Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pre-eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi,
proteinuria dan edema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini
umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 pada kehamilan, tetapi dapat terjadi
sebelumnya misalnya pada molahidatidosa (Prawirohardjo, 2005).
Kejadian pre-eklampsia dan eklampsia bervariasi di setiap negara
bahkan pada setiap daerah. Di jumpai beberapa faktor yang mempengaruhi
diantaranya jumlah primigravida, terutama primigravida muda, distensi
rahim berlebihan: hidramnion, hamil kembar, molahidatidosa, penyakit
yang menyertai hamil; diabetes melitus, kegemukan, jumlah usia ibu lebih
dari 35 tahun, pre-eklampsia berkisar antara 3% sampai 5% dari
kehamilan yang dirawat (Manuaba, 2010).
Penyakit ini cukup sering dijumpai dan masih merupakan salah
satu penyebab kematian ibu. Di Amerika Serikat, misalnya 1/3 dari
kematian ibu disebabkan oleh penyakit ini. Di RS dr. Hasan Sadikin
terdapat 5,8% kasus pre-eklampsia dan 0,6% eklampsia pada periode
1991-1994. Hipertensi dalam kehamilan juga menjadi penyebab yang
paling penting dari kelahiran mati dan kematian perinatal. Angka kematian
ibu dapat diperoleh melalui berbagai studi yang dilakukan secara khusus
untuk mengetahui tingkat kematian ibu seperti survei di rumah sakit dan
beberapa survei di masyarakat dengan cakupan wilayah yang terbatas.
1

Bersamaan dengan pelaksanaan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)


dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), penelitian
kematian ibu menjadi bagian dari penelitian tersebut yang cakupan
wilayahnya menjadi lebih luas (Anonim, 2013).
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki Angka
Kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi yang masih tinggi
dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Berdasarkan Survei
Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 2007 di Indonesia
mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Untuk AKI provinsi Jawa Tengah
yaitu sebesar 114,2/100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut merupakan
angka tertinggi di negara ASEAN. Penyebab kematian Ibu adalah preeklampsia-eklampsia (28.76%), perdarahan (22.42%), infeksi (3.54%) dsb
(Anonim, 2013)
Penyebab utama kematian ibu di Indonesia di samping perdarahan
adalah pre-eklampsia atau eklampsia dan penyebab kematian perinatal
yang tinggi. Pada kondisi berat pre-eklampsia dapat menjadi eklampsia
dengan penambahan gejala kejang-kejang (Wiknjosastro, dkk, 2002)
Berdasarkan

pengkajian

yang

penulis

lakukan

di

ruang

Bougenville Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo pada tanggal 16


Februari 2013 Pukul 07.30 WIB dari 20 pasien terdapat berbagai macam
kasus penyakit diantaranya seperti persalinan normal, ketuban pecah dini,
abortus, dan pre-eklampsia berat. Penulis tertarik untuk mengambil kasus

karya tulis ilmiah dengan judul pre-eklampsia berat sekitar 1 sampai 2


orang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk
merumuskan suatu masalah tentang Bagaimana Pelaksanaan Asuhan
Keperawatan pada Ny.K dengan Kehamilan Risiko Tinggi Pre-Eklampsia
Berat di Ruang Bougenville Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan karya tulis ilmiah ini untuk
mengetahui Asuhan Keperawatan pada Ny.K dengan Kehamilan
Risiko Tinggi Pre-Eklampsia Berat di

Ruang Bougenville Rumah

Sakit Umum Daerah Sukoharjo.


2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:
a. Mendeskripsikan pengkajian keperawatan pada Ny.K dengan
kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia berat di ruang Bougenville
Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
b. Mendeskripsikan diagnosa keperawatan pada Ny.K dengan
kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia berat di ruang Bougenville
Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
c. Mendeskripsikan perencanaan asuhan keperawatan pada Ny.K
dengan kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia berat di ruang
Bougenville Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
d. Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny.K
dengan kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia berat di ruang
Bougenville Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

e. Mendeskripsikan evaluasi asuhan keperawatan pada Ny.K dengan


kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia berat di ruang Bougenville
Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
D. Ruang Lingkup
1. Sasaran
Sasaran dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah Ny.K dengan
kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia berat.
2. Tempat
Tempat pengambilan karya tulis ilmiah dalam studi kasus ini di ruang
Bougenville Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
3. Waktu
Waktu pengelolaan kasus dalam karya tulis ilmiah ini mulai dari
tanggal 16 Februari 2013 sampai tanggal 18 Februari 2013.

E. Manfaat
1. Pasien
Sebagai gambaran untuk menambah pengetahuan ibu bersalin yang
mengalami penyakit pre-eklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah
Sukoharjo.
2. Penulis
Sebagai meningkatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga
bagi penulis mengenai asuhan keperawatan pada ibu dengan risiko
tinggi pre-eklampsia.
3. Institusi rumah sakit
Sebagai bahan pertimbangan memberikan asuhan keperawatan dengan
kehamilan risiko tinggi pre-eklampsia dalam menambah mutu dan
kualitas pelayanan kesehatan terutama di Rumah Sakit Umum Daerah
Sukoharjo.
4. Institusi pendidikan

Sebagai bahan referensi bagi instansi pendidikan dan menambah ilmu


bagi mahasiswa maupun staff yang membaca di perpustakaan
Poltekkes Bhakti Mulia.
F. Metode Memperoleh Data
Penulisan karya tulis ini menggunakan metode deskriptif diharapkan
seorang penulis berusaha memaparkan pemecahan masalah yang ada
berdasarkan data, menyajikan data, menganalisa data dan teknik
pengumpulan data sebagai berikut:
1. Wawancara
Cara penulisan untuk mengumpulkan data dengan bertanya langsung
dengan lisan kepada klien, keluarga maupun tenaga kesehatan yang
bertugas di ruang Bougenville Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
2. Observasi
Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap perkembangan
kesehatan klien.
3. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pada klien dengan cara head to toe.
4. Studi dokumentasi
Dokumentasi merupakan bentuk informasi yang berhubungan dengan
dokumen baik resmi maupun tidak resmi. Penulis memperoleh data
dari suatu klien yang berisi tentang catatan keperawatan dan program
pengobatan. Pemeriksaan penunjang yang diberikan selama pasien
dirawat.
5. Studi pustaka
Studi literatur adalah suatu metode untuk memperoleh data yang
didapat dari buku-buku laporan penelitian masalah oleh berbagai
informasi baik berupa teori generalisasi maupun konsep yang telah
dikemukakan oleh berbagai ahli.
G. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan karya tulis ilmiah ini terdiri dari:


BAB I:
Pendahuluan
Berisi tentang: Latar Belakang, Ruang Lingkup, Tujuan
Penulisan, Manfaat Penulisan, Metode Penulisan, Sistematika
BAB II:

Penulisan.
Tinjauan Pustaka
Berisi tentang: Pengertian,

Klasifikasi,

Penyebab,

Manifestasi Klinis, Patofisiologi, Pathways, Pemeriksaan


Penunjang, Komplikasi, Penatalaksanaan, Fokus Pengkajian,
BAB III:

BAB IV:

Fokus Intervensi.
Tinjauan Kasus
Berisi tentang: Pengkajian

Data

Diagnosa

Keperawatan, Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi.


Hasil dan Pembahasan
Berisi tentang: Pengkajian, Diagnosa Keperawatan,

Perencanaan, Implementasi, Evaluasi.


Penutup
Berisi tentang: Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
BAB V:

Klien,