Anda di halaman 1dari 5

A.

Tujuan Praktikum
Mengetahui adanya kandungan protein dan globulin dalam cairanotak
Mengidentifikasi adanya cairan eksudat dan transudat yang terdapat dalam cairan otak
Mengetahui jumlah protein yang terdapat dalam cairan otak
B. TinjauanTeori
Proses
- Pembentukan : di buat oleh Plexus Choroideus yang terdapat pada ventrikel
tertius, ventrikel quartus dan ventrikel lateralis melalui Proses Ultrafiltrasi plasma
-

darah.
Sirkulasi : VENTRIKEL LATERAL & TERTIUS, VENTRIKEL QUARTUS
CANALIS SPINALIS FORAMEN MAGENDI & LUSKA RUANG

SUB ARACHNOID (MEDULLA SPINALIS) & PERMUKAAN OTAK


- PENYERAPAN: VILLI ARACHNOID SINUS -SINUS DURALIS
Nilai Normal Pada CairanOtak
- Tekanan
: 70 150 mm
- Volume
: 90 150 ml
- Berat Jenis
: 1,006 1,008
- Sel
: 0 5 sel/mm3
- Protein
: 20 50 mg/dl
- Klorida
: 118 132 mEq/L
- Glukosa
: 50 80 mg/dl
Fungsi Cairan Otak
1. Sebagai alat pelindung
2. Sebagai bahan lubrikasi
3. Pelepasana hasil metabolisme
PunksiLumbal
a. INDIKASI DIAGNOSTIK
1. Mendiagnosis meningitis
2. Mengetahui adanya perdarahan subarachnoid
3. Mengetahui adanya tumor atau keganasan
4. Memasukkan bahan kontras
b. INDIKASI TERAPI
1. Mengeluarkan darah dari ruang subarachnoid
2. Pemberianobat atau anestesi spinal
c. KONTRA INDIKASI
1.
Infeksi epidural
2.
Infeksi kulit sekitar tempat punksi
3.
Kelainan anatomi tempat punksi misalnya skoliosis
C. Alat dan Bahan
Tabung reaksi
Pipet mikro

Fotometer 5010
Larutan Fenol jenuh (tes pandy)
Larutan ammonium sulfat jenuh (tes nonne apelt)
Cairan otak
Kamar Hitung Improved Neubauer
Sarung tangan
Pipet Pasteur
Mikroskop
Larutan Turk
Tabung Reaksi
Alat Sentrifus

D. Percobaan
Tes Makroskopi
1. Warna : agak kecoklatan/kemerahan
2. Kekeruhan : tidak ada kekeruhan
3. Kejernihan : jernih
4. Bekuan : tidak ada bekuan

Tes Biokimia
Tes protein (Pandy)
Prinsip

: Albumin dan Globulin dispresipitasi larutan fenoljenuh

Cara kerja

1. Masukkan 1 ml larutan fenol jenuh ke dalam tabung reaksi


2. Tambahkan 1 tetes cairan otak
3. Amati timbulnya kekeruhan
Hasil : Setelah melakukan percobaan sesuai dengan prosedur, kami mengamati
percobaan tes pandy di dalam tabung reaksi tersebut cairan berubah menjadi keruh

(+) dan menunjukkan adanya peningkatan protein dalam cairan otak + larutan fenol
jenuh.
Tes Nonne Apelt (Ross Jones)
Prinsip
: globulin dispresipitasi oleh ammonium sulfat jenuh
Cairan
:
1. Masukkan 1 ml larutan ammonium sulfat jenuh ke dalam tabung reaksi
2. Tambahkan 1 tetes cairan otak perlahan
3. Amati ada tidaknya prespitasi berbentuk cincin putih pada batas kedua lapisan
Hasil : Setelah melakukan percobaan sesuai dengan prosedur, kami mengamati
percobaan tes none apelt, di dalam tabung reaksi tersebut cairan menunjukkan adanya
bentuk cincin putih pada batas kedua lapisan yang menunjukkan adanya peningkatan
globulin dalam cairan otak + ammonium sulfat.

Tes Glukosa (Metode Heksokinase)


Prinsip
: Tambahkan reagen terhadap sampel yang mengandung glukosa, maka :
Glukosa+ ATP HK Glukosa6 P+ ADP

Heksokinase mengkatalisis fosforilase glukosa menjadi glukosa-6-fosfat oleh ATP


Glukosa6 P+ NADP G 6 PDH Glukonat6 P+ NADPH + H

Konsentrasi glukosa sebanding dengan NADPH yang terbentuk.


Cara Kerja

Larutan Tabung 1 : blanko


Larutan Tabung 2 : blanko + standar
Larutan Tabung 3 : blanko + sampel
Masukkan ke dalam intubasi selama 5 menit dengan suhu 30
Setelah itu, masukkan ke dalam fotometer untuk di ukur

Hasil=

Tab 3Tab 1
100
Tab 2Tab 1

Hasil : tidak berada pada batas nilai rujukan (40-75 mg/dl)

Tes Mikroskopi
Tes Hitung Jumlah Sel
Prinsip : menghitung jumlah sel leukosit cairan otak menggunakan kamar hitung
Cara Kerja :
1. Masukkan cairan turk ke dalam pipet lekosit sampai 0,5
2. Masukkan cairan otak ke dalam pipet lekosit sampai 11
3. Aduk rata, lalu teteskan pada kamar hitung yang sudah ditutupi kaca penutup
4. Lihat dibawah mikroskop dengan pembesaran 45x
Hasil :
Jumlah Lekosit =

n 10
9

Hasil : jumlah lekosit pada cairan otak pasien ini, melewati batas nilai rujukan (0-5
sel/mm3.

Tes Mikrobiologi
Pewarnaan Giemsa
Prinsip : untuk menghitung sel MN atau PMN
Cara Kerja :
1. Cairan otak di sentrifus, lalu buat apusan di kaca objek
2. Keringkan. Setelah itu, tuang larutan giemsa selama 15 menit
3. Cuci dengan air sampau larutan tidak bersisa
4. Lihat di bawah mikroskop
Hasil : pada percobaan ini kelompok kami tidak menemukan sel MN ataupun PMN