Anda di halaman 1dari 14

Penentuan Viskositas Larutan

Newton dengan Viskometer


Oswald

Rheologi ??
Rheologi
(Yunani) :

logos
(ilmu)

rheo
(mengalir)

Istilah ini digunakan pertama kali oleh


Bingham
dan
Crawford
untuk
menggambarkan
aliran
cairan
dan
deformasi dari padatan.
Viskositas
suatu pernyataan
tahanan
dari
suatu
cairan
untuk
mengalir dimana jika semakin tinggi
viskositas, semakin besar gaya yang
dibutuhkan
untuk
membuat
cairan
mengalir pada kecepatan tertentu.
(Moechtar, 1989)

Rheologi sangat penting dalam farmasi karena


penerapannya dalam formulasi dan analisis dari
produk-produk farmasi seperti :

Emulsi
Pasta
Krim
Suspensi
Lotion
Suppositoria
penyalutan tablet yang menyangkut
stabilitas,keseragaman dosis, dan kestabilan
hasil produksi.

Prinsip rheologi digunakan juga untuk


karakterisasi produk sediaan farmasi
(dosage form) sebagai penjaminan kualitas
yang sama untuk setiap batch.
Rheologi
juga
meliputi :

pencamp
uran
aliran
dari
bahan

Penuanga
n

pengeluar
an dari
tube

pelewata
n dari
jarum
suntik.

Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi

penerimaan obat bagi pasien

stabilitas fisika obat

bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh


(bioavailability).
Sehingga viskositas telah terbukti dapat mempengaruhi
laju absorbsi obat dalam tubuh.

shearing rate dan shearing stress tidak memiliki


hubungan linear, viskositasnya berubah-ubah
tergantung dari besarnya tekanan yang diberikan.
hubungan antara shearing rate dan shearing
stress adalah linear. Tipe alir ini umumnya dimiliki
oleh zat cair tunggal serta larutan dengan struktur
molekul sederhana dengan volume molekul kecil.
viskositasnya tetap pada suhu dan tekanan tertentu
dan tidak tergantung pada kecepatan geser,
sehingga viskositasnya cukup ditentukan pada satu
kecepatan geser.

Sistem
nonNewton.

Sistem
Newton

Menurut tipe aliran dan deformasinya


ada dua yaitu :

Tipe aliran non-Newton terjadi pada dispersi


heterogen antara cairan dengan padatan
seperti pada koloid, emulsi, dan suspensi.
Ada beberapa istilah dalam Sistem Newton ini
:
Rate of shear (D) dv/dr untuk menyatakan
perbedaan kecepatan (dv) antara dua
bidang cairan yang dipisahkan oleh jarak
yang sangat kecil (dr).
Shearing stress ( F ) F/A untuk
menyatakan gaya per satuan luas yang
diperlukan untuk menyebabkan aliran.

Perbedaan kecepatan dv antara dua lapisan


yang dipisahkan dengan jarak dx adalah dv/dx
atau kecepatan geser (rate of share). Sedangkan
gaya satuan luas yang dibutuhkan untuk
mengalirkan zat cair tersebut adalah F/A atau
tekanan geser (shearing stress) (Astuti dkk,
2008).
Menurut Newton :
F/A
= dv/dx
F/A
= dv/dx

= F/A
dv/dx
= koefisien viskositas, ( Poise )

Viskositas dinyatakan dalam simbol . Viskositas


merupakan perbandingan antara shearing
stress F/A dan rate of shear dv/dr. Satuan
viskositas adalah poise atau dyne detik cm -2.
Hubungan antara viskositas dengan suhu dapat
ditunjukkan pada persamaan Arrhenius :

=Ae

Ev/RT

A : konstanta yang tergantung pada berat


molekul dan volume molar zat cair
Ev : energi aktivasi
R : konstanta gas
T : suhu mutlak

Viskositas dipengaruhi oleh :

Besar dan bentuk molekul

Viskositas cairan semakin berkurang dengan


bertambahnya suhu tapi tak cukup banyak dipengaruhi
oleh perubahan tekanan.

Adanya koloid dapat memperbesar viskositas sedang


adanya elektrolit akan sedikit menurunkan viskositas
dari cairan

Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat


yang dinamakan viskometer. Viskometer dibagi menjadi
dua, yaitu viskometer satu titik (misalnya, viskometer
kapiler, bola jatuh atau hoeppler, penetrometer, plateplastometer, dll). Sedangkan viskometer titik ganda
(misalnya viskometer rotasi tipe stromer, Brookfield,
rotovisco, dll)

Tipe viskometer
Viskometer kapiler / Ostwald
Viskositas dari cairan Newton bisa ditentukan dengan mengukur
waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara
2 tanda ketika ia mengalir karena gravitasi melalui viskometer
Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan
waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah
diketahui ( biasanya air ) untuk lewat 2 tanda tersebut (Martin,
1993).
Viskometer Hoppler
Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum,
terjadi keseimbangan sehingga gaya gesek = gaya berat gaya
archimides. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola
( yang terbuat dari kaca ) melalui tabung gelas yang hampir
tikal berisi zat cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola
merupakan fungsi dari harga resiprok sampel ( Martin, 1993).

Viskometer Cup dan Bob


Prinsip kerjanya sampel digeser dalam ruangan antara
dinding luar dari bob dan dinding dalam dari cup di mana
bob masuk persis di tengah-tengah. Kelemahan viskometer
ini adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan
geseran yang tinggi di sepanjang keliling bagian tube
sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi. Penurunan
konsentrasi ini menyebabkan bagian tengah zat yang
ditekan keluar memadat. Hal ini disebut aliran sumbat
( Martin, 1993).
Viskometer Cone dan Plate
Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkan di tengahtengah papan, kemudian dinaikkan hingga posisi di bawah
kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan bermacam
kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang sempit
antara papan yang diam dan kemudian kerucut yang
berputar ( Martin, 1993 ).