Anda di halaman 1dari 19

JOURNAL READING

Effect of a fixed combination of


nimodipine and betahistine versus
betahistine as monotherapy in the
long-term treatment of Menieres
disease : a 10- year experience
PEMBIMBING:
DR. ERWINANTYO, SP.THT
OLEH :
GUSNA RIDHA
11.2013.252
FK UKRIDA

PENYAKIT MENIERE
DITEMUKAN OLEH MENIERE TAHUN 1861
PENYEBABNYA ADA DIDALAM TELINGA
DIPERKUAT OLEH HALLPIKE DAN CAIM
TAHUN 1938
MENEMUKAN
ENDOLIMFE

ADANYA

HIDROPS

PENYAKIT MENIERE
GANGGUAN AKIBAT PEMBENGKAKAN
RONGGA ENDOLIMFATIK
PEMBENGKAKAN PADA
KOMPARTEMEN ENDOLIMFATIK
DAPAT TERJADI RUPTUR MEMBRANA
REISSNER
ENDOLIMFE BERCAMPUR DENGAN
PERILIMFE

GEJALA- GEJALA
VERTIGO AKUT
TULI SENSORINEURAL NADA RENDAH
TINITUS NADA RENDAH
TELINGA TERASA PENUH

PENGOBATAN
TERBAIK SESUAI DENGAN PENYEBABNYA.
SIMPTOMATIK:
SEDATIF DAN ANTI MUNTAH
OBAT LAIN SEBAGAI ALTERNATIF:
ANTI ISKEMI DAN NEUROTONIK

SUMMARY
Antihistamine ,
Antiemetic, mengurangi gejala vertigo,
Diazepam, mual dan muntah

Antihistamin 2 x 16 mg / hari (selama 6 bulan)


Antihistamine (2 x 16 mg) + nimodipine (2 x
20 mg)selama 6 bulan

Materials and methods


- Selection of medical records
Dilakukan seleksi pada 6251 pasien yang hadir di

Centre for Vestibular Diseases and Rehabilitation of


the University Hospital of Modena, Italy, in the period
1999-2009,
258 pasien didiagnosis sebagai benar benar pengidap

MD.

Kriteria inklusi :

1.

Mnderita MD unilateral

2.

Level funsional 1-5

3.

Seluruh pasien harus menyelesaikan terapi dengan tanpa atau resiko minimal
yang merugikan.

4.

Seluruh

pasien

telah

diketahui

riwayat

medis,

persarafan,

dan

uji

pendengarannya.

Kriteria Eksklusi:

1.

Mempunyai riwayat pekerjaan yang terpapar dengan suara bising

2.

Kelainan telinga tengah

3.

Pernah mengalami operasi yang bersifat ablatif

4.

Pernah menerima terapi injeksi gentamisin intratimpani dan/atau kortikosteroid

5.

Menerima terapi diuretik, steroid, vasodilator dan low intake garam.

Dibagi dalam 2 kelompok

Antihistamin 2 x 16
mg/hari
(selama 6 bulan)

Antihistamine (2 x 16
mg) + nimodipine (2 x
20 mg) selama 6 bulan

Efficacy outcome
parameters
Data dikompulkan dengan mengundang pasien

MD yang menjadi peserta penelitian untuk


melaporkan gejala (tinitus, vertigo, dan daya
dengar) yang dirasakan perbulan selama 6
bulan
Lalu

dilakukan

perbandingan

pengujian

kemampuan mendengar pada telingan yang


bermasalah

Further outcome measures


(pengukuran hasil lebih lanjut)
Pasien berdiri didepan alat pengamat dan dilakukan beberapa test
1. pasien diminta relax
2. Berdiri tegap
3. Dengan kaki telanjang membentuk sudut 30 O
4. Dihadapkan pada 4 kondisi : (-+ 52 detik)
a.

Menatap terpaku yang lama

b.

Mata ditutup dan gelap total

c.

Menatap layar poyektor digital yang memancarkan garis vertikal gelap dan
lampu horizontal yang mampu menstimulasi reaksi visual-vestibular ,
dimana hal ini tidak akan bisa dikompensasi pada orang yang mengalami
iritasi vestibular

Result
Gejala

Grup A

1. Tinitus

87 %

2. Skala
fisiologis

Perbaikan skala
fisiologis tidak
terlalu tinggi

Grup B
78 %
Pasien grade
1,2,3
mengalami
perbaikan

Tidak signifikan
3.
Perkembanga
n

Perbaikan lebih
signifikan

Discussion

Betahistin, telah teliti dapat meningkatkan kompensasi


vestibular pada binatang
nukleus

vestibular

yang memiliki gangguan fungsi

unilateral

sebelumnya

dengan

mekanisme yang berbeda

pada saraf central, hal ini meningkatkan sintesis histamin di


hipotalamus
histamine

posterior
di

inti

dan

meningkatkan

vestibular

melalui

pelepasan
antagonis

heteroreseptor.

Effek samping histamin pada inti vestibuler ini


sebagai

mekanisme

aktivitas

saraf

kompensasi

rebalancing

yang

dianggap

yang

menghasilkan

dapat

mencetuskan

Didalam telingan dalam hewan percobaan babi, oleh antagonis H3


reseptor, betahistine meningkatkan aliran darah sehingga terjadi
juga

peningkatan

aliran

darah

pada

kedua

ampula

canalis

semisirkularis posterior dan pembuluh coclea.

Hai ini mengasumsikan bahwa betahistine dengan baik dapat


memperbaiki kelainan vaskularisasi telinga tengah

Selain itu perilimphatic betahistine dapat dengan baik mengurangi


endapan

dari

menghambat

reseptor

ampular

di

canalis

semisirkularis,

effek gerakan yang tidak normal dari sel rambut

sensorik yang dicetuskan oleh hydrops.

Selain itu betahistine pada manusia juga mempunyai effek melawan


potensi vasodilatasi dari pembuluhdarah kecil di central maupun di
perifer dan juga pada penderita penyakit serebrovaskular

pada

pemberian preparat oral.

Juga memfasilitasi kompensasi

kompensasi vestibular pada pasien

Mengecewakan, hasil percobaan obat pada VOR ini


sangat jarang pada manusie, tetapi menunjukkan
hasil bahwa obat ini dapat melawan kecepatan dan
durasi nistagmus.
dari titip pandang ini betahistine dianggap bukan
analog yang tepat untuk menyembuhkan MD namun,
hasil

penelitian

menguatkan

kemajuan

terbaru

mengenai keampuhan dari betahistine (32 mg)dalam


pengobatan jangka panjang MD, dengan mengurangi
frekuensi

serangan

vertigo,

dan

meningkatkan

kaulitas hidup melalui pengurangan serangan yang

Nimodipine merupakan salah satu preparat Ca


chanel - bloker sekarang dianggap sebagai obat
yang aman dan terpercaya untuk menurunkan
keparahan defisit neurologis

yang timbul dari

vasokonstriksi pada perdarahan subarachnoid


Hal ini juga berlaku baik pada pengobatan masalah
vestibular perifer, effek dari ca chanel bloker
bekerja

dengan

baik

di

perifer

dari

sistem

vestibular.
Hal ini diuji juga bahkan dalam waktu istirahat
dimana nimodipine mampu mengurangi nistagmus
spontan akibat debris2 dari sel rambut vestibular

Difusi nimodipine kedalam skala timpani koklea secara


signifikan
amplitudo

meningkatkan
dan

ambang,

meningkatkan

menurunkan

potensial

aksi

laten

secara reversible. Selain itu nimodipine terbukti dapat


mengahambat mobilitas sel sel rambut pada organ
korti.
Dengan demikian bula terapi digabungkan dengan
betahistine akan dapat mengontrol vertigo lebih efisien
lagi,

dibanding

dengan

pemberian

terapi

tunggal

betahistine.
Akhirnya ditariklah kesimpulan bahwa pemberian terapi

Conclusions
Betahistin selama ini telah menjadi salah satu terapi andalan dan
dianggap aman di eropa, tetapi kemanjurannya mengontrol vertigo agak
terbatas, sedangkan efek pada tinnitus dan mengurangi gejala postural agak
mengecewakan. Nimodipine diberikannya tidak hanya untuk

menambah

efek kontrol serangan vertigo dan perburukan gangguan vestibulo-tulang


belakang, tetapi juga

sebuah tindakan yang spesifik dan positif

untuk

gangguan tinnitus dan gangguan pendengaran sensorineural.


Oleh karena itu, kombinasi tetap betahistine dan nimodipine nampaknya
memberikan pasien keuntungan lebih pada pasien MD , yaitu gejalanya dapat
dikontrol lebih luas.
Investigasi lebih lanjut dengan penelitian pemberian nommodipin sebagai
monoterapi pada telinga dalam masih direcomendasikan.

Terima Kasih