Anda di halaman 1dari 2

Mahasiswa dan Masyarakat

(Oleh : M. Arif Amiruddin )

Setiap manusia ditakdirkan untuk hidup bermasyarakat, karena manusia selain sebagai
mahluk individu. Manusia juga ditakdirkan untuk menjadi mahluk social, dimana manusia
tidak dapat hidup sendiri dimuka bumi ini dan manusia membutukan manusia lainnya untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebut juga tidak terlepas dari MAHASISWA, dimana
mahasiswa bertugas untuk belajar-belajar-belajar dan belajar. Tapi yang dimaksud belajar ini
bukan hanya belajar ilmu pengetahuan semata, mahasiswa juga harus belajar bermasyarakat
dan belajar menyelesaikan masalah di bangsa tercinta ini, terutama masalah-masalah di
tengah-tengah masyarakat.
Mahasiswa, kata ataupun sebutan ini ditunjukkan kepada para remaja yang mulai
beranjak menuju dewasa. Yang telah melepaskan masa-masa indah selama berseragam putih
abu-abu menuju kedewasaan berpikir, bertindak dan lainnya. Yang telah memasuki dunia
ilmu pengetahuan yang lebih tinggi lagi. Mahasiswa , berasal dari dua kata yaitu Maha dan
Siswa. Maha itu berarti besar sedangkan siswa artinya pelajar, jadi mahasiswa dapat berarti
pelajar besar atau-pun pelajar tertinggi. Maksudnya bukan pelajar yang memiliki ukuran
badan yang besar atau pelajar yang paling tinggi badannya disbanding yang lainnya, akan
tetapi mahasiswa atau pelajar tertinggi adalah tingkatan tertinggi bagi para pelajar, tidak ada
tingkatan lebih tinggi dari Mahasiswa. Walaupun pendidikan yang ditempuh S1, S2 maupun
S3 semua disebut dengan panggilan Mahasiswa.
Mahasiswa bertugas untuk belajar-belajar dan belajar. Maksud dari kata-kata belajar
ini luas, bias berarti belajar dalam bidang akademik, seperti ilmu pengetahuan, hukum-hukum
alam atau lain sebagainya. Bisa juga belajar bermakna belajar mengenal sang pencipta, pada
tingkatan umur mahasiswa ini lah biasanya manusia mulai ingin mencari jati diri mereka,
manusia ingin mengetahui siapa yang telah menciptakan mereka dan siapa yang menciptakan
segala sesuatu yang sangat teratur dari mulai susunan jagat raya dimana antar planet berputar
tanpa saling bertabrakan maupun sampai tingkatan terkecil yaitu atom dimana keteraturan
electron-elektron memutari proton didalamnya SUBHANALLAH. Pada tingkatan umur ini
manusia akan belajar mengenal sang pencipta yaitu Allah SWT. Lalu mahasiswa belajar
apalagi, diantara banyak yang akan dipelajari mahasiswa salah satunya ialah bermasyarakat,
mahasiswa diajak menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan masyarakat,

mahasiwa harus berusaha menyelesaikan masalah pada masyarakat melalui intellegensi


mereka bukan menggunakan emosi dari diri mereka saja yang diutamakan.
Dengan ikutnya mahasiwa pada penyelesaian masalah-masalah yang membelit
masyarakat maka mahasiswa telah ikut belajar bermasyarakat, telah ikut membantu
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan Negara yang kita cintai ini.
Sebenarnya masalah-masalah yang mengurung bangsa dan Negara ini bukanlah masalah yang
datang dari luar akan tetapi masalah pokoknya ialaha datang dari dalam Negara tersebut,
ialah masalah yang timbul ditengah-tengah masayarakat yang dapat menimbulkan
perpecahan, permusuhan dan dendam diantara masyarakat dan suatu Negara yang dapat
menghancurkan bangsa dan Negara ini dari dalam.
Untuk itu mahasiswa harus menyadari hakekat sebenarnya dari dirinya yaitu untuk
belajar, dimana belajar dalam arti yang luas bukan hanya dalam bidang akademik akan tetapi
bidang spiritual dan dalam bidang social kemasyarakatan. Untuk itu jangan hanya
meharapkan perubahan datang dengan sendirinya tetapi jadilah bagian dari perubahan itu.