Anda di halaman 1dari 5

Akuntansi perhitungan LIFO FIFO , Rata rata tertimbang

nama: Mahardika a.s


nim : c1b112207
Soal 3-3
Pada tanggal 31 Desember 2000, PT Arjuna mempunyai data yang berhubungan dengan persediaan
barang dagangan sebagai berikut:

Persediaan, 1 Januari
Pembelian selama bulan Januari
Pembelian selama bulan Februari
Pembelian selama bulan April
Pembelian selama bulan Juni
Pembelian selama bulan September
Pembelian selama bulan November

100
300
500
900
1200
700
400

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

@ Rp 40.000,00
@ Rp 42.000,00
@ Rp 44.000,00
@ Rp 45.000,00
@ Rp 42.000,00
@ Rp 46.000,00
@ Rp 49.000,00

Penjualan selama tahun ini 3600 unit dengan total nilai penjualan Rp273.600.000,00. Jumlah biaya
operasi selama tahun ini adalah Rp89.500.00,00.
1.
a.
b.
c.
2.
3.

Diminta :
Buatlah Laporan laba-rugi, apabila perusahaan menggunakan metoda periodik :
FIFO (MPKP)
LIFO (MTKP)
Rata rata tertimbang
Tentukan metoda mana yang menghasilkan laba bersih yang paling besar!
Tentukan metode mana yang memberikan gambaran yang paling realistits untuk perlaporan di neraca!
Jelaskan!
JAWAB :

1. Laporan laba-rugi perusahaan menggunakan metoda periodik


A) Metoda FIFO

Harga Perolehan Persediaan yang Tersedia untuk Dijual


Keterangan
Unit
HP/Unit
Persediaan, 1 Januari
100 Unit
@ Rp 40.000,00
Pembelian selama bulan Januari
300 Unit
@ Rp 42.000,00
Pembelian selama bulan Februari
500 Unit
@ Rp 44.000,00
Pembelian selama bulan April
900 Unit
@ Rp 45.000,00
Pembelian selama bulan Juni
1200 Unit
@ Rp 42.000,00
Pembelian selama bulan September
700 Unit
@ Rp 46.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Total HP
4.000.000,00
12.600. 000,00
22.000.000,00
40.500. 000,00
50.400. 000,00
32.200. 000,00

Pembelian selama bulan November


TOTAL

Tanggal
November
September
Total

400 Unit
4. 100 Unit

@ Rp 49.000,00

Persediaan Akhir
Unit
HP/Unit
400
Rp. 49.000,00
100
Rp. 46.000,00
500

Rp 19.600.000,00
Rp 181.300.000,00

Total Hp
Rp. 19.600.000,00
Rp. 4.600.000,00
Rp. 24.200.000,00

Harga Pokok Penjualan


BTUD
= Rp.
181.300.000,00
Persediaan akhir
= Rp. 24.200.000,00
HPP
=
Rp. 157.100.000,00
Harga Perolehan Barang Yang Telah Dijual
Keterangan
Unit
Hp/Unit
Persediaan Awal
100
Rp. 40.000,00
Pembelian januari
300
Rp. 42.000,00
Pembelian Febuari
500
Rp. 44.000,00
Pembelian April
900
Rp. 45.000,00
Pembelian - Juni
1.200
Rp. 42.000,00
Pembelian - september
600
Rp. 46.000,00
3.600

Total Hp
Rp. 4.000.000,00
Rp. 12.000.000,00
Rp. 22.000.000,00
Rp. 40.500.000,00
Rp. 50.400.000,00
Rp. 27.600.000,00
Rp. 157.100.000,00

B)

Metoda LIFO

Harga Perolehan Persediaan yang Tersedia untuk Dijual


Keterangan
Unit
HP/Unit
Persediaan, 1 Januari
100 Unit
@ Rp 40.000,00
Pembelian selama bulan Januari
300 Unit
@ Rp 42.000,00
Pembelian selama bulan Februari
500 Unit
@ Rp 44.000,00
Pembelian selama bulan April
900 Unit
@ Rp 45.000,00
Pembelian selama bulan Juni
1200 Unit
@ Rp 42.000,00
Pembelian selama bulan September
700 Unit
@ Rp 46.000,00
Pembelian selama bulan November
400 Unit
@ Rp 49.000,00
TOTAL
4. 100 Unit

Total HP
Rp 4.000.000,00
Rp 12.600. 000,00
Rp 22.000.000,00
Rp 40.500. 000,00
Rp 50.400. 000,00
Rp 32.200. 000,00
Rp 19.600.000,00
Rp 181.300.000,00

Tanggal
1- Januari
Januari
Febuari
Total

Persediaan Akhir
Unit
HP/Unit
100
Rp. 40.000,00
300
Rp. 42.000,00
100
Rp. 44.000,00
500

Total Hp
Rp. 4.000.000,00
Rp. 12.600.000,00
Rp. 4.400.000,00
Rp.21.000.000,00

Harga Pokok Penjualan


BTUD
= Rp.
181.300.000,00
Persediaan akhir
=
Rp. 21.000.000,00
HPP
= Rp. 160.300.000,00
Harga Perolehan Barang Yang Telah Dijual
Keterangan
Unit
Hp/Unit
Pembelian - November
400
Rp. 49.000,00
Pembelian September 700
Rp. 46.000,00
Pembelian juni
1.200
Rp. 42.000,00
Pembelian April
900
Rp. 45.000,00
Pembelian - Febuari
400
Rp. 44.000,00
3.600

Total Hp
Rp. 19.600.000,00
Rp. 32.200.000,00
Rp. 50.400.000,00
Rp. 40.500.000,00
Rp. 17.600.000,00
Rp. 160.300.000,00

C) Rata Rata Tertimbang


Harga Perolehan Barang Tersedia Untuk Dijual : Jumlah unit Tersedia Untuk Dijual = Rata-rata
tertimbang/unit
Rp 181.300.000,00 : 4.100,00
= 44.219,512
= 44.219,5

Harga Perolehan Persediaan yang Tersedia untuk Dijual


Keterangan
Unit
HP/Unit
Persediaan, 1 Januari
100 Unit
@ Rp 40.000,00
Pembelian selama bulan Januari
300 Unit
@ Rp 42.000,00
Pembelian selama bulan Februari
500 Unit
@ Rp 44.000,00
Pembelian selama bulan April
900 Unit
@ Rp 45.000,00
Pembelian selama bulan Juni
1200 Unit
@ Rp 42.000,00
Pembelian selama bulan September
700 Unit
@ Rp 46.000,00
Pembelian selama bulan November
400 Unit
@ Rp 49.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Total HP
4.000.000,00
12.600. 000,00
22.000.000,00
40.500. 000,00
50.400. 000,00
32.200. 000,00
19.600.000,00

TOTAL

4. 100 Unit

Unit
500

Rp 181.300.000,00

Persediaan Akhir
HP/Unit
Total Hp
Rp. 44.219,5
Rp. 22.109.750,00

Harga Pokok Penjualan


BTUD
= Rp.
181.300.000,00
Persediaan akhir
=
Rp. 22.109.750,00
HPP
= Rp. 159.190.250,00

Penjualan
Persediaan Awal
Pembelian
Harga Perolehan
Barang
Tersedia Dijual
Persediaan Akhir
Harga Pokok
Penjualan
Laba Kotor Penjualan
Biaya Operasi
Laba Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan
( 15% )
Laba Bersih

PT. ARJUNA
Ringkasan Laporan Rugi Laba
FIFO
Rp 273.600.000
4.000.000
177.300.000
181.300.000

LIFO
Rp 273.600.000
4.000.000
177.300.000
181.300.000

Rata Rata
Rp 273.600.0
4.000.0
177.300.0
181.300.0

24.200.000
(157.100.000)

21.000.000
(160.300.000)

22.109.7
(159.190.2

166.500.000
89.500.000
27.000.000
4.050.000

113.300.000
89.500.000
23.800.000
3.570.000

114.409.
89.500.
24.909.
3.736.4

22.950.000

20.230.000

21.173.2

2. 2..Metode yang menghasilkan laba bersih yang paling besar adalah METODE FIFO
sebesar
Rp 22.950.000,00

3. 3 .Metode yang memberikan gambaran paling realistis untuk laporan di Neraca adalah
METODE LIFO. Karena, dengan metode ini, laporan keuangan sebuah perusahaan
terlihat lebih stabil menghadapi fluktuasi harga yang tidak menentu dan tingkat pajak
yang diterapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, perushaan-perusahaan di Indonesia
kebanyakan menggunakan metode LIFO ketimbang menggunakan dua metoda yang
lain.