Anda di halaman 1dari 13

Analisis Pemilihan Saham

Analisa fundamental yaitu untuk menganalisa secara terkonsentrasi pada penyebab dasar
dari pergerakan harga saham, sedangkan analisa teknikal yaitu mempelajari pergerakan dari
harga saham itu sendiri
Perbedaan fokus dari kedua analisis adalah sebagai berikut:
Analisa teknikal bagaimana membaca grafik, melihat kejadian-kejadian dimasa lalu dan
memprediksikan pergerakan naik atau turunnya harga saham dimasa yang akan datang.
Sementara fokus dari analisa fundamental yaitu kondisi makro seperti kondisi keamanan
negara, peperangan dan perubahan dalam suatu badan pemerintahan yang akan
mempengaruhi permintaan dan penawaran akan barang. Semua kondisi diatas dapat
mempengaruhi pergerakan naik turunya harga saham.
Indikator ekonomi yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut :
Indikator
Pertumbuhan
Ekonomi
PDB
Tingkat
Bunga

Triwulan II 2012

Triwulan I 2012

Perubahan

Dampak terhadap Saham

6,4%

6,3%

Naik

Positif

2,8%

1,4%

Naik

Positif

5,75%

5,75%

Tetap

Negatif

Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (Persen)

Lapangan
Usaha
Pertanian,
Peternakan,
Kehutanan, dan
Perikanan
Pertambangan
dan Penggalian
Industri
Pengolahan
Listrik, Gas,
dan Air Bersih
Konstruksi
Perdagangan,
Hotel, dan
Restoran
Pengangkutan
dan

Triw I2012
Terhadap
Triw IV2011

Triw II2012
Terhadap
Triw I2012

Triw I2012
Terhadap
Triw I2011

Triw II2012
Terhadap
Triw II2011

Semester
I-2012
Terhadap
Semester
I-2011

Sumber
Pertumbuha
n
Triw II-2012
(y-on-y)

21,3

2,4

4,3

3,7

4,0

0,5

0,7

-0,6

2,8

3,1

2,9

0,2

-2,0

2,7

5,7

5,4

5,5

1,4

-2,3

4,6

5,2

5,9

5,6

0,0

-4,1

4,4

7,2

7,3

7,2

0,5

-2,0

5,2

8,3

8,9

8,6

1,6

1,3

1,9

10,3

10,1

10,2

1,0

Komunikasi
Keuangan, Real
Estat, dan
Jasa
Perusahaan
Jasa-jasa
PDB
PDB Tanpa
Migas

2,3

1,7

6,3

7,0

6,7

0,7

-1,3
1,4

2,7
2,8

5,5
6,3

5,7
6,4

5,6
6,3

0,5
6,4

1,5

3,1

6,7

6,9

6,8

ANALISIS

Nama

: Dhanang Satria Y.

INDUSTRI

No Mhs

: 22867.

INDUSTRI DASAR DAN KIMIA


Sektor Industri Semen.
PT.Semen Gresik.
Analisis Porter.
Pemasok.
Untuk pemasok bahan baku utama semen gresik bisa dikatakan aman atau masih bisa
digunakan untuk jangka panjang, berdasar penelitian yang pernah dilakukan oleh ITS gunung
kapaur yang berada di kabupaten Cepu, Tuban dan Bojonegoro masih dapat di eksploitasi
sampai 100 tahun mendatang.Pasir silika yang ada di Kabupaten Tuban juga dimiliki oleh PT.
Semen Gresik.
Konsumsi.
Pemakai semen gresik di Indonesia masih sangat potensial. Menurut data dan informasi yang
dikutip dari http//:www.bumn.go.id, Penjualan semen di dalam negeri meningkat 15% pada
semester I/2012 dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, seiring
dengan pertumbuhan sektor konstruksi Permintaan ini diprediksikan akan terus meningkat
seiring dengan adanya akselerasi pembangunan proyek pemerintah yang tertuang dalam
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia [MP3EI], konsumsi
semen nasional tumbuh menjadi 48 juta ton per tahun atau naik 17,7% dibandingkan dengan
2010. Pada 2012, industri ini diprediksi tumbuh 15% dengan produksi mencapai 54 juta ton.
Produksi pada 2013 diprediksi mencapai 60 juta ton. Namun, hingga saat ini kapasitas
produksi baru 56 juta ton per tahun. Serta embangunan jalan tol tahun 2010-2014 sepanjang
1.334 km yang membutuhkan anggaran US Dollar 15,2 juta saja akan membutuhkan semen 4
juta ton selama periode tersebut
Persaingan dalam industri.
Saat ini persaingan pasar dalam industri semen masih dipegang semen Gresik, yaitu sekitar
45 % pasar domestik, yang sisanya dipegang oleh Indocement, Holcim Cement, Semen
Tonasa, Semen Baturaja, dan Semen Bosowa,
Pemain baru dalam indusri.
Diperkirakan akan ada satu pendatang baru di pasar semen nasional, yaitu Perusahaan asal
Thailand, Siam Cement Group segera merealisasi pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat,
pada akhir 2012 dengan investasi sedikitnya US$300 juta. Pabrik semen yang memiliki
kapasitas produksi sekitar 1,8 juta ton per tahun ini akan dibangun selama dua setengah
tahun.

BarangPengganti.
Barang subtitusi untuk semen adalah lembaran baja ataupun menggunakan baja ringan, Tetapi
sekarang telah diteliti bahan sebagai pengganti semen adalah fly ash batu bara, adalah Abu
terbang batu bara adalah sisa hasil pembakaran batu bara.
ANALISIS PERUSAHAAN
Profil.
PT Semen Gresik (Persero) Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri
semen. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan
kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik
tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama
yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat.
Kepemilikan saham PT. Semen Gresik saat ini mayoritas 51,01 dimiliki oleh Pemerintah
(BUMN), kemudian sisanya 49,99 dimiliki oleh masyarakat.
Kinerja keuangan selama kuartal I 2012.
Berikut ringkasan kinerja dari Semen Gresik berdasarkan laporan keuangan kuartal 1 tahun
2012:

Jumlah Asset
Hutang
Ekuitas
Penjualan
Laba kotor
Laba Operasi
Laba / Rugi bersih
EPS
ROE (annualize)
DER

2012
2011
Kuartal I (dalam rupiah)
21.418.200.109.000
19.661.602.767.000
5.788.319.984.000
5.046.505.788.000
15.629.880.125.000
14.615.096.979.000
4.283.657.849.000
3.553.496.248.000
1.922.187.900.000
1.643.879.060.000
1.253.675.980.000
1.074.313.804.000
1.015.211.475.000
884.863.267.000
170,00
147,00
26,0%
24,2%
0,37
0,35

Pertumbuhan %
8,93%
14,70%
6,94%
20,55%
16,93%
16,70%
14,73%
15,65%
7,28%
7,25%

Kinerja Semen Gresik dari tahun ketahun adalah sebagai berikut :


2012

2011

2010

2009

2008

2007

Kuartal 1

Pertumbuhan EPS

+16%

+8%

+8%

+33%

+43%

+37%

Pertumbuhan pendapatan

+37%

+14%

-0,3%

+18%

+10%

+10%

Pertumbuhan laba operasi

+17%

+8,5%

+3,4%

N/A

N/A

N/A

Return on equity
(ROE)Annualize

26%

27%

30%

33%

N/A

N/A

Debt to equity ratio (DER)

0,37

0,35

0,30

0,31

N/A

N/A

Ringkasan transaksi di PT. Semen Gresik.

Laporan fundamental PT. Semen Gresik, yang diambil dari tahun 2010, 2011, dan semester 1
2012.

Dari data diatas, harga saham Semen Gresik terus mengalami peningkatan, laba bersih juga
mengalami peningktan sejak 2010. Dengan demikian fundamental untuk PT.Semen Gresik
bias dikatakan baik.
Perbandingan Rasio Dari Sektor Industri Semen.

Berdasar analisis diatas maka dapat ditemukan rata rata PER industri sebesar 19,2x, maka
dapat disimpulkan harga saham SMGR overvalued, yang dimana kemungkinan besar akan
terjadi penurunan harga saham SMGR, dan lebih disarankan untuk membeli saham
Indocement (INTP) karena PER yang dimiliki masih dibawah rata-rata PER industri dan
kemungkinan mengalami kenaikan harga saham masih memungkinkan.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Semen Gresik, mulai tanggal 1
September 2010 hingga 26 September 2012.

Dari chart diatas dapat diartikan harga saham semen gresik terus mengalami peningkatan, jika
dihubungkan harga saham per tanggal 1 September 2010 sampai pada tanggal 13 September
2012 sahan ini ditutup dengan harga 14250. Harga saham yang tinggi ini dipengaruhi karena
dari tahun ketahun PT. Semen Gresik selalu terjadi peningkatan laba bersih. Harga yang
tinggi juga mempegaruhi besarnya PER, saat ini PER Semen Gresik berkisar 19.5, karena
PER yang lebih tinggi dari pada PER industri maka harga saham Semen Gresik ini
kemungkinan besar bias mengalami penurunan.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Semen Gresik, mulai tanggal 1
September 2012 hingga 26 September 2012.

Dilihat dari chart bulan ini saham SMGR mengalami penurunan setelah pada puncak harga
14250 menjadi 14150.
Return Saham PT. Semen Gresik.
248259995+( 14100-13500)

13500
= 18390

SEKTOR INDUSTRI PAKAN TERNAK.


PT.Charoen Pokphand Indonesia.
Analisis Porter.
Pemasok.
PT.Charoen Pokphand Indonesia.Tbk mengutamakan kualitas dan mutu pakan ternak yang
terbaik. Agar para konsumennya tidak beralih ke produk perusahaan lain maka kualitas dan
mutu produk harus terjaga.Tetapi Kebutuhan bahan baku masih tergantung impor, terutama
jagung dari Amerika dan Brasil. Tingginya harga bahan baku impor, mengakibatkan harga
pakan ternak dipasar domestik cukup mahal. Pemerintah dalam jangka pendek akan
mendorong pabrik pakan ternak yang selama ini masih menggunakan bahan baku impor
sebagai campuran, untuk menggunakan bahan baku lokal guna menurunkan harga pakan
ternak di dalam negeri.
Konsumsi.
Konsumsi pakan ternak dan ayam olahan di Indonesia sempat merosot di tahun 2007, hal
tersebut dikarenakan adanya wabah flu burung, peristiwa tersebut secara signifikan
mempengaruh permintaan pakan, karena peternak ayam banyak mengalami kerugian karena
banyak ayam yang mati, dalam kutun waktu tersebut juga terjadi penurunan permintaan
daging ayam segar maupun daging ayam olahan. Paska meredanya wabah flu burung pasar
kembali pulih, konsumsi ayam dan produk turunannya kembali tinggi. Hal ini juga
mendorong permintaan pakan ternak kembali melonjak. Konsumsi pakan ternak diperkirakan
akan meningkat menjadi 8,13 juta ton pada 2008 dari sebelumnya 7,6 juta ton.
Persaingan Dalam Industri.
Di Indonseia persaingan industri pakan ternak masih di dominasi oleh pabrik-pabrik besar
diantaranya Charoen Popkhand Indonesia Tbk sebagai penguasa pasar domestik, yang
menghasilkan kapasitas industri sebesar 2,6 juta ton pertahun, dan penjualan sebesar 17,95
triliun pada tahun 2011. Japfa Comfeed memiliki total kapasitas produksi 1,73 juta ton per
tahun. Cheil Jedang Feed Indonesia memiliki total kapasitas produksi 750.000 ton per tahun.
Sierad Produce Tbk memiliki total kapasitas produksi sekitar 540.000 ton per tahun. Malindo
Feedmill memiliki kapasitas produksi 438 ribu ton per tahun.
Pemain Baru Dalam Industri.
Pendatang baru dalam industri pakan ayam sulit untuk memasuki pasar domestik, halini
dikarenakan pangsa pasar pakan ayam domestik sudah dikuasai oleh perusahaan- perusahaan
yang telah lama berdiri seperti PT. Charoen Popkhand Indonesia Japfa Comfeed dan Cheil
Jedang Feed Indonesia dengan produk andalannya adalah Feed Mill..
Barang Pengganti.

Substitusi pakan ada beras merah, tetepai untuk harga beras merah harganya masih cukup
tinggi dibangding pakan ayam olahan dari pabrik yang menggunakan bahan baku utamanya
jagung. Berdasar hasil penelitian terdapat beberapa bahan pengganti untuk jagung
diantaranya adalah limbah mie (dikutip dari Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Februari
2010, Hal 38-44).

ANALISIS PERUSAHAAN
Profil Perusahaan
Charoen Popkhand Indonesia Tbk (CPI) didirikan pada tahun 1972 dan bergerak dalam
industri pakan ternak dan pengolahan daging ayam. Perusahaan merupakan PMA
(Penanaman Modal Asing) dengan pemegang saham terdiri dari PT. Central Proteinaprima,
Royal Bank of Canada (Asia) Ltd., UBS AG Singapura dan publik.
Saat ini CPI memiliki kapasitas produksi pakan ternak dari unit-unit pabriknya yang tersebar
di Mojokerto, Jakarta dan Medan sebesar 2,6 juta ton per tahun. Pada 2006 CPI dan anak
perusahaan CP Jaya Farm membeli 100% saham PT. Centralavian Pertiwi senilai Rp 30
miliar. Centralavian Pertiwi bergerak dalam bidang pembibitan DOC parent stock yang
berlokasi di Subang, Bogor dan Lampung. Transaksi ini untuk memperkuat posisi CP di
bidang agribisnis.
Pada 2007 CPI Tbk membeli pabrik pakan ternak milik PT Central Proteina Prima di
Semarang, Jawa Tengah dengan melakukan tukar guling. Pabrik pakan ikan dan udang milk
CPI di Medan yang dihargai Rp 48 miliar sedangkan pabrik milik CP Prima di Semarang
seluas 47ribu m2 senilai Rp 108,7 miliar. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 25.000
ton pakan udang dan 110.000 pakan ikan. Dengan demikian CP harus menombok sebanyak
Rp 60miliar.
Selain itu, CPI akan mendirikan pabrik pakan ternak di Lampung dan peternakan ayam skala
kecil di Indonesia bagian timur. CP juga akan membangun pabrik pengolahan daging ayam di
Salatiga, Bandung dan Medan berkapasitas 2 ribu ekor per jam. Untuk proyek ekspansi ini
CP mendapat pinjaman dari Citibank sebesar Rp 310 miliar dan US$ 45 juta. Untuk tahap
pertama Citibank Bank menyalurkan US$ 125 juta tahun 2007.
Sementara itu, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 2007 ini sebesar Rp 8,3 triliun dan
Rp 210 miliar atau naik 31% dari 2006. Sedangkan tahun 2008, CP menargetkan
pertumbuhan sebesar 25% dari 2007.
Charoen Pokphand Tbk (CPIN) secara fundamental memiliki pertumbuhan yang cukup baik.
Dalam 6 tahun terakhir (hingga laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2011) EPS (earning
per share)terus tumbuh meski sempat mengalami penurunan tipis ditahun 2007.

Pertumbuhan EPS

2011

2010

2009

2008

2007

2006

Kuartal 1

18%

38%

538%

26%

-6%

286%

Pertumbuhan pendapatan

24%

3,50%

10%

52%

30%

15%

Pertumbuhan laba operasi

17%

34%

n/a

N/A

N/A

N/A

Return on equity
(ROE)Annualize

34%

50%

55%

19%

N/A

N/A

Debt to equity ratio (DER)


0,46
0,46
0,82
Pendapatan (penjualan) juga selalu naik dari tahun ke tahun.

2,9

N/A

N/A

Kenaikan laba operasi cukup seimbang dengan kenaikan EPS (earning per share) yang
menunjukkan bahwa keuntungan bersih secara dominan didapat dari hasil operasi inti
perusahaan. Return on equity (ROE) juga tetap tinggi yang diatas 20%. Sementara dept to
equity ratio (DER) atau rasio hutang dibandingkan dengan modal semakin mengecil.
Penurunan DER akan berdampak baik bagi operasional perusahaan karena beban bunga yang
timbul akibat hutang menjadi semakin kecil pula.Secara keseluruhan, kinerja pertumbuhan
Charoen Pokphan cukup baik.
Ringkasan transaksi di PT. Charoen Popkhand Indonesia.

Laporan fundamental PT. Charoen Popkhand Indonesia, yang diambil dari tahun 2010, 2011,
dan semester 1 2012.

Dari data diatas, harga saham PT. Charoen Popkhand Indonesia terus mengalami
peningkatan, laba bersih juga mengalami peningktan sejak 2010. Tetap untuk Dengan
demikian fundamental untuk PT. Charoen Popkhand Indonesia dikatakan baik.
Perbandingan Rasio Dari Sektor Industri Pakan Ternak.

Berdasar analisis diatas maka dapat ditemukan rata rata PER industri sebesar 10,25, maka
dapat disimpulkan harga saham CPIN overvalued, yang dimana kemungkinan besar akan
terjadi penurunan harga saham CPIN, dan lebih disarankan untuk membeli saham JPFA dan

MAIN karena PER yang dimiliki masih dibawah rata-rata PER industri dan kemungkinan
mengalami kenaikan harga saham masih sangat memungkinkan.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Charoen Popkhand Indonesia, mulai
tanggal 1 September 2010 hingga 26 September 2012.

Dari chart diatas dapat diartikan harga saham CPIN selalu naik turun, jika dihubungkan,
sampai pada tanggal 13 September 2012 sahan ini ditutup dengan harga 2925.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Charoen Popkhand Indonesia, mulai
tanggal 1 September 2012 hingga 26 September 2012.

Untuk pergerakan saham CPIN di bulan September mengalami naik turun sejak tanggal 3
September 2012 dibuka dengan harga 2725 hingga sampai pada tanggal 26 September 2012
dibuka pada level harga 2925.

Jika fundamental perusahaan baik, tetapi memiliki saham yang overvalued maka saham
tersebut bisa mengalami penurunan.
Return PT. Charoen Popkhand Indonesia
42000000+( 3000-2900)

2900
= 14843.