Anda di halaman 1dari 10

Tata Cara Mengurus Janazah (versi lengkap)

Senin, 20 Desember 2010 16:06 | Fikih | 1 Comment | Read 913 Times


Oleh: KH. Khaeruddin Khasbullah




Mereka adalah orang- orang yang ketika musibah menimpa mereka, mereka berkata: Innaa
lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun = Kita ini adalah milik Allah, dan kita semuanya akan
kembali kepada Nya (Surat Al- Baqoroh, ayat: 156 ..

:
.
.
.
Hadist dari sohabat Shuhaib bin Sinan RA: Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda:
Menakjubkan urusan orang- orang beriman itu. Sesungguhnya segala urusannya semuanya
baik. Dan demikian itu tak akan terjadi pada seseorang kecuali pada orang beriman. Apabila ia
memperoleh kebaikan, iapun bersyukur, maka syukurnya itu baik untuk dia. Dan apabila ia
tertimpa musibah, iapun bershobar, naka shobarnya itu baik baginya. Hadist riwayat Muslim.
Penting:
Nomor- nomor pada akhir kalimat adalah nomor hadist yang terdapat dalam kitab BULUGHUL
MAROM, karya Syekh Ibnu Hajar Al- Asqolany.
I . KEWAJIBAN BAGI PENDERITA SAKIT.
a.

Bershobar.Sesuai ayat dan hadist diatas.

b.

Berikhtiyar dan berobat tanpa kenal putus asa.Q.S. Yusuf 87).

c.

Terus berdoa untuk kesembuhannya, dan tawakkal kepada AllahQS.A- Mumin 44-45)

d.

Berkhusnuddhon kepada Allah.

e.

Berwashiyat.986).

II. KEWAJIBAN BAGI KAUM MUSLIMIN/ TETANGGA/KERABAT

a.

MENJENGUKNYA

Menasehati dengan kesabaran..Surat Al- Ashr)

Mendoakan agar lekas sembuh.8)

Diantara doa matsurot yang dicontohkan Nabi adalah:




-
Ya Allah, Tuhan nya manusia, Penyembuh segala penyakit Sembuhkanlah dia. Engkaulah Maha
Penyembuh. Suatu kesembuhan yang tak terulang sakit lagi.
Hadist riwayat Bukhori dari Anas bin Malik.

Membantu meringankan beaya pengobatannya, atau memberikan makanan yang dapat


mendorong kesembuhannya.


Bertolong- tolnganlah kalian dalam kebaikan dan taqwa dan jangan kalian bertolong- tolngan
dalam dosa dan saling permusuhan.(QS. Al- Maidah 2)
b.

MENUNTUN (MENTALQINNYA (10)

Dengan kalimah Thoyyibah, Dzikir dan Istighfar.

Menuntun saat- saat Sakarotul Maut dengan kalimat: Laa Ilaaha Illallooh, terus berulang- ulang559 + 520)


. :
III. TATA CARA MENGURUS JANAZAH.
1. SESAAT SETELAH MENINGGAL.

Menutupkan kelopak matanya.560).

Mengikat rahangnya dengan tali yang lembut.

Menutupinya dengan kain dari kepala sampai telapak kakinya.562)

Menempatkannya ditempat yang layak dan jauh dari gangguan binatang.

Memohonkan ampunan.

2. MEMANDIKAN.
A. PERSIAPAN MEMANDIKAN.

Cari tempat yang tertutup.

Siapkan air yang SUCI MENSUCIKAN + Air Sabun + Air yang telah dicampur KAPUR
BARUS.565 + 567)

Sediakan SARUNG TANGAN KARET, sesuai jumlah yang memandikan. (Biasanya tiga
orang). Ini adalah demi alas an medis.

Siapkan Gulungan KAIN KASA untuk menyumpal duburnya sehingga kotoran tak keluar
lagi saat diangkat.

B. BERSAMAAN DENGAN ITU KAIN KAFAN DISIAPKAN, agar mayit tak menunggu
setelah dimandikan. Yang meliputi:

Sehelai tikar.

Kain Kafan, dengan ukuran dan jumlah yang akan diterangkan kemudian567)

Gunting.

C. CARA MEMANDIKAN JANAZAH.


a.

Gunakan air yang suci mensucikan/ air murni.

Mulailah dari Anggota Wudhu.567)

Mulailah dari anggota badan yang kanan.567)

Meratakan siraman keseluruh tubuh.

Para sahabat ada yang menjadikan rambut janazah wanita menjadi tiga bagian dan
DIKEPANG. Setelah itu diurai kembali (Fiqhus Sunnah I/266).

b.

Gunakan Air Sabun.

Bersihkan Qubul dan Duburnya.

Ratakan keseluruh tubuh.

Jangan lupa gosok giginya.

Jangan lupa bersihkan sela- sela kukunya dengan plastic yang runcing atau tangkai daun
agar tak melukai mayat.

Jumhur ulama tidak menganjurkan kuku yang panjang dipotong. (Fiqhus Sunnah I/266).

c.

Gunakan kembali Air Murni untuk membilas bekas air sabun.

d.

Tutup Permandian dengan menggunakan AIR KAPUR BARUS.,,,

e.

Badan Mayit dikeringkan dengan handuk yang lembut565+599).

f.

Tutup dengan kain.

@ SARAN: Sebaiknya mayat ditutup dengan kain agak tipis dan mengguyurkan airnya DARI
ATAS PERMUKAAN KAIN. Maka air akan menembus pori- pori kain penutup ketubuh mayat.
Tangan yang menggunakan sarung tangan karet menggosok seluruh tubuh mayat USAHAKAN
TANPA MELIHAT AURAT MAYATNYA.
3. MENGKAFANI JANAZAH..567 + 568 + 569 + 570 + 571)

Panjang kain kafan adalah seukuran tinggi mayat + 60 cm.

Untuk mayat laki- laki sebanyak 3 LAPIS.(568)

Untuk mayat perempuan 3 LAPIS + Baju kurung + Sarung + Celana dalam + kerudung.

Kain kafan jangan menggunakan kain yang mahal/ berlebihan573).

A. JANAZAH LELAKI.
a.

Gelar sehelai tikar.

b.

Letakkan lima utas tali,

Tiga utas tali panjang untuk daerah SIKUT, PINGGANG dan LUTUT.

Dua utas tali pendek untuk mengikat UJUNG KEPALA/ POCONG dan UJUNG KAKI.

c.

Gelar kain I sedikit serong kekanan untuk KEPALANYA.

d.

Gelar kain II sedikit serong kekiri

e.
Hamparkan kain ke III diatas kedua lembar kain yang sebelumnya. Bila mayat kecil,
lapisan bisa ditumpuk saja.
f.

Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana dan wewangian yang lain diatasnya.

A. JENAZAH PEREMPUAN.
a. Yaitu tiga lapis kain kafan seperli untuk lelaki.
b. + Baju kurung dengan bagian pinggir kanan kiri tak berjahit.
Dihamparkan pada daerah searah punggung, dan kemudian
dibuka kearah atas. Lubang kepala searah kepala.

1. + Satu lembar untuk sarung. Dihamparkan untuk daerah PINGGANG kebawah.


2. + Satu lembar untuk celana dalamnya yang sudah dibuka.
3. Letakkan kerudung searah kepala mayat.
4. Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana dan wewangian yang lain diatasnya.
A. CARA MENGKAFANI JANAZAH.
a.

Letakkan Janazah yang sudah dimandikan diatas hamparan kafan yang sudah dipersiapkan.

b.

Letakkan hamparan kapas diatas tubuh Janazah. Beri wewangian secukupnya.

c.

Pakaikan celana dalamnya (wanita)

d.

Balutkan sarungnya (wanita) Tutupkan baju kurungnya yang bagian depan. (wanita)

e.

Bungkuslah mayat dengan kain kafan ke 3.

f.

Bungkuslah dengan kain kafan ke 2,

g.

Kain kafan ke 1 di libatkan pada bagian atas kafan 2-3 yang sudah terpasang sebelumnya.

h.

Ikatlah Janazah dengan 5 (lima) tali yang sudah disediakan

PENTING!!!!
Bila setelah dikafani keluar kotoran/ darah lagi, maka sudah dimafu, tak usah disucikan lagi.
(Fiqhus Sunnah I/ 266).
4.SHOLAT JANAZAH.

Syarat Sah Sholat Janazah sama dengan Syarat Sah Sholat lainnya, seperti harus suci
hadast besar, hadast kecil dan suci dari najis, baik badan pakaian ataupun tempatnya.

Kepala Janazah di arah UTARA (Untuk daerah Indonesia). Bila dapat dimiringkan
menghadap Qiblat, tentu lebih baik.

Untuk Janazah laki-laki, Imam Sholat searah KEPALA atau dadanya.(Subulus Salam
II/109. Hadist no 41).

Untuk Janazah perempuan Imam sholat berada searah PERUT nya582 + Subulus
Salam II/ 102).

Makmum dibelakang Imam, sebaiknya membentuk 3 SHOF atau lebih.581). Bila


peserta sholat hanya 5, maka satu orang jadi imam, empat orang jadi DUA SHOF. Tiap
shof dua orang. ( Fiqhus Sunnah I/276).

f. KAIFIYAT SHOLAT JANAZAH580)


1. Takbir pertama, disusul baca FATIKHAH587).
2. Takbir kedua, disusul membaca SHOLAWAT.
3. Takbir ketiga, disusul membaca:
ALLOOHUMMAGHFIRLAHUU DST588 + 589 + 590).
Atau doa- doa yang lain. Sebaiknya doa- doa yang pernah
dicontohkan Nabi.

4. Takbir ke- empat disusul DOA. Diantaranya:


Atau:


5. SALAM.
Yakni:


# CATATAN: Untuk janazah anak kecil KARENA BELUM PUNYA DOSA, kalimat
Alloohummaghfirlahudst diganti dengan kalimat (Lihat Al- Adzkar Lin Nawawi):



Yang artinya: Ya Allah jadikanlah mayat anak ini bagi kedua orang tuanya sebagai perintis,
jadikanlah ia sebagai simpanan, dan jadikanlah ia sebagai tabungan bagi kedua orang tuanya.
Beratkanlah timbangan pahala kedua orang tuanya berkat anak itu, limpahkanlah kesabaran
kedalam hati kedua orang tuanya dan janganlah Engkau menguji keduanya dengan fitnah
sesudahnya serta janganlah Engkau menghalangi pahala kedua mereka.
Atau boleh disngkat:


5. Menguburkan janazah.
A. Siapkan liang lahad601 + Subulus Salam II/110)
# PENTING !!!
Sebelum digali, diukur dulu ARAH QIBLATNYAmemakai kompas . Untuk Jawa Barat +/25 derajat KE UTARA dari TITIK BARAT TEPAT.
(Jawa Tengah +/- 24,5 derajat, Jawa Timur +/- 24 derajat. Lihat gambar).

Sesuai Sabda Rasulullah:


- Dalamnya kurang lebih 1,5 meter.
- Panjang = Panjang mayat + 30 cm.
- Lebar = kurang lebih 80 cm ~ 1 meter.
- Pada bagian hadapan mayat digali lagi +/- 50 cm menjorok
kedepan. (Lihat Gambar

- Siapkan bilah bambu atau papan kayu.


- Siapkan BANTALAN TANAH sebesar +/- satu kepal, masingmasing untuk kepala pundak, dsb, agar Janazah bisa miring
dengan wajah menghadap Qiblat.
B. CARA MEMASUKKAN JANAZAH KE LIANG LAHAD.

Janazah di luncurkan dari arah SELATAN/ kepala dulu ( Untuk daerah Indonesia).
597 + Suulus Salam II/ 109 hadist no 41). KEPALA janazah di UTARA.

Direngkuh oleh para petugas yang sudah siap didalam liang dengan mengucapkan:
Bismillah Wa Alaa Millati Rasuulillaah597).

(
)

Letakkan Janazah secara miring, dengan wajah menghadap Qiblat.

Tali Kepala dan kaki dibuka agar PIPI dan UJUNG KAKI menempel ketanah.
( 1290 )

Tapi tidak harus.

Ganjal badan dan kepalanya dengan Ganjal tanah yang sudah disiapkan.

Tutup dengan bilah bambu atau kayu.

Ditimbun dengan tanah/ pasir yang ada. Padatkan

Tinggikan urugan sedikit, KIRA- KIRA SEJENGKAL602) dan ditandai dengan batu
(nisan).

Menganjurkan kepada yang hadir agar memintakan keteguhan hati pada mayat tatkala
menghadapi Malaikat Munkar dan Nakir, seraya memohonkan ampunan kepada Allah
untuknya, sebagaimana Sabda Nabi:



Artinya: Mohonkanlah ampun bagi si mayat dan mintalah dia agar teguh hati karena sekarang ia
sedang ditanyai. Hadist riwayat Abu Dawud dan dinilai shohih oleh Imam Al- Hakim.605 +
606)

Menaburkan tanah 3 (tiga) kali diatas kuburan, seraya mengucapkan: Minhaa


kholaqnaakum Wa fiiha Nuiidukum Wa minhaa nukhrijukum taarotan
ukhroo.604 + (Q.S. Toha 55)

Memasangkan batu nisannya.

Referensi:

Ibnu Hajar Al- Asqolany:

Bulughul Marom.

Fatkhul Bari

An- Nawawi Ad- Dimasyqy : Syarh Muslim

Al- Adzkaar.

Riyadhus Sholihin.

As- Shonani : Subulus Salam.

Sayid Sabiq

: Fiqhus Sunnah. Dll.