Anda di halaman 1dari 11

STUDI PREFORMULASI

Studi Preformulasi
Merupakan tahap pertama dalam
mendisain/memformulasi sediaan untuk
mengoptimasi suatu formula
Caranya :
determinasi sifat-sifat fisika dan kimia
yang diperlukan dalam menghasilkan
sediaan yang stabil, efektif dan aman

Tujuan studi preformulasi


Mendapatkan pendekatan formulasi yang
rasional
Memaksimalkan usaha formulasi
Mendapatkan kualitas dan penampilan
produk yang optimal

Formulasi diarahkan kepada :


optimasi kekerasan tablet tanpa pemakaian
kekuatan kompresi yang berlebihan
Serta memberikan disintegrasi dan disolusi obat
yang cepat

Jika kadar obat kecil, kompresibilitas tidak


menjadi problem. Permasalahannya terletak
pada homogenitas distribusi obat dan
keseragaman kandungan
Jika kadar obat cukup besar, timbul masalah
pada sifat-sifat zat aktif, tipe dan
konsentrasi eksipien

Kompresi dan konsolidasi


Pengolahan tablet
Pemampatan sistem 2 fase (P-G)
Bahan-bahan padat dengan gaya mekanik

kompresi
Reduksi volume bahan
kasar sebagai hasil
penghilangan gas

konsolidasi
Kenaikan kekuatan mekanik
dari bahan yang dihasilkan
dari partikel atau interaksi
partikel

Kompresi

t
e
k
a
n
a
n

Deformasi plastis
Yield point
Deformasi elastis
tegangan

Sifat mekanik zat padat,


jika diberi tekanan dapat
menegang dan berubah
bentuk
Bagian permulan: kurva
lurus (tekanan sebanding
dengan tegangan)
Titik kritis (yp): ukuran
tahanan terhadap
deformasi permanen
Diatas yp, tekanan lebih
besar mengakibatkan
deformasi plastis

T
e
b
a
l
t
a
b
l
e
t

konsolidasi
deformasi
fusi

tekanan

Saat granul/serbuk
mengalir menuju die,
dalam keadaan losely
packed/apparent density
Jika punc atas mulai
turun menekan,
granul/serbuk segera
berkonsolidasi
mencapai tapped
density
Punch atas terus
menekan, deformasi
diikuti fusi

Hubungan gaya dan volume


Akhir dari proses kompresi : titik dimana
semua ruang udara telah dihilangkan ( Vb =
Vp, dimana E = 0)
Penurunan porositas (E) diakibatkan oleh
proses:
Pengisian ruang yang kosong oleh
deformasi/fragmentasi pada beban tinggi

Konsolidasi
Dibagi atas
Perekatan dingin (cold weding)
Fusion bonding
Cold weding,
Jika 2 permukaan saling dekat pada jarak cukup dekat, sehingga
EBP nya menjadi gaya tarik yang kuat membentuk ikatan,
menyerupai struktur molekul bagian dalam partikel.
Karena kekasaran permukaan partikel, daerah permukaan yang
terlibat mungkin kecil

Fusion bonding,
Skala makro partikel mempunyai bentuk asimetris,
sehingga banyak titik singgung, akibatnya kontak partikel
meningkat, dan dapat mentranmisikan beban yang diberikan.
Ini menimbul panas friksi, sehingga suhu lokal meningkat,
mencairkan daerah kontak dari partikel, dan akhirnya lelehan
memadat, sehingga fusi meningkat

Proses pentabletan, melibatkan pemakaian


gaya kompresi yang menimbulkan
deformasi pada partikel-partikel padat, dan
yang terpenting melampaui batas elastis zat
padat sehingga terjadi deformasi plastis
dan / atau fragmentasi (pecahan-pecahan)
karena rapuh. Ini mengakibatkan adanya
permukaan baru, bersih yang tertekan satu
sdama lain, mengalami perekatan dingin