Anda di halaman 1dari 16

Teknologi nano adalah ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional,

maupun peranti dalam skala nanometer. Dalam terminologi ilmiah, nano berarti 1/milyar
(0,000000001). Satu nanometer adalah seper seribu mikrometer, atau seper satu juta milimeter,
atau seper satu miliar meter. Sebagai perbandingan, rambut manusia memiliki diameter 50.000
hingga 100.000 nm sehingga satu nanometer kira-kira sama dengan sehelai rambut yang dibelah
seratus ribu.
Para ilmuwan berkeyakinan bahwa material berukuran nanometer memiliki sejumlah sifat kimia
dan fisika yang lebih unggul dari material berukuran besar (bulk). Juga material dalam ukuran
nanometer memiliki sifat-sifat yang lebih kaya karena menghasilkan beberapa sifat yang tidak
dimiliki oleh material ukuran besar.
Saat ini riset dalam bidang teknologi nano telah berkembang sangat pesat dan bahkan telah
memasuki babak yang paling progresif dalam beberapa tahun terakhir. Hasil-hasil riset tersebut
di antaranya adalah : Pembuatan tablet obat dalam ukuran nano partikel yang dapat dikontrol dari
luar tubuh menggunakan sinyal elektromagnetik sehingga tablet tersebut dapat diarahkan untuk
menyerang target penyakit dalam tubuh manusia tanpa mengganggu sel-sel lainnya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr.Bruno De Geest, ahli kimia dari Ghent University Belgia
bahkan lebih spektakuler lagi, tablet obat dalam ukuran nano partikel tersebut kemudian
dimasukkan ke dalam tabung nano dari karbon yang dicampur dengan jeli gula dekstran yang
dibungkus membran polimer kaku tapi tembus air. Ketika air dari jaringan tubuh merembes ke
dalam tabung nano tersebut, akan terjadi ledakan mirip granat yang dapat melontarkan kapsul
obat tersebut sampai kepada titik penyakit yang akan diobati. Ledakan granat nano ini akan
mempercepat pengiriman obat ke sasaran penyakit 800 kali lebih cepat dibanding cara biasa.
Salah satu material nano yang penting dewasa ini adalah material biomimetic. Dengan teknik
Chemical Vapor Deposition (CVD). Lijie Zang dan Thomas. Webster dalam Nanotoday Edisi
Oktober 2008, telah melaporkan penggunaan titanium sebagai material biomimetic untuk
membuat tulang buatan. Keunggulan dari material ini adalah kemampuannya berasosiasi dengan
sel-sel dalam tubuh manusia tanpa menimbulkan efek samping. Sifat dasar dari titanium yaitu
keras dan tahan karat, telah memungkinkan penggunaanya sebagai material biomimetic yang
sangat bermanfaat bagi manusia.
Ketika mencanangkan program NNI (National nanotechnologi initiative) pada tahun 2000,
Presiden AS Bill Clinton menargetkan, paling lambat tahun 2020 semua teknologi akan berbasis
pada material skala nanometer. Sejak saat itu, penemuan-penemuan baru dalam bidang ini
muncul.
Di bidang elektronik dikembangkan divais ukuran nanometer, energi (pembuatan sel surya yang
lebih efisien), kimia (pengembangan katalis yang lebih efisien), kedokteran (pengembangan

peralatan baru pendeteksi sel-sel kanker berdasarkan interaksi sel kanker dengan partikel
berukuran nanometer), kesehatan (pengembangan obat-obatan dengan ukuran nanometer
sehingga dapat melarut dengan cepat dalam tubuh dan bereaksi lebih cepat), Lingkungan
(penggunaan partikel skala nanometer untuk menghancurkan polutan organik pada air sungai dan
udara), serta masih banyak lagi penemuan lainnnya.
Para ilmuwan percaya bahwa setiap sifat memiliki skala panjang kritis. Ketika dimensi
material lebih kecil dari skala panjang kritis tersebut maka sifat-sifat fisis fundamental mulai
berubah. Sebagai gambaran, partikel tembaga yang memiliki diameter 6 nm memperlihatkan
kekerasan lima kali lebih besar daripada tembaga ukuran besar (bulk).
Reduksi ukuran material dalam skala nanometer juga berpengaruh pada intensitas warna yang
dipancarkan oleh material tersebut dalam larutan. Dalam kedokteran modern, sifat ini akan
dipakai secara luas untuk mendeteksi sel-sel tumor dalam tubuh.
Karena ukuran nanopartikel yang sangat kecil dibandingkan dengan sel tubuh maka nanopartikel
dapat keluar dan masuk dengan mudah ke dalam tubuh tanpa mengganggu kerja sel. Sel kanker
dan sel normal memiliki sifat kimia yang berbeda. Ketika memasuki sel normal dan sel kanker,
partikel tersebut mengeluarkan cahaya luminesens berbeda. Dengan mendeteksi cahaya
luminesens yang dipancarkan nanopartikel tersebut, maka dokter bisa segera mendeteksi
keberadaan sel kanker dalam tubuh, di mana lokasinya, dan berapa besarnya.
Selain berguna dalam bidang-bidang seperti yang telah disebutkan di atas, teknologi nano juga
sangat berguna bagi dunia kaum wanita. Saat ini kosmetik berbasis nanopartikel mulai dikaji
secara intensif karena memanfaatkan beberapa sifat khas nanopartikel. Perusahan-perusahan
kosmetik besar telah menginfestasikan dana yang sangat banyak untuk mengembangkan
kosmetik berbasis nanopartikel luminesens. Hal ini memungkinkan pengembangan kosmetik
dengan warna yang sangat kaya. Ini tentu saja berita gembira bagi kaum hawa yang sering
menggunakan kosmetik. [Namun tentu saja berdandan yang terindah bagi wanita bukan di luar
rumah, namun di hadapan suaminya]
Meskipun masih relatif baru, teknologi nano telah menawarkan banyak hal yang sangat berguna.
Diharapkan inovasi-inovasi baru dalam teknologi nano akan mendatangkan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi umat manusia.
DP : https://polimerabduh.wordpress.com/2011/04/06/manfaat-teknologi-nano/

Teknologi nano (nanotechnology) dalam kemasan plastik bisa menjadi teknologi yang sangat
ramah lingkungan karena plastik menjadi sangat mudah terurai oleh mikroba yang ada dalam
tanah.

Dengan nanoteknologi, maka plastik kemasan yang sebelumnya membutuhkan waktu puluhan
tahun untuk terurai, menjadi mudah terurai hanya dalam 4-8 minggu, bahkan lebih cepat lagi,
kata Sekjen Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI), Dr. Agus Haryono, di sela Konferensi
Internasional Advanced Materials and Practical Nanotechnology di Jakarta, Rabu (11/11).
Plastik kemasan nanoteknologi yang disebut sebagai plastik biodegradable hasil riset bersama
MNI itu, dibuat dengan mencampurkan kalsium karbonat dalam bentuk partikel nano dengan
ukuran puluhan nanometer ke dalam bahan kemasan plastik polietilen (PE) atau polipropilen
(PP) hingga 70 persen.
Kemasan plastik nanoteknologi mudah terurai karena dengan ukurannya yang sangat kecil, luas
permukaanya menjadi lebih lebar, kontak dengan mikroba dalam tanah jauh lebih banyak, kata
pakar kimia polimer LIPI itu.
Nanoteknologi berkaitan dengan bagaimana cara mengatur material, sruktur dan fungsi zat pada
skala nano (satu nanometer sama dengan satu meter dibagi satu miliar -red) sehingga
menghasilkan materi dengan struktur dan fungsi baru.
Namun sayangnya, ujar dia, kemasan plastik nanoteknologi yang dibuat oleh mikroba ini masih
lebih mahal dibanding kemasan plastik biasa sehingga akan sulit dilirik masyarakat meski sangat
bagus untuk lingkungan.
Tapi kami sudah mencoba mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuat
peraturan tentang pemanfaatan kemasan plastik biodegradable ini, kata dia.
Menurut dia, jika perusahaan plastik kemasan bisa memproduksi dua persen saja kemasan plastik
biodegradable ini dari total produksi plastik PE dan PP-nya, maka hal itu udah sangat bagus.
Agus mengatakan, ada dua metode pembuatan kemasan plastik nanoteknologi, yakni secara
kimia dan secara fisika.
Secara kimia yaitu dengan melarutkan dan ditambahkan zat kimia tertentu sehingga muncul
dalam bentuk bubuk seukuran nano atau dengan cara fisika yaitu dengan menghancurkan zat-zat
dengan alat high energy milling.
Ketua Umum MNI Dr Nurul Taufiqurochman mengatakan, nanoteknologi saat ini sudah semakin
diaplikasikan ke berbagai bidang seperti di bidang kosmetik, pengobatan, tekstil, bahan
bangunan, teknologi informasi dan komunikasi dan lain-lain.
https://polimerabduh.wordpress.com/2011/04/03/plastik-nanoteknologi-amatramah-lingkungan/
POLIMER ADALAH
Polimer
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang
berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik
(memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer
adalah plastik dan DNA.
Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan
rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Manusia sudah berabad-abad menggunakan
polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet. Tapi industri polimer modern
baru mulai berkembang pada masa revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear
berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses yang dikenal sebagai
vulkanisasi. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) berhasil
dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon pada
tahun 1930-an yang memulai ledakan dalam penelitian polimer yang masih berlangsung sampai
sekarang.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Sekilas
2 Klasifikasi polimer
o

2.1 Berdasarkan sumbernya

2.2 Berdasarkan jumlah rantai karbonnya

3 Industri
4 Daftar pustaka
Sekilas[sunting | sunting sumber]

Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya
terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam.
Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas
diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam
tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam
proses biologi.
Klasifikasi polimer[sunting | sunting sumber]

Teknologi polimer berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu (1)
Polimer Alam yang terjadi secara alami seperti karet alam, karbohidrat, protein, selulosa, dan
wol. (2) Polimer Semi Sintetik yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan
kimia seperti serat rayon dan selulosa nitrat. (3) Polimer Sintesis, yaitu polimer yang dibuat
melalui polimerisasi dari monomer-monomer polimer, seperti formaldehida."
Berdasarkan sumbernya[sunting | sunting sumber]
1. Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut
2. Polimer sintetis
1. Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren
2. Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
3. Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya
dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal
sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)
Berdasarkan jumlah rantai karbonnya[sunting | sunting sumber]
1. 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)
2. 5 ~ 11 Cair (bensin)
3. 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
4. 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
5. 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
6. 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)
Industri[sunting | sunting sumber]

Sekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, mereka adalah
polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, polyethylene terephthalate, polystyrene, dan
polycarbonate. Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer dan plastik yang ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari.
Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi dan ketahanan panas, cahaya, dan
kimia.
DP : http://id.wikipedia.org/wiki/Polimer

JENIS JENIS POLIMER


1. Poly Ethylene (PE)
Barang Plastik Yang Digunakan Sebagai Packing Minuman Atau Barang Cairan.
2. Poly Propylene (PP)
Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Dipakai Pada Packing Makanan Kering Atau
Snack.
3. Poly Vinly Chlorine (PVC)
Bahan Plastik Yang dipergunakan Untuk Packing Botol Minyak,Daging,Pipa Air Dan
Jendela Plastik.
4. Oriented Polystyrene (OPP)
Sangat Bening,Kurang Tahan Panas.
5. High Density Polyethylene (HDPE)
Bahan Plastik Yang Berwarna Putih susu Atau Putih Bersih.
6. Karet Bahan
Adalah Karet Yang Berupa Karet Gelang Bersifat Transparant,Kuat dan Elastis.
7. Low Density Polyethylene (LDPE)
Bahan Plastik Yang digunakan Untuk Pelapis Kaleng.
8. Polyethylene Terephthalate (PET)
Adalah Polimer Jernih Dan kuat Dengan Sifat-sifat Penahan Gas Dan Kelembaban.
9. Polystyrene(PS)
Bersifat Berubah Bentuk Dan Berbunyi.
10. Lunchbox Polystyrene
Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Packing Makanan Ringan,Nasi,Dll.
11. Plastik Cor
Adalah Bahan Plastik Yang Bisa dipergunakan Untuk Pengecoran Bangunan.
KEGUNAAN POLIMER
1. Polietena
Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena) adalah termo plastik atau
merupakanpolimer plastik yang sifatnya ulet (liat), massa jenis rendah, lentur, sukar
rusak apa bila lama dalam keadaan terbuka di udara maupun apabila terkena tanah lumpur, tetapi

tidak tahan panas. Kegunaan polietena adalah untuk memproduksi lembaran untuk kantong
plastik, pembungkus halaman, ember, dsb.
2. Polipropena
Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat oleh
industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan,tekstil
(contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah terpakaikan ulang
serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara, komponen otomotif, dan uang
kertas polimer. Plastik ini juga digunakan untuk membuat botol plastik, karung, bak air,
tali, dan kanel listrik
(insulator). Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak rata
serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan
asam.Polipropena biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor
"5": nomor 5 yang dkelilingi sebuah simbol daur ulang, dengan huruf "P P" di
bawah.Polipropena mempunyai sifat yang sama dengan polietena. Oleh karena plastik ini juga
banyak diproduksi, hanya kekuatannya lebih besar dari polietena dan lebih tahan panas
serta tahan terhadap reaksi asam dan basa.
3. PVC
Polivinil klorida(IUPAC: Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat PVC, Plastik PVC bersifat
termo plastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga bersifat tahan serta kedap
terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk
fleksibel.Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan, mainan anak-anak,
pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil.
Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan
isolasi listrik.Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan
sekitar 68% digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
4. Teflon
Teflon merupakan nama lain dari Politetrafluoroetena (PTFE).Teflon merupakan lapisan
tipis yang sangat tahan panas dan tahan terhadap bahan kimia.Teflon digunakan untuk

pelapis wajan (panci anti lengket), pelapis tangki di pabrik kimia, pipa anti patah, dan
kabel listrik.
5. Polibutaena
Polibutadien adalah karet sintetis yang merupakan polimer terbentuk dari proses
polimerisasidari monomer 1,3-butadiena. Memiliki resistensi yang tinggi terhadap aus
dan digunakan terutama dalam pembuatan ban.Ini juga telah digunakan untuk melapisi
atau merangkum rakitan elektronik, menawarkan tahanan listrik yang sangat
tinggi.Polibutadiena paling banyak digunakan untuk membuat ban mobil. Karet ini juga
dapat digunakan pada bantalan kereta api, blok jembatan, bola golf,selang air, dll.

6. Poliester
Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester dalam
rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah "poliester" merupakan
sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat
(PET). Poliester termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kitin dari kulit ari
tumbuhan, maupun zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat.Dapat
diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi, poliester
sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah terbakar
di suhu tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri
saat terjadi pembakaran. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan Emodulus serta penyerapan air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila
dibandingkan dengan serat industri yang lain.Poliester digunakan untuk membuat botol,
film, tarpaulin, kano, tampilan kristal cair,hologram,penyaring, saput (film) dielektrik
untuk kondensator, penyekat saput buat kabel dan pita penyekat.Kain poliester tertenun
digunakan dalam pakaian konsumen dan perlengkapan rumah seperti seprei ranjang,
penutup tempat tidur, tirai dan korden. Poliester industri digunakan dalam pengutan
ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk pengaman, kain berlapis

dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang tinggi.Fiber fill dari
poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut penghangat.
7. Nilon 66
Nylon 6-6, juga disebut sebagai nilon 6,6, adalah jenis nilon.Nylon terdapat dalam
berbagai jenis, dua yang paling umum untuk industri tekstil dan plastik adalah: nilon 6
dan nilon 6,6.Nilon digunakan untuk banyak hal, seperti serat karpet, pakaian, airbag,
ban, tali, selang, stoking, parasut, dll.
8. Polistirena
Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon
cairyang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya
bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena
tergolong senyawa aromatik.Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak
berwarna, keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi
berbagai macam produk dengan detil yang bagus.Penambahan karet pada
saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan kejut.Polistirena jenis
ini dikenal dengan nama HighImpact Polystyrene (HIPS). Polistirena murni yang
transparan bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses compounding
Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan
komponen-komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena, a.l:
sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.

9. Fleksiglas
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. Polimetil
metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat(H2C = CHCOOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan
untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil (kaca alkrilik).

Rangkuman
Pemanfaatan polimer meliputi berbagai aspek kehidupan. Industri
polimer berkembang pesat selama beberapa puluh tahun terakhir ini,
bahan industri polimer dapayt dipandang sebagai industri dasar negara
industri.
Pemanfaatan polimer dalam kehidupan tergantung sifat-sifat
polimer. Bentuk-bentuk polimer yang banyak digunakan dalam kehidupan
adalah serat, elastomer, plastik, pelapis permukaan (cat) dan bahan
perekat (adhesive).

Ringkasan Polimer Termoplastik dan Termosetting


Polimer disebut juga dengan makromolekul merupakan molekul besar yang dibangun
dengan pengulangan oleh molekul sederhana yang disebut monomer. Polimer
(polymer) berasal dari dua kata, yaitu poly (banyak) dan meros (bagian bagian).
Klasifikasi polimer salah satunya berdasarkan ketahanan terhadap panas (termal).
Klasifikasi polimer ini dibedakan menjadi dua, yaitu polimer termoplastik dan polimer
termoseting.

1. Polimer termoplastik
Polimer termoplastik adalah polimer yang mempunyai sifat tidak tahan terhadap panas.
Jika polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan didinginkan akan
mengeras. Proses tersebut dapat terjadi berulang kali, sehingga dapat dibentuk ulang
dalam berbagai bentuk melalui cetakan yang berbeda untuk mendapatkan produk
polimer yang baru.
Polimer yang termasuk polimer termoplastik adalah jenis polimer plastik. Jenis plastik
ini tidak memiliki ikatan silang antar rantai polimernya, melainkan dengan struktur
molekul linear atau bercabang. Bentuk struktur termoplastik sebagai berikut.

Bentuk struktur bercabang termoplastik.

Polimer termoplastik memiliki sifat sifat khusus sebagai berikut.


-

Berat molekul kecil

Tidak tahan terhadap panas.

Jika dipanaskan akan melunak.

Jika didinginkan akan mengeras.

Mudah untuk diregangkan.

Fleksibel.

Titik leleh rendah.

Dapat dibentuk ulang (daur ulang).

Mudah larut dalam pelarut yang sesuai.

Memiliki struktur molekul linear/bercabang.

Contoh plastik termoplastik sebagai berikut.


-

Polietilena (PE) = Botol plastik, mainan, bahan cetakan, ember, drum, pipa

saluran, isolasi kawat dan kabel, kantong plastik dan jas hujan.
-

Polivinilklorida (PVC) = pipa air, pipa plastik, pipa kabel listrik, kulit sintetis, ubin

plastik, piringan hitam, bungkus makanan, sol sepatu, sarung tangan dan botol
detergen.
-

Polipropena (PP) = karung, tali, botol minuman, serat, bak air, insulator, kursi

plastik, alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci, pembungkus tekstil, dan
permadani.
-

Polistirena = Insulator, sol sepatu, penggaris, gantungan baju.

2. Polimer termoseting
Polimer termoseting adalah polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jika
polimer ini dipanaskan, maka tidak dapat meleleh. Sehingga tidak dapat dibentuk ulang
kembali. Susunan polimer ini bersifat permanen pada bentuk cetak pertama kali (pada
saat pembuatan). Bila polimer ini rusak/pecah, maka tidak dapat disambung atau
diperbaiki lagi.
Plomer termoseting memiliki ikatan ikatan silang yang mudah dibentuk pada waktu
dipanaskan. Hal ini membuat polimer menjadi kaku dan keras. Semakin banyak ikatan
silang pada polimer ini, maka semakin kaku dan mudah patah. Bila polimer ini
dipanaskan untuk kedua kalinya, maka akan menyebabkan rusak atau lepasnya ikatan
silang antar rantai polimer.
Bentuk struktur ikatan silang sebagai berikut.

Sifat polimer termoseting sebagai berikut.


-

Keras dan kaku (tidak fleksibel)

Jika dipanaskan akan mengeras.

Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang).

Tidak dapat larut dalam pelarut apapun.

Jika dipanaskan akan meleleh.

Tahan terhadap asam basa.

Mempunyai ikatan silang antarrantai molekul.

Contoh plastik termoseting :


Bakelit

= asbak, fitting lampu listrik, steker listrik, peralatan fotografi, radio,

perekat plywood.

Pengertian Plastik
Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu samalain. Rantai ini membentuk
banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik
didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan
lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan
memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.
Plastik dapat digolongkan berdasarkan:
Termoplastik
Merupakan material yang melunak jika di panaskan (dan akhirnya akan mencair) dan mengeras jika
didinginkan, dan reaksinya dapat balik. Materialnya merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi
dengan proses pemanasan ulang. Terdapat dua jenis termoplastik, Jenis termoplstik yang pertama adalah
termoplastik yang berstruktur gelas (amorf). Jenis termolastik ini sangat berguna pada lingkungan dibawah suhu
transisi gelasnya. Jenis yang kedua adalah termoplastik berstruktur semi-kristalin. Terminology semi-kristalin
digunakan karena rantai-rantai polimer termoplastik dapat tersusun teratur dalam tingkatan tertentu, dimana dapat
menyerupai tingkat struktur Kristal pada logam. Polimer jenis ini lebih tahan terhadap senyawa-senyawa kimia.
Contoh termoplastik adalah PE, PVC, Polstiren (PS), dan Nilon.
Termoset
Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan
kerusakan molekul-molekulnya. Termoset lebih keras dan lebih kuat daripada termoplastik dan memiliki stabilitas
dimensi yang lebih baik. Aplikasi termoset biasanya pada komponen-komponen yang digunakan pada suhu tinggi.
Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida.

2.

Sifat dan Jenis Plastik

Masing-masing plastik memiliki sifat-sifat yang berbeda, berikut beberapa karakteristik sifat plastik.
1. PET atau PolyEthylene Terephthalate
Adalah Jenis Plastik yang hanya bisa sekali pakai, seperti biasa Botol air Mineral dan hampir semua Botol
minuman lainnya. PET bersifat jernih, kuat, tahan bahan kimia dan panas, serta mempunyai sifat elektrikal baik
yang Jika. Pemakaiannya dilakukan secara berulang, terutama menampung air panas, lapisan polimer botol meleleh
mengeluarkan zat karsinogenik dan dapat menyebabkan Kanker. Pengunaan PET sangat luas antara lain : Botolbotol untuk air mineral, soft drink, kemasan sirup, saus, selai, minyak makan.
2. HDPE atau High Density PolyEthylene
Merupakan Jenis Plastik yang aman jika dibandingkan dengan Jenis Plastik PET karena memiliki sifat tahan
terhadap suhu tinggi. Sering dipakai untuk Botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, Botol Galon air
minum, dan lain-lain. Meski demikian, jenis plastik disarankan untuk tidak dipakai berulang.
3. PVC atau PolyVinyl Chloride
Merupakan Jenis Plastik yang sulit didaur ulang, seperti botol-botol Plastik dan Plastik Pembungkus. Jangan
gunakan Plastik jenis ini untuk membungkus makanan karena jenis plastik ini memiliki kandungan PVC atau DEHA
yang berbahaya untuk Ginjal dan Hati.
4. LDPE atau Low Density PolyEthylene
Merupakan Jenis Plastik yang bisa didaur Ulang, baik dipakai untuk tempat minuman maupun makanan.
5. PP atau PolyPropylene
Memiliki sifat tahan terhadapbahan kimia (chemical Resistance) yang baik tetapi ketahan terhadap pukul
(Impact Strenght) rendah. Juga baik digunakan untuk tempat minuman maupun makanan. Jenis Plastik semacam ini
lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah dan biasanya digunakan untuk botol minum bayi.

6. PS atau PolyStyrene

Merupakan Jenis Plastik yang digunakan untuk tempat minum atau makanan sekali pakai. Mengandung bahan
bahan Styrine yang berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat
pada masalah reproduksi dan sistem saraf.

3 Berdasarkan sumbernya

Polimer alami : Kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut

Polimer sintetis:
+ Tidak terdapat secara alami : Nylon, poliester, polipropilen, polistiren

+ Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis


+ Polimer alami yang dimodifikasi : seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami
modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya). Berdasarkan jumlah rantai
karbonnya

1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)

5 ~ 11 Cair (bensin)

9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah

16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)

25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)

1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)

4. Proses Pembuatan
A. Proses Injection Molding
Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper kemudian turun ke dalam
barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) dimana ia dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan
oleh gesekan akibat perputaran sekrup injeksi. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang
juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Produk yang sudah
dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidraulik yang tertanam dalam rumah cetkan
selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses pendinginan produk secara bersamaan
di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan
menutup, plastik leleh bisa langsung diinjeksikan.

B. Proses Ekstrusi
Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap. Keuntungan dari proses ekstrusi adalah
bisa membuat benda dengan penampang yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi
hanya bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja
dan plastik adalah contoh bahan yang paling banyak diproses dengan ekstrusi. Contoh barang dari baja yang dibuat
dengan proses ekstrusi adalah rel kereta api. Khusus untuk ekstrusi plastik proses pemanasan dan pelunakan bahan
baku terjadi di dalam barrel akibat adaya pemanas dan gesekan antar material akibat putaran screw.
Variasi dari ekstrusi plastik
1. blown film
2. flat film and sheet
3. ekstrusi pipa
4. ekstrusi profil
5. pemintalan benang
6. pelapisan kabel

C. Proses Thermoforming
Thermoforming adalah proses pembentukan lembaran plastik termoset dengan cara pemanasan kemudian
diikuti pembentukan dengan cara pengisapan atau penekanan ke rongga mold. Plastik termoset tidak bisa diproses
secara thermoforming karena pemanasan tidak bisa melunakkan termoset akibat rantai tulang belakang molekulnya
saling bersilangan. Contoh produk yang diproses secara thermoforming adalah nampan biskuit dan es krim.

D. Proses Blow Molding


Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-produk berongga (botol) dimana
parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi dikembangkan dalam cetakan oleh tekanan gas. Pada dasarnya blow
molding adalah pengembangan dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.

http://terasepte.blogspot.com/2013/04/polimer-plastik.html