Anda di halaman 1dari 2

HASIL

Tabel 1 Pengamatan LD50 terhadap Kafein


Kelompok Dosis
1 (50 mg/kg)
2 (100 mg/kg)
3 (200 mg/kg)
4 (400 mg/kg)

Jumlah kematian hewan


1
1
2
3

Perhitungan LD50
Log LD50 =log D + d(f+1)
Log LD50 = log 50 + log 2 (0+1)
= 1,7 + 0,3 = 2
Antilog = 100 mg/kg BB
Rumus Kisaran LD50
Log LD50 2 d df
100 log (2.2.0,01287)
100 log 3,65
100 3,6
Kisaran = 96,4 mg/kg BB sampai dengan 100 mg/kg BB
PEMBAHASAN
Praktikum kali ini dilakukan untuk mencari nilai LD50 kafein terhadap katak. Nilai
LD50 merupakan dosis yang menyebabkan 50% dari populasi hewan percobaan
mati. Dalam praktikum ini digunakan 16 ekor katak, katak ini dibagi menjadi
empat kelompok. Katak kelompok pertama disuntik dengan kafein secara
subkutan dengan dosis 50 mg/kg BB, setelah satu jam diamati dan satu ekor
katak dari kelompok ini mati. Katak kelompok kedua disuntik dengan dosis 100
mg/kg BB dan setelah satu jam diperoleh satu ekor yang mati. Katak kelompok
ketiga disuntik dengan dosis 200 mg/kg BB dan diperoleh sejumlah dua ekor
katak mati. Katak kelompok keempat disuntik dengan dosis 400 mg/kg BB dan
diperoleh 3 ekor katak mati. Kemudian dari hasil tersebut dimasukkan ke dalam
perhitungan LD50 dan diperoleh kisaran LD50 kafein terhadap populasi katak
yaitu 96,4 mg/kg BB sampai dengan 100 mg/kg BB. Nilai numerik dari LD50
dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti spesies hewan dan ketegangan, usia dan
jenis kelamin, diet, kekurangan makanan, suhu, kandang, musim, prosedur
eksperimental, dll (Zbiden & Flur-Roversi 1981).
Menurut Jokela dan Vartiainen (1959) kafein seperti golongan methyl xantine
lain, relatif tidak berbahaya dan dalam dosis kecil efeknya sebagai stimulansia.

Kafein secara medis dikenal sebagai trimethylxanthine dan sangat berguna


sebagai pemicu jantung, pemicu respirasi dan senyawa diuresis. Pada manusia
jarang dilaporkan kejadian overdosis akibat konsumsi kafein . Diperkirakan
bahwa 6,5 g dapat berakibat fatal pada manusia (Chopra & Morison 1995)

Chopra A, Morrison L. 1995. Resolution of caffeine-induced complex dysrhythmia


with procainamide therapy. J Emerg Med. 13: 113117
Jokela S, Vartiainen A. 1959. Caffein poisoning. Acta pharmacho. et Toxicol. 15 (4) : 331-334

Zbinden G, Flury-Roversi M. 1981. Significance of the LD 50-test for the


toxicological evaluation of chemical substances. Archives of Toxicology. 47
(2) : 77-99

Anda mungkin juga menyukai