Profil perusahaan

PT Bank Lippo Tbk merupakan perusahaan yang menyediakan produk perbankan
umum dan pelayanan dengan segmen konsumen dan perusahaan di Indonesia.
Perusahaan ini menyediakan account pribadi, kartu debit, kartu distribusi, kartu
kredit, produk investasi, bancassurance, safe deposit dan produk dan layanan
pembayaran. PT Bank Lippo Tbk juga menawarkan deposito, giro, pengiriman uang,
pembukaan, rekening tabungan, pembiayaan perdagangan, dan produk bank draft
dan jasa. Pada 24 April 2007, beroperasi 400 cabang dan kantor, dan 693 anjungan
tunai mandiri. Sejarah Bank Lippo dimulai pada tahun 1948 dan didirikan oleh
Mochtar Riady bersama grup Lippo hingga sempat menjadi bank kesembilan
terbesar dalam jumlah aktiva yang dimilikinya. Saat Asia mengalami krisis pada
tahun 1997, Indonesia menjual sebagian saham di Bank Lippo yang digunakan
untuk menutup defisit anggaran pemerintah Indonesia yang mencapai 450 triliun
rupiah. Penjualan itu akhirnya juga digunakan untuk menyelamatkan keuangan
bank-bank yang mengalami krisis pada saat itu. Kemudian pada tahun 2004 sebuah
lembaga asal Swiss yang bernama Swissasia Global, membeli 52,1 persen saham
Bank Lippo dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selanjutnya Pada
tanggal 26 Agustus 2005, pemegang saham bank dan Bank Indonesia menyetujui
penjualan 52,05% saham mayoritas dimiliki oleh Swissasia Global ke Santubong
Investment BV yang sepenuhnya dimiliki oleh Khazanah Nasional Berhad, sebuah
institusi investasi milik pemerintah federal Malaysia. Penjualan mulai berlaku pada
Sejak Khazanah, memiliki kepentingan langsung dari 93 persen di Bank Lippo
melalui Santubong Investment BV dan Greatville Pte. Ltd, dan juga memiliki 64
persen dari Bank CIMB Niaga melalui Bumiputra-Commerce Holdings, Bank Niaga
dan Bank Lippo harus digabung untuk memenuhi ke "kebijakan kepemilikan

tunggal" bank sentral Indonesia. Pada November 2008, Lippo Bank resmi bergabung
dengan Bank CIMB Niaga dan dikenal sebagai PT Bank CIMB Niaga Tbk anak
perusahaan Indonesia dari CIMB Group.

Susunan Direksi dan Komisaris PT Bank Lippo Tbk
Komisaris
Direksi
Presiden Komisaris
DR Mochrar Riady
Presiden Direktur
I gusti Made Mantra
Wakil Presiden Komisaris
Roy Edu Tirtadji
Wakil Presiden Direktur
Eddy Harsono Handoko
Komisaris
Anggito Abimanyu
Wakil Presiden Direktur
Rachmawaty
Komisaris
Hadiah Harawatis
Direktur
Ivan Setiawan Budiono
Komisaris
Masagoes Ismail Ning
Direktur
Harry Sasongko
Komisaris
Rudi Toha Bachrie
Direktur
Harnanda Noerlan
Komisaris
Markus Parmadi
Komisaris
Junianto tri Prijono

Sumber: pengumuman Hasil RUPS Luar biasa PT bank Lippo Tbk- No : JKT- 185/LIST-PENG/BES/XI/2002

Overview Kasus
Seperti diketahui, telah terjadi perbedaan laporan keuangan Bank Lippo per 30
September 2002, antara yang dipublikasikan di media massa dan yang dilaporkan ke BEJ.
Dalam laporan yang dipublikasikan melalui media cetak pada tanggal 28 November 2002
disebutkan total aktiva perusahaan sebesar Rp 24 triliun dengan laba bersih Rp 98
Miliar.Sedangkan dalam laporan ke BEJ tanggal 27 Desember 2002, total aktiva berkurang
menjadi Rp 22,8 triliun dan rugi bersih (yang belum diaudit) menjadi Rp 1,3 triliun.
Manajemen Lippo beralasan, perbedaan itu terutama pada kemerosotan nilai agunan yang
diambil alih (AYDA) dari Rp 2,393 triliun pada laporan publikasi dan Rp 1,42 triliun pada
laporan ke BEJ. Akibatnya keseluruhan neraca dan akun-akun berbeda signifikan, termasuk
penurunan rasio kecukupan modal (CAR) dari 24,77 persen menjadi 4,23 persen. 1

1 http://www.tempo.co.id/hg/ekbis/2003/01/27/brk,20030127-19,id.html

Laporan Keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang diiklankan di surat kabar pada tanggal 28 November 2002. Laporan Keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 Bank Lippo Tbk per 30 Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang diiklankan di surat September 2002 yang disampaikan ke BEJ September 2002 yang disampaikan oleh kabar pada tanggal 28 pada tanggal 27 Desember Akuntan Publik KAP Prasetio. ternyata terdapat 3 versi laporan keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 september 200. Laporan Keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang disampaikan oleh Akuntan Publik KAP Prasetio. Laporan Keuangan PT 3. Laporan Keuangan PT 2.Dalam Press release bapepam . dari 3 versi ini semuanya dinyatakan telah diaudit. Laporan Keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang disampaikan ke BEJ pada tanggal 27 Desember 2002. pemenuhan kewajiban PT Bank Lippo Tbk untuk 2003 Versi Laporan menyampaikan Laporan keuanga Keuangan n Triwulan ke-3 tahun 2002 . 2. 3. yaitu: 1. Pemuatan iklan tersebut 2002. Ketiga versi laporan keuangan tersebut disajkan ditabel dibawah ini: 1. Sarwoko & merupakan pelaksanaan Sandjaja kepada kewajiban PT Bank Lippo Penyampaian laporan Manajemen PT Bank Lippo Tbk atas ketentuan Bank tersebut merupakan Tbk pada tanggal 6 januari Indonesia. November 2002. Sarwoko &Sandjaja kepada Manajemen PT Bank Lippo Tbk pada tanggal 6 Januari 2003.

d.42 triliun. Pernyataan manajemen a. Total aktiva per 30 Rp 1. Nilai Agunan Yang Diambil September 2002 sebesar Rp 2. Sarwoko & Laporan keuangan Konsolidasi yang telah akuntan publik Sandjaja diaudit oleh KAP Prasetio. Penyajian dalam bentuk Desember 2002. Diambil Alih (“AYDA”) per 30 Diambil Alih-bersih c. Total aktiva per 30 September 2002 sebesar Rp September 2002 sebesar September 2002 sebesar Rp . Laporan Auditor asi a. c. c.Sarwoko & dengan pendapat WTP Sandjaya (penanggung jawab Drs. kecuali untuk Catatan 40a tertanggal 22 November 2002 dan Catatan 40c tertanggal 16 b. Penyajian dalam bentuk komparasi per 30 komparasi per 30 komparasi per 30 September 2002 (“Diaudit”) dan per 30 September 2002 (“audited”) dan 30 September 2002. d. Laporan Auditor Ruchjat Kosasih) dengan Independen tersebut pendapat wajar tanpa tertanggal 20 November pengecualian 2002. Nilai Agunan Yang (“unaudited”). Ruchjat Kosasih dari disusun berdasarkan disertai dengan opini KAP Prasetio. pernyataan Manajemen PT Bank Lippo Tbk bahwa Independen yang berisi dalam PT Bank Lippo Tbk bahwa laporan keuangan yang opini Akuntan Publik laporan disampaikan adalah keuang laporan keuangan an laporan keuangan tersebut “audited” yang tidak Drs. Penyajian dalam bentuk b.393 (“AYDA”) per 30 September 2002 sebesar Alih-bersih (“AYDA”) per 30 September 2002 sebesar Rp triliun. Nilai Agunan Yang Desember 2000. Total aktiva per 30 1. d.42 triliun. 31 September 2001 (“Tidak September 2001 Desember 2001 dan 31 Diaudit”). b.inform a.

Rasio Kecukupan Modal f. Laporan keuangan itu dilansir guna memenuhi ketentuan Bank Indonesia.77%. Rasio Kecukupan Modal sebesar sebesar 4. Rugi bersih per 30 30 September 2002 sebesar Rp September 2002 sebesar Rp 1.273 September 2002 sebesar Rp 1. MenurutPresiden Direktur Bank Lippo I Gusti Made Mantra.tempointeraktif.23%. e. 2 2 http://www. miliar.77% menjadi hanya sebesar 4. e. triliun. sebesar 4. laporan keuangan kuartal III tahun 2002 yang dipublikasikan pada 28 November 2002 lalu belum memasukkan hasil penilai terhadap transaksi yang diketahui kemudian.8 triliun. agar laporan keuangan diumumkan paling lambat 60 hari setelah masa buku ditutup. Minimum Yang Tersedia f. Rugi bersih per 30 22. dimana Rasio Kecukupan modal yang disyaratkan oleh Bank Indonesia pada saat itu adalah sebesar 8%. pada tanggal 15 januari 2003. Bank Lippo dipanggil BEJ dan Bapepam untuk menjelaskan soal laporan ganda. Laba tahun berjalan per Rp 22.23%.24. e.com/share/? act=TmV3cw==&type=UHJpbnQ=&media=bmV3cw==&y=JEdMT0JBTFNbeV0=&m=JEdMT0JBTFNbbV0=&d=JEdMT0JBTFNbZF0=&id=OTUx . seperti dituturkan Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah. Rasio Kewajiban Modal 24. "Kalau menurut BEJ tidak harus diumumkan itu.273 98.77 triliun.23%.185 triliun. (Sumber Press Release BAPEPEM) Seperti terlihat diatas pada rasio kecukupan modal (CAR) juga terjadi penurunan yang signifikan dari 24. f. Tanggapan Manajemen Atas Perbedaan Laporan keuangan ini." kata Erry.8 triliun.

4 triliun menjadi Rp 1. Menurut seorang pejabat Bank Lippo yang tak mau disebut namanya. sehingga Bank Lippo dianggap rugi Rp 1. Menurut penilaian konsultan mengacu harga pasar.Pihak Lippo berdalih. menjelaskan bahwa perbedaan isi laporan disebabkan adanya peristiwa setelah tanggal neraca (subsequent event)." ujarnya menjawab telepon TEMPO.com/id/arsip/2003/01/27/EB/mbm. kerugian itu terjadi menyusul adanya laporan konsultan penilai per 16 Desember terhadap aset yang diambil alih dan sekarang dalam proses penjualan. aset properti senilai Rp 2.BPPN mengguyur pasar melalui penjualan aset secara besar-besaran dengan harga obral.tempointeraktif." katanya menambahkan.6 triliun itu telah menurun menjadi Rp 1. penurunan drastis nilai aset yang kebanyakan berbentuk properti ini terjadi karena saat itu--Juni 2002-.4 triliun. 3 Menjawab teka-teki dalam maalah laporan keuangan ini tidaklah mudah. Hal ini dibenarkan oleh Presiden Direktur Lippo Bank. I Gusti Made Mantra. Selain itu. 3 Ibid 4 http://majalah.6 triliun sehingga Lippo harus menyediakan cadangan sebesar Rp 980 miliar.EB84454. "Akibatnya. terutama karena manajemen Lippo Bank cenderung tutup mulut." kata pejabat itu. Presiden Direktur Bank Lippo. "Direksi diperintahkan tutup mulut.html .id.2 triliun. ketika aset itu dinilai otomatis nilainya turun. Keuntungan bank ini sebesar Rp 200 miliar tidak memadai untuk menutupi pencadangan sebesar Rp 1. Namun. I Gusti Made Mantera. Sehingga total dana yang dicadangkan sebesar Rp 1. Sabtu tanggal 27 januari 2003 "Saya diminta puasa bicara. 4 Dalam sebuah konferensi pers.4 triliun. bank ini juga mencadangkan untuk aset lain yang kualitasnya memburuk sebesar Rp 400 miliar.20030127. yakni berupa penurunan nilai aset yang diambil alih (AYDA) dari Rp 2.42 triliun.

id. Kok. I. harga saham Bank Lippo terus merosot.tempointeraktif. Padahal.5 Pada tanggal 24 Februari 2003. harga saham bank terbesar nomor tujuh Indonesia itu telah melorot turun hingga 75 persen. mencantumkan kata audited pada laporan keuangan yang unaudited.EB85320. Tiga tahun lalu. Untuk menambal kerugian yang besar itu.com/id/arsip/2003/02/24/EB/mbm. BEJ telah melakukan beberapa tindakan. tapi diperkirakan lebih dari Rp 1 triliun.20030217.yang menarik. Dalam tempo tujuh bulan sejak April 2002. mau menambah kapital lagi? Sementara itu.tempointeraktif. BEJ meminta manajemen Lippo melakukan klarifikasi. di pasar modal.6 Tanggapan BEJ Sehubungan dengan temuan ini. harga saham bank lain di bursa Jakarta justru sebaliknya. bank yang didirikan keluarga Riady itu sudah diinjeksi modal Rp 7.id. manajemen bank itu diwajibkan melakukan paparan publik. BEJ menilai klarifikasi yang dilakukan belum jelas. Paparan publik dilakukan pada tanggal 11 Februari lalu Sebelumnya. BEJ menilai manajemen Lippo telah melakukan kelalaian. Mantera. menyatakan. pihak direksi terkesan berusaha menutupi fakta bahwa aset tersebut berasal dari Grup Lippo. Yaitu. Bank Lippo akan melakukan penambahan kapital.EB85108. Karena dua kali hearing. yang diserahkan kepada Bank Lippo menjelang rekapitalisasi pada 1999. Para analis lagilagi melongo. Mantera mengatakan. 5 http://majalah.G. dalam rilis yang dikirimkan.com/id/arsip/2003/02/17/EB/mbm. malah terus membaik.html) 6 http://majalah.7 triliun dari pemerintah.20030224. Besarnya tambahan modal memang belum dipastikan. Tanggal 15 Januari 2003 lalu.html .M. Presiden Direktur Bank Lippo.

7 Terkait dengan dilakukannya penilaian kembali atas Aset Yang Diambil Alih (AYDA)." kata dia.co.id.id/hg/ekbis/2003/02/17/brk.tempointeraktif. sambil menambahkan 7 http://www. 9 Menanggapi hal ini. yaitu ke Bank Indonesia.20030203-25. yang mengaudit laporan keuangan PT Bank Lippo Tbk. Laporan perkembangan ini harus dilakukan manajemen Lippo mulai tanggal 24 Februari hingga dikeluarkannya laporan keuangan auditan per 31 Desember 2002 kepada publik.co.id. memeriksa kantor akuntan publik Ernst & Young. yang mengaku hanya mengaudit laporan keuangan Lippo yang dilaporkan ke Bursa Efek Jakarta. pada hari bursa pertama setiap minggunya. "Kita cuma merasa membuat audit report ke BEJ tuh. kantornya belum selesai mengaudit laporan keuangan itu.html 9 http://www. Sarwoko and Sanjaya. BEJ memberikan sanksi berupa peringatan keras kepada manajemen.id/hg/ekbis/2003/02/17/brk.tempo.20030217-17.tempo.id. "Valuasinya belum selesai karena belum menyesuaikan agunannya.html 8 http://www. Managing Partners Sarwoko yaitu Iman Sarwoko.". Sehubungan dengan itu. Saat laporan keuangan Lippo pertama kali keluar kepada publik. Pemeriksaan ini untuk mengklarifikasi pernyataan Managing Partners Sarwoko Iman Sarwoko beberapa waktu lalu.html .sehingga mengakibatkan kerancuan informasi pada publik. 8 Bapepam Periksa Akuntan yang mengaudit Bank Lippo Badan Pengawas Pasar Modal pada senin 3 februari 2003.com/hg/ekbis/2003/02/03/brk.20030217-17. maka BEJ mewajibkan manajemen untuk memberikan progress report yang ada. bersikukuh menyatakan bahwa kantornya hanya mengaudit laporan keuangan Lippo yang dilaporkan ke BEJ.

Karena.20030220-09.html . "Harusnya kalau memang mau dilaporkan juga. sulit bagi Sarwoko dan Sanjaya untuk ikut pula mempertanggungjawabkan laporan keuangan ganda itu. Dan tahun lalu juga terjadi demikian. Bapepam.id. ini biasa disebut dengan dual dating. “Biasa itu kalau ada sub sequen event lalu ada laporan berikutnya.id/hg/ekbis/2003/02/20/brk.tempo.co. "Anda hubungi dia saja. Ruhiyat Kosasih.ada selisih waktu sekitar 3 minggu dari laporan ke BI dan selesainya audit oleh kantornya. Jadi. bilang saja itu bukan laporan belum diaudit. Deputi Kepala BPPN Junianto Triprijono dan Asisten Menko Perekonomian Hadiah Herawati. Dan sudah dijelaskan dalam paparan publik beberapa waktu lalu tidak ada dua laporan melainkan hanya satu. Karena itu." imbuhnya.html www. tutur Iman. “Mereka lalai mencantunkan kata-kata 10 11 http://www.20030203-25.” kata wakil pemerintah di Bank Lippo ini yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan.com/hg/ekbis/2003/02/03/brk. "Kita punya bukti kok audit report-nya yang ke BEJ. Tapi Iman belum bisa mengungkapkan hasil pertemuan hari ini 10 dengan bapepam. Mentri Negara BUMU mengatakan akan segera memangiil komisaris pemerintah di Bank Lippo.11 Anggito mengatakan laporan ganda merupakan hal yang biasa. dan BPPN terkait laporan keuangan ini." katanya.Dia mengaku siap diperiksa dan dimintai keterangan oleh BEJ. Ia menegaskan pihaknya sudah mengakui itu sebagai kelalaian. dia tidak tahu menahu kenapa ada laporan keuangan yang sebenarnya belum beres diaudit tapi sudah dilaporkan ke BI.tempointeraktif.id. Tanggapan Komisaris Laksamana Sukardi. lanjutnya." tandasnya. wakil pemerintah di Bank Lippo adalah Anggito Abimanyu. Kata dia. yang memenuhi panggilan itu adalah penanggung jawab langsung laporan itu dari Sarwoko dan Sanjaya.

jajaran komisaris sudah mengingatkan untuk mencermati kembali setiap laporan.html . Tapi. Tapi pekan lalu. ungkap dia. "Sudah saatnya saya bicara." Wakil Presiden Komisaris Bank Lippo ini memberi alasan saat menerima tim TEMPO.” Karenanya ketika ditanya kalau Bapepam menyatakan kesalahan di pihak Lippo apakah ia siap mundur? Ia menjawab.20030220-09.id/hg/ekbis/2003/02/20/brk. Bank Lippo memutuskan untuk menunggu sampai kondisi membaik. di sebuah kamar suite di Hotel Aryaduta. Tiap kali diwawancarai.id/hg/ekbis/2003/02/20/brk. Pihaknya akan tutup buku dan Anggito menambahakan penjualan aset kredit sudah tidak dilakukan lagi oleh pihaknya.html 13 www.tempo.” tegas Anggito. soal paparan publik itu merupakan urusan jajaran direksi.co. Roy Tirtadji dikenal dengan sebutan Mr. “Karena dalam RUPS (rapat umum pemegang saham) juga sudah diputuskan bahwa penjualan itu dengan syarat tidak merugikan jadi tunggu situasi lebih baik.id. Kamis kemarin. Off The Record. Masa komisaris memeriksa kalimat per kalimat. “Yang menyampaikan laporan keuangan itu kan direksi. ia selalu buru-buru meminta semua pernyataannya tak dikutip. kesalahan itu tidak terlalu fatal karena hanya alpa mencantumkan kata audit pada laporan ke Bursa Efek Jakarta. kata dia.co. 13 DI kalangan wartawan. “pokoknya semua proses hasil prosedur kita serahkan ke Bapepam.id.” jelas dia. lalu apalagi sudah minta maaf sekarang tinggal serahkan ke Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal). Berikut petikannya pada tanggal 3 maret 2003 Kenapa laporan keuangan Bank Lippo yang tak diaudit dikatakan sudah diaudit? 12 www.audit.20030220-09.tempo. Anggito mengatakan kinerja banknya tidak ada yang salah.12 Dalam setiap rapat.” Toh. seiring kian memuncaknya skandal Bank Lippo. "tradisi" ini mendadak ia tinggalkan.

com/id/arsip/2003/03/03/LU/mbm. dan 16 Desember. siapa debitor aslinya? Ada asas kerahasiaan bank sehingga saya tidak bisa memberi tahu Anda.20030303. tapi tanggalnya saja yang ganda: tanggal 20 November. tapi memang baru di Indonesia. tanda tangannya juga satu. 22 November.id. dan harus menuruti peraturan yang berlaku. Ini masalah rumit. Soal aset yang diambil alih (AYDA).LU85698.Laporan keuangan yang kita laporkan cuma satu. Terkait atau tidak? Saya katakan tidak. Opininya satu. Saya rasa tidak begitu. Apakah pengutang itu masih terafiliasi dengan Grup Lippo? Perlu diingat.tempointeraktif. Hanya satu. ada peraturan di mana perusahaan publik yang minimal 30 persen sahamnya dimiliki masyarakat tidak dianggap terafiliasi.html . Berarti BEJ salah memberi peringatan keras kepada Lippo? Silakan tanya ke BEJ. Ini normal untuk standar internasional. Jadi. Saya tidak tahu ada peraturan yang mengharuskan bank mempublikasi aset yang diambil alih. jawabannya sudah. AYDA itu memang ada yang dari Lippo Karawaci. kalau ditanya apakah itu sudah diaudit. Saya profesional. tidak ada dua laporan audit. Tapi. Laporan yang kami publikasi pada 28 November memang belum ditandatangani. karena ada peraturan tadi.14 14 http://majalah. Peraturan Bank Indonesia mengatakan yang wajib dirahasiakan hanya nasabah dan simpanannya. Soal kredit kan tidak.

mengacu pada praktek pasar yang sehat sesuai dengan perundangundangan yang berlaku dalam rangka menjaga kinerja Bank Lippo. "Enak saja. pada yanggal 24 februari 2003.EB84454. Proses 15 http://majalah.1 persen tidak sepenuhnya benar. antara lain: 1. I Nyoman Sender.com/id/arsip/2003/01/27/EB/mbm.7 persen menjadi 4. Sender pun mengakui bahwa pengaruh pemilik lama di Lippo Bank masih kuat." katanya.Ketua BPPN Syafruddin Temenggung memastikan untuk tidak merekap Lippo.20030127. Deputi Ketua BPPN Bidang Restrukturisasi Perbankan. memberikan tanggapan terkait kasus ini. sedangkan penurunan CAR dimaksud terjadi karena adanya pencadangan atas nilai AYDA yang dinilai oleh penilai independen. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang mewakili pemerintah telah memberikan persetujuan atas penjualan AYDA.Tanggapan BPPN Pada tanggal 27 januari 2003. pun sepakat dengan bosnya. 2.html . Proses penjualan AYDA saat ini masih berlangsung.tempointeraktif. Dengan demikian masalah penjualan AYDA dan penilaian aset penjualan merupakan dua hal yang terpisah.id. dengan catatan bahwa penjualan aset tersebut dilaksanakan secara terbuka. Bahkan. Penjualan AYDA telah diagendakan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 November 2002. katanya. Pernyataan bahwa penjualan AYDA membuat CAR merosot dari 24.15 Raymond van Beekum Kepala Divisi Komunikasi BPPN. BPPN akan mengganti manajemen Lippo jika mereka tidak mampu mengelolanya.

Untuk itu BPPN mengharapkan agar semua pihak untuk dapat bersabar. BPPN saat ini masih menunggu hasil dari penilaian AYDA dimaksud. Hal tersebut sebagaimana pernah beliau sampaikan bahwa penunjukan dirinya sebagai komisaris Bank Lippo dalam RUPS pada 24 Januari 2002 sebenarnya belum pernah efektif. tidak menempati posisi jabatan Komisaris Bank Lippo. 5. Perlu kami klarifikasi bahwa Ketua BPPN. 4. dan karenanya secara de facto tidak pernah terlibat langsung dalam kepengurusan Bank Lippo. Beliau telah mengundurkan diri sebagai anggota komisaris secara . Saat ini pihak penilai independen tersebut sedang menjalankan tugasnya. Penurunan nilai AYDA baru diketahui oleh BPPN setelah BPPN menyetujui usulan penjualan AYDA melalui RUPSLB. yang akan tecermin pada laporan keuangan per posisi 31 Desember 2002 sebelum BPPN menentukan tindakan selanjutnya. Temenggung. Beberapa bank di bawah pengawasan BPPN juga telah melaksanakan program penjualan aset dimaksud. telah ditunjuk pihak penilai independen untuk melakukan penilaian kembali atas AYDA yang dimaksud. Bapak Syafruddin A.penjualan AYDA adalah merupakan fenomena umum dan bukan hanya terjadi pada Bank Lippo. Sebagai informasi dapat kami sampaikan bahwa RUPSLB dilaksanakan pada 22 November 2002. 6. sedangkan informasi hasil penilaian pihak independen atas AYDA ini baru disampaikan Bank Lippo ke media massa melalui press release pada 17 Desember 2002. Menindaklanjuti pengumuman bersama antara BPPN dan Bank Lippo pada 17 Januari 2003. 3.

Badan Penyehatan Perbankan Nasional pun memastikan tak perlu melakukan right issue (penerbitan saham untuk dijual) untuk meningkatkan modal Bank Lippo.com/id/arsip/2003/02/24/SRT/mbm.SRT85446.id. telah ditunjuk pihak penilai independen untuk melakukan penilaian kembali atas AYDA17 Tanggal 27 februari 2003. yakni senilai Rp 2.20030224. rasio kecukupan modal (CAR) Bank Lippo masih di atas 20 persen.4 triliun. Konsekuensinya. Pengunduran diri ini dilakukan sebelum beliau diangkat menjadi Ketua BPPN pada tanggal 23 April 2002. tak jauh berbeda dengan perhitungan awal. 16 http://majalah. Sejak tanggal pengunduran dirinya sampai pengangkatannya menjadi Ketua BPPN. tapi hanya sedikit.tempointeraktif.SRT85446.id.html 17 http://majalah." kata Kepala BPPN Syafruddin Temenggung di Jakarta. Kamis (27/2). rasio kecukupan modal (CAR) Bank Lippo masih di atas 20 persen.tim penilai independen valuasi aset ini menyatakan bahwa nilai aset yang diambil alih (AYDA) Lippo saat ini. Konsekuensinya. beliau belum mengikuti proses fit and proper test di Bank Indonesia sehingga belum dinyatakan efektif sebagai anggota komisaris Bank Lippo. Valuasi aset Bank Lippo tersebut dilakukan oleh Satyatama Graha Tara .html . "Hitungan AYDA tak menurun signifikan. Dengan demikian hingga saat ini beliau tidak pernah melaksanakan fungsi kepengurusan di Bank Lippo.20030224.tempointeraktif.16 Aset Yang Diambil Alih (AYDA) Berdasarkan pengumuman bersama antara BPPN dan Bank Lippo pada 17 Januari 2003.com/id/arsip/2003/02/24/SRT/mbm.resmi dan berlaku efektif sejak 22 April 2002.

Pernyataan Syafruddin memang mengenakkan sesaat." kata dia. Syafruddin menambahkan. Sebab jika dijual juga. "Pokoknya. Pemeriksaan terhadap laporan keuangan Bank Lippo memang baru akan diumumkan pada pertengahan Maret mendatang. justru akan menyebabkan CAR Bank Lippo anjlok. Berdasarkan valuasi. Alasannya. AYDA bakal dijual pada tahun ini karena kebutuhan likuiditas dan untuk menurunkan biaya dana atas aset yang diambil alih. Pemeriksaan versi Bapepam hanya soal skandal laporan keuangan ganda ke dugaan rekayasa harga saham di pasar modal. sedang kita hitung. Tengok saja. Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) justru menyerahkan penanganan pemeriksaan terhadap lembaga penilai Bank Lippo kepada Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan. Pada saat yang sama. penilaian ulang aset itu bertujuan untuk menjernihkan kontroversi mengenai penurunan nilai aset Bank Lippo. Namun akan segera dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa Lippo dalam waktu dekat. Menurut Syafruddin. Langkah tersebut menyangkut pemeriksaan akuntan publik Bank Lippo. BPPN bisa menolak penjualan AYDA seperti yang ditargetkan Lippo.Valuasi aset Bank Lippo tersebut dilakukan oleh Satyatama Graha Tara. Polemik dualisme laporan keuangan itu dipublikasikan pada Desember 2002. bila penjualan malah menyebabkan AYDA menurun secara signifikan. menurut Ketua Bapepam Herwidayatmo. Menurut Syafruddin. pemeriksaan lembaga penilai bukan kewenangan lembaganya. manajemen. Tapi. BPPN tidak bakal menjual AYDA pada disstress value atau harga yang tertekan. manajemen Lippo menggunakan asumsi. serta lembaga penilai AYDA .

Polemik dualisme laporan keuangan itu dipublikasikan pada Desember 2002 Berdasarkan valuasi. akan diketahui pihak yang bertanggung jawab terhadap laporan keuangan ganda Bank Lippo tersebut.yang ditunjuk BPPN. apakah penilai sudah independen dan melaksanakan tugasnya dengan baik.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV) Perbankan Nasional pun memastikan tak perlu melakukan right issue (penerbitan saham untuk dijual) untuk meningkatkan modal Bank Lippo. Syafruddin menambahkan. Valuasi aset Bank Lippo tersebut dilakukan oleh Satyatama Graha Tara. Herwidayatmo menambahkan." kata dia. sedang kita hitung. Kamis (27/2). tapi hanya sedikit.Namun akan segera dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa Lippo dalam waktu dekat. Namun . "Pokoknya. "Hitungan AYDA tak menurun signifikan. BPPN tidak bakal menjual AYDA pada disstress value atau harga yang tertekan. "Ini untuk melihat." kata Kepala BPPN Syafruddin Temenggung di Jakarta. penilaian ulang aset itu bertujuan untuk menjernihkan kontroversi mengenai penurunan nilai aset Bank Lippo. Pendapat Pengamat Perbankan Menurut pengamat perbankan dari Bahana Sekuritas Mirza Adityaswara. sebelum kedua laporan keuangan itu dikeluarkan." kata dia. justru akan menyebabkan CAR Bank Lippo anjlok . Sebab jika dijual juga. Pascapemeriksaan. Menurut Syafruddin. sebenarnya perusahaan sudah mengetahui adanya penurunan nilai agunan yang diambil alih (AYDA).

Dia menjelaskan. Menurut Mirza. untuk menjual saham Bank Lippo yang dimilikinya kepada Lippo Group. Dengan CAR di bawah delapan persen. 19 Mirza juga mengatakan .id. menurut Mirza." kata 18 http://www. Hal ini dilakukan agar saham yang dijual pemerintah bisa dibeli dengan harga murah. mau tidak mau BPPN harus merekap ulang. ada penurunan nilai aset yang diambil alih.20030127-19. Tidak masuk akal alasan timing different. sebelumnya Menteri Keuangan pada saat itu hanya mau melepas saham Lippo seharga Rp 300 miliar saham (Rp 300 per saham) kepada Lippo Group. “Jadi mereka harusnya sudah tahu lebih dulu. BI akan menutupnya. hal ini juga terkait dengan adanya usaha put option yang akan dilakukan pemerintah. publik akan merespon negatif jika mengetahui kinerja bank milik Mochtar Riady jeblok. Meski Lippo telah melakukan revisi atas laporan keuangan tersebut.perusahaan tetap memakai dua laporan keuangan yang berbeda. Namun Lippo sendiri melalui penilai independen mengatakan nilai wajar Bank Lippo sebesar Rp 30 per saham.” tandasnya. Karena itu dia menduga. 18 Selain takut diketahui menderita rugi. Mirza menilai harus tetap ada sanksi yang tegas terhadap bank itu. Lippo Bank seperti tak memberikan banyak pilihan kepada BPPN.42 triliun. katanya.co.” imbuhnya. dari Rp 2. Aset ini merupakan jaminan yang diserahkan Grup Lippo sebagai pembayaran atas utang-utangnya kepada Lippo Bank. "Ada upaya fait accompli. Mereka takut. dalam hal ini BPPN. dengan adanya nilai Rp 30 per saham menunjukkan mereka sudah akan melakukan penyusutan nilai agunan yang diambil alih.html 19 ibid .id/hg/ekbis/2003/01/27/brk. manajemen Lippo berusaha membohongi publik dengan menyebutkan perusahaannya mendapat untung.tempo.39 triliun menjadi hanya Rp 1. “Harusnya tidak perlu takut kalau memang rugi. Jika tidak.

Saat itulah Grup Lippo memborong saham Lippo di bursa. Dalam enam bulan. Ternyata.html http://majalah. Cara ini berakibat dua hal: saham pemerintah akan berkurang atau saham pemerintah tetap melalui suntikan modal. analisis konsultan UBS Warbrug menyimpulkan bahwa AYDA senilai Rp 2. Akibat kisruh ini. pemilik lama akan masuk karena mereka masih punya saham sekitar 8. yang Rp 1.EB85108. 20 21 http://majalah.4 triliun itu setara dengan 82 persen modal bank. Sementara itu.EB84454. 20 Analis lainya Lin Che Wei yakin bahwa pemilik lama Lippo. sami mawon. Pialang yang menggoreng saham ternyata yang itu-itu juga. agar manajemen Lippo diganti.id. anak perusahaan Lippo sendiri.11 persen melalui Lippo E-Net. harganya jatuh dari Rp 75 per lembar menjadi cuma Rp 25. Satu di antaranya adalah Ciptadana Securities. rasio kecukupan modalnya (capital adequacy ratio/CAR) serta-merta anjlok dari 24.42 triliun.misalnya AYDA. Tapi secara hampir bersamaan mereka juga memborong saham Bank Lippo dengan harga supermurah. yaitu keluarga Riady. jika pemerintah tidak mengambil haknya.tempointeraktif.com/id/arsip/2003/02/17/EB/mbm.20030217.77 persen menjadi 4.com/id/arsip/2003/01/27/EB/mbm. Syafruddin Temenggung. ketika AYDA dilepas oleh Bank Lippo.Mirza.38 persen. Pilihan lain. divestasi saham.id.html .20030127. 21 Kebetulan Oversight Committee Badan Penyehatan Perbankan Nasional (OCBPPN) cepat bertindak dengan merekomendasikan kepada Kepala BPPN. Berarti ini sudah di bawah ketentuan Bank Indonesia.tempointeraktif. yang pernah memborong 74 juta lembar saham dalam sekali transaksi. berniat membeli aset berharga mereka (properti) dengan harga murah. penjualan aset yang berupa properti ditunda. UBS Warbrug lalu mempermasalahkan kesehatan Bank Lippo dalam hubungannya dengan AYDA. Nah. Memang ada indikasi bahwa harga saham Bank Lippo terus ditekan.

8 triliun. Soalnya. ingin menguasai kembali banknya dengan harga murah. penurunan itu 22 http://majalah. Ia menelisik kejanggalan laporan keuangan ganda sampai indikasi manipulasi harga saham.20030217. malah berganti dengan kerugian yang jumlahnya mencapai Rp 1. bank harus menerbitkan saham baru (right issue). Tapi mereka pasif sampai kini.com/id/arsip/2003/02/17/EB/mbm. Tentu saja Bank Lippo memerlukan tambahan modal.yang menetapkan CAR setinggi delapan persen.html .Che Wei menjadi orang terdepan yang menyerang keganjilan-keganjilan di Bank Lippo. Deni Daruri dari Centre for Banking Crisis menilai bahwa manuver Lippo itu menggulirkan buah simalakama kepada pemerintah. Hal ini pun tak terlepas dari kelihaian Lippo melobi dan "menempatkan" orang yang loyal pada pemilik lama di berbagai institusi22 24 februari 2003. untuk menambah modal. Semuanya berujung pada dugaan: pemilik lama Bank Lippo.id. Tetapi. jelaslah hal itu akan membebani APBN. keluarga Mochtar Riady. Ia membongkar berbagai praktek bengkok di bank yang mendapat suntikan modal Rp 6 triliun dari pemerintah tersebut. Keuntungan? Hilang lenyap. baik oleh BPPN. Bagaimana persisnya upaya yang dilakukan keluarga Riady mencaplok Bank Lippo? Panjang ceritanya. jika pemerintah nekat membelinya. maupun Bapepam. Kemungkinan buruk seperti itu bukan tidak diketahui. Menurut Lin Che Wei.tempointeraktif. BI. aset Lippo merosot menjadi Rp 22. Andaikata pemerintah tak mau beli saham itu?karena tak punya duit?porsi sahamnya di Lippo otomatis menyusut alias dilusi. Saat itu Bank Lippo menyatakan total asetnya mencapai Rp 24 triliun.EB85108. dengan keuntungan bersih Rp 99 miliar. Menurut pengelola Bank Lippo. Ini bermula dari laporan keuangan kuartal ketiga 2002 yang dipublikasikan akhir November lalu. mereka saling melempar tanggung jawab.3 triliun. Tapi hanya sebulan kemudian. dalam laporan ke Bursa Efek Jakarta.

Gerakan pelorotan itu dilakukan selama 40 hari berturut-turut sejak 4 November 2002 hingga 10 Januari 2003. turun sendirian? Che Wei mempertanyakan lelang yang kurang transparan dan berlangsung cepat. Salah satu broker itu sebagian sahamnya dimiliki Kelompok Lippo. padahal informasi tentang asetnya sangat tak memadai. Bagaimana mungkin nilai properti Lippo.terkait dengan anjloknya nilai agunan yang sudah diambil alih (biasa disebut sebagai AYDA).4 triliun menjadi Rp 1 triliun. melalui iklan di surat kabar yang begitu kecil. Bank Lippo menyisihkan dana yang diambil dari pos modal. Menurut data sejumlah agen properti. Dari Rp 450 di awal November menjadi . Anjloknya nilai agunan yang begitu dahsyat sungguh mencurigakan. Untuk menutup jebloknya nilai agunan itu. Misalnya. Lantaran kecurigaan itu pula Komite Pemantau BPPN minta agar proses lelang itu dihentikan. yang merupakan 70 persen AYDA.2 persen. harga tanah sejak 1998-2002 terus meningkat. Beberapa investor yang mencoba menawar seperti dihalangi dengan pelbagai syarat. Padahal sebagian besar jaminan yang diambil alih Lippo berupa petak tanah. mereka harus menyerahkan deposit dalam jumlah besar. Tentu saja langkah ini membuat rasio kecukupan modal (CAR) Bank Lippo melorot dari semula 24. Bersamaan dengan itu. Dari sinilah muncul kecurigaan adanya niat dari pengelola Bank Lippo menjual AYDAantara lain terdiri atas rumah dan tanah di Lippo Cikarang-kepada kelompok sendiri. Beberapa broker secara bergantian berusaha menyeret turun harga saham bank papan tengah itu.8 persen menjadi 4. Che Wei bahkan mencatat adanya transaksi ganjil: menjelang pasar ditutup. Lippo mengumumkan penjualan aset itu beberapa hari menjelang akhir tahun 2002. dari semula Rp 2. Jatuhnya nilai buku dan penggorengan saham berhasil memojokkan harga saham Bank Lippo. beberapa pialang menjual saham Bank Lippo di bawah harga pasar. terjadi aksi "menggoreng" saham Bank Lippo di pasar modal.

Kalau tak bisa menambah modal. pemerintah harus ikut menyuntikkan modal sesuai dengan jatah. Bank Lippo tak punya pilihan lain kecuali melakukan suntikan kapital.cuma Rp 210. Tapi jurus ini kurang masuk akal mengingat Bank Lippo tergolong sistemic bank. Karena modalnya mepet. Perjanjian itu menyatakan pemilik lama (keluarga Riady) boleh membeli . Merosotnya harga saham Bank Lippo terasa ganjil karena harga saham perbankan relatif stabil. Ini perlu agar Bank Lippo tetap masuk standar bank sehat menurut ketentuan Bank Indonesia. yang mengharuskan rasio kecukupan modal 8 persen. Langkah penambahan modal bisa dilakukan dengan penerbitan saham baru. Tapi ini tak mudah-terutama bagi pemerintah yang menguasai mayoritas (hampir 60 persen) saham Bank Lippo. Artinya. puluhan perusahaan yang terkait dengannya akan ikut terseret ambruk. Itu bukan jumlah yang ringan untuk sebuah negeri yang sedang kesulitan uang. dan Investasi (IMPA). pemilik lama bisa datang menagih janji lama pemerintah yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja. Keluarga Riady bahkan bisa berlagak bak pahlawan karena bisa "membantu" pemerintah menyehatkan Bank Lippo dengan menyuntikkan seluruh modal yang dibutuhkan. Sampai di sini. atau turun sekitar 50 persen. pilihan lain Bank Lippo adalah likuidasi. bahkan menanjak (lihat grafik Liku-liku Sebuah Gerilya). Jika Bank Lippo harus menambah modal Rp 1. Manajemen. Untuk mempertahankan kepemilikannya. Justru sebaliknya. pemerintah akan menjual kepemilikan sahamnya di perbankan (termasuk di Bank Lippo) untuk membiayai anggaran. kalau ditutup. jatahnya bisa dimanfaatkan pemilik saham Lippo yang lain (termasuk Riady). sekaligus mengambil alih posisi mayoritas dari tangan pemerintah. Pemerintah tak punya pos anggaran untuk menambah modal bank. pemerintah harus menyetor sedikitnya Rp 840 miliar. Jika pemerintah tak bisa menyuntikkan modal. misalnya.4 triliun (sesuai dengan nilai agunan yang "hilang").

BEJ mengeluarkan peringatan keras kepada pengelola Bank Lippo soal laporan keuangan ganda. "Barangkali itu di luar job rekan-rekan yang melakukan pengawasan. Soal manipulasi harga saham. Erry mengaku masih menyelidiki soal itu. mengapa pemerintah seperti tak menyadari jurus-jurus kungfu Lippo yang sebetulnya masih "standar" itu. Saat ini harga saham Lippo hanya Rp 30. Menurut penelitian awal BEJ. "Itu wewenang BPPN sebagai pemilik.kembali bagian sahamnya dengan harga pasar. Kepala Bagian Direktorat Pengawasan Perbankan Bank Indonesia yang mengawasi Bank Lippo. katanya. Mungkinkah mereka tak mencium kejanggalan dalam penilaian AYDA yang menjatuhkan modal Bank Lippo? Adnan Juanda." kata sumber tadi menirukan pejabat BI. Baru setelah kontroversi berkembang." katanya. Lippo akan segera kembali ke pemilik lamanya. harga saham Bank Lippo dibentuk oleh beberapa transaksi besar di awal perdagangan. kita cuma pengawas. Erry Firmansyah. Erry menampik kecurigaan dirinya bertindak . Mengapa mereka tak bertindak? Bank Indonesia. Persoalannya. "Hanya sebatas itu wewenang kami. Artinya. telah mencurigai keanehan penilaian agunan oleh lembaga penilai yang ditunjuk Bank Lippo. Bank sentral. yaitu Rp 260 per saham. nyaris tanpa cacat. BEJ tak melihat adanya kecurangan. Nyaris sepersepuluh dari harga saham waktu direkap pemerintah dulu. selama ini menempatkan lima pengawas di Bank Lippo. misalnya." kata Erry. "Transaksi satu menit menjelang penutupan pasar itu cuma mengikuti. Jawaban lebih jujur diungkapkan seorang bankir. Tapi BI tak punya otoritas minta penilaian ulang. Saling lempar tanggung jawab diperlihatkan pula oleh otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ)." kata Direktur Utama BEJ. apalagi manipulasi. menjawab secara diplomatis. Mereka mendiamkan manipulasi harga saham Bank Lippo selama 40 hari. Sebuah skenario yang hampir sempurna. Dengan sejumlah jurus yang licin.

Komisaris yang ditunjuk mewakili pemerintah di sana ternyata tak berfungsi dengan benar. Lembaga ini terkesan tak berinisiatif memeriksa adanya laporan keuangan ganda. Bapepam tak mengendus rekayasa membeli kembali saham Bank Lippo oleh pemilik lama dengan harga murah. kenapa Bambang Sudibyo mengangkat saya menjadi Ketua Bapepam? Sampai sekarang saya tidak pernah dikutik-kutik. Hasilnya akan diumumkan akhir bulan ini. Lagi pula saya sudah memberikan peringatan keras. yang paling konyol dalam urusan Bank Lippo tak lain adalah BPPN. "Kalau benar saya orang Lippo. seorang investor institusional. tetap ngotot tak melakukan blunder. Padahal ini memudahkan pemilik lama membeli kembali sahamnya dengan harga murah. Dari semua instansi pemerintah. Ketua Bapepam Herwidayatmo mengaku tengah meneliti laporan keuangan ganda itu. Anggito Abimanyu. Tapi Bapepam tak mau berurusan dengan dugaan adanya rekayasa keluarga Riady untuk membeli kembali Bank Lippo. Lebih celaka lagi. "Itu urusan BPPN. Herwid juga berjanji akan memeriksa dugaan manipulasi harga saham." katanya. Dosa Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) tak kalah besar. Ia merasa tidak naik pangkat karena Lippo. Herwid menepis kecurigaan ia kurang aktif lantaran dekat dengan Lippo. laporan ganda itu terjadi "karena kelalaian". Ini tampak dari keputusannya menyetujui penjualan AYDA pada harga murah dan menyepakati rencana penambahan modal. "Kinerja Lippo baik. salah satu komisaris Bank Lippo dari BPPN. karena pernah bekerja delapan tahun di Lippo. yang berada di garda depan pengawasan perdagangan saham." tuturnya. Padahal semua itu menjadi tugas Bapepam. tak . Mereka juga mengabaikan surat peringatan adanya manipulasi saham yang dikirim oleh Scott Ashton.lamban dan tak fokus dalam kasus ini. Bila ada pelanggaran. ia berjanji akan mengambil tindakan. "Saya ini profesional." katanya. tuh. Tapi pagi-pagi Herwid sudah lebih dulu menduga.

EB85319. reputasi adalah segala-galanya. Upaya lain: membatalkan pelelangan aset atau penilaian kembali AYDA. 23 Kasus Bank Lippo Masuk Pengadilan Kasus yang mencuat dari laporan keuangan ganda itu kini melebar ke pengadilan.yang salah. Sayang. Aneh. Ia membantah kabar Bank Lippo merencanakan penambahan modal. Untuk mencegah terulangnya jurus-jurus kungfu Bank Lippo. kata Mirza Adityaswara. Meskipun demikian." katanya. soal ini menyangkut reputasi. yang biasa menjadi juru bicara. cuma sedikit memberikan komentar." Dengan cara ini. Che Wei mendesak penggantian manajemen. Roy mestinya paham betul. "Biar saja aset itu tetap di Bank Lippo. saya akan melakukan sesuatu. aset Lippo tak merosot. dalam industri keuangan. Untuk itu Anggito siap mempertanggungjawabkan posisinya sebagai komisaris. "nanti dinilai sekalian ketika pemerintah mau menjual sahamnya. "Setelah asetnya dinilai kembali. Presiden Direktur PT SG Securities itu dituntut membayar ganti rugi sebesar Rp 103 miliar. begitu pula modalnya." katanya kembali melempar janji. Ketua BPPN Syafruddin Temenggung sudah berkali-kali berjanji akan mengganti manajemen Bank Lippo. mereka mesti dimasukkan daftar orang tercela karena terlibat pelanggaran batas maksimal pemberian kredit. Mereka masih bisa beraksi ketika pemerintah menjual sahamnya.20030224. Itu pun ia minta off the record.tempointeraktif. Tapi sampai saat ini janji itu tak terpenuhi. Dalam tulisannya 23 http://majalah. jangan khawatir. Rabu (26/2). peluang keluarga Riady menguasai kembali Bank Lippo bukannya tertutup. Che Wei dinilai mencemarkan nama baik manajemen Bank Lippo.html ." katanya. pelbagai tudingan ini tak ditanggapi keluarga Riady. Komisaris Bank Lippo Rudi Toha Bachrie menggugat analis bursa Lin Che Wei secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.com/id/arsip/2003/02/24/EB/mbm. Untuk itu. Roy Tirtadji.id.

"Itu sama dengan pemalsuan kepada publik.000 karyawan itu melayani sekitar 3. saham Bank Lippo di lantai bursa hanya Rp 30 per lembar. Padahal. Che Wei menduga telah terjadi praktik perampokan kekayaan negara dalam jumlah besar. BEJ yang menyelidiki masalah ini menemukan Bank Lippo memberikan informasi yang dapat menyesatkan public Dalam pandangan Che Wei. laporan keuangan bertujuan memberikan informasi yang benar kepada publik. Tapi yang dilakukan Bank Lippo dengan laporan ganda adalah suatu rekayasa untuk menurunkan nilai buku dari perusahaan. bahkan mencapai 31 persen pada 2001. Lippo adalah bank swasta nasional terbesar ketiga setelah Bank Central Asia dan Bank Danamon. Karena harga saham yang terus melorot. Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Lippo sejak direkapitalisasi terus meningkat. Paskah berharap peristiwa ini tak menganggu kepemilikan saham pemerintah dan merusak harga saham. Angka ini melebihi ketentuan . bahkan BEJ telah memberi peringatan keras. ketika menyuntik Lippo.di sebuah surat kabar harian. Laporan Koalisi Masyarakat Antiskandal Bank Lippo kepada Kejaksaan Agung menyebutkan kasus itu berpotensi merugikan negara senilai Rp 6 triliun atau setara dengan saham yang pernah disetorkan pemerintah. Saat ini. Analisis Che Wei juga didukung pihak lain. Bank Lippo yang kini memiliki 367 cabang dan 6.Menurut dia. pemerintah harus membayar Rp 260 untuk tiap lembarnya. Orang yang pertama mencurigai laporan keuangan ganda itu menuding manajemen Bank Lippo merekayasa harga saham dengan tujuan pemilik lama bisa membeli saham dengan harga murah. Sedangkan Roy Tirtadji berpendapat laporan keuangan yang berbeda itu dimungkinkan untuk kepentingan berbeda sehingga angkanya juga bisa berlainan." kata dia melalui video telekonferens dari Bali. saham pemerintah hanya tersisa Rp 600 miliar.5 juta nasabah.

Bank Lippo the worst performer di antara saham perbankan. Namun pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat.Bank Indonesia yang hanya 12 persen. ada kejanggalan dalam perwakilan komisaris di Bank Lippo." ujar dia.57 persen publik. dan delapan persen pengelola. Meski pemegang saham mayoritas. laporan keuangan periode 1999-2001 menyebutkan laba dan CAR Bank Lippo juga meningkat. Fakta yang diperoleh Che Wei menunjukkan harga saham Bank Lippo turun secara sistematis. Kepemilikan saham Bank Lippo tersebar pada tiga pihak: 59. Jumlah itu sama dengan komisaris dari Bank Lippo. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Paskah Suzetta. Che Wei juga menyoroti tentang sumber penjualan aset-aset Bank Lippo. petinggi Kantor Menteri Koordinator Perekonomian. "Apakah hanya saham Bank Lippo saja yang turun. Bank Lippo diperbolehkan menjual lima persen dari aset yang diambil alih. dan pejabat Departemen Keuangan. Desember 2002." kata dia. harga saham bank terbesar nomor tujuh Indonesia itu merosot tajam hingga 75 persen. Padahal. Roy Tirtadji mempertanyakan kecenderungan serupa pada keseluruhan harga saham di pasar modal. Menurut Roy." kata dia. jika terjadi kejanggalan penjualan aset tentunya diketahui tiga pejabat BI yang setiap hari mengawasi. Selama tujuh bulan sejak April 2002. kecurigaan itu diperkuat saat BEJ menghentikan transaksi penjualan saham ketika seorang investor melaporkan kejanggalan itu ke Dana Moneter Internasional (IMF) . harga saham bank lain justru terus membaik. Roy Tirtadji menjawab ada hal-hal yang tak bisa dijelaskan kecuali atas permintaan BI. "Dalam jangka waktu tersebut. berdasarkan perjanjian dengan pemerintah. Dia menuturkan." tanya dia. 32. Anehnya. "Kami mempunyai kode etik dan rahasia perbankan. "Ini artinya kepercayaan masyarakat bertambah. bahkan total dana pihak ketiga mencapai Rp 21 triliun. pemerintah hanya diwakili empat orang yakni dua pejabat BPPN.26 persen pemerintah. kata Che Wei.

Bank Lippo akan menjual aset-asetnya pada pada 2003.liputan6. pemerintah hanya memiliki 60 persen saham di Bank Lippo. kecurigaan yang diungkapnya itu bukan persoalan pribadi dirinya dengan jajaran komisaris dan direksi Bank Lippo." kata dia. "Itu membuktikan ada konspirasi kok kebetulan banget. Di sesi terakhir." kata dia.dan Bank Dunia. Berbeda dengan Rudi Toha Bachrie. Roy Tirtadji menyanggah manajemen merekayasa harga saham di bursa karena mereka tidak mengurus hal tersebut. Roy tidak tertarik menggugat Che Wei ke meja hijau. para pendiri dan manajemen Bank Lippo berkomitmen mengelola bank tersebut. "Saya berkonsentrasi mengelola bank karena mempunyai tanggung jawab secara hukum. Menurut Roy. "Ini usaha saya mempertahankan independensi sebagai analis yang tidak bisa diancam oleh pengadilan manapun." ujar dia menegaskan. Roy juga mengungkapkan. Che Wei menegaskan. Sedangkan Roy Tirtadji mengingatkan Che Wei agar berhati-hati menuding telah terjadi praktik perampokan dan penjarahan di Bank Lippo.com/progsus/200302/50266/class=%27vidico%27 . Saya punya bukti.com http://berita." kata dia. Hal ini terlihat ketika mereka menyerahkan dana pribadinya sebesar Rp 4 triliun untuk dana rekapitulasi. Che Wei juga berharap pejabat pemerintah tidak saling melempar tanggung jawab dan menjaga investasi uang rakyat. "Dari sekian bank yang direkap. 24 24 Liputan6.

Jadi.tempointeraktif.id. hingga Bill Clinton. Awal tahun ini. Bank Lippo sangat mengandalkan SDM yang berkualitas.45 triliun.45 triliun. majalah Business Week menobatkannya sebagai raja pasar uang Indonesia. Mulai dari mantan presiden Soeharto. Ternyata moto tidak serta-merta mengubah watak perusahaan ini. Grup Lippo berniat membeli kembali aset tersebut. Salah satu modal James adalah keluwesannya bergaul. James Tjahaja Riady Ketika James diangkat sebagai CEO Grup Lippo pada pertengahan 1990-an.20030217 . yakni The Power of Change.EB85110.html Sesaat sebelum proses rekapitalisasi bank dimulai pada 1999.com/id/arsip/2003/02/17/EB/mbm. Rencana ini buyar ketika pers mencium keganjilan di balik laporan keuangan ganda yang dibuat Bank Lippo akhir tahun 2002 lalu. Untuk meraih kepercayaan publik. Tetapi aset grup yang dialihkan ke bank Lippo lamalama jadi bom waktu. Mochtar Riady Sebagai pendiri sekaligus Presiden Komisaris Bank Lippo. Bahkan Habibie dan James saling mengagumi. dengan gesit Bank Lippo menarik sejumlah aset Grup Lippo senilai Rp 2. "He call me 'uncle'.Siapa di Balik Akal-akalan Lippo? http://majalah. bahkan sampai menciptakan moto baru. Mochtar Riady. Bank Lippo lolos fit and proper test yang digelar BI saat itu. Berikut adalah pihak-pihak yang diperkirakan ikut memiliki kontribusi dalam skandal Lippo kali ini. Habibie. Alhasil. Dr." kata . begitu pula tekad untuk berubah yang dicanangkan pendirinya. Hal ini dilakukan untuk menekan jumlah kredit macet di grup usaha Lippo itu. Dalam laporan tahunan Bank Lippo tahun 2001. Mochtar mengatakan masa krisis adalah masa transisi untuk berubah. Lippo berniat meninggalkan kebiasaan lama dalam berbisnis. dialah yang merestui langkah direksi Bank Lippo yang berniat menjual aset yang dialihkan (AYDA) senilai Rp 2.

" Padahal. menghadapi aksi Ciptadana saat memborong saham Bank Lippo dan juga laporan gandanya. Sayang. Herwidayatmo. Pernah dalam sekali transaksi. Bank Lippo tentu perlu modal tambahan.7 persen menjadi 4. Ciptadana. sekadar menggambarkan keakraban mereka. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Kasus laporan keuangan ganda Lippo bukanlah "akrobat" Lippo yang pertama di bursa saham. "Jika memandang Lippo hanya dari figur Mochtar dan James.1 persen. mustahil aset milik Bank Lippo bisa dijual. berarti orang melihat Lippo dari luarnya saja. dalam wawancara dengan TEMPO di tahun 1999. Bapepam seolah kebingungan. Lippo Life "disulap" menjadi Lippo E-Net. James memang dikenal piawai mengutak-atik keuangan perusahaan agar nilainya bertambah. BPPN mewakili pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas di Bank Lippo (59. James membantah bahwa dirinya dipersiapkan menjadi raja imperium Lippo. Seorang . Selain itu. Katanya. Tetapi. yang membiarkan penjualan AYDA sehingga berakibat rasio kecukupan modal (CAR) Bank Lippo merosot dari 24.25 persen). Pada 2000 lalu. Tetapi. direksi dan komisaris Lippo E-Net didenda Rp 5 miliar. Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional Tanpa persetujuan BPPN. semua ikut ambil bagian. memborong 74 juta lembar saham Bank Lippo. Soalnya. tapi dampaknya bisa menyudutkan pemerintah. Bapepam mendenda Lippo E-Net "cuma" Rp 500 juta. keterangan Syafruddin tentang masalah ini tak bisa diperoleh karena ia sedang melawat ke luar negeri. James-lah yang menjadi otak berbagai rekayasa keuangan Grup Lippo. Dalam hal ini dipertanyakan sikap Syafruddin. Di mata analis ekonomi Lin Che Wei. Salah satu buktinya adalah penggorengan saham Bank Lippo yang dilakukan Ciptadana Securities sejak akhir 2002. Syafruddin Temenggung. ditambahkannya. dalam pengambilan keputusan Grup Lippo. yang juga anak perusahaan Lippo.Habibie. Akibatnya.

Tujuannya agar Herwid diangkat menjadi asisten Tanri. seorang ekonom. mengaku tak kaget atas kasus laporan ganda Lippo ini. Saya tak mau menanggapi. Waktu itu Herwid menjabat Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan I di Bapepam." Katanya. "Kita lihat Maret nanti. Pada 1998." katanya.eks pejabat Bapepam tak kaget atas sikap lembek Herwid kepada Lippo." ujarnya. "Banyak kasus di bursa selama Herwid menjadi Ketua Bapepam. pihak Lippo langsung menempel Herwid. tentu agar diberi kemudahan "bermain" di pasar saham. semua cerita miring itu dibantah Herwid. Tanpa buang waktu. saya akan tindak tegas jika memang bersalah. Namun. Sejak saat itu karier Herwid terus meroket hingga diangkat menjadi Ketua Bapepam tahun 2000 lalu. kasus Semen Gresik dan Lippo E-Net. dan upayanya membuahkan hasil. "Orang yang ngomong seperti itu karena iri. Tanri Abeng. Misalnya. Ia juga membantah ketika dikatakan bahwa Bapepam tidak menjatuhkan sanksi apa-apa atas Bank Lippo. IS . Martin Panggabean. menantang. James membawa Herwid kepada Menteri BUMN waktu itu. Saat masih bertugas di Bapepam bersama Herwid?demikian Herwidayatmo biasa disapa?ia tahu bahwa keluarga Riady dekat dengan Herwid sejak tahun 1996.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times