Anda di halaman 1dari 3

Kenangan Indah Kuliah Optik

Penulis

: Arsela Komaralita (06111011012)

Mata kuliah Optik, mata kuliah yang ada pada semester 6(enam), seperti yang kita
ketahui Optik adalah satu objek pembahasan yang sudah kita pelajari dari Sekolah Dasar
(SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai Perguruan
Tinggi.
Ketika pertama kali mengikuti kuliah Optik bersama bapak Apit Fathurahman saya
dan mahasiswa lain sudah disuguhkan dengan ODOP (One Day One Problem). Apa itu
sebenernya ODOP? ODOP adalah kegiatan dimana peserta didik dituntut untuk
menyelesaikan 1(satu) soal setiap harinya. Dari kegiatan ODOP ini peserta didik diharapkan
menguasai materi pembelajaran dengan baik. Selama saya melakukan kegiatan ODOP
awalnya saya berpikir ini akan menyusahkan saya. Maklum saja mendengar kalimat One
Day One Problem sudah membuat saya berpikir yanng susah-susah. Tetapi ketika mulai
mengerjakannya secara rutin setiap hari menyicil satu soal untuk dikerjakan lama kelamaan
mulai dirasakan manfaatnya. Manfaat yang dirasakan pada saya sekarang, otak saya kembali
terasah untuk mengerjakan soal-soal setipe ataupun soal-soal dengan bentuk lain
Menurut saya ODOP ini merupakan metode pembelajaran yang baik, karena dapat
meningkatkan kemauan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal, dan juga ODOP ini
akan menimbulkan rasa tanggung jawab akan tugasnya dikarenakan tugas akan menumpuk
setiap harinya jika tidak dikerjakan dengan rutin.
Hari pertama mulai pembelajaran Optik, saya dan mahasiswa lain melakukan diskusi
plus. Dimana diskusi ini terdapat tim penyaji, tim komentator, dan tim dokumenter
(notulensi). Tim penyaji bertugas untuk membahas materi pembelajaran yang sudah
ditentukan sebelumnya, tim komentator bertugas untuk mengomentari materi. Tim
komentator dapat bersifat pro dan kontra terhadap tim penyaji. Tim dokumenter bertugas
untuk mendokumentasikan juga mencatat calannya diskusi, sementara kelompok-kelompok
lain bertugas untuk bertanya.
Metode diskusi plus ini juga memiliki manfaat yang baik, karena setiap kelompok
sudah ditentukan porsinya atau perannya masing-masing. Pada saat berlangsungnya diskusi
pun berlangsung dengan tertib. Diskusi yang dihasilkan juga menarik karena tim penyaji
dituntut untuk melengkapi materinya dengan video ataupun animasi.

Hari selanjutnya melakukan diskusi plus, dilakukan dengan metode belajar jarak jauh.
Pada pembelajaran ini dosen dan siswa terhubung oleh skype. Metode ini menurut saya
membuat ruang dan waktu bukanlah masalah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.
Metode ini sangat inovatif, hanya saja pembelajaran ini terkendala oleh jaringan sehingga
sering sekali terjadi putus koneksi.
Metode pembelajaran selanjutnya yang dilakukan adalah Lomba Cerdas Tepat (LCT).
Metode ini menurut saya yang paling menarik, karena disini kami belajar di ruang terbuka
sehingga tidak jenuh walau harus berjam-jam belajar Optik. Lombat Cerdas Tepat ini seperti
Lomba Cerdas Tepat pada biasanya, peserta LCT diwajibkan untuk menjawab soal-soal yang
diberikan oleh panitia LCT yang sudah ditentukan. LCT ini terdiri dari 2 babak yakni babak
penyisihan dan babak final. Yang membuat pembelajaran ini lebih menarik, setiap kelompok
diwajibkan untuk memiliki yel-yel yang mana yel-yel yang terbaik nantinya akan diberikan
hadiah.
Untuk Ujian Akhir Semesternya juga tidak kalah menarik dan inovatif, kami
mahasiswa mengerjakan ulangan tanpa kertas. Bisa dibayangakan bagaimana ujian tanpa
kertas itu seperti apa. Ujian tanpa kertas adalah ujian yang dilakukan secara online lewat
jejaring sosial bernama EDMODO. Kami diberikan 40 soal pilihan ganda dalam waktu 1 jam.
Ketika pertama kali melakukan ujian tanpa kertas ini rasanya sangat menegangkan
sampai-sampai saya takut untuk memulai ujian online. Ketika melakukan ujian mengerjakan
40 soal dalam 1 jam saya merasakan kekurangan waktu. Banyak kejadian yang tidak terduga
seperti halnya tiba-tiba kehilangan jaringan yang membuat saya panik setengah mati.
Kemudian juga susahnya untuk men-submit jawaban ketika sudah selesai mengerjakan soal.
Akhir cerita keseluruhan metode-metode yang sudah saya alami selama pembalajaran
Optik kali ini sangat inovatif sekali. Setiap harinya kami tidak dapat menebak metode apa
yang akan diterapkan untuk kegiatan belajar selanjutnya. Akan tetapi dari seluruh metode
yang mengalami banyak kendala adalah metode belajar jarak jauh walaupun idenya sangatlah
bagus. Saran saya untuk pembelajaran Optik itu metode-metode yang sudah diterapkan
sekarang semuanya inovatif sekali, tapi tolong dipertimbangkan kembali metode
pembelajaran jarak jauh.

Mimpi saya 5 tahun bahkan 10 tahun yang akan mendatang karena saya kuliah
dibidang pendidikan tentu saja saya ingin menjadi tenaga pengajar yang profesional baik itu
guru ataupun dosen. Kriteria guru atau dosen profesional menurut saya, antara lain:
Guru/Dosen yang mampu merubah pemikiran siswanya yang berpikir saya benci
pelajaran Fisika menjadi saya menyukai pelajaran Fisika.
Guru/Dosen yang mampu menjadi pedoman bagi setiap siswanya.
Guru/Dosen yang mampu membuat pembelajaran Fisika menjadi pembelajaran yang
tidak membosankan.
Guru/Dosen yang tidak memandang rendah setiap kemampuan yang dimiliki oleh
siswanya.
Guru/Dosen yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan.