Anda di halaman 1dari 3

SUSPENSI

1.1.

Definisi Suspensi
Suspensi Merupakan suatu sistem dispersi dengan partikel yang berukuran relative
besar tersebar merata di dalam medium pendispersinya. Pada umumnya sistem dispersi
merupakan campuran yang heterogen dengan ukuran partikelnya <100 nm. Sebagai contoh
adalah endapan hasil reaksi atau pasir yang dicampur dengan air. Dalam sistem dispersi
tersebut partikel-partikel terdispersi dapat diamati dengan mikroskop atau bahkan dengan
mata telanjang.
Suspensi merupakan sistem dispersi yang tidak stabil, sehingga bila tidak diaduk
secara terus menerus akan mengendap akibat gaya gravitasi bumi. Cepat lambatnya suspensi
mengendap tergantung besar kecilnya ukuran partikel zat terdispersi. Semakin besar ukuran
partikel tersuspensi semakin cepat proses pengendapan terjadi. Pemisahan suspensi dapat
dilakukan dengan proses penyaringan (filtrasi). Contoh suspensi adalah pengendapan
Fe(OH)3.
Suspensi menurut ilmu kefarmasian merupakan preparat yang mengandung partikel
obat yang terbagi secara halus (dikenal sebagai suspensisoid) disebarkan secara merata dalam
pembawa dimana obat menunjukkan kelarutan yang sangat minimum. Suspensi Obat tidak
melarut dan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat, terdiri dari
obat dalam bentuk serbuk sangat halus, dengan atau tanpa zat tambahan yang akan
terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang di tetapkan. Dalam dunia farmasi
sendiri, penggunaan sediaan suspensi digunakan untuk sediaan oral (melalui saluran
pencernaan) dan untuk sediaan tropikal (pemakaan luar). Contoh : obat sirup, Antasida
(Mylanta), cream, pasta, gel, dan lain-lain.
1.2.

Fungsi suspensi dalam bidang farmasi


Dalam farmasi, bahan-bahan obat yang memiliki ukuran partikel suspensi (ukuran
padatan) tidak dapat larut dalam pelarutnya tetapi harus dapat terdispersi dalam cairan
pembawanya. Suspensi dalam sediaan farmasi memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air.
2. Membuat zat obat yang tidak dapat larut menjadi terlihat seolah-olah larut sempurna
dalam cairan pembawa.
3. Membutuhkan bahan pensuspensi yang berfungsi memperlambat pengendapan,
mencegah penurunan partikel, mencegah penggumpalan (suspending agent).

1.3.

Mutu suspensi obat yang diharapkan


Beberapa kriteria suspensi yang diharapkan dalam sediaan suspensi antara lain
sebagai berikut :

1. Mampu terdispersi sempurna dalam cairan pembawanya.


2. Mengandung zat dan bahan menjamin stabilitas suspensi.
3. Partikel yang terdispersi harus memiliki ukuran yang sama dan tidak mengendap
cepat dalam wadah.
4. Sifar fisiknya (Suspensi) harus kental untuk mengurangi kecepatan pengendapan
partikel yang terdispersi.
5. Kekentalan suspensi tidak bolah terlalu tinggi agar mudah dikocok.
6. Mudah dituang.
7. Memiliki rasa enak dan tahan terhadap serangan mikroba
8. Saat Pengendapan terjadi ketika penyimpanan, zat harus mudah didispersikan
kembali pada saaat pengocokan.
9. sediaan suspense untuk obat luar, harus mudah disebar dipermukaan kulit dan tidak
cepat hilang ketika digunakan serta cepat kering.
1.4.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Suspensi


1. Ukuran Partikel
Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang serta daya tekan keatas
dari cairan suspensi itu. Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik
dengan luas penampangnya dan luas penampang berbanding linier terhadap daya tekanan
keatas. Artinya semakin kecil ukuran partikel maka semakin besar luas penampang partikel
(dalam volume sama), sehingga gaya tekanan keatas cairan semakin besar. Akibatnya
memperlambat gerakan partikeluntuk mengendap. Untuk itu, memperkecil ukuran artikel
akan dapat memerlambat pengendapan.
2. Kekentalan / Viskositas
Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut,
makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Dengan menambah
viskositas cairan, gerakan turun partikel (pengendapan partikel) akan diperlambat. Hal ini
dapat dibuktikan dengan hukum STOKES
2

d ( 0 ) g
V=

Ket :
V = Kecepatan Aliran
d = Diameter Partikel
p = Berat Jenis Partikel

g = Gravitasi
= Viskositas Cairan
p0 = Berat Jenis Cairan

3. Jumlah Partikel / Konsentrasi


Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel
tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara
partikel tersebut. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut,
oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya
endapan partikel dalam waktu yang singkat.

4. Sifat / Muatan Partikel


Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran
bahan yang sifatnya tidak terlalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi
antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut.
Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan alat (ex: mixer,
homogeniser, dan mortar). Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan
penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. Bahan-bahan pengental
ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi), umumnya besifat mudah
berkembang dalam air (hidrokoloid).
1.5.

Flokulasi
Flokulasi adalah proses pengadukan lambat agar campuran koagulan dan air baku
yang telah merata membentuk gumpalan atau flok dan dapat mengendap dengan cepat
sehingga dapat dipisakan oleh proses filtrasi. Atau jika dihubungkan dengan suspensi,
Flokulasi merupakan peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase
terdispersi dan fase pendispersi terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.
Tujuan utama flokulasi adalah membawa partikel ke dalam hubungan sehingga
partikel-partikel tersebut saling bertabrakan, kemudian melekat, dan tumbuh mejadi ukuran
yang siap turun mengendap (ukuran flok yang lebih besar). Dalam proses flokulasi ini
pengadukan dilakukan secara bertahap yaitu dari kekuatan besar kemudian mengecil supaya
flok yang sudah dibentuk tidak terpecah kembali. Ciri-ciri dari flokulasi ini, sedimentasi
berlangsung cepat, endapan yang terbentuk tidak keras dan padat, mudah terdispersi kembali
seperti semula. Biasanya, sediaan suspensi terflokulasi dibuat untuk produk yang digunakan
dalam jangka waktu lama. Contohnya jamu atau sediaan antibiotik (serbuk yang dilarutkan
dengan penambahan air).

Anda mungkin juga menyukai