Anda di halaman 1dari 32

SIFAT-SIFAT FLUIDA

Fluida merupakan zat yang bisa mengalir,


yang mempunyai partikel yang mudah
bergerak dan berubah bentuk tanpa
pemisahan massa. Tahanan fluida sangat
kecil, hingga dapat dengan mudah
mengikuti bentuk ruangan/ tempat yang
membatasinya.

Fluida dibedakan MENJADI zat cair dan gas


1. Sifat-sifat zat cair dan gas
-Tidak melawan perubahan bentuk
-Tidak mengadakan reaksi terhadap gaya geser.
2. Perbedaan zat cair dan gas
- Zat cair mempunyai muka air bebas, maka
massa zat cair hanya akan mengisi volume yang
diperlukan dalam suatu ruangan. Sedangkan
gas tidak mempunyai permukaan bebas dan
massanya akan mengisi seluruh ruangan.
- Zat cair praktis merupakan zat yang tidak
termampatkan, sedangkan gas adalah zat yang
bisa dimampatkan

Beberapa sifat fluida yang penting,


seperti:
- Rapat massa
- Berat jenis
- Kemampatan fluida
- Kekentalan
- Tegangan permukaan
- Kapilaritas

1.

Rapat Massa
Rapat massa (rho), adalah massa
fluida persatuan volume pada
temperatur dan tekanan tertentu.
M
kg
=
=

m3
dengan m, adalah massa yang
menempati volume .

Bila massa m diberikan dalam kg, maka rapat


massa adalah kg/m3.
Rapat massa air pada suhu 4oC dan tekanan
atmosfer standar, adalah 1000kg/m3.
Rapat relatif adalah perbandingan antara rapat
massa suatu zat dan rapat massa air pada suhu 4o
C dan tekanan atmosfer standar.
Bilangan ini tak berdimensi dan diberi notasi ,

Berat jenis diberi notasi , adalah perbandingan antara


berat benda dan volume benda. Berat benda, adalah hasil
kali antara massa dan percepatan gravitasi, dengan
bentuk
persamaan :
= .g
dengan = berat jenis (N/m3 untuk satuan SI, atau kg/m3
untuk satuan MKS).
= rapat massa (kg/m3 untuk satuan SI atau untuk satuan
MKS).
g = percepatan gravitasi (m/d2)
Berat jenis air pada suhu 4oC dan tekanan atmosfer
adalah 3.31 Kn/m3 atau 1000 kg/m3

Contoh Soal:

Satu liter minyak mempunyai berat


0,7 kg. Hitung berat jenis, rapat
massa dan rapat relatif ?

- Berat jenis ( ) = 0,7 x 1000 = 700 kg/m3

700
-Rapat Massa ( ) =
=
= 71,36kg.d 2 / m4
g
9,81
dari rumus :
kg / m3

= kg.d 2/ m4
d2

atau :
kg (kgf) = g . Kgm
kg = 9,81m/d2.kgm

2. Kemampatan Fluida
Kemampatan fluida adalah perubahan (pengecilan)
volume karena adanya perubahan
(penambahan) tekanan.
Kondisi tersebut ditunjukkan oleh perbandingan
antara perubahan tekanan dan perubahan volume
terhadap volume awal. Perbandingan ini dikenal
dengan modulus elastisitas.
Bila dp adalah pertambahan tekanan dan dv adalah
pengurangan volume dari volume awal , maka:

K = (dp /dv)/

Apabila ditinjau benda dengan volume dan massa m, maka:


= m/
Dideferensikan:
d = d ( m/ ) = (m 2)/ dv = ( dv/)
atau:
d/ = d/
sehingga
K = ( dP/d)

Persamaan di atas menunjukkan, harga K


tergantung pada tekanan dan rapat massa.
Karena rapat massa dipengaruhi temperatur,
maka harga K juga tergantung pada perubahan
temperatur selama pemampatan.

Apabila perubahan terjadi pada temperatur


konstan, maka Ki di sebut modulis elastifitas
isothernal.
Apabila tidak terjadi transfer panas selama proses
perubahan, maka Ka di sebut dengan modus
elastisitas adiabatik

Pada zat cair dan padat; Ka = Ki


Harga K untuk zat cair sangat besar, hingga perubahan
rapat massa karena perubahan tekanan adalah sangat
kecil, sehingga perubahan rapat massa zat cair sering di
abaikan, dan dianggap sebagai zat tak kompresibel atau
tidak termampatkan
Tetapi pada kondisi tertentu di mana perubahan tekanan
sangat besar dan mendadak, maka anggapan zat cair ter
kompresibel tidak bisa berlaku.
Contoh: misalnya terjadi pada penutupan katup turbin
PLTA secara mendadak, sehungga mengakibatkan
perubahan (kenaikan yang sangat besar).
Pada gas, mempunyai harga K yang sangat kecil dan tidak
konstan sehingga modus elastisitas tidak di gunakan dalam
analisis gas.

Contoh:
- Modulus elastisitas air K = 2,24 x 109 N/m2
- Berapa perubahan volume dari 1 m3 air bila
terjadi pertambahan tekanan 20 bar
(1 bar =10 ton/m2 = 105 N/m2)

- Penyelesaian:
Persamaan; K (dp/d)/
atau :
d = dp /k
=( 1x20 x10(5))/2,24.109 = 0,0008^9m^3
Terlihat, dengan pertambahan tekanan yang sangat besar, terjadi
perubahan volume yang sangat kecil.

3. Fluida Riil dan fluida Ideal.


Seperti telah di jelaskan, bahwa fluida hanya memberikan
tahanan yang sangat kecil terhadap gaya geser hingga
dapat di abaikan, seperti untuk air dan udara.
Apabila anggapan tersebut tidak di lakukan, maka dalam
analisis gerakan fluida harus di perhitungkan gaya geser
yang terjadi.

Gaya geser tergantung pada kekentalan fluida dari gradien


kecepatan pada fluida yang mengalir.
Aliran fluida yang ada di alam (fluida riil) akan
menimbulkan tegangan geser, seperti : aliran air dalam
pipa (saluran tertutup), saluran terbuka, suatu benda
yang bergerak di dalam zat cair.
Fluida semacam ini tidak ada di alam, tetapi anggapan
fluida ideal ini dilakukan untuk memudahkan analisis.

4. Kekentalan Fluida
Kekentalan adalah sifat-sifat dari fluida untuk
melawan tegangan geser pada waktu bergerak
atau mengalir.
Kekentalan di sebabkan karena kohesi antara
partikel fluida, fluida ideal tidak mempunyai
kekentalan.
Fluida kental, seperti; sirop atau air, yang
mempunyai kekentala besar. Fluida encer, sperti;
air, mempunyai kekentalan kecil.

Gambar Deformasi Fluida

Pada gambar deformasi fluida, menunjukkan fluida yang terletak


diantara dua plat sejajar yang bergerak sangat kecil y.
Plat bagian bawah diam, plat atas bergerak dengan kecepatan u
Partikel fluida yang bersinggungan dengan plat yang bergerak
mempunyai kecepatan yang sama dengan plat tersebut.
Tegangan geser antara 2 lapis fluida adalah sebanding dengan gradien
kecepatan dalam arah tegak lurus dengan gerak (du/dy).
= du dy
dengan (mu) adalah kekentalan dinamik
(tau) adalah tegangan geser

zat cair yang mempunyai hubungan linier antara


tegangan geser gradien kecepatan
(laju regangan geser) disebut fluida Newton.
Pada fluida ideal, tegangan geser adalah nol dan
kurvanya berimpit dengan obsis. Untuk fluida
bukan Newton, tegangan geser tidak berbanding
lurus dengan gradien kecepatan.

5. Tegangan Permukaan
Molekul zat cair saling tarik menarik
sesamanya, dengan gaya berbanding
lurus dengan massa, dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara
pusat-pusat massa.
Gaya tarik menarik tersebut adalah
setimbang. tetapi bila pada permukaan
antara zat cair dan udara ,atau antara zat
satu dengan lainnya, gaya tarik ke atas
dan ke bawah tidak setimbang.

Ketidak setimbanjgan tersebut


menyebabkan molekul-molekul pada
permukaanmelakukan kerja untuk
membentuk permukaan zat cair.kerja
yang diperlukan untuk melawan gaya tarik
ke bawah tersebut, dikenal dengan
tegangan permukaan.
Tegangan Permukaan (notasi : sigma),
bekerja pada bidang permukaan yang
sama besar disemua titik.

Suatu tetes zat cair dengan jari-jari r, tekanan dalam p


yang diperlukan untuk mengimbangi gaya tarik karena
tegangan permukaan dihitung berdasarkan gaya-gaya
yangbekerja pada belahan tetes zat cair.
Gaya tekanan dalam adalah
p. .r 2 , untuk tegangan permukaan pada keliling adalah
2. .r.
Untuk kesetimbangan akan terdapat hubungan:
2 .r.
= .r 2 . p = .r
atau 2.= p.r
2
=
r

6. Kapilaritas
Kapilaritas disebabkan oleh gaya kohesi
dan adhesi. Di dalam suatu tabung
yang dimasukkan ke dalam zat cair, jika
kohesi lebih kecil dari adhesi maka zat cair
akan naik. Jika kohesi lebih besar dai
adhesi maka zat cair akan turun.
Contoh : kapilaritas akan membuat air naik
pada tabung gelas, sementara air raksa
akan turun.

Kenaikan atau penurunan kapiler


di dalam tabung dapat dihitung dengan
menyamakan gaya angkat yang dibentuk
oleh tegangan permukaan dengan gaya
berat.
p. .Cos = A.h.
2 r cos = r2 h
2 cos
h=

dengan :
P = keliling tabung
A = luas tampang tabung
= tegangan permukaan
= berat jenis zat cair

r = jari-jari tabung
Pada kondisi tabung bersih :
= 0, untuk air
= 140o, untuk air raksa

Contoh soal
Tabung gelas berdiameter 3 mm,
dimasukkan secara vertikal ke dalam air.
Hitung kenaikan kapiler bila tegangan
permukaan, r = 0,0725 gram/cm.

Penyelesaian :
= 0,0725 gram/ cm = 0,00725 kg/m.
Atau = 0, 000725 ton x 9,81 = 0,00711 N/m
Bj air = 1 ton/ m3 (9,81 KN/m3)
d = 0,3 cm = 0,003 m
r = d r = 0,0015 m
dalam satuan MKS h= 2/ r
= (2x0,000725)/1000x0,0015m
= 0,00966m
dalam satuan SI h = (2)/(.g.r)
= (2 x0,00711)/1000x9,81x0,0015m
= 0,00966m

Anda mungkin juga menyukai