Anda di halaman 1dari 7

Konsolidasi 5 Maret di Griya Gusudiran

Zaenurrohaman.
Walaupun momentum kurang tepat tetapi bukan berarti jogja itu
tidak ada. Saya tidak percaya dengan istilah nabok nyileh tangan.
Jokowi itu menganggap birokrasi takut dengan KPK. Agendanya adalah
sebagai unit pencegahan bukan pemberantasan. Refly, Alex Teten,
minoritas.
Agenda Jokowi jelas, tidak ada sisi memperkuat KPK. Aapaun
yang disampaikan oleh masyarakat ke joowi, belum ada yang berhasil.
Lok hukum selama dua kali berhasil menemui jokowi. Siapa sih yang
punyaakses? tidak tahu. Yang jelas, arahnya adalah pencegahan.
Dalam inpres putidak ada yang baru.
Inpres seakan-akan baru karena ada bumbu revolusi mental. Dan
tidak ada ancaman serius kepada kpk. Koran Tempo menurut saya
beum baca. Jadi di dalam inpres itu tidak ada yang baru. Isunya tidak
hanya pemberantasan korupsi. Tetapi demokrasi. Hak sipil mulai
terancam. Contohnya adalah media sosial dijadikan ancaman. Mas
dedi disangka UU IT. Bisa saksi, barang bukti. Surat. Tidak semua polisi
lulusan hukum. Menurut saya, ini bagian dari menakut-nakuti
masyarakat.
Kasus kriminalisasi contoh rill adalah kasus samad. Numpang KK.
Rezim hari ini, perspektif hukum, itu ancaman terhadap hak sipil dan
politik. Sudah ada ancaman dari via sosmed. Padahal, aalasan polisi
adalah dimuat di media massa. Itu namanya keranjang sampang.
Kalau menurut saya, isunya bukan pemberantasan korupsi, tetapi
demokrasi. Itu lebih mantabb. Usul saya, jokowi jk, bukan bareskrim.
Nah, jokowi saat ini itu pelaku, bukan korban, sejak awal saya
berpikiran seperti itu. Jangan terus-terusan didiemin. Saya tidak bisa
menerima jokowi itu orang baik. Ininegara bukan tentang amal
solih,surge-neraka. Dll.
Jay
Apdet tentang KPK hari ini, ketidak sukaan jokowi kepada KPK.
Zaenul apdet tentang isunya bukan pemberantasan korupsi, tetapi soal
terncamnya demokrasi. Soal pelemahan KPK.

Bung Mahmud
Saya meyangkan Pak tik, hanya jadi kuli. Dia bukan hanya
mensesneg, tetapi hanya jadi kuli. Sayang sekali pikiran-pikiran besar
dia. BG secara politik bisa diatur jokowi, itu alasan willy. Dibanding
dengan polisi yang lain. Ada isu juga JK ingin jadi presiden biar jokowi
jatuh. Yang asalahnya itu di jokowi. Kalau dia tegas, maka masalah
akan selesai dalam pra peadilan. Jokowi tidak membaca imbasnya.
Banyak relawan yang tidak percaya, tetapi jangan cabut
mandat.jadi kalau kita ngomong cabut mandat, maka jokowi akan
jatuh. Di pelindung jokowi tidak ada yang kuat. Kalau relawan nasional
bersatu cabut mandat, maka jokowi akan jatuh.
Jay
pemberantaan korupsi hari ini titik tolaknya di KPK. Pertama,
Kriminalisasi komisioner, pendukung dan penyidik. Kedua, keputusan
pra peadilan BG. Dan kpk kalah. Kasus BG akhirnya dilimpahkanke
kejaksaan, dan akhirnya pegawai KPK demo. Ketiga, sikap plt dianggap
sebagai kuda troya, yang akan menghancurkan KPK dari dalam. Dan
statemen jokowi lebih menekankan lebih pada pencegahan korupsi,
bukan
pemberantsan
korupsi.
Maka
soliditas
masyarakat
pemebtanrtsan korupsi itu bukan solid. Kedua, opini di masyarakat itu
kurang kuat dalam mengembangkan pemberantasan korupsi, yang
seharusnya ada narasi-narasi yanh harus dibangun.
Sumber masalah adalah kabareskrim. Ganti plt KPK. Hari ini, ada
tembakan lagi buat jokowi. Kita haruss hati-hati memilih redaksi.
Zaenurrohman
Kriminasasi terhadap aktifis anti korupsi tidak akan terbukti. Jiwa
korps polisi, hancurkan kpk. Menurut informasi, buwas itu pilihan
jokowi. Bukan orang mega atau surya paloh. Dia itu petarung murni,
dia tidak punya rasa takut. Rezim ini sungguh serius. Lalu, harus
dipertajam. Apa yang harus kita gaungkan?
Kita mungkin bisa mengaca pada era sby. Apa waktu itu oada
ksus cicak buaya digaungkan. Yang paling bahaya di kpk adalah kpk
dijadikan sebagai alat politik. Yang disalahgunakan. Yang satu sisi kpk
dijadiakan alat pencegahan. Belajar di sby, kriminaslisi. Nah,
kriminalisasi ada di presiden. Kalau Cuma satu orang, intinya ada di

Buwas. Saya sepakat dengan buya. Copot buwas. Saya tidak bisa
membayangkan bagaimana orang ini dijadikan sebagai polri di tahun
mendatang.
Sarly
Ada secercah harapan bagikita, khususnya tim 9. Hari ini tim itu
mengatakan bahwa tidak peduli dengan ladasan yuridis, mereka akan
memaksimalkan peran mereka. Mereka akan mengadakan kegiatan
upaya startegis bagaimana meyakinkan jokowi kalau ini proses
pelemahan kpk. Saya mencoba untuk mengulang kembali, kalau tadi
zen bilang kalau sumber kriminalsisi itu buwas dan kita belajar pada
zaman sby, dan sby berani bersikap seperti itu, kalau timnya abn,
kalau proses polri ini bukan penegakan hukum. Sehingga sby punya
pernyataan penuh untuk megambil sikap.
Secercah harapa itu bisa kita intakan kepada buya syafiI untuk
menekan ini. Apakah sudah saatnya sudah teriak jokowi turun?melihat
kondisi pemehaman hari ini dan dibiarkan terus, maka sangat tidak
mungkin sama sekali, kita akan mengalami pada zaman orde baru.
Bagaimana kita bisa sejahtera kalauhak berpendapat tidak boleh.
Bagi kita, pemimpin harus punya sikap yang tegas, bukan
pembiaran. Butuh data untuk menguatkan.
Satria Bem Km Ugm
Bukan saatnya kita yang disini bukan ideal. Hari ini ada tuntutan
dari alumni-alumni UI UGM, ITB, dll. Saatnya, kita hrus jelas, metode
gerakan tidak hanya diakhir, tetapi membuat jk itu mikir. Harus ada
cara lain.
Jay
Narasi pemberantsan korupsi tidak tunggal di media. Kita harus
membuat narasi dan menyambungkan gagasan ini ke eemen dan
tokoh masyarakat. Itu sepanjang perjalanannya gimana.
Bung Rian
Saya kira, kita perlu fokus kepada isu korupsi. Bukanisu
demokrasi. Kalau di sisi demokrasi kita tumbuh, tetapi keroposnya
penegakan hukum ini pada isu korupsi. Kita perlu mengingatkan kalau
polisi ini harus kita tekuk. Nah, di dalam isu korupsi, kita selalu

menguatkan kpk, tetapi institusi yang satu ini (polri) tidak kita dorong.
Itu sayang.
Jay
menyikapi kedatangan JK dari 8-12, dalam peresmian gedung JK.
Jaket itam
langkah-langkah kongrit harus dilakukan, kita seringkali
konsolidasi, tetapi belum ada tindakan. Kurangnya koordinasi dari
teman-teman gerakan.
Mas wahyu
Kkita harus mendialoggkan, kira0kira dalam dekat ini kita mau
ngapain. Usulan saya kita tetap aksi. Ini bagian memenangkan opini
public. Konsolidasi tidak dilupakan ia, tetapi, hari ini kita sepakati kita
tetap melakukan aksi. Kita kasih tagline, rezim Jokowi JK gagal
berantas korupsi, ancam demokrasi. Ini situasinya sangat pelik. Ini
muali dipukul dengan hukum. Tempo mulai dikriminalisasi.
Isu yang dibangun tidak hanya isu anti korupsi, tetapi banyak
isu-isu yang lain yang harus dibangun, agar masyarakat bawah banyak
yang ikut.
Mbak Ani
Saya melihat ada kelindan ada isu korupsi dan demokrasi. BBM
naik scara pelan-pelan. Itu berpengaruh juga dengan harga-harga di
pasar. Kita harus melihat perspektif ekonomi kedepan gimana, ihwal ini
bisa menjadi tembakan kita kedepan.
Saya melihat belum terlalu banyak orang yang resah dengan isu
ini. Saya pikir mungkin kita orang2 menengah pendidikan, tetapi tidak
hanya teman2 gerakan yang hanya tahu isu ini tetapi kelas meneha ke
bawah juga ikut resah dengan hal ini.
Jay
Mas wahyu menyarankan aksi, rezim jokowi jk gagal dalam
pemberantasan korupsi dan ancam demokrasi.
Andre.

Kira-kira yang kita pikirkan apa isi surat itu. Yang terpenting
aspirasi kita tersampaikan.
Sarli
Kita perlu memastikan teman-teman umy mau apa. semisal di
gerbang umy kita buat spanduk panjang, dll.. membuat petisi/surat itu
mengurangi rasa militansi kita. kalau bisa yang memimpin orasi
mahasiswa atau seniman.
Jay: kita diingatkan soal target. Target kita apa hari ini.
Zaen: JK lebih banyak melihat peluang dan apa peluang yang akan
kita garap. Mau ketemu JK juga kita mau ngapain.
Serli: setidaknya kita mau nguasai opini di masyarakat. Bahwa rezim
hari ini tidakpro terhadap pembertasan korupsi dan tidaak pro
terhadap demokrasi. Itu target kita. ini yang sampai hari ini kita belum
percaya penuh kepada kekuatan kita. kita terus bersuara dan
memnacing suara kepada daerah-daerah lain.

PERANGKAT AKSI:
KORDUM: JAY AKHMAD
KORLAP:

ADI (IMM)

HUMAS:

ANDRE

PERKAP:

SPANDUK, BEM UGM.


POSTER,
SELEBARAN, (300 lembar), ZAENURRAHMAN.
LAKBAN (LBH).

RELEASE: ZAENURRAHMAN.
NEGOSIATOR: WAHYU & SARLI

ELEMEN YANG TERLIBAT

1. LBH.
Cp: SARLI
2. PUKAT UGM.
Cp: ZAEN
3. AJI.
Cp: HENDRAWAN
4. LBH PRESS.
Cp: JD
5. DPD IMM DIY. Cp. ADI
6. GUSDURian.
Cp: JAY
7. PMII SLEMAN. CP: BAHRUL
8. SATUNAMA.
Cp. RYAN
9. BEM KM UGM. Cp: SATRIA
10.
JCW.
Cp: BAHAR
11.
SMJ.
CP: ANDRE
12.
WARGA BERDAYA.
Cp: DODO
13.
PUSHAM UII.
Cp: EKO
14.
IDEA.
Cp: ZAKI
15.
IRE.
Cp. MAHMUD
16.
ICM.
Cp: WAHYU
17.
PKBI.
Cp: GAMA
18.
MITRA WACANA.
Cp: MBAK RINDANG
19.
PIA.
Cp. Zaki
20.
KPI.
Cp: DAMAI
21.
SIGAB.
Cp: Rohman
22.
PSB.
Cp:Giyanto
23.
LKis.
Cp: Hafiez Zen
24.
JPJ.
Cp: NAyla
25.
MTB.
Cp: Irwan
26.
WALHI:
Cp: Halik Sandra
27.
IPPRT.
Cp: YUli Maheni
28.
YASANTI.
Cp. Imah
29.
Forum LSM.
Cp: Beni
30.
KAMMI DIY.
Cp: Ridho
31.
LMND.
Cp. Ardi
32.
SPAK.
Cp. Dewi
33.
HMI Jogja.
Cp: Erina
34.
RIFKA ANNISA. Cp: Harti
35.
SPKinasih.
Cp. Boni
36.
NARASITA.
Cp: Reni/Nining
37.
JPW.
Cp. Qobul
38.
KAPAL.
.
Cp: Begi
39.
JHF.
Cp: JUKI
40.
IJD.
Cp: DION
41.
SARANG LIDI.
Cp. YULI
42.
JNY.
Cp: NUr Khalik
43.
BEM UMY.
Cp; Zainuddin
DIHADIRI OLEH

1. Jay Akhmad
[Jaringan Gusdurian]
2. Wahyu
[ICM]
3. Machmud
[IRE]
4. Badrudin
[COMBINE]
5. Any Sundari
[SATUNAMA]
6. Ryan S
[SAT]
7. Zaenur Rohman [PUKAT UGM]
8. Adhi Wicaksono [IMM DIY]
9. Mukhibbullah A [IPPNU DIY]
10.
Gunawan
[Gusdurian]
11.
Mohammad Sahlan
[PMII UGM]
12.
Andi Triswoyo
[UGM]
13.
Ajat Santoso
[BEM KM UGM]
14.
Satria Triputra
[BEM KM UGM]
15.
Andreas IG
[SMI]
16.
Didik
[PMII SLEMAN]
17.
Isna Lathifa
[Gusdurian]
18.
Hasan Lubnahasa
[ACLC]
19. Jidi
[LBH Pers/AJI]