Anda di halaman 1dari 73

Episode 1 : "The Prophet's Vision"

Panas terik membakar tubuh kaum Muslim ketika menggali parit sejauh 8 km di selatan
Madinah, saat itu tahun 5 hijriyah.Kafir quraisy kumpulkan 10.000 pasukan gabungan
(ahzab) untuk serang Madinah dengan niat menghapus Islam sampai ke akarnya.Kala itu,
suasana sulit menghantui ummat Muhammad, 3.000 pasukan melawan 10.000 yang
mustahil secara logika.Al-Qur'an pun menggambarkan ini adalah perang tersulit, ramai
yg mundur, kabur atau malah kufur.Saat menemui bongkahan batu keras nan besar yg
tak satupun sahabat mampu menghancurkan, Salman memberitahukannya pada
Rasulullah.Rasulullah mengayunkan kapaknya 3x, setiap ayunan dengan takbir diikuti
kilatan cahaya ketika kapak menghantam batu, sebelum ia berantakan.Penasaran
dengan semua itu, sahabat bertanya
Kenapa engkau bertakbir dan apa kilatan sinar yang kami lihat tadi?"
Sinar ke-1, Allah akan menaklukkan Yaman untukku, Sinar ke-2, Allah akan menaklukkan
Syam dan negeri (barat; romawi) untukku.Sedangkan sinar ke-3, Allah menaklukkan
negeri (timur; persia) untukku.Kala itu romawi & persia adalah adikuasa dunia, yang
tentu yahudi mencibir Muhammad saw sudah gila kerana membayangkan hal itulah beda
orang beriman dan yang tidak, yang beriman percaya setiap ucapan Rasulullah bahkan
yang paling ekstrim sekalipun."sabda Rasulullah.
Girang para sahabat mendapatkan jaminan istana putih persia dan istana merah romawi,
mereka pun melanjutkan penggalian parit.Tatkala lelah menghampiri sahabat yang
menggali parit sepanjang 8 km dalam suasana padang pasir, merekapun
beristirahat.Saat itu ada yg bertanya pada Rasulullah,
"Ya Rasulullah, yang mana akan kita taklukkan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?"
Mulut yahudi menganga, terbuka lebar sebagaimana olok-olok mereka, mereka kata
Muslim telah stres karena penggalian parit.Namun Rasulullah berkata dengan sangat
jelas,
"Kotanya Heraklius akan di-futuh (dibuka) terlebih dahulu (konstantinopel)
Walhasil ini jadi bahan olok-olokan dahsyat bagi yahudi, mereka kata
"Pantas saja Muslim gila, pemimpinnya pun begitu!"
Begitulah yahudi kufur, perli melihat dulu baru meyakini, bila Muslim mereka meyakini
lalu melihat Bisyarah, kabar gembira dari Allah & Rasul-Nya adalah milik Muslim dan
merekalah yang meyakininya seolah membungkam yahudi, Rasulullah malah berucap
kemudian
Page
1

"Pasti ditaklukkan oleh kalian kota Konstantinopel! Konstantinopel pasti akan ditaklukkan
kalian, sebaik2 panglima adalah panglima penaklukan itu, dan sebaik2 pasukan adalah
pasukan itu"
Dipacu prestasi panglima dan pasukan terbaik, para shahabat-tabiin-tabiut tabiin
berlomba dalam mencapai gelar mulia 'Al-Fatih' - sang penakluk.Tercatat Abu Ayyub sang
pemegang bendera perang nabi (80th), Yazid bin Muawiyah, Maslamah bin Abdul Malik
(Khilafah Umayyah).Harun Al-Rasyid, Sultan Beyazid, Sultan Murad II (Khilafah
Abbasiyyah), mereka semua gagal atau gugur di depan tembok Konstantinopel.Umur Abu
Ayyub 80 thn saat itu, dia tak pernah absen dari jihad kecuali 1x saja, dia paksakan sisa
umurnya maju ke medan konstantinopel.Sayang Allah berkehendak bertemu dengannya
sebelum ia mampu menyabung nyawa dalam peperangan suci mencari gelar sang
penakluk!
Sebelum berpisah nyawa terucap lisan Abu Ayyub,
"Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan Muslim.. sejauh yang kalian mampu
agar tunai janjiku pada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan
derap kuda penaklukan konstantinopel"
*senyap
Wasiat terakhir dijalankan Yazid bin Muawiyah, mayat Abu Ayyub dimakamkan tepat di
tembok Konstantinopel yang masyhur.Makam Abu Ayyub terus memanggil kaum Muslim
sejak saat itu, seolah berkata,
"Mana pemuda Muslim? umurku 80 tahun dan aku terbaring disini!"
Maslamah bin Abdul Malik tak kalah hebatnya, dia kerahkan 180.000 pasukan daratan
dan lautan untuk menaklukkan Konstantinopel.Namun apa daya Konstantinopel masih
terlalu kuat, dan kaum Muslim dilahap senjata baru Yunani, greekfire.. Allahuakbar!
Bahkan dua pahlawan turki, para gazi (warrior of faith), Beyazid yildirim (sang kilat) dan
Murad II tak mampu menundukkan Konstantinopel.Mereka mengerahkan harta dan
nyawa bukan karena keuntungan duniawi, namun mengejar gelar yang dijanjikan
Rasulullah.
Walaupun terus gagal di depan tembok, namun kaum Muslim tak berhenti meyakini, ada
hari yang telah dijanjikan Rasulullah.Akan ada hari dimana semua keyakinan terbayar
lunas, ada hari dimana Konstantinopel akan menjadi bagian dari Islam.Dan hari itu akan
datang di tahun 1453. Gelar Al-Fatih (The Conqueror) itu akan jatuh ditangan seorang
pemuda belia.

Episode 2 : " Konstantinopel; Gates of East and West"

Page
2

Konstantinopel, Konstantinopel, c'est l'empire du monde (ini adalah rajanya dunia).


Begitu Napoleon memujinya, untuk menyampaikan bahwa seandainya dunia adalah
sebuah negara, maka Konstantinopel adalah ibukotanya.Kota agung dengan usia sama
tuanya dengan sejarah romawi itu sendiri, didirikan pahlawan besar yunani Byzas.Mereka
menjulukinya 'New Rome' dan Konstantin agung menamakan kota ini dengan namanya
pribadi "Konstantinopel".Perkerasan jalan dengan batu porfiri, tiang2 marmer
mengapitnya dengan latar belakang bangunan2 marmer megah, lengkap dgn
monumen2.
Kompensasi perang, emas, perak, dan kekayaan melimpah.Obelisk, bahkan kuda
perunggu Alexander terpajang disana.Konstantin agung menjadi kota yang paling
diinginkan di seluruh dunia, dan mengumpulkan 1 / 3 harta dunia padanya.Namun yang
menjadi lebih suci adalah bahwa kota ini menjadi pusat kristen yunani, kristen ortodoks.
Kota religius
Di kota itu berdiri gereja yg lebih banyak jumlahnya dari jumlah hari dalam 1 tahun, yang
membuat takjub setiap mata termasuk landmark dunia, bangunan terbesar yang mampu
dilakukan manusia pada zamannya, Hagia Sophia .Seorang yang masuk kedalam Hagia
Sophia pernah berucap,
"Oh, kami tidak tahu berada dimana skrg, di surga ataukah dunia?"
Kapan katolik latin romawi memimpin romawi barat, maka Konstantinopel adalah
penghulunya romawi timur Byzantium secara geografis, Konstantinopel diapit dua benua,
dua selat dan dua lautan,Utara Selat Bosphorus dan laut hitam, selatan selat dardanela
dan laut marmara (juga laut mediteranea).Baratnya benua eropa dan timur benua asia,
Konstantinopel ibarat permata ditengah 2 emerald dan 2 safir.

Lebih dari itu, Konstantinopel adalah gerbang dunia Barat sekaligus 'pertahanan terakhir
kristendom di eropa timur.Maka siapa yang dapat menguasai Konstantinopel,
sesungguhnya dia berada di singgasana dunia teratas dan sekarang kota ini menjadi
hadiah utama untuk setiap Muslim yang meyakini janji Allah dan Rasulullah.Berbeda
dengan penakluk lainnya, yg diinginkan kaum Muslim bukan hanya sekedar kota yang
bermandikan perhiasan
Namun,
Gelar panglima terbaik yang dijamin Rasulullah-lah yang telah mencambuk semangat
jihad para ksatria Islam
Sejak tahun 628 Rasul mengucap sebuah janji suci, harus menanti 825 tahun kemudian
untuk membuktikan bisyarah itu.Pada tahun 1453,seorang pemuda akan melewati
gerbangnya diarak oleh sinar mentari pagi dan berucap,
Page
3

"Alhamdulillah .."
Membukakan jalan untuk Muslim untuk melangkah lebih jauh ke Barat memberikan
cahaya setelah menguasai Konstantinopel dan saat itu, untuk kali pertamanya kota
Konstantinopel akan menjadi saksi kebenaran bisyarah Rasulullah saw.

Episode 3:"The Power of Turks"


Angin kering utara bertiup kencang.Semuanya bermula pada satu masa yg silam, tatkala
nabi Nuh turun dari bahteranya .Saat itu Nuh bersama 3 anaknya. HAM adalah bapak
bangsa kulit hitam, SEM adalah bapak bangsa kulit putih, YAFET bapak bangsa kulit
kuning Ham menurunkan ras Hamit yang mendiami Afrika, ras berkulit hitam (yaman,
sudan, habasyah) dan wilayah selatan.Sem menurunkan ras Semit yang mendiami timur
tengah (arab, persia, syria, yunani,latin) dan barat dunia.Yafet menurunkan ras Yafetik
yang mendiami bagian utara (cina, rusia, mongoloid) dan timur dunia
keturunan Nabi Nuh : Sem-Ham-Yafet
Ras Yafetik, menjelma bangsa yang gemar berperang, mempunyai naluri penaklukkan
dari lahirnya, bangsa yang kuat.Bangsa Cina sebut mereka Xiongnu, Yunani kenal mereka
Sos, Barat kenal mrk sbg Simmeria/Schytian.Orang Kristen menyebut raja Yafetik sebagai
Gog dan Magog, dan Muslim mengenal mereka sebagai.
*siiiing*
Ya'juj dan Ma'juj!
Ya'juj dan Ma'juj yg akan menghancurkan dunia kedua kalinya akan muncul dari tempat
yg tinggi, begitu peringatan Allah.Rasul berkata Ya'juj dan Ma'juj akan menguasai dunia
dan menimbulkan kehancuran yang besar pada bumi Allah.Ketika Dzulqarnain masih ada,
beliau menghalau bangsa Ya'juj dan Ma'juj ke utara dan mengurungnya dengan tembok
.Tembok besi berlapis tembaga yang takkan hancur sampai akhir zaman ketika mereka
kembali, begitu firman Allah Swt .
Namun, ketika Dzulqarnain menghalau Ya'juj dan Ma'juj, tertinggallah satu bagian dari
mereka,
*hening*
~bangsa Turki~
Turki berasal dari asal bahasa taraka - turika (meninggalkan - ditinggalkan), tertinggal
dari kelompoknya, Ya'juj & Ma'juj.Nabi pun pernah bersabda
Page
4

"wa tarku turka idzaa tarkukum",


Yang bermaksud:Dan tinggalkanlah turki selama mereka meninggalkan kalian
Rasulullah menyadari potensi kekuatan Turki dan karenanya melarang peperangan
terlebih dahulu dengan mereka.Nabi juga memprediksi bahwa 1/3 Turki akan memerangi
Muslim, 1/3 yg lain meninggalkan Muslim, dan 1/3 menjadi bagian Muslim.Maka Utsman
bin Affan ra, dialah yang melakukan kontak pertama kalinya ke tanah orang2 Turki dan
menyeru mereka Muslim.Maka masuklah Islam dalam jumlah besar orang2 Turki, mereka
menerima Islam dan memeluknya dengan kuat.Kita juga tak boleh lupa, ketika
menghalau Ya'juj & Ma'juj, ada pula keturunan mereka yang tertinggal.
~Mongol ~
Mongol melanjutkan usaha buyutnya yang membuat kerusakan, menjarah tanah
saudaranya, berperang tanpa etika.Sampai terusirlah bani Turki menuju daerah barat dari
tanah asal mereka, menuju pusat kekhilafahan Abbasiyah di Baghdad.Mujur bagi bani
Turki, kesetiaan dan potensi militer mereka membuat mereka yang awalnya budak
mendapat posisi baik.Pelan namun pasti, posisi2 militer penting satu demi satu dipegang
bani Turki, walau mereka tetap setia pada Khilafah Abbasiyah.
Terlebih di satu zaman dimana Khalifah Mu'tashim mendapat banyak tentangan keran a
mendukung paham mu'tazilah dan mendzalimi ulama.Mu'tashim pun membangun pusat
pemerintahan baru, Samara (Sarra Man Ra'a) untuk menghindari cibiran org2 arab.Di
kota Samara, kerana curiga dengan orangg2 arab, Mu'tashim menggunakan sebagian
besar pegawainya dari bani Turki.
Begitulah Allah mempergilir kekuasaan, bani Turki yang awalnya budak berubah menjadi
penguasa2 militer tinggi.Atas perintah Khalifah, panglima2 Turki pergi ke ujung barat,
perbatasan dengan Byzantium, menjaga Khilafah dari ancaman.Bani Turki menjadi
penguasa tanah perbatasan, dengan sumpah setia pada Khilafah Abbasiyah, membangun
kekuasaan di perbatasan.Bani Saljuk yang terkenal dengan Sultan Alp Arslan dan Bani
Ayyub yang terkenal dengan Salahuddin adalah keturunan Yafetik.Keturunan Yafet yang
akhirnya memperkuat Islam inilah yang kita kenal nantinya dengan nama Mamalik
(Mamluk).
Dengan Naluri perang lahiriahnya, Salahudin membuka jalan sampai ke asia kecil, dan
Alp Arslan menguasai asia kecil.Sungguh panglima2 Islam keturunan Turki membela Islam
dengan jiwa mereka, menjadikan jihad sebagai prestasi tertinggi.Mereka hidup diatas
kuda dan bertamasya dengan jihad, bercanda dibawah bayang pedang mereka dan
dengan bangga Muslim Turki menggelari diri mereka sebagai gazi (ghazi[un]: orang yg
berperang).Gazi, ksatria iman begitu mereka menggelari yang paling kuat dan paling
berani diantara mereka dan salah satu dari keturunan mereka benar-benar akan menjadi
pemimpin terbaik sebagaimana bisyarah Rasulullah saw .

Page
5

Episode 4: "Gazi Devlet"


Jika ada yang menyamai cara hidup bani Arab dalam hal keberanian, kehormatan dan
kekuatan, maka itu pastilah Bani Turki.Mereka sama2 hidup di ruang terbuka, bertahan di
alam yg ekstrim, piawai dalam berkuda, dan selalu dalam keadaan siaga. Di pinggang
mereka selalu terselip pedang, kehormatan adalah prinsip hidup merekam, dan agama
adalah fondasinya.Begitulah bani Turki mengingatkan kaum Muslim akan kejayaan
futuhat sebagaimana Kekhilafahan Umayyah, awal2 Islam.
Tatkala pejabat2 Kekhilafahan Abbasiyah mulai kehilangan taji mereka di mata musuh,
bani Turki mengembalikannya.Dan sungguh bani Turki tak mengecewakan Khilafah
Abbasiyah ketika diberikan tugas menjaga perbatasan dan meluaskannya.Bani Turki
bergelar "Protector of The (Abbasid) Caliph" tak hanya menjaga mereka, namun
menjadi pedang mereka.Peradaban yang maju serta kemudahan dalam dunia
menenggelamkan pejabat2 Abbasiyah, mereka lalai dengan kekuatan musuh.Kenikmatan
dunia menenggelamkan sebagian besar Muslim pada kemalasan tak berujung, abai
terhadap kehormatan darah.Begitulah akhir dari Khilafah Abbasiyah Baghdad ketika
diremukkan oleh Hulagu Khan pada 1258, Baghdad dijarah! Perlu 2 tahun bagi bani Turki
dibawah Saifuddin Qutuz dan Rukunuddin Baybars untuk mengakhiri nestapa itu.
Di Ain Jalut, pasukan Khilafah Abbasiyah diwakili 2 Sultan Mamluk berhasil mengusir
pasukan Mongol Hulagu Khan. Rupanya, kehadiran Mongol tidak hanya membawa
penghancuran kota Baghdad dan berpindahnya Khilafah Abbasiyah ke Kairo. Invasi ini
juga menyebabkan sejumlah bani Turki Muslim lain terusir dr wilayahnya di Timur
mencari peruntungan ke bagian barat. Dan perpindahan ini menyebabkan Khilafah
Abbasiyah bertambah kuat, dan berganti posisi menjadi penakluk bukan yg ditaklukkan.
Rombongan kecil nan berani itu dipimpin oleh Suleyman bin Kutalmuish, pemimpin 100
lebih rombongan pengungsi dari Turkistan. Sama sperti bani Turki yang lain, Suleyman
pun mengabdi pada Khilafah Abbasiyah menjadi penjaga di wilayah perbatasan Khilafah.
Keturunan Suleyman, Ertugrul menjadi pemimpin bani Turki yang disegani, cucunya pun
mewarisi kepiawaian keduanya, Utsman. Walau masih sangat muda, Utsman dibimbing
oleh Syaikh Edebali, dan mempunyai visi besar dan keislaman yang kuat. Visinya
menaklukkan 4 gunung dan 4 sungai yang terletak di barat dan timur dunia, yang
berbentuk laksana sabit.Dan hadiah utamanya terletak di tengah 4 gunung dan 4
sungainya, kota idaman Muslim, Konstantinopel.
Tatkala sampai di usia kecil, keberanian dan ketangkasan Utsman telah memberinya
posisi penting di kalangan Sultan Saljuk.Pada 1299 Utsman menyatukan sebagian besar
bani Turki termasuk Bani Saljuk Turki, dan membentuk kesultanan di perbatasan
Khilafah.Kesultanan baru ini mempunyai visi futuhat yang sangat kuat, mendedikasikan
kekuasaannya pada perang dan kehormatan Muslim.Mereka menyebutnya Kesultanan
Utsmani,
Page
6

~Gazi Devlet - Negeri para Ksatria Allah~


Utsman sendiri digelari dengan Sultan Utsman Gazi, sultannya para ksatria Islam, sultan
pembela kaum Muslim di perbatasan.Utsman benar2 menggarisbawahi bahwa mereka
adalah gazi, ksatria Allah, pelindung Khilafah Abbasiyah dan pedangnya.Maka Khilafah
Abbasiyah pun memberikan izin pada Utsmani untuk menjaga dan meluaskan wilayah
Islam ke barat.Bagai kapal layar yang telah siap mengarungi samudera mendapatkan
angin darat, Utsman memimpin kesultannannya dengan elegan.Utsman mengarahkan
seluruh potensi Muslim Turki kearah barat, ke kota yg djadikan gelar kehormatan bagi
Muslim,Konstantinopel.
Lalu menanamkan kepada keturunan darahnya mahupun keturunan aqidahnya akan
pentingnya penaklukkan Konstantinopel secara akidah.Sehingga penaklukkan
Konstantinopel menjadi harapan dan ambisi bersama seluruh bani Utsmani.Menjadi Kizil
Elma (Apel Merah) yang sangat menggiurkan, puncak prestasi tertinggi dalam militer
Utsmani.Dan sepertinya perlu 7 generasi untuk mewujudkannya. Ditangan seorang
pemuda berumur 21 tahun dari keturunannya.

Episode 5-Orhan's First Step To Europe


'Osman hayali' - Impian Utsman, begitu kesultanan Utsmani menyebut pencapaian
tertinggi mereka, yaitu penaklukkan Konstantinopel. Bersatu padu atas satu visi yang
jelas, kesultanan Utsmani terus bergerak kearah barat, dan menguasai asia kecil
(anatolia). Utsman Ghazi menunjukkan taring kaum Muslimin pada kota Brusa dengan
mengepungnya, sekaligus pendidikan bagi anaknya.Orhan Ghazi, penerus Utsman Ghazi
akhirnya berhasil menaklukkan kota Brusa pada 1326, menggantinya menjadi Bursa.
Naluri penakluk membawa Orhan pada ekspedisi demi ekspedisi, Nicaea bertekuk lutut
dihadapannya pada 1331. Nicomedia takluk 6 tahun kemudian pada 1337, sedikit demi
sedikit Orhan mendekat pada Konstantinopel.Kubah megah Hagia Sophia telah ada dalam
ujung pandangan mata Orhan, begitu jauh namun terasa begitu dekat.Ibnu Batutta
mengisahkan bahwa Orhan adalah ksatria Islam yang berjalan di jalan jihad fii sabilillah.
Bahkan Orhan tak pernah berdiam lebih dari 1 bulan penuh di satu kota, medan perang
dirindukannya, dinantinya. Memerangi kekufuran terus-menerus tanpa membiarkan
mereka bernafas, menjadikan mereka selalu dalam kepungan.
Dialah Sultan Orhan, anak dari sultan para ghazi, bangsawan di kaki langit dan ksatria
dunia. Semangat dan kesungguhan Sultan Orhan telah membawanya menguasai anatolia
secara penuh. Kini, antara dia dan Konstantinopel, kota yang agung itu, hanya dibatasi
oleh panjang 500 meter Selat Bosphorus.Pada satu masa yang dekat, harapan dan do'a
Orhan pun dikabulkan Allah swt, dan jalan menuju Eropa pun terlihat

Page
7

Ketika dua keluarga kaisar, Cantacuzenos dan Palailogos bersaing untuk mendapatkan
takhta kekaisaran, harapan muncul. Keluarga Cantacuzenos lalu menyewa kekuatan
kesultanan Utsmani untuk menaklukkan musuh politik mereka, keluarga Palailogis. Tak
menyia-nyiakan kesempatan, Orhan segera memenuhi undangan John VI Canatacuzenos,
segera mengerahkan pasukan terbaik.
Akhirnya, penantian itu menemui takdirnya, itulah kali pertama kaum Muslim
menginjakkan kaki ke Eropa sejak tahun 717. Kota pertahanan laut Galipoli, menjadi
pijakan pertama kesultanan Utsmani di benua Eropa. Saat pijak menjejak, lapak telah
terpetak, maka pantang pulang sebelum menang. Orhan mencari-cari cara bagaimana
kiranya agar pijakan yang telah didapatkan tidak hilang begitu saja.Yang terang adalah
bahwa Galipoli harus menjadi markas pasukan kaum Muslim, busur yang menembakkan
panah ke Konstantinopel.
Namun Galipoli bukan lah kota biasa, pertahanannya jauh lebih kokoh dari kota laut
manapun di wilayahnya. Galipoli bukan hanya kota pertahanan laut, namun juga gerbang
selat Dardanel menuju Laut Mediterania ke Utara.Melihat potensi geopolitis ini, Orhan tak
dapat menahan untuk menguasai Galipoli. Subhanallah, Wa Allahuakbar, sudah
kewajiban Allah untuk menolong kaum mukmin atas urusan mereka
Pada 1354, Allah mengirimkan gempa di Galipoli,
"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman" (TQS 30:47)
Dengan kekuatan Allah, runtuhlah sebagian besar tembok Galipoli, tembok yang menjadi
beban pikiran Orhan menguasai kota itu. Pada tahun yang sama, Galipoli dikuasai oleh
kaum Muslim, dan pijakan di Eropa itu kukuh teguh tak tergoyahkan. Dan sejak saat itu
melalui Galipoli kaum Muslim menguasai Dardanela, jalan itu terbuka jelas, menuju
Konstantinopel. Langkah pertama begitu mendebarkan politik Kristen Eropa, langkah
selanjutnya akan mengguncang dunia barat

Page
8

Episod 6 : "Il-Yildirim (The Thunderbolt)"


Episode dunia hendak berganti, layaknya bandul yang berayun dari satu titik pada yang
lainnya. Abad ke-13 yang menandai masa kekacauan umat Muslim hendak berganti
menuju abad kegemilangan Islam. Sejak berpijak di eropa, perluasan dengan cepat
dilakukan terus-menerus oleh kesultanan Utsmani, lebih cepat dari bani manapun.
Kesultanan Utsmani mengingatkan kaum Muslim akan 'ashrul-futuhat'-'masa
penaklukkan' Khilafah Umayyah yang terdahulu.
Saat itu peran Kesultanan Utsmani jauh lebih menonjol dari Khilafah Abbasiyah, sehingga
Barat lebih memperhatikan mereka. Dari sekelompok penunggang kuda, Islam telah
mentransformasi mereka menjadi ksatria2 Allah yang tangguh. Islam telah menyihir
sekelompok nomaden Turki menjadi pedang Allah yang membela dua kalimat syahadat
dan menyebarkannya. Pasca penaklukkan kota Galipoli oleh Orhan, gerakan Utsmani
seolah tak terbendung, menyapu Eropa Timur bak tsunami.
Page
9

Murad I, penerus Orhan tak kalah hebatnya, beliau terkenal sebagai jenius administrasi
militer maupun urusan negara.

Murad I penakluk Adrianopolis


Hanya setahun berselang sejak pengangkatannya sebagai sultan Utsmani, prestasi besar
sudah dia ukirkan pada batu Islam. Adrianopolis, kota kedua termegah di Eropa Timur
harus mengakui kepiawaian Murad I, takluk olehnya pada 1361.

Reruntuhan Adrianopolis (Edirne)


Sejak itu kaum Muslim memiliki 2 ibukota, untuk mengakomodasi 2 benua yg dikuasai, 1
di Eropa (Adrianopel), 1 di Asia (Bursa). Saat itu pula Utsmani merasa memerlukan militer
yg lebih terorganisir, lalu membentuk pasukan'penjaga pintu' (kapikulu). Diantara
pasukan kapikulu ini, dibentuk pula pasukan khusus pengawal sultan yang terkenal dan
terkuat sampai PD1; Yeniseri. Kekuatan ini membawa Utsmani sebagai kekuatan tempur
paling istimewa di dunia Islam pada masa itu. Dan lewat kekuatan ini pula Murad I dapat
mengepung Konstantinopel pada 1373 dan memaksa Kaisar menyerahkan jizyah.
Page
10

Setelahnya Murad I bergerak ke wilayah Yunani, Philadelphia dikuasai pada 1378, Sofia
pada 1385, Thessalonika 3 tahun kemudian.Pada 1389, Murad I bahkan berhasil memukul
mundur pasukan gabungan Serbia, Bulgaria, Albania, Macedonia dan sekutunya. Sayang
sekali kemenangan besar atas kristendom ini dibayar mahal dgn syahidnya sang sultan
ditangan agen Kristen.
Beyazid I, yang menggantikan ayahnya Murad I dijuluki "Il-Yildirim", 'Sang
Petir' karena gerakannya yang sangat tangkas.

Beyazid I "Il Yildirim" - "The Thunderbolt


Melebihi ayahnya, Beyazid bahkan pergi ke timur dan ke barat, meluaskan wilayah
Utsmani baik di Asia maupun Eropa. Bahkan Bulgaria yang berada di Balkan merasakan
kuatnya Beyazid, 'Sang Petir' lalu menyambar Wallachia pada 1394. Guna menahan
serangan tentara salib Genoa dari Laut Hitam, dan mengepung Konstantinopel, Beyazid
membangun benteng kokoh. Anadolu Hisaria (Anatolian Fortress), begitu sebutan kaum
Barat terhadap benteng Sultan Beyazid Il-Yildirim

Page
11

Anadolu Hisaria (The Anatolian Fortress)


Pada tahun yang sama 1934, Beyazid pun melaksanakan impian kaummnya
mendapatkan Konstantinopel, ia mengepungnya! Pengepungan dilakukan sangat lama,
sangat intens, sangat kuat, hanya satu langkah lagi Konstantinopel akan jatuh saat itu.
Namun sayang, seribu sayang, dari Timur jauh, muncul jenius perang Muslim lainnya,
keturunan Jengis Khan lainya, Timurlang.

Timurlang (Tamerlane | Timur) keturunan Gengis Khan yg Muslim.


Timurlang yang juga ingin menyatukan dunia dibawah kalimat Allah, membuat kerusakan
dengan menumpahkan darah sesamanya. Gerakan cepat Timurlang sampai ke kota
Ankara yang dikuasai oleh Utsmani, dan nyawa kaum Muslim terancam disana.
Mendengar invasi dari rivalnya, Beyazid segera pergi menuju Ankara, meninggalkan

Page
12

Konstantinopel yang bebas dari kepungan. Dengan pasukan yg terbatas, n logistik yang
seadanya, Beyazid secepat kilat menuju Ankara, demi membela rakyatnya *derap kuda
Malang bagi Beyazid, sisa kekuatannya tak mampu menandingi Timurlang, kakuatannya
dilumpuhkan dan Beyazid menjadi tawanan. Sebagai pembuktian siapa yang berhak
menyandang titel 'keturunan Khan Agung' Beyazid dibawa kemanapun Timurlang pergi.
Begitulah akhir hidup "Il-Yildirim", meninggal dalam tawanan Timurlang sebagai ganti
nyawa rakyatnya yang ia cintai.

Pasca meninggalnya Beyazid, Kesultanan Utsmani dilanda perpecahan penerusnya,


sutuasi jadi tidak menentu. Namun, semakin kencang suatu badai, maka semakin indah
pula langit setelahnya, begitulah keadaan Utsmani pada saat itu.

Beyazid dalam tawanan Timurlang


Dan akan terbukti indahnya sinar mentari setelah badai ini, penakluk-penakluk lebih
hebat yang akan muncul setelahnya..

Episode 7: "Birth of The Promised Sultan"


Perlu 10 tahun bagi Mehmed I menyatukan keluarganya yg terserak akibat fitnah
kekuasaan, membangun fondasi baru yg lebih kuat. Mehmed I menjadi Sultan generasi
ke-5 Utsmani, termasuk seorang administrator negara dan negosiator yang cekap pula.
Walau tak banyak penaklukkan yang terjadi pada zamannya, karena fokusnya pada
reformasi internal dan soliditas pasukan. Murad II yang menggantikan ayahnya menjadi
Sultan Utsmani ke-6, mewarisi segala persiapan yang dilakukan oleh ayahnya.

Page
13

Murad II, Sultan ke-6 Utsmani


Pemuda cerdas berusia 18 tahun itu seorang yang lembut, penuh perhitungan, laksana
Utsman bin Affan dalam jajaran shahabat.

Murad II saat latihan memanah sambil berkuda


Konon, Murad II sangat menyukai bahasa dan sejarah, ia banyak menerjemahkan kitab
tafsir, tarikh dan adab ke dlm bahasa ibunya. Pada 1422, Murad menggelandang
meriam2 besi berukuran standar yang masih jarang pada saat itu menuju tembok
Konstantinopel

Page
14

Jenis Meriam yang dibawa Murad II mengepung Konstantinopel pd 1422


Padahal usianya belum genap 20 tahun saat mengepung kota Konstantinopel, dan
meminta agar kota itu diserahkan padanya. Seolah-olah pengepungan Konstantinopel
adalah kewajiban pertanda baligh bagi keluarga Ustman, begitu Murad II melakukannya.
Walau mengakibatkan guncangan pada kota, namun tembok Konstantinopel masih
terlampau kokoh hanya untuk meriam biasa. Sadar dengan kenyataan bahwa selama
senjata artileri tak berevolusi, maka tembok terlalu kukuh, Murad II mengangkat
kepungan.
Berkali-kali pasukan salib dari Venesia, Hungaria, Serbia coba mengusik ketenangan
kaum Muslim, namun pupus dihadapan Murad II. Bahkan Penguasa Karaman, wilayah
Asia Utsmani memberontak pada Kesultanan Utsmani hanya berhasil gigit jari di depan
Murad II. Dengan elegansi politik dan kelembutan militernya, Sultan Murad II membuat
pasukan Italia mundur tunggang-langgang pada 1432. Serbia dijadikan wilayah vassal
Utsmani pada 1439 dan sejak saat itu dunia barat mengetahui siapa sosok Murad II.
Disegani kawan dan lawan, Dihormati munafik dan mukmin. Kerendahan hati Murad II
berpadu dengan kekuatan insting perangnya
Pada masa Murad II, pendidikan betul2 diperhatikan, setiap distrik madrasah umum
dibangun, dan ulama berdatangan ke tanahnya. Murad II juga mewajibkan pendidikan
kepada muda-mudi Muslim, bahkan menyeru yg belum menikah membentuk pasukan
azap (jejaka). Begitulah Murad II benar-benar membuat kaum kristen selalu memanjatkan
doa agar umur Murad II dipendekkan. Lantunan tilawah Al-Qur'an terdengar syahdu
sedan, ayat demi ayat mengalir tenang dari lisan ksatria Allah, Sultan Utsmani.
Ayat itu bercerita tentang janji Allah akan kemenangan-kemenangan kaum Mukmin atas
kekufuran, surah Al-Fath. Hati Sultan Murad II diliputi kegalauan, hanya Al-Qur'an yang
dapat menenangkannya dari berjalan kesana kemari tanpa arah. Di ruangan lain, Huma
Hatun, istrinya sedang menyabung nyawa utk anak ke-3 nya, penerus jihad di jalan Allah.
Sungguh penantian yang mendebarkan bagi setiap ayah, bahkan jika dia adalah seorang
sultan gagah perkasa nan lemah lembut.
Page
15

Ketika bacaannya sampai pada surah Al-Fath, pekikan bayi menghentikan tilawah Murad
II, memaksanya berdiri segera menghampiri. Dengan langkah panjang Murad II segera
menuju tempat kelahiran, senang menyelimuti hatinya, anak ke-3 nya laki-laki. Pada saat
itu suasana begitu mendukung, setahun terakhir itu Kesultanan Utsmani mendapatkan
berkah Allah dari langit dan bumi. Panen berlimpah, buah2 ranum menggantung dan
ternak2 sehat, penduduk menandakan ini adalah hal baik yang datang dari Allah
Saat berada di samping istrinya, Murad II melafalkan kalimat tauhid pada bayinya, kelak
kalimat yg kelak ditinggikannya. Lalu Murad II memberikan bayi itu nama sebagaimana
ayahnya, dan sebagaimana Rasul-nya. Anak itu keturunan ke-7 Utsmani, dinamai dengan
Mehmed II Khan bin Murad. Kelak dunia akan mengenalnya sebagai penakluk terbaik,
Muhammad Al-Fatih...

Episode 8: "Conqueror in The Making"


Alat tulis digenggam oleh anak kecil itu, menggoreskan berbagai hal yg bisa ditumpahkan
dari pikirannya dari tulisan & gambar. Dia menuliskan bahasa persia, arab dan turki,
bahkan merancang tugra miliknya sendiri, sebuah cap kebesaran atas namanya.

buku catatan Mehmed II (Al-Fatih) kecil

Page
16

Dalam lembaran-lembaran lain, anak berusia 11 tahun itu menggubah syair yang
kualitasnya setaraf dengan penyair besar. Dalam bait-bait yang dia gubah, sungguh
terlihat mental dan kehormatannya sebagai seorang Muslim, dalam usia yg masih belia.
"NIATKU, taat kpd perintah Allah [Maka berjihadlah kalian di jalan Allah... (TQS 5:35)]"
"SEMANGATKU, berupaya bersungguh-sungguh dalam melayani agamaku, agama Allah
Swt"
"TEKADKU, akan aku tekuk lututkan orang2 kafir dengan tentaraku, tentaranya Allah
Swt"
"PIKIRANKU, terpusat pada pembebasan (Konstantinopel), kemenangan, dan kejayaan,
dengan kelembutan Allah Swt"
"JIHADKU, dengan nyawaku dan hartaku, dan apalagi yang tersisa di dunia setelah
ketaatan pada perintah Allah?
"KERINDUANKU, perang dan perang, ratusan rubu kali untuk menapatkan ridha Allah
Swt"
"HARAPANKU, akan pertolongan dan kemenangan dari Allah, dan ketinggian negeri ini
atas negeri musuh-musuh Allah Swt"
Semangat jihad tertanam padanya laksana pohon yang berakar kuat, dan buahnya
tumbuh melalui tindak geraknya. Darah ahli perang mengalir deras dalam urat nadinya
berpadu dengan ideologi Islam yang menyatu dengan jasadnya. Mehmed II tumbuh
menjadi pemuda tangguh, ksatria Islam yang menjadikan ridha Allah sebagai tujuan
hidupnya .
Sejak kecil ayahnya, Murad II, telah memilihkan baginya dua ulama pembimbing
imannya, ulama terbaik di wilayahnya. Syaikh Ahmad Al-Kurani sejak awal bersikap keras
pada Mehmed II untuk membentuk sikap hormat pada ulama. Dengan didikan yang
tegas, Mehmed II berhasil menghatamkan Al-Qur'an sedang usianya masih 8 tahun saat
itu.bJuga Syaikh Aaq Syamsuddin, ulama polymath pada bidang fikih, tarikh, astronomi,
pengobatan dll juga menjadi mentornya. Dengan pendekatan personal dan keahlian yang
lengkap, Syaikh Syamsuddin inilah yang akan sangat berpengaruh bagi Mehmed II.
Setiap hari Syaikh Syamsuddin menceritakan tarikh Islam pada Mehmed II kecil,
menggambarkannya secara detail dan menarik. Syaikh mendeskripsikan Rasulullah dan
setiap akhlaknya, juga perangnya, tak tertinggal sedikitpun dalam ceritanya. Juga
penaklukkan para shahabat, keksatriaan Umar bin Khaththab, Khalid bin Walid, Ali bin
Abu Thalib, dan jamak sahabat lain. Beliau pun mendedahkan perjuangan Tariq bin Ziyad,
Alp Arsalan, Salahuddin Al-Ayyubi dalam memperjuangkan deen Islam.
Dan yang paling menarik dari semuanya bagi Mehmed II, tatkala Syaikh Syamsuddin
menyampaikan usaha penaklukan Konstantinopel. Beliau menceritakan hampir setiap
Page
17

masa, jatuh bangunnya ummat Muslim di depan tembok Konstantinopel yang kokoh
teguh. Tak lupa juga menyitir hadits Rasulullah saw tentang kepastian dibebaskannya
Konstantinopel, dan panglima terbaik saat itu.
"Konstantiniyye elbet birgun fetholunacaktir. O'nu fetheden komutan - ne guzel komutan,
O'nun askeri - ne guzel askerdir"
Mata Mehmed II berbinar tiap kali Syaikh Syamsuddin menceritakan Konstantinopel, kota
itu menjelma menjadi impiannya. Dan sejak saat itu, Konstantinopel tak pernah lepas dari
pikiran Mehmed II, berkewajiban bahwa dirinya adl penakluknya. Mehmed sangat sadar
bahwa Rasulullah berpesan bahwa "panglimanya adalah panglima yang terbaik", maka
itulah tujuannya. Shalat tahajud setiap malam adalah doanya pada Allah, tak hentihentinya semenjak ia baligh. Rawatib menjadi hal yang selalu dia lakukan, sebagai pinta
pula pada Allah agar berkenan pada dirinya. Begitulah Mehmed II melayakkan dirinya
untuk menjadi panglima terbaik, agar Allah memilihnya jadi penakluk Konstantinopel.
Tumbuh menjadi penggemar bahasa dan sejarah, sama seperti ayahnya, Mehmed bahkan
menguasai 8 bahasa Internasional saat itu. Bahasa ibu, Turki, Arab dan Persia ditambah
Yunani, Latin, Serbia, Hebrew dan Prancis untuk memastikan komunikasi dia kuasai.
Bahkan ada yang menyampaikan bahwa Mehmed belia menghabiskan hampir sebagian
besar waktunya diatas kuda dan berlatih. Ksatria Islam selanjutnya telah lahir, dengan
naluri perang 6 generasi Utsmani dan 800 tahun keyakinan bisyarah Rasulullah.
Siapa yang tahu jalannya kedepan, tantangan tak dapat diterka dan dikira, namun
penaklukkan Konstantinopel adalah harga mati. Bagi Mehmed II, tak ada yang dapat
menawar bisyarah Rasulullah, apalagi menggantinya dengan hal yang lain. Inilah kisah
tentang seorang pemuda dengan prestasi melebihi masanya, yang dijanjikan oleh langit
ketujuh.

Page
18

Mehmed II Khan bin Murad (Muhammad Al-Fatih)

Amasya, kota tempat Muhammad Al-Fatih dibesarkan

Episode 9: "Ben, Sultan Mehmed Khan"


Pemuda 19 tahun itu menaiki kuda putihnya dengan tangkas, dia melemparkan tatapan
yang dapat membaca isi pikiran pengikutnya. Tingginya sedang, badannya kekar terlatih,
dan matanya memiliki ketajaman melihat lebih dari yang biasa dilihat mata. Wajahnya
tampan, hidung bengkok khas turki, dengan tulang pipi atas dan cambang yang
Page
19

menambah maskulinitasnya. Mehmed II baru saja menerima kabar yang sangat membuat
gundah gulana hatinya, ayahnya telah menghadap Allah Swt.
Maka melalui intelijen Utsmani, Mehmed II harus segera dipanggil ke Edirne untuk
upacara penobatan sultan Utsmani. "Hanya mereka yang mencintaiku yang boleh
mengikutiku!" Begitu ucapan terakhirnya saat bertolak dari Manisa menuju Edirne.
Masih segar dalam pikirannya peristiwa tahun 1444 saat pertama kali ia dinobatkan
sebagai sultan, ayahnya masih ada ketika itu. Saat itu dia masih berusia 12 tahun,
namun Murad II melatihnya dengan praktek, tidak tanggung2, menjadi sultan Utsmani.
Namun pengalamannya yang minim sebagai administrator negara membuat Mehmed II
tak berkutik dihadapan serangan kaum kafir. Saat itu Mehmed II terpaksa memanggil
ayahnya dan membantunya dalam berperang dengan pasukan gabungan Eropa dan
Balkan.
Tahun 1444 di Varna, kekalahan mutlak pasukan kristen Eropa menjadi saksi kekuatan
Murad II.
Sejak itu, minimal 1o tahun kemudian, Hungaria, Serbia, Albania tak berani lagi mencoba
mengusik ketenangan kaum Muslim.
Sebuah kemenangan yang menjadi satu anak tangga lagi menuju Konstantinopel, warisan
dari Murad II buat Mehmed II. Pasca kemenangan di Varna, Mehmed II yang begitu
terobsesi akan Konstantinopel segera mengumumkan ambisinya. Bahwa sebentar lagi ia
akan mengerahkan pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel. Tentu saja semua
pejabat Utsmani berang. Mereka menganggap Mehmed II sudah gila, anak 12 tahun
menyerang Konstantinopel!
Maka terjadilah pemberontakan internal karena menganggapnya hanya 'anak kemarin
sore', masih sangat muda sekali. Saat itu Mehmed II memang belum merebut
kepercayaan para pejabat dan tentaranya, agak terburu-buru memang. Halil Pasha,
penasihat senior sultan Utsamani lalu menghasut pejabat2 untuk membangkang pada
Mehmed, agar turun tahta. Maka kali pertama Mehmed II dinobatkan menjadi sultan
hanya bertahan 2 tahun saja, pada 1446 Murad II kembali naik takhta.
Sejak itulah Mehmed II, kalah dan terhina, ditempatkan Murad II di kota Manisa untuk
menimba lebih banyak ilmu disana. Bagi Mehmed II, kegagalan itu menjadi cambuk yang
melejitkan kemampuan administrasi dan logistiknya lebih baik lagi. Pada 1448 Mehmed II
mendampingi ayahnya pada perang Kosovo, dan membuktikan pada ayahnya bahwa ia
sekarang berbeda.Murad menyadari anaknya yang tidak hanya ambisius tapi memiliki
kekuatan, tidak hanya serius tapi juga cerdik. Itulah masa-masa yang lalu, sekarang pada
1451, Mehmed II lebih dari siap untuk memangku jabatan sultan Utsmani.
2 hari perjalanan ditempuhnya menuju Adrianopel (Edirne), sesampainya ia disana, ia
disambut dengan sambutan duka. Rombongan Mehmed dari panglimanya, ulama-ulama
dan para prajurit Islam yang sangat kuat, berjalan menuju panggung penobatan. Ketika
Page
20

petang Utsman diberikan kepadanya, sumpah kepada Allah untuk melindungi Muslim di
wilayahnya terucap, maka dia sultan
"Seorang Muslim tak layak terperosok dalam lubang yang sama untuk kali kedua" begitu
pesan Rasul yang dia ingat.
Maka Mehmed II segera melakukan tindakan pembenahan internal di tubuh
pemerintahan dan terkhusus militernya. Mehmed II memadamkan pemberontakan lokal,
mengganti kepala divisi, menempatkan kepercayaannya di setiap lini. Khusus kepada
pejabat, ulama-ulama ditugaskan untuk melobi pejabat-pejabat agar ikhlas menjadikan
pekerjaan sebagai ibadah. Sejak saat itu, Mehmed berusaha menjadikan ketakwaan
kepada Allah sebagai pusat dari setiap aktivitas. Mendidik bahwa ketaatan kepada
pemimpin bukanlah karena segan atau takut, melainkan karena itu adalah seruan Allah.
Beliau begitu memahami bahwa untuk menaklukkan Konstantinopel, harus ada panglima
terbaik dan pasukan terbaik. Dan pasukan terbaik itu kini ia persiapkan untuk
menyambut bisyarah Rasulullah SAW. Dan dia adalah Sultan Mehmed II Khan bin Murad,
pemimpin pasukan terbaik penakluk Konstantinopel!

Episode 10: "The Royal Janissaries"


Sejak pendiriannya, Utsmani sudah memutuskan bahwa ia akan menjeadi kesultanan
yang memfokuskan diri pada kekuatan militer. Gazi Devlet - Negeri Ksatria, begitu
mereka mendedahkan visi hidupnya, yang sangat erat dengan kehebatan naluri perang.
Ketika Orhan membangun kesatuan sipahi, pasukan berkuda elit Utsmani,pasukan ini
sangat terkenal dengan kekuatannya.

Page
21

Sipahi, pasukan kavaleri Utsmani


Murad I melanjutkan dengan mengorganisir pasukan infanteri elit, lingkaran 1 Utsmani,
pasukan Yeniseri (Janissaries). Pada masa Mehmed II, pasukan inilah yang menjadi kartu
truf baginya, andalannya untuk menggempur tembok Konstantinopel.

Yeniseri pada saat perang dunia I

Mehmed II mere-organisir Yeniseri, menempatkan mereka pada barak-barak konsentrasi,


dengan 1 ulama bertugas di setiap barak. Ayat Al-Qur'an dibacakan pada mereka setiap
harinya, hadits2 kemuliaan kaum Muslim dibedah pula setiap waktu. Mehmed mengajak
Page
22

mereka shalat pada waktunya, mengimami mereka, mendekatkan diri pada mereka,
menjadi ayah bagi pasukannya.
Yeniseri, bukanlah sebuah pasukan sembarangan bahkan sebelum Mehmed II
mengorganisir mereka lebih terikat pada Islam. Dahulu kala, Yeniseri kebanyakan adalah
hasil perekrutan dari anak2 korban perang dari kristen, dan dipelihara kaum Muslim. Di
relung Islam, mereka dilatih menjadi tentara2 Muslim yang hanya takut kepada Allah,
singa medan pertempuran.
"Mereka sangat rajin, terbiasa bangun lebih awal dan hidup sederhana, mereka tidur
dimanapun dan biasanya di tanah"
"100.000 tentara Muslim akan bergerak lebih hening dan cepat daripada 100 tentara
kristen dalam kesempatan yg sama"
"Ketika situasi memerlukan mereka untuk menunjukkan keberanian, maka mereka tidak
pernah gagal dalam melakukannya"
Begitu ungkapan Bertrandon de la Brocquiere saat mengunjungi pasukan Muslim Turki
pada 1430-an. Busbeq, utusan Austria ketika bertandang ke kemah-kemah Yeniseri juga
menyampaikan hasil pandangan matanya,
"Disana kita tidak akan temukan judi ataupun minuman keras, bahkan umpatan, makian
dan sumpah serapah dari tentara (Muslim)"
"Kamar kecil mereka bersih, dan divisi medis selalu diikutkan kemanapun tentara pergi
untuk mengobati mereka"
Begitulah Islam mengajarkan kaum Muslim menjadi tentara yang terbaik, berperang
karena Allah bukan karena keuntungan dunia. Banyak cacian datang pada Islam, karena
Islam adalah satu2nya agama yang membolehkan perang dan membunuh manusia. Kita
katakan betul, namun perlu kita pahami duduk masalah yang sebenarnya tentang Islam
dan aturan perang. Tak satupun agama kecuali Islam mengatur perang, karenanya
perang mereka biadab, dan seluruh perang besar adalah buktinya.
Perang Dunia I dan Perang Dunian II memakan lebih dari 80 juta jiwa, pembantaian,
penjajahan dunia atas nama Gold-Gospel-Glory pada abad-15 saksinya. Bahwa agama
yang tak ada aturan perang justru maniak perang dan jatuh korban lebih banyak dan
lebih besar. Amerika diduduki dengan korban 100 juta indian, dan mereka bukanlah
Muslim, begitu pula di Australia dan Indonesia. Sejarah menyaksikan bahwa justru nonMuslim-lah yang menumpahkan darah ke tanah Allah, merusak peradaban tanpa aturan.

Page
23

Data kematian akibat perang, ada yang karena Khilafah Islam atau kaum Muslim?
Sebaliknya, Islam mengatur dengan ketat peperangan. Kapan boleh dan tidak, siapa yang
layak dan tidak untuk diperangi. Semak pula sejarawan David Nicolle berbicara tentang
pasukan Yeniseri Muslim,
"Agama (Islam) adalah inti dari moral dan motivasi mereka, dan divisi ini dibentuk
dengan tujuan untuk menyebarluaskan Islam
Subhanallah, kekuatan akan mengalahkan kelemahan, namun kekuatan yang diliputi
ketakwaan tak akan pernah kalah. Begitulah aturan perang didalam Islam, menjadi
tentara bukan berarti jadi yang paling kuat, memegang senjata bukan berkuasa. Tentara
Islam adalah perisai bagi rakyatnya dan pedang terhunus bagi kekufuran yang harus
dilenyapkan dari muka bumi. Mereka menyayangi Muslim sebagaimana membenci
kekufuran, dan untuk itulah mereka mengangkat senjata. Pedang terangkat karena Allah
tak menyisakan bayang-bayang kecuali surga Allah, mereka adalah pasukan Muslim:
Yeniseri

Episode 11: "O'nun Askeri, Ne Guzel Askerdir"


Dentang lonceng gereja memenuhi langit Konstantinopel, di hari yang biasa, dan aktivitas
sama biasanya seperti hari yang lain. Banyak pernah memandang langit Konstantinopel
berani bersumpah bahwa warna langitnya lebih indah dari langit di bumi manapun.

Page
24

langit dengan latar depan kapal dan masjid ayasofya


Langit yang sama dipandangi Constantine XI Palaiologos yang 3 tahun sebelumnya
dilantik sebagai Kaisar Byzantium. Dari istananya terdengar denting minuman laknat, dan
ucapan selamat atas keberuntungan yang baru saja menimpa dirinya. Murad II telah
mangkat, penggantinya adalah anak kecil yang tak berpengalaman dan ceroboh, begitu
perayaan yg mereka lakukan. Di mata mereka itulah Mehmed II pengganti Murad II,
menunjukkan penilaian picik prematur tanda kesempitan penilaian. Kaisar Constantine
tak bisa lebih senang daripada itu. Kekaisaran Byzantium ia warisi sedang berada di
jurang kehancuran. Wilayah Byzantium mengerut sampai kota Konstantinopel, belum lagi
dendam membara antara Latin - Yunani membayanginya.

wilayah byzantium pada 1451 mengerut sampai sebesar kota Konstantinopel dan
sekitarnya
Page
25

Maka berita kematian itu ibarat sebuah bunga ditengah-tengah bangkai, hiburan dalam
masalah yg melanda negerinya. Byzantium. Sphrantzes, penasihatnya berkata,
"Mehmed II adalah musuh kristendom semula kecil", namun tak ada yang
memperhatikan.
Begitulah perangai Mehmed II, baginya itu adalah keuntungan. Meremehkan org lain
selalu merugikan diri sendiri. Selagi diremehkan, Mehmed II dapat menyiapkan
pasukannya dengan baik, guna secepat mungkin mengepung Konstantinopel. Sultan
Mehmed mungkin masih sangat muda, namun pengalaman yang ia dapat dari sirah-sirah
melebihi panjang umurnya. Perhatiannya pada hal-hal yang detail membuatnya dijuluki
jenius logistik, sebuah keahlian yang sangat penting saat perang.
Sejak menaiki tahta Utsmani pada 1451, Mehmed juga membangun armada lautan di
Galipoli, Sinop, Izmit dan kota pelabuhan lain. Mehmed sangat menyadari bahwa siapa
yang menguasai lautan akan menguasai Konstantinopel, bahkan menguasai seluruh
dunia. Konstruksi massal diperintahkan, ahli2 kapal didatangkan dari syria, insinyur2
kapal disewa dari genoa atau venesia. Sultan Mehmed juga menunjuk Baltaoghlu sebagai
Kapudan Bahriye Pasha, Captain of The Sea, yang mengawasi persiapan laut.
Total dalam waktu 2 tahun, 400 kapal laut berhasil disiapkan untuk menggempur
Konstantinopek dari jalur laut. Didominasi oleh fustae, kapal dayung yang berukuran 1924 pendayung dan memuat 220 tentara, armada laut siap diperintah.

fustae (kalyata) atau dromon yang mendominasi angkatan laut Utsmani


Sedang pasukan daratnya dibagi menjadi 4 divisi sebagaimana biasa, infanteri, kavaleri,
artileri serta pasukan pendukung. Pasukan artileri membawa persenjataan berat
semacam battering ram, trebuchet dan catapult

Page
26

alat artileri abad 14-an >> trebuchet, catapult, ballista

Sementara divisi kavaleri sipahi dilengkapi zirah, dan pasukan akinci yang bisa lebih
bergerak bebas, para tuan tanah. Pasukan infanteri pun dibagi 2, tentara azap yang
terdiri dari permuda perjaka dan tentu saja pasukan khusu Yeniseri. Yeniseri sebagai
pasukan utama dikepalai oleh Aga yang membawahi 10.000 Yeniseri, dengan senjata
utama tombak dan pedang.

pasukan infanteri dan kavaleri Utsmani


Selain itu dalam pasukan Utsmani juga terdapat mehter, pasukan penabuh genderang
perang untuk menggelorakan jihad. Mehmed tidak hanya memastikan pasukannya kuat
Page
27

secara fisik, namun juga memastikan pasukannya bertawakal kepada Allah. Hasilnya
jelas, setengah pasukannya selalu melaksanakan tahajud di malam hari sebagai tanda
kedekatan mereka kepada Allah.
"O'nun Askeri, Ne Guzel Askerdir", "Dan pasukan penakluk itu adalah pasukan yang
terbaik!" begitu janji Rasulullah..
Namun kaisar dan pejabatnya yang sedang berpesta takkan menyadari semua ini
sebelum semuanya terlambat sudah. Kelak mereka akan sadar tatkala pasukan terbaik ini
telah menyebar di horizon pandangan mereka, diluar tembok Konstantinopel

Episode 12: "Challenging the 1,123 years Legend"


Satu-persatu pasukan bertekuk-lutut di bawah kukuh teguhnya, terpaksa mengakui
keangkuhan susunan batu berlapis Konstantinopel. Sebagai kota yang paling diinginkan
di dunia, Konstantinopel mungkin kota yang paling sering disinggahi penakluk. Silih
berganti manusia menyetor nyawa menyuburkan prestasi tembok Konstantinopel,
menjadi tumbal mistisisme kota itu. Begitulah tembok Konstantinopel menjadi saksi atas
bendera-bendera yang dijatuhkan, panglima-panglima yang terkubur. Sampai
pertengahan abad 15, tembok Konstantinopel masih menjadi masterpiece sistem
pertahanan terbaik buatan manusia.

tembok konstantinopel

Page
28

Tembok ini mengelilingi kota Konstantinopel dengan sepanjang 20 km, dengan 188
menara pengawas berantai setiap 70 meter.

tembok yang mengelilingi kota konstantinopel

Khusus di wilayah yang berbatasan dengan daratan, tembok ini berlapis 3, parit diluar
dan 2 lapis tembok di bagian dalam.

tembok lapis 3 konstantinopel yang berbatasan dengan daratan

Dengan tinggi total 18 meter, jelas tembok ini bukan lawan artileri kelas trebuchet dan
catapult yang efektif di abad lalu. Tak kurang 23 kali tembok ini lepas dari kepungan.
Page
29

Persia, Bulgaria, Rusia dan kaum Muslim pernah merasakan kekuatannya. Pasukan
kavaleri harus berhenti di depan parit berair sedalam 10 m dan lebar 20 m, dan pasukan
pemanah yg menyambut mereka. Bilapun mereka sanggup merenangi parit dengan
hujan panah, maka di menara outer wall telah menanti pemanah yang lain. Dan jika pun,
mereka sanggup melewati tembok lapis 2, batu2 menanti menghantam kepala mereka
dari tembok lapis ke 3.

penampang tembok lapis 3 konstantinopel


Pasukan serbia juga mencoba menggali tanah di bawah dinding, namun tentara
Konstantinopel berhasil membacanya. Mereka menyiapkan lubang counter attack, lalu
membakar habis para penggali di bawah tanah, penggalian telah gagal. Terbentang di
denah petanya, pertahanan yang begitu kuat.

Namun Sultan Mehmed tidak gentar atas nama besar. Ia hanyalah susunan batu buatan
manusia. Jika manusia bisa membuatnya, maka yang lain pun boleh meratakannya. Tak
boleh ada satupun dinding penghalang dari dakwah Islam, dan Mehmed terus menerus
berpikir bagaimana cara mengatasinya. Dia hanya sadar, apabila dia mencoba cara yang
telah dicoba yang lainnya, maka kegagalan pasti akan menghampirinya. Hanya orang
gila yang menginginkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama persis sebagaimana
yang lainnya. Sultan Mehmed belum tau caranya, namun dia yakin ketika dia berusaha
memikirkan caranya, maka Allah akan memudahkan jalannya.

Page
30

"Dan siapa saja yg bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikannya jalan keluar, dan
rezeki dari jalan yg tak diduga-duga"
Ketika Mehmed tenggelam dalam strategi dan taktiknya, tak satupun perwira tinggi
Konstantinopel menyadari marabahaya. Sudah sewajarnya jumawa menghampiri
penduduk Konstantinopel, karena selama ini tembok tak pernah gagal bertugas. Belum
lagi masyarakat Konstantinopel sangat percaya bahwa Bunda tuhan, Maria, adalah
pelindung kota, takkan meninggalkannya. Seperti itulah ketika takhayul diatas akal, maka
manusia akan menggantungkan diri padanya dan meninggalkan sabab-musabab.
The Perfect Defenses, dengan prestasi 1,123 tahun tak pernah sekalipun jebol, tembok
itu adalah kebanggaan mereka. Dan sekarang Sultan Mehmed berdiri menantang legenda
1,123 tahun itu, sesuatu yang tidak mungkin bagi sebagian insane. Diceritakan bahwa
saat Mehmed II berdiri di depan tembok itu pada 1453, dia berkata dengan lantang di
depan tembok itu,
"Wahai tembok Konstantinopel, sebentar lagi aku akan menaklukkanmu dengan kalimat
Al-Haq!" (Laa ilaaha illa Allah!)

Episode 13: "The Throat Cutter"


Semenjak Murad wafat, kesenangan Konstantinopel bermula, karena menganggap
penggantinya jauh lebih lemah daripada Murad II. Merek datang kepada Sultan Mehmed II
untuk menawarkan pembaruan perjanjian damai, memberikan upeti dan menekan
Mehmed II. Khusus Konstantinopel, mereka memanfaatkan Orhan, paman Mehmed yg
memberontak, dan meminta suaka di Konstantinopel. Konstantinopel mengumumkan,
bahwa Mehmed II harus membayar upeti yang besar, bila tidak Orhan akan mengklaim
tahtanya. Banyak pula ancaman2 lain datang pada Mehmed, menekannya dan
memanfaatkan anggapan tentang kelemahan Mehmed II
Mehmed II menanggapi semua itu dengan cantik, dia menandatangani perjanjian damai
dengan negara2 Balkan dan Eropa Barat. Selain itu juga memberikan 300.000 keping
perak kepada Konstantinopel untuk 'biaya perawatan' Orhan. Makin jumawa
Konstantinopel dibuatnya, sehingga makin tumpul rasa awas mereka terhadap
marabahaya yang mengancam hidup. Begitulah Mehmed bekerja, dia menyetujui hampir
setiap permintaan negeri2 kristen kepadanya, agar musuh menjadi angkuh. Sedangkan
akalnya tetap bekerja, berpikir tentang rencana yang terbaik yang hanya diketahuinya,
tak boleh bocor keluar.
Mehmed juga berkata tentang prinsip kerahasiaan "Bila selembar janggutku tau
rencanaku, aku akan segera membakarnya". Begitulah Mehmed membiarkan
Konstantinopel menggali kuburannya sendiri, dengan keangkuhan yang membakar
Page
31

kewaspadaan mereka. Setelah membereskan semua hubungan luar negeri, Sultan


Mehmed lalu berkonsentrasi pada proses penaklukkan Konstantinopel. Dia tahu persis,
Konstantinopel adalah kota lautan, maka untuk mengendalikan kota itu, dia harus
mengendalikan laut pula.

constantinopel dan selat bosphorus yg merupakan urat nadinya


Terutama Selat Bosphorus yang menjadi urat nadi Konstantinopel, bantuan logistik selalu
datang tatkala kota terkepung. Maka mau tidak mau selat ini harus ditutup, bila tidak,
maka serangan seperti apapun akan menjadi serangan percuma. Bahkan buyutnya,
Beyazid I, telah memikirkan hal ini dengan membangun Anadolu Hisar (Benteng Asia) di
sebelah Asia selat itu.

Page
32

anadolu hisari (anatolian fortress) yg dibangun beyazid I thn 1393 - 1934


Maka Sultan Mehmed berpikir lebih ekstrim, dia menginginkan benteng yang
berseberangan dengan benteng buyutnya. Itu berarti bahwa benteng itu akan terletak di
wilayah Eropa Selat Bosphorus, berhadapan dengan Anadolu Hisar laksana gerbang. Itu
berarti pula memotong urat nadi Konstantinopel dan membunuhnya, karena Mehmed
akan menentukan logistik Konstantinopel.
Tatkala rencana ini sampai ke telinga Kaisar Constantine, dia segera melayangkan protes
serta ancaman kepada Sultan Mehmed. Dia ingatkan dahulu kala Sultan Beyazid
membangun bentengnya meminta izin kaisar laksana "anak meminta izin pada ayahnya".
Balasan Mehmed II sederhana dan tegas,
"Bila aku ingin membangun benteng di tmpt itu, maka engkau tak dapat
menghalangiku".
"Sultan yg sekarang tidak sama seperti sultan2 sblmnya, apa yang tak dapat mereka
capai dapat dia capai dlm sekejap"
"Apa yang tak diinginkan oleh sultan2 yang lalu, maka dia akan melakukannya dengan
cepat"
"Orang berikutnya yang datang dengan tujuan seperti ini (menghentikan pembangunan
benteng), takkan pergi dalam keadaan hidup"
Jawaban Mehmed II mencengangkan dunia, kala itu mereka baru mengetahui siapa sosok
Sultan Mehmed II dan kekuatan dirinya. Terlambat untuk menyadari itu, semua berjalan
cepat. Dalam waktu hanya 4 bulan benteng baru Mehmed berdiri kokoh di tempatnya.
Page
33

Ahli2 zaman itu membicarakan bahwa benteng ini "lebih besar dari benteng lain, namun
lebih kecil dari sebuah kota".

rumelia hisari selesai pada 1452 hanya dlm 4 bulan


Dengan 5000 pekerja siang malam, benteng seluas 31,250 m2 itu sekarang
mengangkangi Selat Bosphorus bersama Anadolu Hisar.

rumelia hisari (atas) - anadolu hisaria (bawah) mengapit selat bosphorus


Meriam-meriam dipasang disisinya sehingga "seekor burung pun takkan bisa melaluinya"
tanpa izin dari Sultan Mehmed.

Page
34

Pandangan dari rumeli hisaria ke arah selat bosphorus


Putus sudah nasib Konstantinopel, bersamaan dengan putusnya Selat Bosphorus melalui
benteng baru Sultan Mehmed II. Itu pula alasan orang2 Utsmani menyebut bentengnya
sebagai 'Bogaz Kesen' - Pemotong Selat atau Pemotong Tenggorokan. Nama formalnya
adalah Rumelia Hisari (Rumelian Fortress), dengan denah benteng menyerupai
Muhammad dalam aksara arab.
Dunia membuka mata dan memperhatikan langkah Mehmed II selanjutnya,
keseriusannya mewujud dalam bentuk benteng fenomenal. Sesungguhnya itulah
perbedaan antara yang serius dan tidak serius, yang serius mewujudkannya dengan
akurat dan cepat. Sekarang ancaman itu menjadi nyata, Konstantinopel menyaksikan
benteng itu dengan menahan napas karena rasa ngeri.

rumeli hisaria dilihat dari atas, membentuk aksara "muhammad"


Menanti apalagi kejutan yang akan dilancarkan oleh Mehmed, tipudaya apalagi yang
masih disimpan dalam benaknya?

Page
35

Episode 14: "The Super Monstrous Gun"


Di ruangan setengah temaram, kertas2 berserakan di meja yang diterangi lilin2 yang
berpendar tanpa desauan angin .Seorang pemuda duduk terpekur, meneliti setiap lembar
kertas, menggoreskan kalamnya, tenggelam dalam renungan dan perencanaan. Sejak
diangkat pada 1451, Sultan Mehmed II menghabiskan malamnya seperti ini sebelum
bertahajud memohon ampun dan tolong. Terkadang ia sendiri, terkadang ia ditemani para
panglima, ahli-strategi, ahli-bangunan atau praktisi rancang-bangun perang. Dan saat ini,
keresahan Mehmed II makin memuncak, tatkala dia menemukan bahwa dia belum
memiliki cara mengatasi 1 rintangan.
Tembok Konstantinpel selalu berhasil menghalau siapapun yang berkeinginan menjejak
pada kota Konstantinopel. Begitupun langkah kaum Muslim selama ini selalu dapat
dijegal oleh tembok yang berusia lebih dari 1000 tahun, tak terkalahkan. Tak dapat
temukan cara atasi tembok, berarti tak dapat Konstantinopel, berarti masih ada duri
dalam daging, begitu pikirnya. Satu hal yang dapat Mehmed simpulkan, bahwa
pertahanan yang baik selalu dikalahkan dengan senjata berat, artileri yang baik. Semakin
kuat pertahanan, berarti semakin kuat artileri diperlukan. Namun gerangan apakah
artileri yg sepadan dgn tembok itu?
Semua artileri sekelas trebuchet dan catapult bagaikan melempar kerikil pada lautan,
lenyap tak berbekas oleh kuatnya tembok. Yang dia yakini bahwa Allah pasti akan
membantu kaum mukmin, memberikan jalan keluar dari jalan yang tak diduga-duga.
Pucuk dicinta ulam tiba, kala harapan mengkristal, jalan pun terbuka. Satu hari muncul
seniman bernama Orban kedepan kaisar. Dia hendak menawarkan rancangan senjata
terbaru kepada kaisar Byzantium penguasa Konstantinopel, senjata melebihi zamannya.
Namun kaisar Constantine XI meremehkannya karena merasa begitu yakin dengan
temboknya, dan tak memiliki cukup material.

Page
36

constantine xi palaiologos
Orban pun diminta tinggal di Konstantinopel, diberikan santunan yang cukup agar tak
menawarkan senjatanya pada yang lain. Namun seniman senjata tak memiliki ideologi,
segera setahun kemudian dia mendatangi Sultan Mehmed II menawarkan rancangannya.
Di depan sultan, Orban diberi pertanyaan,
"Mampukah engkau membuat senjata yang dapat melontarkan peluru raksasa?"
"Seandainya menara Babil ada didepanku, akan kuruntuhkan dengan senjataku"
jawabnya yakin "termasuk tembok Konstantinopel!"
Gembira dengan jawaban Orban, Mehmed membayarnya 4x lipat lebih dari kaisar, dan
memerintahkan membuat meriam itu secepatnya

Page
37

menara babilonia dalam rekaan


Pekerja dikumpulkan, tanur setinggi rumah didirikan untuk melelehkan tembaga, besi,
dan campuran lainnya. Cetakan dari lumpur yang dikeraskan dibuat di dalam tanah, kirikanannya diperkuat batuan untuk menahan beban meriam. Saat tiba penuangan
(casting) pada cetakan, suasana diliputi panas,
"siapa yang ingin merasakan neraka harus mellihatnya"
Mehmed mengumpulkan ulama yang memanjatkan doa, "Allah, Allah" begitu ucapan
mereka tatkala menyaksikan tembaga berpendar. Seiring dituangkannya cairan merah
keemasan pada cetakan, takbir berkumandang dari lisan ulama, mendoakan
keberhasilannya.

proses penuangan (casting) meriam


Setelah beberapa hari meriam itu didinginkan, maka tatkala digali, meriam itu bagaikan
kupu2 yang keluar dari kepompongnya. Sebuah keajaiban abad pertengahan telah lahir.
Hal yang tak pernah terjadi di bumi manapun kini dilakukan oleh kaum Muslim.
Rancangan meriam itu tanpa cela. Dgn kaliber 0.7 m, berat 18 ton, pjg 5 meter, ia
menembakkan peluru 680 kg sejauh 1,6 km.

Page
38

rancangan meriam awal mehmed II yang dibuat orban


3 bulan kemudiam, senjata ini diuji. Dentumannya terdengar sejauh 18 km,
memuntahkan peluru yang bersarang 2 m dibawah tanah.

meriam sultan mehmed II | the basilica cannon


Sultan Mehmed merasa puas dengan senjata ini dan memerintahkan Orban membuatnya
secara massal, dan menggandakan ukurannya. Total dalam waktu 1 tahun Orban dapat
menyelesaikan 69 meriam, 1 berukuran 5 m, 1 lagi 8 m dan yang lain ukuran standar.

Page
39

moncong meriam mehmed II tertulis 'Tolonglah ya Allah!'


Tak ada kata2 yang tepat untuk menamakan meriam ini, yang dunia tahu bahwa ini
model yang terbesar pada zamannya. Kelak tatkala militer Konstantinopel melihatnya,
mereka akan menamakannya "meriam penebar horor" dan "meriam monster" .
Atau lebih mudah dikenal dengan nama "Muhammad's Greats Gun" atau "Basilica
Canon", apapun yang mewakilkan kekuatannya. Saat berita ini menyebar di
Konstantinopel, panik melanda mereka, saat itu mereka betul2 menyadari telah
meremehkan Mehmed. Menunggu meriam ini dikerek kedepan tembok Konstantinopel
dan menggedor keangkuhan tembok dan kedzaliman peradaban mereka. Semua ini akan
terjadi dalam waktu yang sangat dekat

Episode 15 : "The Siege Will Begin"


Saat itu matahari sudah mulai menyinari tanah kaum Muslim, memberikan kehangatan
yang mengusir sentuhan beku musim dingin.

Page
40

hagia sophia saat bulan januari

Januari 1453, 2 tahun telah dilalui semenjak Mehmed II diangkat menjadi sultan Ustmani
menggantikan Murad II ayahnya. Waktu telah menunjukkan hampir tengah malam, dan
Sultan Mehmed masih saja gelisah di peraduannya, seolah menanti sesuatu. Benaknya
dipenuhi dengan sejumlah strategi dan taktik yang mengganjal matanya tetap terbuka,
serta akalnya agar terus berputar. Bersamaaan dengan semua itu, Mehmed II juga harus
menyelesaikan kerkil kecil yang berpotensi menjadi longsor internal. Devil always lies in
detail, begitupun secara internal. Mehmed harus memastikan kondisi Utsmani siap 100%
secara internal.
Ketika pintu diketuk, tampaklah didepan Mehmed penasehat senior yang telah mengabdi
sejak zaman Murad II, Halil Pasha. Candarli Halil Pasha, begitu gelar lengkapnya adalah
wazir sultan, shadrul a'zam, orang kedua terkuat setelah sultan Utsmani. Namun sayang
akhir2 ini Halil lebih cenderung pada 'nasehat dan masukan' dari orang2 Yunani
ketimbang sultannya sendiri. Pada masa akhir hidupnya, ia lebih memilih untuk
membentuk pakta perdamaian dengan Konstantinopel, tak peduli mudharatnya.
Halil menutup diri pada pengkhianatan yg menjadi ciri kaum tak beriman, dan
membiarkan Konstantinopel bagai duri dalam daging. Wajarlah beberapa pihak
meragukan kesetiaan Halil pada Mehmed, beberapa bahkan dapat menunjukkan bahwa
Halil telah dibeli. "Emas dan Perak Yunani telah membutakan matanya" begitu ucapan
umum tentang Halil, sebuah cara konvensional Iblis menggoda.

emas yang dipakai byzantium

Bertambahlah bukti-bukti saat Halil selalu menjadi orang yang pertama dalam
menentang rencana Mehmed mengepung Konstantinopel. Begitu pula tengah malam itu.
Halil masuk ke ruang pribadi sultan, ditangannya tergenggam secawan penuh emas
berkilauan. Keheranan memenuhi raut wajah Sultan Mehmed yg terpaut usia puluhan
tahun darinya, lalu bertanya
"Apakah ini wahai guruku?"
Page
41

"Sudah biasa bagi wazir memberikan pemberian pada Sultan saat dipanggil pada waktu
yang tak biasa." Halil berkilah.
Mehmed II meringis, hatinya bergejolak dengan pemandangan seperti itu, dengan penuh
kegeraman ia berkata pada Halil,
"Aku tak menginginkan hadiah itu, hanya satu yang aku inginkan -Berikan Konstantinopel
kepadaku!"
Ucapan Mehmed bagaikan petir membelah, menggelegar dalam hati Halil. Sebelum Halil
dapat membantah, Mehmed berkata kemudian,
"Tuhan yang memberikan kita begitu luas wilayah Romawi takkan ingkar janji-Nya akan
sisa wilayah Romawi dan ibukotanya!"
"Wahai guruku, apa engkau tidak lihat tempat tidurku? Dalam keresahanku aku menarik
satu bagian darinya kemudian yang lain"
"Tidakkah engkau lihat bahwa aku bangkit dan berbaring terus-menerus tanpa rasa
kantuk dapat siggah pada kedua mataku!"
"Berhati-hatilah engkau pada emas dan perak orang2 Romawi (Byzantium) karena
pasukan kita jauh lebih kuat."
"Dengan pertolongan Allah serta bisyarah Nabi, kita akan membebaskan Konstantinopel
dalam waktu dekat!" tegas Sultan Mehmed
Halil diam, dia tahu tak ada gunanya membantah, tatapan yakin Sultan Mehmed telah
menyanderanya sejak awal dia berada disana. Gerakan persiapan Mehmed setelahnya
berlangsung cepat, perlakuannya pada Halil menemui hasil yang diharapkannya.
Selanjutnya dalam forum2 terbuka, Halil lebih banyak mendiamkan rencana Mehmed
mengepung Konstantinopel dalam masa dekat. Ulama-ulama berada di pihak Mehmed
karena kedua gurunya Ahmad Kurani dan Aaq Syamsuddin mendukung penuh
rencananya. Demikian pula militer yang telah dibentuknya dibawah komando Zaganos
Pasha, menunjukkan loyalitas seperti yang diharapkan.

Page
42

pasukan yeniseri berkuda


Hampir setiap malam Mehmed juga keluar dari kediamannya untuk membaur dengan
masyarakat dan militer dalam penyamaran. Meneliti dengan baik jika saja ada militer
atau masyarakat yang tak mau menaati hukum syariat Allah penentu kemenangan. Bagi
Mehmed II, persiapan militer dan kekuatan fisik hanyalah pelengkap dasar takwa yang
dipicu ileh keimanan pada Allah.Dan begitulah ketika Mehmed II memanggil pasukan
Muslim dari seluruh penjuru kesultanan Utsmani ke kota Adrianopel.

rapat akbar mehmed II sebelum pengepungan konstantinopel


"Dengan kecepatan yang luar biasa pasukan semua berkumpul, seolah diundang ke pesta
pernikahan bukan undangan perang"
"Laki-laki yang tertinggal di rumah merasa berdosa, seolah2 ketidakadilan diperbuat
pada mereka"
"Mereka meyakini bahwa mati di tombak atau panah musuh di medan perang jauh lebih
baik daripada mati di rumah mereka"
Page
43

"Mereka yang mati ketika itu tidak akan dikasihani melainkan dihormati laksana
pemenang, dan dijadikan tauladan bagi lainnya.
Begitu laporan pandangan mata dari George, seorang tahanan dari Hungaria yang
menyaksikan persiapan pasukan ini. Mereka semua berlomba mengharapkan bisyarah
Rasulullah sebagai pasukan terbaik penakluk Konstantinopel. Bahkan berkumpul diantara
mereka anak2 yg terlalu kecil unt angkat senjata atau orang tua yg terlalu bungkuk unt
berperang. Ketika mereka mengitung jumlah mereka semua, mereka dapatkan angka
lebih dari 250.000 orang..

Episode 16 : "The River of Steel"


Musim dingin masih membeku, namun aktivitas di Adrianopel lebih panas daripada
tungku api manapun, perang sedang disiapkan
*tiupan angin dingin kering menghembus terus menerus...

Dalam kepala Mehmed strategi perang berkecamuk, seolah pemain catur yang
merancang efektivitas dan efisiensi bidak-bidaknya. Semua pasukan telah berkumpul
dalam jumlah yang besar, memenuhi panggilan Sultan Mehmed II penguasa Kesultanan
Utsmani. Sebelum mengepung Konstantinopel, Sultan Mehmed juga meminta izin kepada
Khalifah Qaim bi Amrillah, penguasa kaum mukmin. Maka Khalifah memberikan lebih dari
sekadar izin, Qaim bi Amrillah juga menyertakan perintah pengiriman pasukan2
tambahan.
Suasana perang menyelimuti hati prajurit2 Islam, dada mereka membahana tak sabar
akan pilihan mati syahid atau hidup mulia. Terutama tentu Sultan Mehmed, komandan
ekspedisi agung. Dia mengumpulkan pasukannya lalu dengan berapi-api berkhotbah,
"Dan keberadaan Utsmani takkan pernah aman sebelum Konstantinopel dibebaskan"
mereka ibarat duri dalam daging."
"Lihatlah bagaimana mereka menyulitkan kita, mereka mempersenjatai sebagian kita
supaya memerangi yang lainnya"
"Memang telah terpatri di benak kaum Muslim bahwa semenjak Muawiyah sampai
ayahku menyerangnya, kota ini tak tertembus"
"Namun saat ini penduduk Konstantinopel berperang satu samalain bagaikan musuh,
keadaan internal mereka sangat terganggu"
Page
44

"Kali ini tidaklah sama! Kita menguasai lautan sehingga Konstantinopel bisa dikepung
dari garis darat maupun garis laut"
"Dan Konstantinopel tidak mustahil ditaklukkan!"
*takbiir~ Suara takbir menggelegar menyambut kata-kata ini
"Dari ayah ke anak, api jihad selalu dinyalakan dalam hati para ghazi, dan kewajiban
mereka untuk berjihad fii sabilillah"
"Rasulullah telah menjanjikan taklukknya Konstantinopel dan ini harus terjadi pada masa
kita" suaranya meninggi.."
"Kita harus mengerahkan segalanya tanpa menyisakan apapun untuk ini, nyawa, harta,
senjata dan apapun yang kita miliki"
"Kecepatan gerak adalah kunci dari pembebasan, agar bisa memberikan pukulan
mematikan bagi barisan musuh"
"Penaklukkan ini adalah harga mati. Jika aku harus memimpin tanpa Konstantinopel, lebih
baik aku tak memimpin SAMASEKALI!"
*takbir menggelegar bersahutan, terhipnotis oleh semangat sang sultan..
Sorak takbir berkumandang sebagai doa pada Pemilik Langit & Bumi, Pemberi Kekalahan
& Peletak Kemenangan, Allah Swt. Dan kecepatan itu menjadi ciri khas Muslim Turki
Utsmani, ciri utama Sultan Mehmed II yang segera menyiapkan segalanya. Bila ada
keahlian yang paling penting dalam perang, maka itu seharusnya keahlian logistik, dan
Mehmed adalah jenius logistic. Pasukan pendukung dikerahkan untuk meratakan jalan
Adrianopel - Konstantinopel sejauh 120 km untuk jalur jalan meriam raksasa. Jembatanjembatan diperkuat, jalur ekspedisi ditentukan untuk menggerakkan 250.000 pasukan,
dan logistik lain disiapkan.
Dari jalur laut, Mehmed memerintahkan kepada Baltaoghlu sang jendral laut, untuk
mengkonsentrasikan kapal2 di Galipoli. Karena perjalanan yang diperkirakan lama, maka
pasukan artileri dan pasukan pelindungnya diberangkatkan pada akhir februari. Pada
tanggal 23 Maret, di Jum'at yang agung, pasukan Muslim itu berangkat menuju
Konstantinopel, mengharap janji Allah. Barisan itu panjang dan besar, Kavaleri memimpin
di depan, infanteri di tengah dan artileri sisanya di belakang.

Page
45

pasukan sultan mehmed saat menuju konstantinopel


Tursun Bey, sekretaris sultan yang berada di barisan Sultan saat itu menceritakan
pemandangan itu dalam buku catatannya,
"Ketika mereka berbaris, suasana berubah seperti di hutan karena tombak2 mereka
menghalangi matahari"
Mereka berbaris dan berjalan hampir 2 minggu, pada 2 April 1453, prajurit Konstantinopel
melaporkan bahwa pasukan telah tiba.

250.000 pasukan menuju konstantinopel


Yang mereka saksikan dalam 4 hari berikutnya membuat bulu kuduk mereka berdiri,
pasukan yang mengalir, membanjiri mereka. Seolah "aliran sungai yang berubah menjadi
muara lautan yang sangat luas", zirah mereka berkilau laksana "sungai dari besi". Ciut
hancur nyali prajurit Konstantinopel menyaksikan pertunjukan kolosal yang dipimpin oleh
Page
46

Sultan Mehmed II. Pasukan raksasa itu berhenti 1,5 km jauhnya dari dinding kota, cukup
jauh untuk dipanah, dan cukup dekat untuk disaksikan. Mereka berbaris dengan Sultan
Mehmed ada didepan, di tengah hari mereka melakukan shalat Jum'at dan hari itu 6 April
1453.

gambaran pasukan mehmed shalat di depan gerbang konstantinopel


Takbir berkumandang sampai ke dinding kota, pertunjukan keimanan yang menggetarkan
siapapun yang tak beriman pada hari akhir. Sphrantzes dan Kaisar Constantine XI
Palaiologos tertegun kehabisan kata, dalam keheningan Sphrantzes lalu berujar,
"Pasukannya, tak terhitung bagai segenggam pasir.. terbentang dari pantai sampai ke
pantai!" katanya lirih hampir putus asa.

kaisar constantine palaiologos tatkala menyaksikan bentangan pasukan mehmed II


didepan kotanya pic

Page
47

Dan hari itu benar-benar terjadi setelah sekian lama penantian, dan ingatlah itu semua
terjadi pada 1453! *takbiiiir!!!

Episode 17 : "An Endurance Test"


Tenda-tenda berkembang bagai jamur di musim hujan, memenuhi pandangan dan
membuat takjub setiap mata yang melihatnya. Al-liwa, bendera putih bertuliskan lafaz
syahadat berkibar anggun di tengah-tengah kerumunan pasukan, menandai
kepemimpinan. Di bawah bendera itu, Sultan Mehmed sedang mengatur pasukannya,
menempatkan semua pada posisi yang diinginkannya

sultan mehmed II dibawah bendera al-liwa mengorganisir pasukan


Disaat yang sama, utusan dikirimkan kepada kaisar Konstantinopel membawa 3 pilihan;
menyerah, membayar jizyah, atau diperangi. Tentu Kaisar Constantine tidak meu memilih
menyerahkan kota atau membayar jizyah, pilihan terakhirlah yang dipilihnya. Meriam
dibariskan, pasukan ifanteri disiagakan. Sultan Mehmed tak mau mengambil risiko,
artileri yang akan memulai serangan. 6 April 1453, ledakan meriam pertama, gaungnya
terdengar di penjuru kota dilanjutkan dengan hancurnya tembok yang dihantam. Peluru
demi peluru dimuntahkan dan menghantam tembok, ada yang menghancurkan sebagian
kecil ada pula bagian yang besar.

Page
48

6 april tembakan artileri dimulai


Dua hari berturut-turut tanpa henti meriam ditembakkan, dan pada waktu yang sama,
seluruh pasukan bertahan memperbaikinya. Setiap lubang yang diakibatkan peluru
meriam ditambal dan disemen, bagian2 lain dipadati dengan batu, tanah, apapun itu.
Sementara itu, Sultan Mehmed juga memerintahkan pasukannya menimbun parit yg
mengelilingi kota agar bisa dilalui infanteri. Ramai yang terpanah tatkala menimbun parit,
namun kaum Muslim tak menyerah. Batu, kayu dan material apapun dimasukkan
kedalam. Hari demi hari pasukan Muslim membombardir tembok Konstantinopel, namun
semangat pasukan bertahan pun tak bisa dianggap kecil.
Tatkala kaisar menyadari bahaya sesungguhnnya, maka ia segera mengirimkan utusan
pada Mehmed, menawarkan emas dan iming2 lain. alasan Mehmed sangat jelas,
resousinya tak akan dapat disuap atau dibeli. Penaklukkan ini bukan masalah harta tapi
keimanan,
"Sampaikan kepadanya, hendaknya kaisar kalian menyerahkan Konstantinopel kepadaku"
jawabnya jelas tanpa keraguan.
"Aku bersumpah demi Allah, pasukanku tidak akan melakukan tindakan jahat apapun
kepada kalian, baik jiwa mapupun harta"
Kaisar tentu saja menolak, ia tidak ingin ribuan tahun kekuasaan keluarganya di
Konstantinopel pupus di masanya.
.Peperangan dilanjutkan, 18 Maret 1453, lubang yang cukup untuk pasukan infanteri
tercipta, maka dimulailah serangan darat. Gema takbir dikumandangkan 2 jam lepas
maghrib, dalam kegelapan pasukan Muslim merangsek garis pertahanan musuh.
Ditemani musik pembangkit semangat dari para mehter, kaum Muslim mengerahkan
segenap upaya mengalahkan musuh-musuh mereka.
Diterangi cahaya obor, pedang berdentang, teriakan dan rintihan memenuhi udara,
perang sengit berlangsung di depan tembok. 6 jam berlalu, ternyata kaum Muslim
Page
49

berhasil dipukul mundur, keuntungan ada pada musuh yang lebih tinggi posisinya.
Setelah dihitung, 18.000 prajurit Muslim syahid malam itu sementara Konstantinopel
hanya kehilangan 200 personel. Harapan baru terbit bagi penduduk Konstantinopel dan
militernya, mereka bisa memenangkan pertempuran ini! Sebaliknya, bagi kaum Muslim
ini adalah kekalahan telak. Tenda2 medis penuh dengan yang terluka, lebih lagi yang
meninggal.
Pemandangan di tenda medis itu benar2 mengerikan, ada yang terluka bakar, kehilangan
salah satu atau lebih anggota tubuh. Bagi Mehmed, ini adalah kejadian yang menampar
wajahnya, serangannya terlalu prematur dan dipukul telak pada fondasinya. Keadaan
buruk bagi, kaum Muslim tidak berhenti sampai disana, ujian dari Allah bagi kaum Muslim
belum menemui kulminasinya. Pada 19 April 1453 4 buah galleon yang berukuran besar
membawa bantuan senjata, logistik dan prajurit terlihat oleh Muslim. Rupanya mereka
berhasil melalui Galipoli yang tak dijaga, dan sebentar lagi mereka dapat berlabuh di
Konstantinopel.
Saat pengawas utsmani melihat 4 kapal berbendera Genoa, situasi panik melanda, kabar
langsung disampaikan pada sang Sultan. Mehmed segera memacu kudanya menuju
Double Columns, tempat armada laut berkumpul, memberikan perintah pada jendral
Baltaoghlu,
"Wahai kapten, hanya ada 2 pilihan untukmu, apakah engkau menguasai kapal2 itu
ataukah menenggelamkannya!" tegas Mehmed
"Atau jika engkau tak dapat melakukannya, maka jangan kembali pada kami dalam
keadaan hidup!" Mehmed menekankan sekali lagi

galleon (kapal layar) berukuran besar (10-12x) daripada kapal dayung Muslim
Ini adalah saat krusial, bila saja Konstantinopel mendapatkan bantuan itu, maka 2
kerugian tertimpa pada Muslim. Begitupun 2 keuntungan akan didapatkan
Konstantinopel, logistik dan prajurit, dan yang kedua moral pasukan bertahan akan naik.
Page
50

Mengetahui kepentingan perintah ini, Baltaoghlu segera memacu kapal-kapal dayung


tercepatnya untuk mencegat kapal bantuan. Kedua kapal bertemu di acropolis, ujung
tanah Konstantinopel. Baltaoghlu berteriak menyemangati pasukan agar mengepung
kapal. Dalam sekejap, kapal kaum Muslim mengerubuti 4 kapal itu, mencoba memanjat
kapal yang besarnya 10x lipat dari kapal Muslim.
Ukuran kapal yang lebih kecil membuat kapal kaum Muslim laksana "kayu yang terapung
diantara 4 menara". Awak kapal musuh pun tak kalah tangkas, mereka melemparkan
batu, tombak, dan panah dari atas dibantu gravitasi yang mematikan.

kapal Muslim yang sangat kecil dibandingkan galleon genoa


Beberapa jam berlalu, ribuan penonton di tembok Konstantinopel dan pasukan Utsmani di
seberangnya menyaksikan pertaruhan itu. Sultan Mehmed menyaksikan dalam
keheningan, kedua pihak memanjatkan doa pada Tuhan masing-masing, menanti cemas
hasilnya. Sementara waktu berlanjut, tampaknya kapal2 besar itu mulai lelah,
bagaimanapun jumlah sangat berpengaruh besar saat itu. Baltaoghlu bertakbir,
bersemangat karena dia akan segera memenangkan pertempuran dan mencegah
bantuan masuk ke Konstantinopel.
Saat itu, ujian datang. Tiba2 angin selatan berhembus memberi kekuatan pada layar
galleon2 raksasa, menggerakannya maju. Maka kawanan 4 kapal itu menerobos dan
menabrak banyak kapal hingga karam, seiring dengan sorak prajurit dari atas kapal.
Kegeraman sultan memuncak, ia memberikan perintah hingga kudanya masuk ke lautan,
berteriak
"Wahai kapten! WAHAI KAPTEN!"
Page
51

sultan mehmed II menyeru kaptennya hingga kudanya masuk ke lautan dan jubahnya
basah oleh air laut
Dentang lonceng gereja mengantarkan 4 kapal bantuan memasuki garis aman, pasukan
Muslim tak kuasa mengejar mereka lagi. Sorak sorai militer Konstantinopel membahana
luas, menyambut pahlawan2 mereka, bersamaan dengan itu kaum Muslim terdiam.
Sedangkan Sultan Mehmed terpaku. Tak berucap sepatah kata pun. Ia berbalik lalu
meninggalkan lautan dengan kudanya". Culdesac..

Episode 18 : "A Miracle of Believing in Allah"


Moral semangat pasukan kaum Muslim berada di tingkat terendah semenjak mereka
memulai serangan pada 6 April 1453. Kekalahan telak di tembok Konstantinopel pada
tanggal 18 lalu, ditambah lolosnya 4 kapal bantuan sungguh merontokkan semangat.
Bagi musuh, hal ini tidak hanya memberikan senjata dan makanan, namun yang
terpenting adalah keberanian dan harapan. Musuh lalu berpikir,
"seandainya 4 kapal yg dikepung ratusan kapal saja dapat lolos, apalagi lebih dari itu?"
"Bila kristen di eropa barat tahu akan hal ini, tentu mereka akan mengirimkan bantuan
lebih banyak" begitu harap mereka.
Eforia bergaung di tengah kota, letih 2 minggu mmenahan serangan tertutupi oleh
harapan baru, kemenangan atas ummat Muslim. Sebaliknya, di barisan kaum Muslim,
merebak ketidakpercayaan pada pemimpin dan hilangnya nyawa, 2 hal berbahaya dlm
perang. Mehmed II kini menghadapi keduanya, kehilangan banyak nyawa dan krisis
kepercayaan, mukanya dicoreng 2x dalam waktu dekat. Bagaikan ledakan yang tertahan,
Page
52

para pendukung halil menyebarkan isu-isu untuk melemahkan semangat pasukan


Muslim,
"Seandainya Sultan menuruti nasihat saya untuk tidak menyerang, sekarang lihatlah apa
yang terjadi pada pasukan kita!"
Desas desus terus disebarkan, begitulah subur bisikan setan pada hati-hati yang
meragukan kemenangan dari Allah.
"Sungguh Sultan telah menjerumuskan bagian besar pasukan hanya karena ucapan
seorang syaikh!" begitu fitnah mereka.
Tatkala ramai ucapan2 sumbang semacam ini, maka Mehmed memutuskan harus
melakukan sesuatu yang dapat memadamkannya. Mehmed harus menemukan satu cara
yang dapat mengembalikan moral pasukan sekaligus menjatuhkan moral musuh pd saat
yg sama. Satu hal sudah sangat sulit mencapainya, apalagi dua hal dalam waktu yang
sama, namun baginya semua adalah tantangan. Mehmed mengajak seluruh ahli strategi
dan komandanya urun rembuk dalam permasalahan ini, tim khusus dibentuk saat itu.
Maka para ahli perang mereka memberitahu bahwa selama kondisi stalemate (tetap),
maka kemungkiinan besar mereka akan kalah.
Kecuali bila semua kondisi ini dapat dirubah, maka hasil akhir pun akan berubah
bersamanya. Kondisi saat itu adalah bahwa pasukan bertahan di tembok terlalu kuat, pun
pasukan laut Konstantinopel tidak terkalahkan. Sedangkan teluk tanduk emas dihalangi
dengan rantai raksasa yang terbentang angkuh, melarang kapal apapun melewatinya.

rantai yang menghalangi teluk tanduk emas

Page
53

rantai asli yang dipakai sebagai penghalang tanduk emas pada 1453
Bila saja pasukan Muslim mampu melewati rantai itu maka sungguh tembok yang
berbatasan dengan teluk tanduk tak terjaga. Dan apabila itu mampu dilakukan, pasukan
bertahan akan pecah dan tak terkonsentrasi lagi di tembok utama, harapan muncul!
Namun semua cara telah dilakukan, menabraknya dengan kapal, memotongnya
menembaknya dengan meriam, namun tak satupun hasil. Sepakat sudah bahwa
rintangan ini mesti dilalui, namun cara apa yang patut untuk menembusnya?
Komandan dan strategi perang hening, memikirkan cara yang tepat, tiba2 Sultan
Mehmed berujar pada mereka semua,
"Bila kita tidak dapat memutuskan rantai itu, maka kita akan melewatinya!"pungkas
Sultan Mehmed seperti biasa dgn yakinnya.
Sultan lalu menggambarkan garis lurus yang mengubungkan selat Bosphorus dan teluk
tanduk, melalui daratan Galata.

rencana mehmed II pada pasukannya

Page
54

"Wahai Sultan, apakah anda menyarankan agar kami membawa kal-kapal itu melalui
daratan Galata untuk sampai pada teluk Tanduk?
Mehmed II mengangguk, dan kembali panglimanya bertanya,
"Adakah engkau lupa bahwa daratan Galata berbukit2 tajam?"
Mehmed tersenyum lalu menyampaikan,
"Jika kita tidak pernah menyangka akan melakukan hal itu, tidak pula Konstantinopel!"
"Perang adl tipu daya, dan Rasulullah sehebat2 pembuat tipu daya, Rasul selalu pintar
menggunakan elemen kejutan dlm perang"
"Seandainya ini kita lakukan, kita mendapatkan 2 hal sekaligus, semangat pasukan kita
dan jatuhnya moral pasukan mereka!"
Maka Pada tanggal 21 April 1453 disepakati bahwa kapal2 akan dinaikkan ke bukit Galata
dan diseret menuju tanduk emas. Sesuatu perkara yg awalnya mustahil, yg hanya terpikir
oleh orang yang melihat lebih dari matanya dan yakin akan janji Allah. Keesokan harinya
Konstantinopel menjadi saksi sejarah keajaiban strategi perang yang belum pernah
disaksikan sebelumnya. 72 kapal perang Muslim berpindah dari selat bosphorus ke
tanduk emas dalam waktu 1 malam! Allahuakbar!!!

72 kapal berpindah dari selat bosphorus menuju teluk tanduk melewati bukit galata
Langit masih gelap ketika pasukan bertahan mendengarkan takbir bersahutan dari arah
bukit Galata, mereka segera menghambur. Lari lintang pukang ke menara paling tinggi
lalu berebut menyaksikan kearah bukit, yg mereka saksikan kala itu adalah horror.
Bendera la ilaaha illa Allah berkibar gagah, dan tatkala mereka mengarahkan
pandangannya kebawah, kengerian meliputi hati. Kapal perang 1 per 1 berbaris menuruni
bukit ke perairan mereka. Layarnya dikibarkan dan dayungnya digerakkan maju-mundur.
Page
55

Saat itu mereka mencubit satu samalain, berharap itu adalah mimpi buruk. Namun
mereka tak dapat terbangun darinya. Saat mereka sadar, tak dapat lepas dar
pemandangan fenomenal itu, seraya mereka berkata,
"Inilah akhir dari Konstantinopel!"
Kritovoulos mengenangnya,
"sebuah pemandangan yang terlalu luar biasa untuk disaksikan!". Efek psikologisnya
menghancurkan
Mehmed II telah mengganti ombak dengan bukit bagi kapalnya untuk berlayar, dengan
itu dia membalikkan keadaan. Whatever it takes, dia rela melakukan apapun yang perlu
dilakukan untuk meraih kemenangan dan janji Allah serta Rasulullah. Jalan dari kayu
gelondongan yg dilumuri dengan lemak hewan dibuat dalam waktu 1 malam, begitupun
penarikan kapal dlm 1 malam. Dengan sakit hati, pasukan bertahan melihat satu2nya
tempat aman mereka direbut, dan harapan mereka dipatahkan sekejap.

jalan penarikan kapal yang dikonstruksi mehmed II


Kini situasi kembali imbang dengan bola ada di tangan Sultan Mehmed II, dan
Konstantinopel menanti, apa lagi siasatnya? Seberapa batas kecerdasan Mehmed II,
siasat serta tipudayanya, mulai saat itu membayangi Konstantinopel

Episode 19 : "Crescent Above Hagia Sophia"


Page
56

Dikisahkan satu waktu Mehmed II mengumpulkan pasukannya, laluh menaruh satu apel
merah ditengah-tengah permadani dan berkata,
"Siapa yang bisa mengambil apel ini tanpa menginjak permadani?" Namun tak satupun
pasukan menemukan caranya, semua diam
Maka Mehmed menggulung permadani sambil berjalan dibelakang gulungan, mengambil
apel, lalu mengembalikan gulungan semula. Demikian Konstantinopel diibaratkan
sebagaimana apel. Walau menuntut pengorbanan, maka jumlahnya haruslah minimal.
Pindahnya 72 kapal dari Selat Bosphorus menuju Teluk Tanduk memang fenomenal, dan
itu keuntungan besar buat kaum Muslim. Namun tembok Konstantinopel tidak dibangun
dalam sehari, dan takkan mungkin dapat diruntuhkan dalam semalam. Pasukan bertahan
bertempur mati-matian melindungi setiap garis pijakan mereka, takkan diserahkan pada
kaum Muslim.
Walaupun tak satupun lagi tempat aman bagi mereka, namun kokohnya tembok masih
menjadi aspek dominan dalam perang. Beda dengan pasukan Mehmed yang berusaha
menyelesaikan perang secepatnya, pasukan bertahan selalu mencari cara mengulur
waktu. Karena dalam pengepungan, seiring dengan waktu, kerugian akan segera datang
kepada pasukan pengepung bukan yang dikepung. Konstantinopel masih berharap akan
bantuan dari Venesia yang dijanjikan Paus Roma, maka 12 pasukan diberangkatkan untuk
itu.12 pelaut yang meemakai pakaian Turki inipun bisa lolos dari penjagaan Muslim dan
segera menuju laut Mediterania
Disisi lain, Mehmed mengeluarkan seluruh siasat yang mampu dilakukannya. Berusaha
mencari inovasi-demi-inovasi dalam perang. Artileri terus ditembakkan tanpa henti ke
dinding Konstantinopel, sampai 14 Mei, 212 peluru 90 kg telah ditembakkan

meriam orban yang ditembakkan terus menerus


Page
57

Sultan juga mencoba menyerang Konstantinopel dari bawah tanah, mengikuti jejak
Salahudin yang piawai menggali terowongan. Namun nahas bagi pasukan Muslim, saat
mereka hampir berhasil, pasukan mendengarkan suara2 dari bawah tanah dan segera
melapor. Pasukan segera menggali lubang untuk memotong jalur terowongan kaum
Muslim, membakar mereka atau menghabisi kaum Muslim. Perang di bawah tanah
berlangsung sengit, walaupun kalah, kaum Muslim berhasil menanamkan rasa takut pada
pasukan bertahan.

perang bawah tanah yang sengit


Sampai2 gerakan dan suara paling kecil sekalipun akan dianggap ancaman, phobia
menguasai akal sehat pasukan Konstantinopel. Ketika di bawah tanah tidak membuahkan
hasil, Mehmed mendapatkan ide yang cemerlang, akalnya tak henti menelurkan taktik.
Pada 18 Mei, pasukan bertahan dibuat terkejut setengah mati ketika pagi harinya mereka
menyaksikan menara raksasa berjalan. Rupanya Mehmed telah memerintahkan taktik
baru dengan membuat menara kayu yang sangat tinggi, memuat ratusan prajurit.

Page
58

ilustrasi menara yang dibuat mehmed II


Menara ini lebih tinggi dari tembok Konstantinopel, merayap maju, pemanah diatasnya
menembakkan panah laksana 'dari langit'. Saksi mata dari Konstantinopel, Barbaro
menggambarkan kekagumannya pada kecerdikan Mehmed dan menara penyerbu ini,
"Aku menjamin kepadamu, bila kaum Kristen ingin membuat menara seperti ini, maka
mereka takkan bisa melakukannya dlm 1 bulan
"Namun kaum Muslim melaukannya dalam 1 malam.. walaupun sebenarnya menara ini
dibuat dalam waktu beberapa jam saja"
"Mereka membuat dengan kecepatan tinggi, hingga pasukan pengawas tidak
menyadarinya sampai mereka melihatnya!"
Panah berapi ditembakkan untuk membakar menara raksasa itu, namun Mehmed
melengkapi menera dengan kulit binatang basah. Hinga menara itu mendekati tembok
dan berhasil menimbun parit yang mengelelingi tembok, Konstantinopel baru menemui
solusi. Karung mesiu dilemparkan dengan sumbunya, ketika menghantam menara, maka
menara itu meledak berkeping-keping, ramai syahid. Tatkala Mehmed diberitahu, bahwa
menara itu dapat menimbun parit, Mehmed katakana,
"buat 4 lagi yg serupa dengannya!"
Resolusi Mehmed tegar, bila sesuatu harus dilakukan untuk memperbesar kemungkinan
menang, maka ia akan lakukan apapun. Mehmed sadar betul bahwa setiap hari yang dia
lewatkan berarti potensi datangnya bala bantuan kepada Konstantinopel. Segera daya
dan upaya telah dilakukan, namun sampai hari itu penaklukkan Konstantinopel masih
belum didapatkan.

Page
59

Sampai pada tanggal 22 Mei 1453, keajaiban bagi kaum Muslim terjadi. Penampakan di
langit menaikkan moral mereka. Setelah maghrib, secara dramatis, bulan yang awalnya
purnama seolah dimakan, sehingga meninggalkan bentuk sabit. Gerhana bulan! Kontan
seluruh pasukan bertahan histeris, bagi mereka ini adalah pertanda buruk, sabit diatas
Hagia Sophia!

bulan sabit diatas hagia sophia


Bagi kaum yang tak berpengalaman dan berilmu tanda2 alam akan dianggap sebaga
pertanda buruk, yang mematahkan semangat. Padahal bagi kaum Muslim itu adalah
fenomena biasa, walau mereka pun senang tatkala melihat lambang Utsmani diatas
langit. Dan sebenarnya hal ini sudah diprediksi oleh Syaikh Aaq Syamsuddin yang ahli
astronomi, yang menentukan tanggal penyerangan.

Page
60

pembenaran terjadinya gerhana bulan sebagian (sabit) pada 22 Mei 1453 oleh NASA
Pasukan hancurlah telah semangatnya, dan masyarakatnya hancur hatinya karena
penglihatan ini. Dan tampaknya penaklukkan Konstantinopel sudah semakin dekat!

Episode 20 : "Remember 1453!"


Hari berikutnya setelah melihat pertanda bulan sabit diatas Hagia Sophia, Constantine
meminta upacara persembahan dilakukan. Persembahan dilakukan kepada bunda maria,
yang mereka anggap ibunya tuhan, sekaligus pelindung kota Konstantinopel. Constantine
sadar bahwa itu adl upaya paling maksimal untuk mengembalikan moral pasukan dan
penduduk Konstantinopel. Telah berakar kuat bahwa penduduk dan militer meyakini
bahwa tuhan melalui bunda maria telah melindungi kota sejak dulu. Jimat Hodegetria
diusung dan diarak di kota, pendeta didepan diikuti militer dan kaum sipil, doa
dipanjatkan.

hodegetria - sebuah lukisan maria sedang menggendong yesus, jimat penduduk dan
pendeta kristen ortodoks
Hodegetria adalah jimat magis, menyembuhkan harapan yg tengah sekarat, namun
Constantine tak sadar bencana lbh besar menantinya. Tanpa alasan dan sebab, tiba2
Hodegetria yg diarak bergoyang dan jatuh ke tanah. Teriakan panik pun melanda. Seluruh
orang benar2 yakin bahwa tuhan telah meninggalkan kota. Pendeta2 lalu berebut
mengangkat jimat yangberlumur tanah. Entah karena gugup atau panik, Hodegetria yang
Page
61

telah jatuh tak bisa diangkat, seolah tertempel di tanah. Tak bergeming. Belum lagi reda
huru-hara itu, hujan badai terjadi. Menyapu habis semua barisan kristen yang tersisa,
teriakan membahana, Badai itu
"membuat dewasa tak dapat berdiri melawannya, dan akan menghanyutkan anak kecil
bila tak ditahan orangtuanya"
"Dalam sekejap kota berubah menjadi kubangan banjir, menghanyutkan apapun yang
ada didalam kota" dan Ritual pun bubar
Esoknya kota diliputi kabut tebal, dan pendeta berujar
"tuhan telah meninggalkan kota ini, melupakan dan berpaling darinya".
Ketika takhayul menjadi panduan dan akal merasionalisasi kabar burung, saat itulah
bencana melanda karena tak berpikir. Di barisan kaum Muslim perseteruan juga tak
terhindarkan. Kemenangan sudah didepan mata, namun hanya dlm pandangan yang
yakin. Sedangkan bagi Halil Pasha dan pengikutnya, perang yang berlangsung hampir
dua bulan ini adalah kesia-siaan dan tak manfaat. Dari segi logistik, 250.000 pasukan
bukan jumlah kecil untuk diurus. Makanan, sanitasi dan energi terus memburuk tiap
harinya. Penambahan hari berarti penambahan ketidakpastian. Bisa saja bantuan Eropa
Barat datang sewaktu-waktu dan situasi berbalik.
Sultan Mehmed tidak menyia-nyiakan waktu, dia mengirim utusan kepada kaisar,
memintanya menyerahkan kota Konstantinopel. Tanggapan kaisar singkat, dia bersyukur
apabila Mehmed mau mengangkat kepungan, namun dia takkan melepaskan
Konstantinopel. Balasan Mehmed kepadanya,
"Baiklah, sebentar lagi aku akan memiliki singgasananya atau aku terkubur di pagar2
istananya!"
Pada 26 Mei, untuk memastikan serangan2 terakhir yang akan dilakukan, Mehmed sekali
lagi mengumpulkan pejabat2 perangnya. Halil Pasha, yang diam2 menerima suap dari
Konstantinopel untuk membujuk Mehmed mengangkat kepungan mulai berulah disini.
Halil memuji Mehmed di rapat akbar, sebelum mengkritiknya dengan kritikan yang
pedas, menyayangkan pengepungan tanpa hasil. Dia juga menyebut-nyebut kerugian
luar biasa yang diakibatkan pengepungan ini, baik harta maupun nyawa kaum Muslim
Halil bahkan menuding Mehmed II sultan ambisius, tak seperti ayahnya yang cinta damai,
tergesa-gesa dan tak perhitungan. Dan sebagai pamungkas, Halil menyarankan agar
kepungan diangkat dan pulang dalam damai. Beberapa orang termakan siasatnya.
Sebelum menyelesaikan bujuk rayu berbisanya, Halil dipotong dengan bunyi berdebam.
Zaganos Pasha geram memukul meja,
"Sekali-kali tidak! Wahai Sultan! Aku takkan menerima selamanya apa yang dikatakan
oleh Halil Pasha!" potong Zaganos tegas
Page
62

Tidaklah kita datang ke tempat ini unt kembali, melainkan unt mati syahid"sungguh
menggetarkan ucap Zaganos yg mualaf ini
"Sesungguhnya dibalik ucapan Halil ada keinginan untuk memadamkan semangat yg ada
di dada, membunuh keberanian dan tekad"
"Sesungguhnya Alexander menaklukkan sebagian besar tanah timur dengan pasukan
yang lebih kecil ketimbang pasukan kita"
"Apakah pasukan kita yang lebih banyak tak mampu melangkahi seo
nggok tanah dan batu-batu yg bertumpuk ini?!
"Sepatutnya hati kita kokoh laksana batu karang dan suatu keharusan kita melanjutkan
kepungan tanpa kelemahan sedikitpun"
"Kita telah memulai urusan ini, maka wajib pula bagi kita untuk menuntaskannya!"
"Aku tak mengetahui selain wajib meningkatkan serangan2 kita kembali, dan aku tak
mampu berkata-kata selain ini!"
Suasana hening dibawah heroisme Zaganos, Halil dan pendukungnya tertunduk malu.
Mehmed sangat gembira, perang dilanjutkan! Pasca interupsi Zaganos yang
membangkitkan api semangat kaum Muslim, serangan kembali diintensifkan, persiapan
digencarkan.

serangan kepada tembok digencarkan


Barbaro, salah satu saksi mata pada serangan ini berkata, "ketakutan kami makin
membesar" karena serangan yang lebih rapat.

Page
63

gambaran pengepungan konstantinopel


Setelah matahari terbenam, mulai hari itu Sultan Mehmed memerintahkan setiap tenda
menghidupkan 2-3 unggun yg menerangi malam. Rasulullah melakukannya pada futuh
Makkah dan Mehmed menirunya, sebagai tanda dan doa kemenangan yang telah dekat,
"Masing-masing tenda dengan dua api unggun, cahayanya sangat terang seolah-olah
seperti siang hari"
Setiap malam Mehmed meminta ulama menyemangati pasukan dan menyampaikan
bahwa serangan terakhir akan segera dilakukan. Maka mulai saat itu takbir dan tahlil
dikumandangkan hingga terdengar sampai ke kota, baik oleh militer ataupun penduduk.
Pasukan bertahan berkata tentang hal ini "teriakan itu seolah membelah langit", dan
"seolah tanah dan laut terbakar". Kaisar termenung melihat kejadian ini dan harapannya
semakin memudar, Sphrantzes, lalu berucap pada kaisar dengan lirih,
"Ingatlah ini semua terjadi, pada 1453!"

Episode 21 : "The Source of All Victory"


Hari-hari dilewati pasukan bertahan seolah bagaikan tahun demi tahun lamanya. Tiap
hari tembok Konstantinopel semakin terancam. Sementara gereja2 penuh ratapan wanita
dan anak2, memohon tuhan untuk menimpakan bencana pada kaum Muslim dan
keajaiban. Setengah mati pasukan bertahan memperbaiki tembok2, membuat barikade
dari tanah, batu, dahan atau apapun yang bisa ditemukan. Kesibukan tak kalah hebat
terjadi pula di barak2 Muslim, mengasah pedang, menyiapkan busur & panah2, serta
sebab-musabab lain. Sementara Sultan menyiapkan pasukan darat, beliau juga
memerintahkan agar tembok dibombardir tanpa henti.
Page
64

Sultan Mehmed juga memerintahkan agar meriam2 digabung untuk menembak 1 titik,
tercipta kerusakan yg tak dapat diperbaiki.

tembok pada zaman kini yg memperlihatkan kerusakan hantaman meriam mehmed II >
Konstantinopel hampir saja berada dalam genggaman Sultan Mehmed, sama sekali tak
berniat sekali lagi kota ini lepas darinya. Ini impuan 7 turunan Utsman, kerinduan Muslim
selama 825 tahun. Mereka menanti, siapa kelak panglima terbaik yg diucap Rasul? Pada
27 Mei 1453, Sultan mengumpulkan gubernur propinsi, ulama, komandan dan prajurit
Muslim, lalu berkhotbah didepan mereka. Ba'da pujian pada Allah dan shalawat, sultan
mengingatkan pentingnya Konstantinopel, dan janji pembebasannya oleh Rasulullah
Sultan menekankan bahwa pasukan penakluk kota ini adalah "pasukan yang terbaik",
bahwa dia menginginkan menjadi pemimpinnya. Sultan berpesan pada pasukan
seluruhnya untuk melakukan gencatan senjata, memerintahkan mereka berpuasa sunnah
pada hari esok. Tampak betul Sultan sangat memahami bahwa kunci segala kemenangan
adal ketaatan pada Allah swt, bukan kekuatan atau strategi. Umar ra pernah berucap,
"Jika kita tidak mengalahkan dengan ketaatan kita, maka mereka akan mengalahkan kita
dengan kekuatan"
Sultan pun mengingatkan, bahwa penaklukkan ini tak sama dgn pembantaian Mongol di
Baghdad silam, ini adalah penaklukkan suci. Sultan Mehmed juga membacakan bahwa
tak boleh melukai penduduk kota, atau menghancurkan bangunan kota atas alasan
apapun.
"Kepada orang pertama yang menembus pertahanan musuh, aku akan mengganjarnya
dengan kehormatan yang membuatnya bahagia"
"Tetapi, bila aku menyaksikan ada yang bersembunyi dalam tendanya, dia tak akan dapat
menghindar dari kematian perlahan!"

Page
65

Takbir menggema di seluruh penjuru sampai ke kota, "Bila kalian mendengar, maka
kalian akan lumpuh" Kenang Uskup Leonard. Senin, 28 Mei 1453, pasukan kaum Muslim
diliputi suasana khusyuk dan syahdu. Tak ada aktivitas selain amal mensucikan diri.
Mereka menyibukkan diri dengan shalat sunnah, doa, melantunkan ayat suci Al-Qur'an
atau sekadar berdzikir menyebut Allah. Ulama2 pun tak mau ketinggalan beramal dalam
proyek besar ini, berkeliling ke barak2 pasukan dan membacakan ayat dan hadits,
"Tatkala Rasul berhijrah, beliau singgah di rumah Abu Ayyub, sedangkan Abu Ayyub
sengaja singgah ke tanah ini" ujar ulama2
Syaikh Syamsuddin juga bertausiyah kepada Sultan Mehmed agar betul2
menggarisbawahi bahwa ketaatan adalah kunci kemenangan. Sore menjelang berbuka,
Sultan kembali mengumpulkan pasukannya, menjelaskan strategi perang secara garis
besar, lalu berpesan,
"Saat kita memulai penyerangan, tidak boleh dihentikan. Kita tak boleh tidur atau makan,
minum ataupun beristirahat
Sultan juga berpesan bahwa semua akan baik2 saja apabila ketaatan pasukan pada Allah
terjaga, kota Konstantinopel telah lemah.
"Kalian harus bergerak maju tanpa gaduh dan suara. Sebaliknya, bila kalian berteriak
lakukan sekeras mungkin!" tegasnya
Usai berpesan kepada para pasukan secara umum, Sultan Mehmed lalu berpaling kepada
komandannya dam memberi perintah spesifik
"Hamzah Bey, berlayarlah dengan kapal2mu, kepung tembok di laut Marmara.
Bertempurlah gagah berani, tunjukkan keksatriaanmu"
"Dan untukmu Zaganos Pasha, dengan tentaramu seranglah tembok di Tanduk Emas,
pimpin pasukanmju dan jadilah ksatria Islam!"
"Bagimu Karaja Pasha, bawa pasukanmu seberangi parit, serang tembok yg telah runtuh,
kuasai dindingnya laksana ksatria Islam"
"Ishak & Mahmud Pasha, serang bagian lain paritnya, kuasai tembok dgn tangga2,
tembak pasukan bertahan dgn tombak dan panah"
"Terakhir bagimu Halil n Saruja Pasha, jadikan pasukanmu pengalih perhatian, tatkala aku
dan pasukanku menyusup menuju kota"

Page
66

mehmed II menginstruksikan komandan2nya


Sore hari itu kaum Muslim berbuka dalam suasana yang khusyuk, mereka memberi
semangat satu samalain, dan membicarakan syahid.

ilustrasi pasukan kaum muslim ketika malam dilihat dari tembok konstantinopel oleh
pasukan bertahan
Ibadah demi ibadah mereka jalani, mungkin itu yang terakhir di dunia sebelum bertemu
dengan bidadari bermata jeli di surge. Malam itu, hujan deras membasahi bumi. Bagi
kaum Mukmin tak ada yang sia2. Sultan Mehmed menengadah ke langit seraya berdoa,
"Allah memberikan rahmat dengan hujan ini tepat pada waktunya, ia akan mengurangi
kepalan debu hingga kita mudah bergerak"
Malam itu seluruh pasukan hampir tidak tidur, mereka mengisi malam dengan berdiri
memohon ampun, memohon tempat yang mulia. Jam 1 dini hari, Sultan Mehmed telah
siap diatas kudanya. Serangan terakhir akan dimulai, dan itu 29 Mei 1453.

Episode 22 : "Fatih Sultan Mehmed"


2 pedang terselip di pinggang Sultan Mehmed II yang tampak gagah dengan balutan
jubah merah Utsmani, dimahkotai sorban putih . Diatas kuda putihnya, Mehmed menatap
keseluruhan pasukannya yang tersisa, yang tak sabar menghantar nyawa satu-satunya

Page
67

pedang sultan mehmed II, bertahtakan ayat qur'an dan doa yang disepuh dengan emas
Langit masih pekat, udara masih membekukan. Namun semangat yang membakar
pasukan dan Sultan Mehmed dapat menahan semua itu. Sultan Mehmed membuka
khutbah dgn tahmid, shalawat, tahlil dan takbir, membasahi lisannya dengan pujian pada
Allah dan Rasul. Sultan menekankan pada pasukan, bahwa mereka adalah ghazi, ksatria
Allah, mengharapkan mati syahid dan hidup disisi Allah. Bahwa Konstantinopel sudah
dijanjikan ditaklukkan dan itu semua akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat, di
tangan mereka. Bahwa ini adalah pertaruhan iman, bila mereka gagal Rasulullah akan
dihina, bila berhasil sungguh kemuliaan bukti bisyarah
Sultan bernapas lebih cepat, jantungnya berdegup lebih kencang, gerahamnya di-eratkan
menahan getaran tubuhnya, lalu berkata,

"Jika penaklukkan Konstantinopel sukses, maka sabda Rasul telah menjadi kenyataan dan
salah satu mu'jizatnya telah terbukti
"Maka kita akan mendapatkan apa yang telah menjadi janji daripada hadits ini berupa
kemuliaan dan penghargaan"
"Karena itu, sampaikan pada pasukan satu-persatu bahwa kemenangan besar yg akan
kita capai akan menambah ketinggian Islam
"Untuk itu, WAJIB bagi setiap pasukan menjadikan syariat selalu didepan matanya, jgn
ada yg melanggar syariat yg mulia ini!
Page
68

Keheningan melanda, pasukan Islam berusaha menyerap perkataan sultan mereka kata
demi kata, Sultan lalu melanjutkannya,
"Aku tidak sama sebagaimana sultan-sultan pendahuluku. Aku, Fatih Sultan Mehmed Han,
penakluk Konstantinopel!"
"Aku percaya, kita akan bisa melampaui tembok-tembok mereka dan memenangkan
pertempuran ini!"
"Dan kita tak akan minum "shahada sherbet" -"minuman syuhada" sampai kita dapat
membuat musuh bertekuk lutut dihadapan kita!"
*takbiiiir memggema sehingga Sultan Mehmed harus menunggu redanya..
"Bila Aku tak dapat menaklukkan Istanbul, ...maka biarlah Istanbul yang menaklukkanku!"
Takbir, takbir dan takbir kembali menggelegar, tombak, pedang dan segala senjata
diangkat keatas langit, putus sudah semua. Diiringi oleh takbir dan musik2 pembangkit
semangat, tentara gelombang pertama menyerbu tembok dengan semangat
menggelora.

illustrasi penyerbuan terakhir pada 29 Mei 1453


"Banyak yang meninggal seketika dan hanya sedikit yang selamat", pasukan awal
memang pasukan yang bertugas meletihkan musuh. Beberapa jam kemudian, gelombang
pertama pasukan ditarik mundur, diganti dengan gelombang lain yang lebih segar daan
kuat. Pasukan bertahan tak diberi kesempatan untuk bahkan hanya menarik napas
mereka, pasukan gelombang kedua telah membombardir. Dengan komando takbir,
pasukan kedua ini "menyerbu dinding kota laksana singa yang lepas dari rantainya.

Page
69

gelombang kedua, mulai menyerang tembok kota

"Pasukan kedua ini berbeda dengan pasukan yang pertama, pasukan kali ini terdiri dari
para pemberani" ungkap Barbaro
Namun, pasukan ini pun berhasil dipukul mundur dengan sisa-sisa kekuatan pasukan
bertahan, posisi mereka semakin terdesak. Bau darah memenuhi udara, potongan tubuh
manusia tertabur dimana-mana disekitar tembok, teriakan dan rintihan mengalun pelan.
Saat itu ketahanan perang diuji, terus maju dan mengadu nyali. Siapakah yang nyalinya
lebih kuat, yg menyerang atau bertahan. Shubuh tiba, dan pasukan2 Mehmed bergantian
shalat shubuh, pasukan gelombang terakhir - 10.000 Yeniseri mulai disiapkan. Keputusan
dibuat cepat, sebelum pasukan bertahan sempat me-reorganisir pasukannya, mereka
harus ditekan kembali dengan keras. Sultan menyiapkan ribuan pemanah, lepaskan
tembakan tanpa henti, dan memaksa pasukan bertahan berlindung dibawah tameng.

Page
70

yeniseri mulai menyerang tembok pada 29 Mei 1453


"Langit penuh dengan peluru, panah, batu sehingga tak memungkinkan melihat kearah
langit" kenang pasukan bertahan waktu itu
Saat itulah pasukan Yeniseri yang masih segar bugar dan merupakan kekuatan inti
Utsmani, menyerbu kearah dinding kota. Saat pasukan bertahan menyadari hujan panah
telah lewat, mereka mendapati Yeniseri yg "lebih mirip singa ketimbang manusia".
Kritovulous menggambarkan Yeniseri,
"Rasa lapar tak menghalangi mereka, tidak pula kurang tidur, atau pertempuran tiada
henti"
"Luka dan pembantaian, kematian sanak saudara dan pemandangan mengerikan sekadar
menyurutkan semangat mereka pun tidak"
Barbaro mengatakan,
"teriakan keras mereka (yeniseri) ketika bertempur telah menebarkan ketakutan dan
mencabut nyali kami"
Ternyata bahkan pasukan sekuat ini belum mampu secara cepat menghabiskan
perlawanan kota Konstantinopel, kekuatiran muncul. Mengetahui hal ini Kaisar
Constantine berteriak "mahkota kemenangan milik kita, tuhan di pihak kita, tetap
bertempur!" Di tengah situsasi kritis semacam ini, sukar menebak siapa yang akan
memenangkan pertempuran, saat itu keajaiban muncul. Drama heroik khas Muslim
ditunjukkan oleh Hasan Ulubate, seorang perwira Muslim berbadan raksasa dan tentara
Yeniseri lain.
Hasan dan 30 prajurit Muslim lainnya berlari memanjat tembok pada gerbang St.
Romanus, gerbang utama kota Konstantinopel. Hasan mendobrak, merangsek pasukan
bertahan, di tangan kanannya tergenggam bendera merah ber-sabit putih Utsmani.
Dengan penuh perjuangan kawanan kecil ini maju menghempaskan musuh satu persatu,
tak peduli sayatan dan goresan luka. Saat pasukan bertahan menyadari gerakan Hasan
dan kawanannya, segera mereka berlari menuju gerbang St. Romanus mencegatnya.
17 kawan Hasan Ulubate terbantai, Hasan Ulubate sendiri mendapatkan beberapa
sayatan sebelum dia menghabisi nyawa musuhnya. Mengangkat kedua tangannya yang
tergenggam bendera ke udara, ia menghujamkan tiang besi dengan sisa tenaganya! sisa
nyawanya! Bersamaan dengan berkibarnya bendera Utsmani di tembok, belasan panah
menancap di tubuh Hasan, syahidlah dia dibawah panji. Tatkala Sultan Mehmed melihat
bendera itu terpancang dengan megah, Sultan berteriak pada semua,
"Kota itu milik kita!"
*sorak-sorai membahana, pasukan Muslim kembali bangkit menekan musuh, takbiiiir~!
Page
71

Melihat bendera merah berkibar, itu adalah suntikan energi baru bagi pasukan Muslim
yang segera membalikkan keadaan.

serangan terakhir sebelum takluknya kota


Sebaliknya, melihat hal itu, pasukan musuh ibarat ditarik nyawanya, segera mundur
menyelamatkan nyawa mereka masing2. Pasukan Muslim masuk kedalam kota bak air
bah, tembok telah berhasil dikuasai! Hanya dalam 1/4 jam 30.000 pasukan masuk. Saat
itu, matahari baru muncul di ufuk dan terdengar teriakan demi teriakan "kota telah jatuh,
kota telah jatuh!" Beberapa menit yang lalu elang berkepala dua Konstantinopel masih
bergelar di tembok kota, sekarang diganti bendera2 merah.

bendera konstantinopel
Subhanallah, kota yang agung itu telah jatuh, legenda ribuan tahun tembok itu
dipatahkan hari itu! Konstantinopel sebagai hegemoni Romawi-Byzantium telah "jatuh
setelah 1.143 tahun, 10 bulan dan 4 hari". And the rest, is history..
Page
72

THE END
Special Thanks To
http://sate-ayam-uniten.blogspot.com

Page
73