Anda di halaman 1dari 4

JENTERA/SIKLUS GEOMORFIK

Semua bentangalam/landforms di hasilkan melalui suatu perkembangan


secara bertahap atau dapat dikatakan melalui suatu sejarah hidup.
Berbagai tahapan atau stadia yang dilaluinya itu antara lain : Stadia muda
(youth), Dewasa ( old ) dan tahapan tua (old age). Dari masing-masing
tahapan/stadia tertentu tersebut mempunyai ciri khas tertentu pula.
Pada stadia muda/youth (gambar I hal 10 lobeck Ak) bentangalamnya
mempunyai kenampakan yang belum jelas. Dataran yang masih muda
yang bisa terangkat masih rata tanpa features. Sungai-sungai yang
mengalir diatas permukaan masih kurang. Begitupula bentuk-bentuk
konstruksisme, seperti block mountains, dome mountains, folded
mountains dan volcanous masih mengarah sebaimana mestinya, belum
terganggu secara berarti oleh kegiatan-kegitan destruktif.
Pada perkembangan selanjutnya menunjukan pertumbuhan sistem
drainase dan stream bertambah panjang dan jumlahnya bertambah pula,
lereng-lereng dan dataran menjadi lebih kasar dan tajam, dataran disini
makin menjadi tidak rata dan terpotong-potong oleh lembah-lembah.
Tahapan yang demikian ini disebut tahapan atau stadia dewasa (gambar ii
hal 10 lobeck Ak) dengan demikian dapat kita menyebutnya sebagai
dataran dewasa, plateau dewasa, block mountain dewasa, dome
mountain dewasa, gunung api dewasa.
Proses selanjutnya sesudah atau lewat (maturity stage) topografi menjadi
lebih lemah/datar, tenaga destruktif mengerosi/menelanjangi lahan
sepanjang waktu dan meratakan permukaan bumi, merendahkannya
hingga mendekati atau rata dengan sea level. Tahapan ini disebut
stadia/tahapan tua (old age). Batas bawah atau level dimana lahan atau
permukaan bumi tereduksi disebut sebagai base level of the
region/batas dasar.
Bentuk-bentuk permukaan yang monoton yang merupakan hasil akibat
destruksi tersebut dinamakan peneplain (yang berarti permukaan yang
hampir rata/almost a plane surface). Kadang-kadang pada proses destrutif
yang berlangsung tersebut meninggalkan suatu kenampakankenampakan berupa sisa-sisa masa batuan oleh karena faktor resistasi.
darimana sisa-sisa erosi tersebut yang lebih baik kemudian akan
memberikan bentuk bukit-bukit, sisi-sisi erosi yang disebut monadnocks
(asal kata dari mount monadnock in new hampshire).
Jentera geomorf file tersebut diatas merupakan tahapan-tahapan
pembentukan bentang alam yang menerus dan dapat berulang.
Interupsi di jagat raya terjadi jentera hidup suatu wilayah.

Suatu wilayah yang telah mengalami tahapan tua dapat terangkat


kembali dan menjadi up land. Hal yang demikian disebut daerah yang
mengalami Rejuvenatesi (peremajaan), dimana siklusnya sudah lengkap
tetapi siklus baru muncul kembali oleh suatu pengangkatan dan proses
pengikisan berlaku kembali. Daerah yang demikian dapat dikatakan
menuju ke tahap muda kembali. Dalam tahap siklus yang kedua daripada
perkembangannya dari tahap muda melalui dewasa dan oleh erosi. Terjadi
peneplain hingga hampir atau sampai base level baru yang selanjutnya
old age dapat tercapai kembali.
STRUKTUR PROSES DAN STADIA
Persoalan/aspek-aspek landscapes sekarang
ditentukan oleh faktor struktur proses dan stadia.

ini

secara

umum

Pertama struktur daripada suatu daerah harus dipahami yaitu jika suatu
daerah adalah merupakan suatu satuan dengan satu jenis struktur, satu
atau dua kata sudah cukup untuk menentukannya. Dengan demikian
istilah plain atau plateau block mountain, dome mountain, folded
mountain region, complex mountain, volcano sudah cukup untuk
menyebutnya istilah-istilah tersebut tidak hanya deskriptif tapi sudah
eksplanatasi. oleh karena sudah dapat dibayangkan metode asal mula
lahannya maka sesuai dengan kualitas asli dan fundamental daerahnya
daripada kenampakannya.
Kedua adalah perlu untuk menunjukan proses bekerja memodifikasi
bentuk asli. Tenaga dekstruktif apa yang sebenarnya yang bekerja
tersebut? Jika hanya satu proses yang bekerja, berarti suatu pernyataan
atau statement yang singkat seperti misalnya terpotong oleh streams,
glaciated, tererosi oleh angin atau diterjang oleh gelombang sudah cukup
dipahami. Dan terakhir adalah perlu untuk menentukan bagaimana
jenisnya seberapa jauh bekerjanya tenaga dekstruktif, dalam hal ini
adalah stadia perkembangan yang dicapainya untuk itu istilah young atau
youthful, submature, mature, postmature dan old age yang dipakai suatu
deskripsi sederahana, yaitu A Mature (Stadia), terpotong sungai (proses)
dan Plain adalah struktur.
PROSES GEOMORFOLOGI
Sebagaimana telah di jelaskan pada kuliah satu yang lalu, bahwa proses
geomorfologi adalah perubahan-perubahan baik secara fisik maupun
kimiawi yang dialami oleh permukaan bumi atau dengan kata lain adalah
semua proses yang mampu berubah roman muka bumi baik prosesnya
secara fisik maupun kimiawi.

Penyebab
Geomorphic agent
tenaga asal luar.

berupa

tenaga asal dalam,

Menurut asalnya ada 3 proses geomorfologi :


1. Proses endogenik
2. Proses eksogenik
3. Proses estraterresterial

Proses endogenik
Proses endogenik adalah proses yang membentuk muka bumi yang
disebabkan oleh bekerjanya tenaga-tenaga yang berasal dai dalam bumi.
1. Diatrofisma : Gerakan-gerakan kulit bumi yang disebabkan oleh
tenaga-tenaga yang berasal dari dalam kulit bumi yang meliputi :
a. Orogenik : Yaitu pengangkatan yang diikuti oleh deformasi
baik deformasi tension maupun deformasi kompresion,
umumnya dengan gerakan yang cepat dan daerah yang
sempit, misal orogenesa parami.
b. Epirogenetik yaitu pengangkatan yang tidak diikuti oleh
deformasi yang berarti, biasanya akan menghasilkan
pelipatan dimana gerakannya lambat dan daerahnya luas.
2. Vulkanisme proses dimana magma cair bergerak didalam bumi yang
menimbulkan kerucut-kerucut gunung api biasanya disertai oleh
intrusi-intrusi.
Proses eksogenik
Proses ini terjadi karena tenaga yang berasal dari luar yang bekerja pada
permukaan bumi dan mempunyai kecerendungan untuk meratakan
permukaan bumi (leveling=gradasi=perataan) untuk perataan (gradasi)
ditempuh dengan cara:
-degradasi

gradasi

-Agradasi
a. degradasi : Proses yang cenderung untuk perataan ke level yang lebih
rendah yaitu proses oleh erosi/ denudasi. Termasuk dalam proses-proses
yaitu :
1. pelapukan : Yaitu semua proses penghancuran yang menuju pada
penghancuran tanda adanya pengangkutan
2. Gerakan tanah : perpindahan masa tanah

3. Glasiasi : Mencairnya es
4. Erosi : Proses pengikisan dan transportasi karena air, es, gelombang,
angin dan pasang.
Jadi proses ini disamping menghancurkan juga mengangkut hasil
penghancuran tersebut.

b. Agradasi
Proses penimbunan atau pengendapan atau perataan ke level yang lebih
tinggi.
c. Termasuk kedalam proses eksogenik ini adalah :
Work Of organism : proses yang dihasilkan karena kerja organisme
sehingga merubah bentuk permukaan bumi juga oleh kegiatan
manusia, misal pembentukan terumbu karang dan pembuatan jalan dan
lain-lain dari penggalian tanah dan batuan oleh manusia.
PROSES EKSTRATERETIAL
Proses ekstrateretial disebabkan oleh tenaga yang berasal dari luar
atmosfer bumi, misalnya oleh meteor fall pengaruh proses ini sangat
sedikit. Disamping faktor-faktor diatas faktor iklim juga sangat
mempengaruhi bentang alam. Dalam ilmu geologi dibedakan keadaan
iklim menjadi 2 :
a. Humid, Tandanya Sbb :
1. Curah hujan >>
2. Kelembaban sangat tinggi >>>
3. Proses kimia lebih besar
4. Soil tebal
5. Topografi Rounded (bulat)
6. Amplitudo <<<
7. Sungai teintegrasi menuju laut
8. Mampu mentransfer hasil erosi
b. Arid/kering tanda-tandanya sbb :
1. Curah hujan rendah
2. Kelembaban rendah
3. Proses mekanik
4. Soil tipis
5. Topografi runcing atau terjal
6. Amplitudo tinggi >>>
7. Sungai non intregasi
8. Tidak mampu mentranspor hasil erosi