Anda di halaman 1dari 4

Gangguan mental dan penyakit mental dalam taraf awal tanda-tandanya sulit

dibedakan, bahkan gejala itu kadangkala menampak pada orang normal yang
sedang tertekan emosinya dalam batas-batas tertentu. Pada taraf awal sulit
dibedakan dengan gejala pada gangguan mental gejala umum yang muncul
mengenahi keadaan fisik, mental dan emosi
Read more: http://doktersehat.com/kenali-tanda-dan-gejala-gangguan-jiwamanusia-di-sekitar-anda/#ixzz3UW6ct19l

Penyebab gangguan mental bervariasi dan pada beberapa kasus tidak jelas, dan
teori terkadang menemukan penemuan yang rancu pada suatu ruang lingkup
lapangan. Layanan untk penyakit ini terpusat di Rumah Sakit Jiwa atau di
masyarakat sosial, dan penilaian diberikan oleh psikiater, psikolog klinik, dan
terkadang psikolog pekerja sukarela, menggunakan beberapa variasi metode tetapi
sering bergantung pada observasi dan tanya jawab. Perawatan klinik disediakan
oleh banyak profesi kesehatan mental. Psikoterapi dan pengobatan psikiatrik
merupakan dua opsi pengobatan umum, seperti juga intervensi sosial, dukungan
lingkungan, dan pertolongan diri. Pada beberapa kasus terjadi penahanan paksa
atau pengobatan paksa dimana hukum membolehkan. Stigma atau diskriminasi
dapat menambah beban dan kecacatan yang berasosiasi dengan kelainan mental
(atau terdiagnosa kelainan mental atau dinilai memiliki kelainian mental), yang
akan mengara ke berbagai gerakan sosial dalam rangka untuk meningkatkan
pemahanan dan mencegah pengucilan social
Definisi dan klasifikasi kelainan mental adalah kunci untuk peneliti sebagaimana
juga penyedia layanan dan mereka yang mungkin terdiagnosa. Sebagian besar
dokumen klinik internasional menggunakan istilah Kelainan mental. Terdapat dua
sistem yang mengklasifikasikan kelainan mental ICD-10 Chapter V: Mental and
behavioural disorders, bagian dari International Classification of Diseases yang
diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), dan Diagnostic and Statistical
Manual of Mental Disorders (DSM-IV) diterbitkan oleh Psychiatric Association (APA).
Tanda dan gejala gangguan jiwa

Alam perasaan (affect) tumpul dan mendatar. Gambaran alam perasaan ini
dapat terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.

Menarik diri atau mengasingkan diri (withdrawn). Tidak mau bergaul atau
kontak dengan orang lain, suka melamun (day dreaming).

Delusi atau Waham yaitu keyakinan yang tidak rasional (tidak masuk akal)
meskipun telah dibuktikan secara obyektif bahwa keyakinannya itu tidak
rasional, namun penderita tetap meyakini kebenarannya. Sering berpikir atau
melamun yang tidak biasa (delusi).

Halusinasi yaitu pengelaman panca indra tanpa ada rangsangan misalnya


penderita mendengar suara-suara atau bisikan-bisikan di telinganya padahal
tidak ada sumber dari suara atau bisikan itu.

Merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.

Kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari walaupun


pekerjaan tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun.

Paranoid (cemas atau takut) pada hal-hal biasa yang bagi orang normal tidak
perlu ditakuti atau dicemaskan.

Suka menggunakan obat hanya demi kesenangan.

Memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri.

Terjadi perubahan diri yang cukup berarti.

Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.

Terjadi perubahan pola makan yang tidak seperti biasanya.

Pola tidur terjadi perubahan tidak seperti biasa.

Kekacauan alam pikir yaitu yang dapat dilihat dari isi pembicaraannya,
misalnya bicaranya kacau sehingga tidak dapat diikuti jalan pikirannya.

Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan


semangat dan gembira berlebihan.

Kontak emosional amat miskin, sukar diajak bicara, pendiam.

Sulit dalam berpikir abstrak.

Tidak ada atau kehilangan kehendak (avalition), tidak ada inisiatif, tidak ada
upaya usaha, tidak ada spontanitas, monoton, serta tidak ingin apa-apa dan
serba malas dan selalu terlihat sedih

Read more: http://doktersehat.com/kenali-tanda-dan-gejala-gangguan-jiwamanusia-di-sekitar-anda/#ixzz3UW6n9IGn

Kita mungkin sering menyaksikan orang gila di tv dan di pinggir jalan di mana semua itu
mirip seperti akting di film atau sinetron. Tapi semua itu bukan rekayasa di mana setiap
orang bisa terserang penyakit jiwa yang menyebabkan seseorang kehilangan akal sehat
alias kurang waras. Penyakit kejiwaan tersebut yang pasti akan sangat mengganggu orangorang yang berada di sekitar penderita.
Berikut adalah tanda-tanda orang yang beresiko tinggi terkena gangguan jiwa / penyakit
kejiwaan :
1. Merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.
2. Sering berpikir / melamun yang tidak biasa (delusi).
3. Kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari walaupun pekerjaan
tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun.
4. Paranoid (cemas / takut) pada hal-hal biasa yang bagi orang normal tidak perlu ditakuti
atau dicemaskan.
5. Suka menggunakan obat hanya demi kesenangan.
6. Memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri.
7. Terjadi perubahan diri yang cukup berarti.

8. Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.


9. Terjadi perubahan pola makan yang tidak seperti biasanya.
10. Pola tidur terjadi perubahan tidak seperti biasa.
Jika ciri-ciri atau tanda-tanda seperti ini terjadi pada kita atau orang yang dekat dengan kita
sebaiknya kita bawa untuk konsultasi dengan dokter / psikiater. Pencegahan lebih baik dari
pengobatan. Apalagi penyakit jiwa yang apabila gilanya kumat, maka bisa membahayakan
orang yang berada di sekitarnya dan orang gila itu kebal hukum tidak akan dihukum pidana
jika melakukan tindak kriminalitas