Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH POWER WINDOW

TUGAS MEKATRONIKA

Disusun Oleh
1. Agung Nugroho

(111031051)

2. M. Mashuri

(111031053)

3. Benny Styawan

(111031055)

4. Rischo Boby K

(111031057)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


INSTITUTE SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA

2014
BAB 1
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Seiring majunya teknologi di era sekarang ini yang sangat cepat dan pesat
dalam hal ilmu pengetahuan dan informasi menuntut terciptanya Sumber Daya
Manusia (SDM) yang tinggi agar dapat menciptakan serta memajukan ilmu
pengetahuan dan teknologi guna kesejahteraan manusia. Sumber daya manusia
yang rendah menjadi penyebab utama ketertinggalan teknologi. Untuk
meningkatkan SDM maka pemerintah membuka jalur-jalur pendidikan.
Meningkatnya mutu pendidikan yang disesuaikan dengan laju teknologi
diharapkan dapat tercapai keahlian dan keterampilan sebagai komponen yang
vital, seperti halnya pembuatan media alat peraga, diharapkan dapat membantu
dan memperlancar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat
meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja dimasa depan. Keterbatasan akan
peralatan juga menjadi salah satu penghambat berkembangnya IPTEK. Jurusan
Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo masih
kurang akan peralatan praktik. Media peraga kelistrikan otomotif diharapkan
dapat membantu mahasiswa dalam mengetahui kondisi sebenarnya tentang suatu
sistem, sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan keadaan yang sebenarnya terjadi
dilapangan.
Media peraga ini berupa suatu sistem yang terdapat pada sebuah
kendaraan yaitu Elektrikal Bodi. Sekarang ini perkembagan dari IPTEK dalam
bidang otomotif, perkembangannya lebihcenderung pada aspek keamanan,
kenyamanan dan ramah lingkungan. Hal tersebut dapat kita jumpai pada
kendaraan model sekarang yang dalam pengoperaiannya lebih mudah,
misalnyauntuk aspek kenyamanan. Mobil sekarang tidak hanya engine saja yang
teknologinya sangat canggih, tetapi sudah ada penambahan atau dilengkapi
dengan elektrikal bodi. Rangkaian dari elektrikal bodi ini terdiri dari motor listrik
sebagai penggeraknya, apabila di aliri arus maka motor ini akan bekerja sesuai

fungsinya. Contoh elektrikal bodi ini ada pada sistem power window,power door
lock, mirror (spion), washer dan wiper, sun roof dan lain sebagainya. Dengan
adanya penambahan rangkaian elektrikal bodi ini akan lebih mudah membantu
kita dalam memberikan rasa nyaman dalam mengendarai kendaraan. Kita tidak
lagi mengoperasikan suatu sistem secara manual melainkan secara elektrik,
misalnya dalam pengoperasian power window kita hanya menekan saklar atau
switch untuk menurunkan atau menaikkan kaca mobil sesuai dengan keinginan
kita, pada system door lock kita hanya menekan remote untuk mengunci pintu
mobil, dan pada mirror (spion) kita juga hanya menekan saklar atau switch untuk
menggerakkan kaca spion keatas, kebawah, kesamping kanan dan kiri.Makalah ini
dimaksudkan untuk memberikan suatu fasilitas

penunjang yang dapat

dimanfaatkan oleh mahasiswa dalammempraktikkan dan mengamati secara


langsung fenomena pada kelistrikanbodi yaitu powerwindow, power door lock
dan mirror (spion) pada suatu mobil.
b. Rumusan Masalah
Permasalahan yang sering terjadi pada sistem power window banyak
macamnya. Perlu dilakukanpembatasan masalah supaya tidak terjadi suatu
kerancauan dalam mencari, menganalisa danmengatasi permasalahan yang terjadi
sebagai berikut :
1. Komponen-komponen apa saja yang ada pada sistem power window
2. Bagaimana cara kerja sistem power window
3. Jenis power window

BAB 2
PEMBAHASAN
SISTEM ALARM CENTRAL-LOCK DAN POWER WINDOW
Power Window
Sistem power window adalah sistem untuk membuka dan menutup jendela
secara elektrik dengan meng-gunakan saklar.
Motor power window berputar ketika saklar power window ditekan. Perputaran
motor power window akan berubah naik dan turun melalui re-gulator jendela
untuk membuka atau menutup jendela.

Gambar 21.1 Sistem Power Window


Jenis Power Window
Power window secara prinsip kerjanya adalah membuat jendela naik
dan turun, dari model operasi-nya dapat dibedakan menjadi 2 tipe. Tipe
mekanisme dengan regulator dan tipe mekanisme dengan kabel.
Power Window dengan Mekanisme Regulator
Suatu motor listrik memutar mekanisme regulator yang dihubung-kan dengan
mekanisme pengangkat kaca, bila motor berputar pinion akan menggerakkan
gigi regulator dan membuat jendela terangkat naik atau turun.

Gambar 21.2 Power window Dengan Regulator


Power Window dengan Mekanisme Kabel
Motor listrik mentransfer energi-nya dengan menggunakan kabel yang pada
ujungnya di sambung dengan mekanisme pemegang kaca jendela. Sehingga
bila motor berputar kabel akan tertarik atau mengendor yang membuat jendela
naik atau turun.

Gambar 2.3 Power window dengan mekanisme kabel


Prinsip Kerja Power Window
Power window secara prinsip kerja dapat dibedakan menjadi: power
window bekerja secara manual/konventional dan power window bekerja secara
otomatis.
Power Window Konvensional
Power window konvensional, adalah power window dengan sistem buka
dan tutup jendela dengan motor listrik, motor listrik dikendalikan oleh saklar
dengan cara ditekan atau ditarik sesuai kebutuhan (jendela tutup atau buka).
Dimana bekerjanya power window, saklar power window harus selalu pada
kondisi di tekan atau di tarik.

Secara prinsip komponen utama power window konvensional adalah sama


yaitu : motor listrik, mekanisme pengangkat, dan saklar power window.

Gambar 2.4 Wiring diagram Power Window Konvensional


Motor power window akan berputar sesuai dengan kondisi saklar, ditarik
atau ditekan. Saklar mengatur mengalirnya arus positif (+) dan negative (-) ke
motor, dengan membalik polaritas tegangan pada motor akan membuat motor
putar ke kanan atau ke kiri, yang mana arah putaran motor mempengaruhi pergerakan jendela pada kondisi naik (menutup) atau turun (membuka)

Skema Power Window Jendela Naik


Saat saklar di tekan maka saklar power window memindah posisi untuk

memberi sumber positif (+) dari atas motor (lihat gambar), sehingga arus mengelir
dari saklar menuju motor listrik kembali ke saklar ke massa/ground, motor
akan berputar ke kiri. Dengan perputaran motor ke kiri membuat jendela naik.

Gambar 2.5 Wiring diagram Motor Putar Kiri

Skema Power Window Jendela Turun


Saat saklar di tarik maka saklar power window memindah posisi untuk

memberi sumber positif (+) dari bawah motor (lihat gambar), sehingga arus
mengelir dari saklar menuju motor listrik kembali ke saklar ke
massa/ground, motor akan berputar ke kiri. Dengan perputaran motor ke kiri
membuat jendela turun

Gambar 2.6 Wiring diagram Motor Putar Kanan


Power Window Otomatis
Power window Otomatis, adalah power window dengan sistem mem-buka
dan menutup jendela secara otomatis (saklar sekali sentuh). Dengan menyentuh
sekali Jendela akan naik atau turun secara terus sampai mencapai titik maksimum.
Disamping memilki fasilitas otomatis dilengkapi pula cara manual (buka tutup
sesuai keinginan).

Gambar 2.7 Fungsi otomatis

1 Fungsi buka/tutup secara manual


Fungsi ini sama halnya seperti power window model konvensional,
dimana naik atau turunnya jendela diaktifkan oleh saklar. Pada saat saklar power
window ditekan atau ditarik setengahnya saja, jendela akan membuka atau
menutup sampai saklar selesai ditekan/ditarik.
A. Prinsip kerja buka secara Manual
Ketika kunci kontak dalam posisi ON, saklar power window di tekan
setengah, maka arus menuju ke saklar down manual lalu menuju ke rangkaian
control. Rangkaian control akan mengolah dan memerintahkan Tr utama : On, Tr
untuk relai down : On, kontak akan tertarik membuat motor berputar ke kiri
(jendela turun). Bila saklar dilepas, maka motor akan berhenti bergerak (jendela
diam).

Gambar 2.8 Saklar Otomatis Power Window

Gambar 2.9 Prinsip kerja buka secara manual

B. Prinsip kerja Tutup secara Manual


Ketika kunci kontak dalam posisi ON, saklar power window di tarik
setengah, maka arus menuju ke saklar Up manual lalu menuju ke rangkaian
control. Rangkaian control akan mengolah dan memerintahkan Tr utama : On, Tr
untuk relai up : On, kontak akan tertarik membuat motor berputar ke kanan
(jendela naik). Bila saklar dilepas, maka motor akan berhenti bergerak (jendela
diam).

Gambar 2.10 Prinsip kerja tutup secara manual


Catatan:
Untuk pengamanan beberapa model dilengkapi thermistor (PTC) atau penghenti
rangkaian untuk mencegah mengalirnya arus yang melampui batas ke motor
penggerak.
1

Fungsi buka atau tutup dengan satu kali sentuh.


Fungsi ini mempunyai keistime-waan dengan perintah atau operasi sekali

saja (Sekali sentuh), jendela akan bergerak membuka atau menutup secara
otomatis sampai maksimum. Pengoperasiannya ada-lah dengan menekan atau
menarik saklar power window secara penuh.
A. Prinsip Kerja Buka secara Otomatis
Pada saat kunci kontak di posisi ON dan saklar power window ditekan
sepenuhnya, sinyal otomatis UP dimasukkan ke rangakain kontrol. Rangkaian

kontrol akan menjaga Tr utama dan Tr untuk posisi down tetap pada posisi ON
dalam waktu sekitar 10 detik, relai down power window akan aktif maka motor
power window akan berputar secara otomatis. Motor power window berhenti jika
jendela betul-betul terbuka dan rangakian kontrol mendeteksi penguncian motor
dari sinyal sensor kecepatan dan limit switch dari motor power window atau
matinya rangkaian waktu. Buka otomatis bisa berhenti dengan menarik saklar
power window secara setengah.

Gambar 2.11 Prinsip kerja buka secara otomatis


B. Prinsip Kerja Tutup secara Otomatis
Pada saat kunci kontak di posisi ON dan saklar power window di tarik
secara penuh, sinyal otomatis UP dimasukkan ke rangakain kontrol. Rangkaian
kontrol akan menjaga Tr utama dan Tr untuk posisi Up tetap pada posisi ON
dalam waktu sekitar 10 detik, relai up power window akan aktif maka motor
power window akan berputar secara otomatis. Motor power window berhenti jika
jendela betul-betul tertutup dan rangakian kontrol mendeteksi penguncian motor
dari sinyal sensor kecepatan dan limit switch dari motor power window atau
matinya rangkaian waktu. Tutup otomatis bisa berhenti dengan menekan saklar
power window secara setengah.

Gambar 2.12 Prinsip kerja tutup secara otomatis

Fungsi kunci power window.


Saklar pengunci power window jika diaktifkan maka jendela tidak akan

dapat dibuka maupun ditutup kecuali jendela pengemudi (sopir).


4. Fungsi pengamanan dari jepitan.

Gambar 2.13 Posisi Benda Terjepit


Bila saat jendela di tutup (berlaku untuk tutup secara otomatis), bila ada
benda yang terjepit di jendela, jendela akan berhenti menutup secara otomatis dan
turun kurang lebih 50 mm.
Keberadaan benda terjepit didetek-si oleh 2 komponen: limit switch dan
sensor kecepatan. Sensor kecepatan mengubah kecepatan motor lewat sinyal
ketukan. Jepitan dideteksi dari adanya perubahan pada panjang gelombang
ketukan.
Dengan berhentinya gigi roda, limit switch membedakan perubahan
panjang gelombang sinyal pada saat adanya jepitan dan pada saat jendela betulbetul tertutup.

Gambar 2.14 Wiring terjadinya jepitan


Pada saat switch utama power window menangkap sinyal yang
menyatakan adanya jepitan di motor, maka akan mematikan relai UP lalu
menyalakan relai DOWN kurang lebih satu detik dan membuka jendela kurang
lebih 50 mm untuk mencegah agar jendela menutup sempurna.

Gambar 2.15 Pendeteksian Terjadi jepitan

Gambar 2.16 Sinyal Sesor Jepitan


Dalam gambar 2.16 dapat kita simpulkan:

Area normal, jendela posisi menutup tanpa rintangan.


- Sensor kec = on-off pendek
- Sensor limit switch = on

Area Terjadi Jepitan, jendela posisi naik ada halangan pada jendela.
- Sensor kec. = on-off panjang.
- Sensor limit switch = on

Area tertuup penuh, jendela sudah pada posisi tertutup penuh.


-

Sensor kec. = off

Sensor limit switch = off

Komponen Power Window


Sistem power window terdiri dari beberapa komponen yaitu :

Saklar Utama Power Window

Saklar Power Window Lain

Motor Power Window

Regulator Power Window

Saklar Utama Power Window


Saklar utama power window terletak di pintu pengemudi, semua pintu
dapat diaktifkan oleh saklar utama. Saklar utama power window terdiri dari saklar
power untuk pintu pengemudi, pintu penumpang depan dan belakang kiri, pintu
penumpang belakang kanan dan saklar pengunci power window.

Gambar 2.17 Saklar Utama Power window


Saklar Power Window Lain
Saklar power window lain terdapat pada masing-masing pintu yaitu : pintu
depan kiri, pintu belakang kiri, dan pintu belakang kanan (Untuk posisi setir
sebelah kanan). Fungsinya untuk menaikkan dan menurunkan jendela dimana
saklar itu berada.

Gambar 2.18 Saklar Power window lain


Motor Power Window
Motor power window merupakan motor listrik dengan arus DC, fungsinya memutar roda gigi pinion.

Gambar 2.19 Motor Power Window


Regulator Power Window
Motor power window mempunyai gerakan berputar, untuk menaikkan dan
menurunkan jendela diperlukan mekanisme regulator yang merubah gerakan dari
motor power window. Regulator didukung oleh lengan X tempat dimana
terhubungnya penstabil regulator.
Gerakan menutup dan membuka jendela adalah gerakan dari lengan X.

Gambar 2.20 Regulator Power Window

BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas penulis dapat menarik kesimpulan antara lain :
1. Pada sistem power window penggerak utamanya adalah motor lisrik. Jenis
motor yangdigunakan adalah motor DC seri magnet permanen
2.Ada dua jenis regulator yang digunakan pada sistem power window yaitu
regulator dan regulator jenis kabel.
B. Saran
Akhir dari laporan ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran bagi
pembaca serta pengguna kendaraan bermotor, tentang elektrikal bodi khususnya
power window yaitu :
1. Saat memasang motorpower window terminal motor jangan sampaiterbalik,
apabilaterbalik maka pengoperasian power window juga akanterbalik
2. Jangan mengoperasikan motor dengan kondisi window regulator tidak
terpasang,karena apabila dioperasikan tanpa beban menyebabkan komponen
motor dapat terbakar.
3. Hati-hati dalam mengoperasikan power window, tangan atau anggota badan
lainnnya jangan sampai terjepit.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1992. STEP 2 Elektrikal Bodi. Jakarta : PT. Toyota Astra Motor.
Anonim. 2002. Service Enginering R4. Jakarta : PT. Indomobil Suzuki
International
Anonim. 1987. Repair Manual For Chassis and Body Corolla. Jakrta : PT.
ToyotaAstra Motor.
Rijono, Yon. 1997. Dasar Teknik Tenaga Listrik . Yogyakarta : Andi.
Daryanto. 1999. Pengetahuan Teknik Listrik . Jakarta : Bumi Aksara.
Petruzela, Frank D. 1996. Elektronik Industri. Yogyakarta : Andi