Anda di halaman 1dari 14

Disampaikan Oleh : Akhmad Rivai *), Andri Haryadi, Sunyoto,supriani, Webby,

Amri Manunggal, Kosim, Syaiful Ardiansyah


pada INDOAQUA FITA 8 11 Juni 2012 di Makasar

BALAI BUDIDAYA AIR TAWAR MANDIANGIN


DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2012

A.Latar Belakang
o Ikan Nila merupakan ikan yang potensial untuk
dikembangkan.
o Belum adanya pabrikan yang membuat khusus untuk
pakan induk ikan nila
o pemanfaatan bahan baku lokal untuk alternatif
penyediaan pakan induk ikan
B. Tujuan
Untuk mendapatkan informasi formulasi pakan induk
ikan nila yang berkualitas dan kuantitas baik.
C. Sasaran
Dihasilkan prosentase kuantitas dan kualitas
yang melebihi standar umumnya.

benih

A. Alat
o Hapa ukuran 3 x 4 m 6 buah
o Mesin Pakan Ikan
o Lain- Lain (serok, penggaris, timbangan, baskom,
alat pengukur kualitas air, dan mikroskop).
B. Bahan
o Induk ikan nila F3 jantan sebanyak 30 ekor dan
90 ekor induk betina
o Pakan ikan : Pellet Komersial dan Pakan Buatan
dengan menggunakan bahan baku lokal

LanjutanII
C. Metode
1. Waktu Pelaksanaan
Dilaksanakan T.A. 2011 di Kolam Intalasi Pembesaran ikan
BBAT Mandiangin di desa Bincau
2. Prosedur Pelaksanaan
2.1. Pembuatan pakan ikan
o Bahan Baku Pembuatana Pakan induk dengan
Target Protein 30 35 % berupa :
No

Bahan Baku
1.

Tepung Ikan

68

2.

Bungkil kelapa

12

3.

Dedak

12

4.

Tapioka

5.

Vitamin Mix

6.

Asam Lemak

7.

Fermentor

Total

Prosentase

100%

Bahan baku Bungkil kelapa


dan dedak
difermentansi selama 5 7 hari dengan fermentor.

LanjutanII
C.Metode
2. Prosedur Pelaksanaan
2.1. Pembuatan pakan ikan
o Bahan yang telah difermentasi dicampur dilengkapi
dengan bahan baku lainnya kemudian dilakukan
proses mixer dari bahan yang prosentase terkecil
sampai yang paling besar
o Bahan Pakan yang telah dicampur rata kemudian
dicetak dengan mesin pellet uk. 3 4 mm.
o Pellet yang sudah tercetak dikeringkan/dianginanginkan dengan panas matahari/kipas angin
2.2. Pemeliharaan ikan nila
o Hapa yang digunakan sebanyak 6 buah yaitu 2 buah
untuk pakan komersial (Kontrol) dan 4 buah hapa
untuk pakan buatan menggunakan bahan baku lokal
Pakan Uji

Kontrol

Jantan

betina

Jantan

betina

Jantan

betina

LanjutanII
C.Metode
2.2. Pemeliharaan ikan Nila
o Perbandingan jantan dan betina : 1 : 3 ekor
(10 Jantan dan 30 Betina)
o Masing-masing induk diberikan pakan dengan
prosentase sebesar 3%.
o Setelah 15 hari pemeliharaan induk jantan dan betina
disatukan untuk dipijahkan.
o Setelah 15 hari berikutnya induk diharapkan sudah
mengeluarkan larva.
3. Farameter Pengamatan
o Fekunditas
o Diameter Telur (mm)
o Sintasan Ikan nila
o Konversi pakan
o Kualitas Air dan Penyakit

Rencana Pelaksanaan
No.

Rincian Kegiatan

WBS; WP.1 s/d WP-2


Persiapan
1.
2.

3.

Studi literatur dan


pencarian data
sekunder
Mempersiapkan
desain studi lapangan
untuk memperoleh
data primer

4.

Pembuatan pakan
Ikan Nila

5.

Induk nila

6.

Pemijahan

Larva ikan nila

8.

Benih Ikan Nila

9.

Pengukuran
Kualitas Air

10.

Pengamatan Penyakit

11.

Pembuatan Laporan
Hasil

1
0

11

12

Ukuran
Keberhasilan
Deskripsi awal
permasalahan
literatur dan data yang
relevan dengan
kegiatan
Desain studi final dan
sudah diujicoba
Didapatkan pakan yang
sesuai untuk induk
ikan nila
Induk yang dapat
memijah
Dihasilkan larva
Yang dapat dibesarkan
untuk benih
Dihasilkan benih 1-3
cm
Kondisi kualitas air
tetap optimal
Benih ikan tetap
survive
Tepat waktu

A. Perhitungan jumlah telur berdasarkan perlakuan


No

Perlakuan

Berat telur (g)

Berat
cawan
awal (g)

Berat cawan
+telur (g)

Berat total
telur (g)

Ulangan 1

Ulangan 2

Rata-rata

Total
Jumlah
telur
(butir)

Pakan Buatan I

22.3417

25.4942

3.1525

0.001487671

0.001086364

0.001287017

2,449.46

Pakan Buatan II

35.3077

38.255

2.9473

0.000566923

0.000724242

0.000645583

4,565.33

Pakan komersiil

35.6257

38.6572

3.0315

0.000816129

0.00107125

0.00094369

3,212.39

No
1
2
3

Perlakuan
Pakan Buatan I
Pakan Buatan II
Pakan komersiil

Total jumlah telur per individu (butir)


2.450
4.565
3.212

LanjutanIV
B. Jumlah Benih perlakuan yaitu
No

Perlakuan

1
2
3

Pakan Buatan I
Pakan Buatan II
Pakan komersiil

Total jumlah
Prosentase (%)
benih
52.577
99.289
73.587

74
75
79

C. Sintasan Induk
Selama pelaksanaan kegiatan kerekayasaan tingkat kelangsungan hidup induk ikan
nila sebesar 100% yang dipelihara selama 1 bulan Tingginya SR selama masa pemeliharaan
karena ikan nila lebih responsif dipelihara di kolam, dan jumlah makanan yang diberikan telah
mencukupi kebutuhan untuk hidup dan nutrisi yang diperlukan untuk pemijahan cukup baik

LanjutanIV
D. FCR
No

Perlakuan

Nilai rata - rata

Pakan Buatan I

1,53

Pakan Buatan II

1,47

Pakan komersiil

1,43

LanjutanIV
E. Analisa Proksimat
No

Parameter Analisa

Kontrol

Perlakuan

31,10

30,14

13

17

3. Lemak

7,19

10,20

4. Air

9,37

14,25

5. Abu

9,09

12,20

1. Protein
2. Karbohidrat

LanjutanIV
E. Kualitas air
No

Kualitas Air

1.

Suhu air

2.

pH air

3.

Oksigen terlarut

Nilai Parameter Kualitas Air


27,3 C 29,90C
6,8 7,0
3,58 5,30 ppm

A. Kesimpulan
Dari kegiatan ini dapat disimpulkan yaitu bahwa pakan buatan yang dibuat
dari bahan lokal dengan ditambahkan asam lemak cukup memberikan hasil yang
baik terutama dari sisi pencapaian jumlah telur yang dihasilkan berdasarkan
sampel yang diambil dengan TKG. Stadium V bahwa telur yang dihasilkan dengan
pemberian pakan buatan yang ditambahkan asam lemak :
Telur yang dihasilkan 2.450 butir sampai 4.565
Daya tetas 74 75%
FCR 1,47 1,53
Dengan pakan komersiil :
Telur 3.212 butir dengan
Daya tetas sebesar 79%
FCR 1,43. Sedangkan
Pencapain Sintasan hidup induk sebesar 100%. Maka dapat disimpulkan pada
tahap awal kegiatan kerekayasan ini bahwa dengan menggunakan pakan buatan
berbahan baku lokal dengan penambahan asam lemak cukup memberikan
dampak terhadap pencapaian hasil yang cukup baik dibandingkan pakan komersiil
namun dari prosentase daya tetas masih dibawah pakan komersiil.
B. Saran
Untuk kegiatan selanjutnya perlu pengkajian bahan baku yang lainnya agar
dapat meningkatkan daya tetas telur menjadi larva diatas rata-rata dan larva yang
dihasilkan sampai benih siap tebar