Anda di halaman 1dari 7

Nama Anggota Kelompok :

1. Evita Agustiani
2. Fathonah

(140101011)
(140101013)

3. Ferina Dwi Andriani

(140101014)

4. Fikri Irfani Fauziyyah (140101015)

TAHUN AJARAN 2014-2015


AKADEMI TEKNOLOGI KULIT YOGYAKARTA

KHULAFAURRASYIDIN

Keluar

ABU BAKAR SHIDIK (11-13 H/632-634M)

Abu Bakar Abdullah bin Abi QuhafaAt-Tammi. Di zaman pra Islam bernama Abdul Kabah, kemudian diganti
oleh Nabi menjadi Abdullah. Ia termasuk salah seorang sahabat yang utama (orang yang paling awal) masuk Islam.
GelarAsh-Shiddiqdiperolehnya karena ia dengan segera membenarkan nabi dalam berbagai pristiwa, terutama Isra
dan Miraj.
Abu Bakar memangku jabatan khalifah selama dua tahun lebih sedikit, yang dihabiskannya terutama untuk mengatasi
berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya Nabi.
1.
2.
3.
4.

Langkah-langkah kebijakan Abu Bakar


Menumpas nabi palsu (mushailama az-kadzab)
Memberantas kaum murtad
Menghadapi kaum yang ingkar zakat
Mengumpulkan ayat-ayat Al-Quan

ManajemenPemerintahanAbu Bakar(Wilayah Provinsi dan Gubernur)


Di masa pemerintahan Khalifah pertama, masih terdapat pertentangan dan perselisihan antara
Negara Islam dan sisa-sisa kabilah arab yang masih berpegang teguh pada warisan
jahiliyahTentang memahami agama Islam. Tapi kegiatan (proses)
manajemen pemerintan Khalifah Abu Bakar telah dimulai. Wilayah Jazirah Arab dibagi menjadi
beberapa provinsi, wilayah Hijah terdiri dari 3 provinsi, yakni Makkah, Madinah dan Thaif. Wilayah
Yaman terbagi menjadi 8 provinsi yang terdiri dari Shana, Hadramaut, Haulan, Zabid, Rama, alJund, Najran, Jarsy, kemudian Bahrain dan wilayah sekitar menjadi satu provinsi. Setiap wilayah
dipimpin oleh seorang gubenur yang bertugas mendirikan shalat, menegakkan peradilan, menarik,
mengelola dan membagikan zakat, melaksanakan had, dan mereka memiliki kekuasaan

Umar bin Khatab (13-23H/634-644M)

Umar bin Khaththab bin Nufail keturunan Abdul Uzza Al-Quraisi dari suku Adi. Umar
dilahirkan di mekah empat tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia adalah seorang
berbudi luhur, fasih dan adil serta pemberani.
Beberapa keunggulan yang dimiliki Umar, membuat kedudukannya semakin dihormati dikalangan
masyarakat Arab, sehingga kaum Qurais memberi gelar Singa padang pasir, dan karena
kecerdasan dan kecepatan dalam berfikirnya, ia dijuluki Abu Faiz.
Proses pralihan kepemimpinan tetap dalam bentuk musyawarah, yaitu berupa usulan atau
rekomendasi dari Abu Bakar persetujuan umat Islam konsultasi Abdurrahman bin Auf dan
Usman bin Affan. Setelah mendapat persetujuan dari para sahabat dan baiat dari semua anggota
masyarakat Islam Umar menjadi Khalifah. Ia juga mendapat gelarAmir Al-Mukminin(komandan
orng-orang beriman).
Saat pemerintahan Umar bin Khatab
1. membangun Baitul Mal,
2. Mencetak Mata Uang,
3. membentuk kesatuan tentara untuk melindungi daerah tapal batas,
4. mengatur gaji,
5. mengangkat para hakim dan menyelenggarakanhisbah.
6. Menerapkan prinsip demokrasi dalam pemerintahannya dengan membangun jaringan
pemerintahan sipil yang sempurna.
Manajemen pemerintahan Umar Bin Khatab
Umar r.a. melakukan pemisahan antara kekuasaan peradilan dengan kekusaan eksekutif, beliau
memilih hakim dalam sistem peradilan yang independen guna memutuskan persoalan masyarakat.
Sistem peradilan ini terpisah dari kekusaan eksekutif, dan ia bertanggung jawab terhadap khalifah

UTSMAN BIN AFFAN (23-36H/644-656M)

Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah dari suku Quraisy. memeluk Islam
karena ajakan Abu Bakar, dan menjadi salah seorang sahabat dekat Nabi SAW. Ia sangat
kaya tetapi berlaku sedehana sebagian besar kekayaannya digunakan untuk kepentingan
Islam. Ia mendapat julukan zun nurain,artinya memiliki dua cahaya, karena menikahi dua
putri Nabi SAW secara berurutan setelah yang satu meninggal. Dan Utsman pernah
meriwayatkan hadis kurang lebih 150 hadis. Seperti halnya Umar, Utsman diangkat
menjadi Khalifah melalui proses pemilihan. Bedanya, Umar dipilih atas penunjukan
langsung sedangkan Utsman diangkat atas penunjukan tiadak langsung, yaitu melewati
badan Syura yang dibentuk oleh Umar menjelang wafatnya.
Pencapaian Pada Masa Pemerintahan Utsman
pengumpulan mushaf Al-quran menjadi satu di kenal dengan Mushaf Utsmani
Adanya indikasi praktik nepotisme pada pemerintahan beliau. Membuat sekelompok sahabat mencela
kepemimpinan Utsman r.a. karena telah memilih keluarga kerabat sebagai pejabat pemerintahaan.
Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun.
Pada paroh trakhir masa kekhalifahannya, muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan
umat Islam terhadapnya. Kepemimpinan Usman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan
Umar. Pada tahun 35H/655M, Usman di bunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang
kecewa itu.
Pembunuhan usman merupakan malapetaka besar bagi ummat Islam.

Ali adalah seseorang yang memiliki kelebihan, selain itu ia


adalah pemegang kekuasaan. Pribadinya penuh vitalitas dan
energik, perumus kebijakan dengan wawasan yang jauh ke depan.
Ia adalah pahlawan yang gagah berani, penasehat yang bijaksana,
penasihat hukum yang ulung dan pemegang teguh tradisi, seorng
sahabat sejati, dan seorang lawan yang dermawan. Ia telah
bekerja keras sampai akhir hayatnya dan merupakan orang kedua
yang berpengaruh setelah Nabi Muhammad.

Ali bin Abi Thalib (35 40 H/656 661 M)

Proses dan Khalifahan Alibin Abi Thalib.


Setelah Usman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Ali
memerintah hanya 6 tahun. Pemerintahannya yang dapat dikatakan setabil. Setelah menduduki
jabatan khalifah, Ali memecat para gubernur yang di angkat oleh Usman. Dia yakin bahwa
pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah
yang dihadiahkan Usman kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada
negara, dan memakai kembali siatem distribusi pajak tahunan dia antara orang-orang Islam
sebagaimana pernah ditetapkan Umar.
Manajemen Pemerintahan Ali bin Abi Thalib.
Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. menjalankan system pemerintahaan sebagaimana Khalifah sebelumnya, baik dari
segi kepemimpinan ataupun manajemen.
Wafatnya Ali Bin Abi Thalib
Kaum Khawarij tidak lagi mempercayai kebenaran pemimpin-pemimpin Islam. Mereka bersumpah
akan melaksanakan pembunuhan pada tanggal 17 Ramadhan 40 H/24 Januari 661 M di waktu
subuh. Diantara tiga orang Khawarij tiu. Hanya Ibnu Muljam yang berhasil membunuh Ali ketika

Anda mungkin juga menyukai