembali ke bentuknya semula setelah gaya yang
diberikan dihilangkan disebut elastisitas. Pada konsep ayunan ini berkaitan dengan
elastisitas. Benda elastic sendiri adalah benda yang apabila benda tersebut diberi gaya,
akan mengalami perubahan bentuk dan kembali ke bentuk semula jika gaya dihilangkan
misalnya karet, ketapel, pegas.
1. Ayunan Harmonis
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat kesamaan mendasar dalam contoh aplikasi
tersebut. Pola geakan yang sam yaitu selalu menuju ke kedudukan semula atau titi
setimbangnya. Sebuah benda bermassa M (kg) yang terletak di atas bidang tanpa gesekan
dan dikaitkan dengan salah satu ujung pegas berkonstanta k (N/m). Seperti contioh
gambar dibawah.

Ayunan pegas ketika pegas disimpangkan sejauh x dari kedudukan setimbangnya lalu
kemudian dilepas, maka massa M akan bergerak sedemikian rupa sehingga selalu menuju
kekedukan semula. Hal ini terjadi karena adanya gaya pemulih.
Dalam keadaan tidak terdapat gaya yang bekerja pada massa M, maka akan tetap dalam
keadaan diam di posisi setimbang x= 0.
Persamaan gerak yang berlaku ketika pegas disimpangkan

Gaya tersebut berkaitan dengan energy potensial pegas yang diberikan oleh

2. Pendulum
Contoh dari ayunan mekanik, pendulum gaya pemulih yang timbul berkaitan dengan
pengaruh gravitasi pada massa M.

Seperti sistem ayunan pada gambar, maka gerakan massa M terbatasi atau ditentukan
oleh panjang pendulum L maka persamaan geraknya

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari:


1. Dimulai dari teknologi yang kita gunakan yaitu sepeda motor atau mobil.

Gambar diatas adalah pegas yang digunakan sebagai peredam kejutan pada kendaraan
sepeda motor. Istilah lain yaitu pegas yang digunkan pada system suspense kendaraan
bermotor. Tujuan adanya pegas ini adalah untuk meredam kejutan ketika epeda motor
melewati jalan berlubang gaya berat yang bekerja pada pengendara akan menekan pegas
sehingga pegas mengalami mampatan. Akibat sifat elastisitas yang dimiliknya, pegas
meregang kembali setelah termapatkan. Perubahan panjang pegas ini menyebabkan
pengendara meraskan ayunan. Dalam kondisi tersebut pengendara merasa sangat nyaman
ketik sedang mengendarai sepeda motor. Pegas yang digunakan pada sepeda motor atau
kendaraan lainnya telah dirancang untuk mampu menahan gaya berat sampai batas
tertentu. Apabila gaya berat yang menekan pegas melewati batas elastisitasnya, maka
lama kelamaan sifat elastisitas pegas akan hilang.
2. .Kasur Pegas

Contoh yang lain yaitu kasur pegas. Ketika duduk atau tidur di atas kasur pegas maka
gaya berat menekan kasur. Karena mendapat tekanan sehingga pegas kasur
termampatkan. Akibat sifat elastisitasnya, kasur pegas meregang kembali. Pegas akan
meregang dan termampat, demikian seterusnya. Karena akibat dari gaya gesekan maka
suatu saat pegas berhenti bergerak
3. Dinamometer

Sering kali, dynamometer dilihat di laboratorium fisika. Dinamometer ini adalah alat
pengukur gaya. Biasanya digunakan unutk menghitung besar gaya pada percobaan di
laboratorium. Di dalam dynamometer terdapat pegas. Dan pegas tersebut akan meregang
ketika dikenai gaya luar. Sebagai contoh saat melakukan percobaan mengukur besa gaya
gesekan. Ujung pegas dikaitkan dengan sebuah benda bermassa. Ketika benda ditarik,
maka pegas meregang. Dan regangan pegas tersebut menunjukan ukuran gaya, di mana
besar gay ditunjukkan oleh jarum pada skala yang terdapat pada samping pegas.
4. Pemecah kerucut (Cone crusher)
Pemecah kerucut ini dipakai juga untuk memperkecil batu-batuan dan biji-bijian. Kerja
alat pemecah ini berdasarkan penekanan dan pemecahan. Tetapi pada pesawat ini cara
memecahnya tidak berkala seperti pemecah rahang, melainkan terus menerus. Alat ini
dilihat sebagai Jaw Crushe dimana rahang penghancurnya berbentuk silinder. Rahang
penghancur ini terletak pada poros yang dapat berputar cepat atau lambat sesuai dengan
besarnya gesekan. Alat ini bekerja dengan ujung sumbu atas kerucut berfungsi sebagai
engsel sedangkan ujung bawah berkeliling sehingga gerakan kerucut bergerak
mengelilingi bagian dalam selubung yang tinggal tetap.Akibat ayunan kerucut ini jarak
antara kerucut dengan selubung berubah-ubah. Pada waktu ruang itu sedang mengecil
terjadi pemecahan dan pada waktu ruang itu membesar bahan yang sudah digiling akan
turun. Pekerjaan tersebut berlangsung sepanjang keliling kerucut dan terus menerus.

Gambar dibawah ini adalah gambar konstruksi sebuah pemecah kerucut yang diputarkan
dengan perantara sebuah roda gigi. Dalam alat ini sumbu-sumbu utama bagian bawah
dimasukkan kedalam suatu tabung eksentrik. Apabila tabung tersebut diputar maka
sumbunya akan terayun.

Keterangan gambara:
1. Bantalan Poros
2. Kepala Pemecah
3. Umpan/Bahan masuk
4. Hasil keluar
Cara Kerja Alat ini :
Memasukkan bahan yang akan dihancurkan ke dalam ruang penghancur yang berbentuk
V melalui lubang pemasukkan.
Mesin dijalankan sehingga ruang pengahncur (crushing head ) dapat berputar pada
porosnya.
Dengan perputaran rahang penghncur itu sehingga terjadi gesekan antara bahan yang
dihancurkan
Bahan-bahan yang telah hancur akan jatuh ke dasar mesin dan akhirnya jatuh keluar
melalui lubang pengeluaran.