Anda di halaman 1dari 3

Pembangunan Infrastruktur

berkelanjutan untuk mengurangi


Pencemaran dan Polusi
Pendahuluan
Indonesia saat ini sedang marak akan pembangunan-pembangunan di berbagai
tempat. Namun pembangunan-pembangunan yang dilakukan jarang yang tidak
menimbulkan bencana dan polusi disekitarnya. Hal ini memberikan dampak yang
sangat signifikan dalam kehidupan kita, baik yang dapat dirasakan maupun yang
tidak. Tapi, sebelum kita menyelesaikan masalah ini, ada baiknya kita mengetahui
apa yang menyebabkan masalah ini terjadi. Walaupun kita tidak dapat sepenuhnya
menahan semua akibat negatif yang ada, tapi kita bias menekan dan mengurangi
akibat-akibat yang tidak diinginkan seminimum mungkin.

Isi
Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Pengertian
Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan adalah pembangunan yang bertujuan
untuk memperbaiki kondisi lingkungan dalam aspek pembangunan ekonomi,
keragaman social budaya, dan perlindungan lingkungan hayati. Pembangunan
Infrastruktur Berkelanjutan berbeda dengan pembangunan konvensional yang
secara relatif hanya untuk membangun.

Masalah yang dihadapi pembangunan konvensional


Pembangunan konvensional menjadi kurang efisien bahkan buruk untuk masa
depan karena adanya beberapa faktor yang menghalangi, yaitu sebagai berikut:
1. Pertumbuhan penduduk
Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang dapat menampung
seluruh penduduk yang ada di daerah yang dibangun. Pembangunan
konvensional dapat terbilang tidak terlalu memperhatikan hal ini sehingga
mengakibatkan banyaknya tempat tinggal yang tidak layak
2. Polusi dan pencemaran lingkungan
Pembangunan yang benar seharusnya tidak menimbulkan polusi dan
pencemaran dan diharapkan dapat membuat lingkungan lebih baik.
Pembangunan konvensional sekali lagi tidak memperhatikan ini, bahkan ada
yang hanya memperhatikan bentuknya saja sehingga lingkungan sekitar pun
tidak dipedulikan.
3. Kenaikan temperatur bumi

Terkait dengan poin kedua, polusi dan pencemaran memicu pemanasan


global karena gas-gas buruk yang dilepas akibat dari pembangunan
konvensional. Pembangunan yang baik diharapkan dapat menurunkan
temperature bumi kea rah yang normal.
4. Keanekaragaman hayati berkurang
Pembangunan yang baik dapat diharapkan untuk mempertahankan segala
keanekaragaman hayati yang ada di daerahnya. Pembangunan konvensional
cenderung tidak memperhatikan hal ini sehingga beberapa keanekaragaman
hayati, baik yang biasa maupun yang langka, berkurang.
5. Keamanan yang kurang terjamin
Pembangunan yang baik diharapkan dapat melindungi penduduk didalamnya
dari segala ancaman, baik ancaman dari alam maupun dari manusia sendiri.
Pembangunan konvensional cenderung hanya memperhatikan keamanan dari
ancaman manusia, seperti pencurian dan sebagainya.

Solusi dari permasalahan pembangunan konvensional


Masalah-masalah yang dihadapi oleh pembangunan konvensional diatas
sebenarnya dapat diselesaikan dengan beberapa solusi yang kecil, tapi perlu.
Beberapa contoh solusinya adalah:
1. Mengelolah sampah atau limbah yang tak terpakai
Beberapa pembangunan terkadang meninggalkan limbah atau sampah yang
cukup mengganggu. Sampah atau limbah tersebut dapat menjadi penyebab
polusi dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi
sampah adalah mengolahnya menjadi barang-barang yang layak dipakai.
2. Membentuk pengelolahan air hujan
Hujan adalah suatu cuaca yang lumayan penting dalam kehidupan kita.
Tetapi, saat ini hujan merupakan salah satu penyebab beberapa bencana
yang kita hadapi, seperti banjir. Kenapa begitu? Karena hujan sekarang sudah
tidak menentu, rentang cuaca sudah mulai tercampur-aduk karena
pemanasan global; dan hujan sekarang pun hampir merupakan hujan asam
yang dapat merusak beberapa material dan juga dapat menjadi racun bagi
kita. Bagaimana kita mengelola hujan? Yang dapat dilakukan adalah
mengatur siklus hujan yang ada menjadi lebih teratur dengan penghijauan,
awan hujan buatan, dan sebagainya. Selain itu, kita juga dapat menambah
sumber mata air yang ada agar hujan tersebut dapat tertampung dan dapat
digunakan. Yang terakhir adalah membuat sumur resapan agar dapat
menampung air hujan untuk mencegah banjir dan bencana lainnya.
3. Mengurangi konsumsi energi
Tanpa kita sadari, kita sudah menggunakan banyak sekali energi. Dan tanpa
kita sadari juga, sumber energi sudah mulai menipis. Dan dari penggunan
energi tersebut, tanpa kita sadari kita juga menambah polusi dan
pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kita sebaiknya mengurangi
konsumsi energi agar tidak terjadi krisis energi yang ada didepan mata.
Bagaimana? Cara simpel yang dapat kita lakukan adalah menghemat
penggunaan energi seperti lampu dan alat elektronik lainnya. Cara yang lebih

baik lagi adalah melakukan hal-hal dikehidupan sehari-hari dengan


mempertimbangkan keadaan lingkungan sekitar, sehingga dari lingkungan
tersebut, kita dapat memanfaatkan energi yang dihasilkan.

Contoh-contoh Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan


Selain solusi diatas, terdapat satu solusi yang signifikan yaitu mengubah cara
pembangunan konvensional menjadi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan.
Namun, apa saja yang termasuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan? Contohcontoh tersebut dapat kita lihat sehari-hari di berbagai inovasi yang ada dan juga
langkah-langkah yang dilakukan oleh beberapa pembangun, seperti:
1. Melakukan penanganan terhadap Sumber Daya Alam yang tidak dapat
diperbarui
2. Menjaga, memperbaiki, dan membiarkan habitat tetap alami
3. Mengembangkan solusi terhadap masalah yang ada dengan
mempertimbangkan lingkungannya

Kesimpulan
Pembangunan di Indonesia saat ini harus didasarkan pada pembangunan
infrastruktur berkelanjutan karena banyaknya dampak negatif yang dibuat oleh
pembangunan yang sekarang sehingga membuat lingkungan kurang aman dan
nyaman. Salah satu cara yang paling tepat adalah mengembangkan solusi terhadap
masalah yang ada dengan mempertimbangkan lingkungan, karena jika suatu
masalah diselesaikan tanpa mempertimbangkan lingkungan, masalah baru pasti
akan muncul lagi.